
Rumah tua di sebelah timur kota Jiangyan.
"Adakah yang ingin kau bicarakan?" Tanya Shang Ren yang sekarang ini sedang berhadapan dengan seorang laki-laki yang biasa ditemuinya di tempat yang sama.
Setelah bertahun-tahun wajah dan kepalanya terus diperban, laki-laki itu akhirnya membukanya dan menampilkan keadaannya sekarang ini. Ia terlihat hancur dengan bekas luka yang memenuhi kepala dan juga wajahnya. Aromanya terasa busuk karena darah kering yang masih melekat di kulitnya. Ia juga tidak memiliki rambut karena saat itu kepalanya terbakar dan melepuh sehingga tidak bisa ditumbuhi oleh rambut lebatnya lagi.
"Hari ini aku terlihat buruk sekali. Sepertinya, tubuh ini sudah tidak sanggup lagi untuk menahan lukanya sendiri." Ucap laki-laki itu saat ia memandangi dirinya sendiri menggunakan sebuah cermin perunggu yang ada di sebelahnya.
Shang Ren terdiam dan tidak berekspresi ketika laki-laki itu mencoba untuk berbicara dengannya. Ia tidak terlalu suka jika seseorang mencoba untuk membuang-buang waktunya secara percuma. Biasanya ia akan langsung meninggalkannya dan tidak akan pernah mau bertemu dengannya. Akan tetapi, karena ia memiliki hubungan penting dengan laki-laki yang ada di depannya, ia terpaksa harus menemuinya berkali-kali meskipun sebenarnya ia sudah tidak tahan lagi.
"Apakah kau menyuruhku kemari hanya untuk mendengarkan ucapanmu yang tidak berguna?" Tanya Shang Ren yang mulai tidak mengerti dengan situasinya saat ini.
Laki-laki itu tertegun dan langsung melihat ke arahnya. Wajahnya yang terlihat busuk, membuat Shang Ren enggan untuk melihat ke arahnya dan memilih untuk membuang wajah ketika laki-laki itu menoleh ke arahnya.
"Oh, jadi kau menolak untuk melihatku?" Ucapnya saat ia melihat Shang Ren yang enggan untuk melihat wajahnya yang terlihat buruk.
"Kenapa? Berbicara denganmu hanya membuang-buang waktu ku saja. Untuk apa kau menemuiku lagi?" Tanya Shang Ren yang mulai kesal dengannya.
Laki-laki itu kemudian tertawa lepas sambil menutupi keningnya dan melihat kembali ke arah Shang Ren dengan tatapan merendahkannya. "... Bagaimana kau bisa seperti ini? Bukankah sejak dulu kau selalu datang padaku, menemuiku seperti ini? Mengapa kau bisa kesal dan jengkel terhadapku meskipun aku mengatakan hal yang membuang-buang waktumu?" Ucapnya sambil menatapnya dengan dingin dan menghina.
__ADS_1
Shang Ren bukanlah orang yang selalu membuang-buang waktunya hanya untuk mendengarkan omong kosong dari mulut seseorang. Ia pun segera berbalik arah dan pergi meninggalkannya tanpa memberinya waktu untuk berbicara.
Melihat Shang Ren yang berjalan keluar dan berpaling darinya, laki-laki itu menghentikan tawa tidak jelasnya dan menatap Shang Ren dari belakang dengan dingin.
"Aku ingin melihat anak itu." Ucapnya yang membuat Shang Ren berhenti seketika.
Ekspresinya terlihat terkejut ketika ia mendengar laki-laki itu mengatakan sesuatu padanya. Karena orang ini telah sembuh dari lukanya, ia bisa saja berjalan keluar namun dengan wajah yang hancur dan aroma busuk karena bekas luka yang ada di wajahnya.
"Tidak. Bukankah aku tidak memperbolehkan mu untuk bertemu dengannya sampai waktunya tiba?" Tanya Shang Ren saat ia menoleh ke belakang dengan wajah dinginnya.
Laki-laki ini tiba-tiba saja tersenyum seringai dan membuat hawa jahat seolah-olah berada di sekitarnya. "Memangnya kenapa? Tidak ada salahnya jika aku bertemu dengannya. Lagipula, aku tidak akan melakukan hal buruk terhadapnya." Jawab laki-laki tersebut.
Shang Ren mendengus dingin dan berkata, "Yang Mulia! Sebaiknya Anda mengikuti apa yang aku katakan saat ini. Percayalah, mungkin dia akan merasa ketakutan jika melihat wajah Anda yang sekarang." Ucapnya sambil berjalan keluar ruangan dan mengabaikan laki-laki yang sekarang ini sedang menatapnya dengan penuh amarah.
