Chaos System

Chaos System
Chapter. 127 - Bayangan Masa Lalu


__ADS_3

"Aduh,.. panas sekali! Tempat macam apa ini?"


Dalam sebuah ruangan gelap yang dipenuhi dengan lilin yang terbakar, Mu Chen Xiao terbangun dalam keadaan terkejut dan berkeringat dingin setelah ia mengalami ledakan spiritual seminggu yang lalu.


Saat ini ia berada di dalam sebuah peti mati yang terbuka dengan lilin menyala yang mengitarinya dan juga sebuah mantra pengusir arwah yang berderet mengelilinginya. Mantra tersebut juga melekat di sekitar peti mati miliknya dan bahkan sampai menutupi bentuk aslinya.


"Ini sangat aneh dan berlebihan! Mengapa mereka meletakkan ku di peti mati seperti ini? Dan dimana pakaianku?" Gumam Mu Chen Xiao saat ia melihat keadaan yang sekarang dengan memakai sebuah pakaian yang biasa dipakai oleh para pelayat.


"Oh,... Kau sudah bangun rupanya?" Ucap seorang laki-laki yang sebelumnya telah duduk di atas sebuah singgasana yang berada tidak jauh di sebelah kanan peti matinya.


Laki-laki yang sedang duduk di atas singgasananya telah tertutupi oleh bayangan ruangan yang tampak gelap dan satu-satunya cahaya yang ada di sana hanyalah lilin api yang sedang mengelilinginya. Ia tidak bisa melihat dengan jelas siapa laki-laki ini akan tetapi, ia merasa pernah mendengar suara ini.


"Kau itu siapa? Mengapa membawaku ke tempat aneh seperti ini?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia memperhatikan bayangan laki-laki tersebut.


Seorang laki-laki yang sekarang ini juga sedang memegang sebuah cangkir, tiba-tiba saja berdiri dan menaruh cangkirnya kembali di atas sebuah meja yang ada di sebelahnya. Orang ini kemudian berjalan menghampirinya dan menunjukkan dirinya dari balik bayangan.


Dia adalah Mu Chou Ran!


"Untuk apa kau membawaku kemari?! Mengapa tidak membawaku kembali ke Sekte?!" Ucap Mu Chen Xiao dengan ekspresi marah setelah ia tahu kalau orang ini adalah Mu Chou Ran, Ayahnya sendiri.


Mu Chou Ran tersenyum seringai dan berkata, "Ternyata hasrat membunuhmu sangat besar juga." Ucapnya dengan wajah yang mirip sekali dengan seorang pembunuh kejam.


"Apa maksudmu?"


"Haah,... Aku yakin Pamanmu pasti tidak akan melupakan hal ini apalagi dia tidak bisa membawamu kembali ke sekte." Mu Chou Ran mendengus sambil membelakangi Mu Chen Xiao dan melanjutkan, "... Karena segel yang aku pasang di dahimu itu telah menghilang, kau menjadi lepas kendali dan hampir saja membunuh Pamanmu sendiri."


Mu Chen Xiao menatap serius dan bertanya kembali, "Apa orang yang kau maksud Paman adalah Guru besar Zhao?" Tanyanya yang membuat Mu Chou Ran langsung melirik ke arahnya dengan sinis.


Setelah ia selesai melirik ke arahnya, Mu Chou Ran kembali melihat ke depan dan menjawab, "Seperti yang kau pikirkan. Orang itu adalah Pamanmu dan seluruh keluarga Zhao adalah kerabat dekatmu. Sebenarnya dia sudah tahu kalau kau adalah keponakannya akan tetapi, dia lebih memilih untuk merahasiakannya. Kau tahu kenapa?" Ucapnya yang membuat Mu Chen Xiao kebingungan untuk menjawabnya. "... Itu karena Pamanmu sendiri yang telah membunuh Ibumu."


Sesaat Mu Chen Xiao terkejut setelah mendengarnya. Ia pun terdiam sambil menundukkan kepalanya dan tidak bisa berkata-kata selama beberapa saat.