Shang Ren merupakan seseorang yang pandai menggunakan mantra pengendali. Karena itu ia langsung mengeluarkan Mantra Teleportasi dan pergi menuju kota Xuanzhou yang tampaknya sedang tidak baik-baik saja. Dan benar dugaannya selama ini ketika, tempat mereka sedang dihujani oleh salju yang dingin, sebuah cahaya merah muncul dari kediaman Zhao yang berada di Sekte Hua Jian.
Saat itu, Shang Ren masih berada di luar gerbang barat Sekte Hua Jian dan menyaksikan bagaimana hawa kekuatan yang dilihatnya dengan perlahan menghilang. Ia pun langsung mengetahui kalau hawa kekuatan ini berasal dari Mu Chen Xiao yang melakukan ritual Shen Qi seorang diri.
"Jadi, dia sedang berhadapan dengan monster yang akan memakannya, ya? Orang itu benar-benar selalu menyusahkan! Mengapa tidak mati saja?!" Gumam Shang Ren yang langsung bergerak cepat memasuki gerbang Sekte dan gerakannya berhasil diketahui oleh sebagian orang namun, mereka tidak bisa melihat jelas siapa orang yang mencoba untuk masuk ke dalam sekte mereka.
__ADS_1
Setelah ia sampai di depan kamar Zhao Bingyan, ia melihat pintunya yang tidak bisa terbuka karena telah membeku dari dalam. Saat itu ia membuat sebuah mantra penghalang agar tidak ada seorangpun yang bisa menemukannya di sini.
"Selagi mantranya masih berlaku, aku harus segera membawanya pergi dari tempat ini." Gumam Shang Ren yang langsung memukul pintunya dengan keras sehingga menimbulkan suara tabrakan besar yang mengejutkan semua orang di sana.
Tidak lama setelah puluhan pukulan keras telah dilakukan selama beberapa menit. Es yang membekukan pintu tersebut akhirnya pecah dan pintunya pun hancur akibat pukulan keras yang dilakukan oleh Shang Ren berulang kali.
Ketika ia berhasil membuka pintunya, ia sangat terkejut begitu melihat sebuah array Shen Qi yang tercipta berkat darah yang mengalir dari pergelangan tangan Mu Chen Xiao.
Shang Ren yang sangat marah karena melihat Mu Chen Xiao yang berdarah-darah demi menyelamatkan Zhao Bingyan, langsung mengambil sebuah pisau belati di atas tangan kanan Mu Chen Xiao dan langsung mengangkatnya di atas kepala Zhao Bingyan ketika ia sedang terduduk tak sadarkan diri.
Namun, ketika ia sedang mencoba untuk membunuh Zhao Bingyan, tiba-tiba saja seseorang menahan kakinya dari bawah dan seolah-olah orang ini sedang melarangnya untuk membunuh Zhao Bingyan.
"Jangan membuat usahaku menjadi sia-sia!"
Mendengar suara ini, membuat Shang Ren langsung menoleh ke bawah dan melihat Mu Chen Xiao yang setengah sadar, telah menarik kakinya dan melarangnya untuk membunuh Zhao Bingyan karena itu akan membuat usahanya sia-sia.
Menahan kutukan yang disebabkan karena sumpahnya sendiri, membuat Mu Chen Xiao kembali tidak sadarkan diri karena kutukan ini semakin menyebar ke seluruh bagian tubuhnya dan melumpuhkan beberapa organ dalamnya.
"Kenapa kau berjuang mati-matian hanya untuk seorang penjahat sepertinya? Seharusnya kau biarkan saja dia seperti ini karena ia akan segera dibunuh oleh orang-orang Sekte Yin Lang." Gumam Shang Ren saat ia menatap ke arah Mu Chen Xiao yang ada di bawah kakinya.
__ADS_1
Ia kemudian mengangkat Mu Chen Xiao kembali dan berniat akan membawanya menuju suatu tempat yang cukup jauh dari tempat ini. Ia juga sempat menoleh ke arah Zhao Bingyan yang masih terdiam dalam tidurnya setelah sisi gelapnya dihilangkan oleh Mu Chen Xiao dengan cara ritual Shen Qi.
"Setelah Yan Fengying mengatakan kalau kalian lah yang telah membantai seluruh keluarga Jin, dalam beberapa tahun ke depan kalian pasti akan hancur lebur. Berterima kasihlah padaku karena aku telah membiarkanmu hidup sampai sekarang. Kau juga harus bertanggung jawab atas kesalahan yang pernah kau lakukan beberapa tahun lalu. Karena itu, aku akan membawamu juga."