"Saat Ibu terbunuh, mengapa kau tidak berdiri di sebelahnya? Bukankah sebagai kepala keluarga, seharusnya kau mampu melindungi semua orang bahkan untuk Qian Yue? Memangnya saat itu kau sedang ada di mana sampai-sampai meninggalkannya sendirian?" Tanya Mu Chen Xiao yang membuat Mu Chou Ran tidak percaya dengan perkataannya saat ini.


Mu Chou Ran terdiam selama beberapa saat.


"Jika kau ingin tahu, mengapa tidak pergi saja ke tempat saat kau baru saja dilahirkan?" Celetuk Mu Chou Ran yang langsung menjentikkan jarinya pada dahi Mu Chen Xiao.

__ADS_1


Setelah ia melakukan hal tersebut, Mu Chen Xiao merasa seolah-olah ia sedang berada di dalam sebuah ledakan cahaya yang akan membawanya menuju suatu tempat. Awalnya semua berwarna putih namun, lama kelamaan ia menghirup aroma sebuah bunga Meihua yang sedang tumbuh pada musimnya. Dan tidak lama setelahnya, pemandangannya pun berubah menjadi suasana kediaman besar yang ada di kota Jiangyan.


"Apakah ini adalah kediaman keluarga Mu 13 tahun lalu?" Gumam Mu Chen Xiao saat ia melihat benda benda dan semua orang yang ada di sekelilingnya.


Untuk saat ini, ia memang sedang berada di kediamannya sendiri akan tetapi, ia tidak bisa dilihat oleh siapapun dan tidak bisa menyentuh benda apapun yang ada di sana karena saat itu ia baru saja terlahir.


Setelah ia terhanyut dalam suasana pikirannya, di dalam sebuah ruangan Mu Chen Xiao mendengar suara tangisan bayi yang baru saja lahir dan sorak gembira dari orang-orang yang menyaksikannya.


Tanpa pikir panjang, Mu Chen Xiao segera berjalan mengunjungi rumah tersebut. Ia berhenti di depan sebuah jendela yang sedang terbuka dan penglihatannya langsung menunjukkan suasana ketika beberapa orang sedang menjadi saksi atas kelahiran seorang calon penerus keluarga terkuat.


Di tengah-tengah mereka terdapat seorang wanita yang terlihat sangat lelah dengan keringat yang sampai membasahi tempat tidurnya. Lalu, seorang kakek tua berjanggut putih datang menghampirinya dengan membawa seorang bayi laki-laki yang telah dihangatkan oleh sebuah kain putih yang masih bersih.


"Selamat Nona Mu! Anda melahirkan seorang anak laki-laki." Ucap seorang kakek berjanggut putih yang langsung memberikan bayi tersebut pada seorang wanita yang baru saja melahirkannya.


Wanita itu menyentuh kulit lembut wajah dari bayi laki-laki yang berada dalam dekapannya. Ekspresinya terlihat senang dan senyum lembutnya membuat bayi dalam dekapannya merasa nyaman dan dengan perlahan ia pun berhenti menangis saat menatap wajahnya.


"Kenapa dia memberikanku ilusi yang seperti ini?" Gumam Mu Chen Xiao saat melihatnya.


"Qian Yue! Kau melakukannya dengan sangat baik." Ucap seorang laki-laki yang sudah sejak tadi berdiri di sebelah wanita tersebut namun, Mu Chen Xiao sama sekali tidak menyadari keberadaannya sejak tadi.


”Mu Chou Ran?! Sejak kapan dia ada di sana?!” batin Mu Chen Xiao setelah ia menyadari siapa laki-laki tersebut.


"Dia lebih kecil dari apa yang aku duga. Apakah suatu hari aku akan memiliki penerus yang sangat kuat dibandingkan denganku?" Ucap Mu Chou Ran saat ia sedang menggendong bayi tersebut dan memperhatikannya.


Mendengar hal itu membuat Qian Yue sedikit tertawa dan tangan kanannya langsung menarik pelan pakaian Mu Chou Ran. "... Jangan berbicara seperti itu. Bagaimana jika dia mendengarnya dan mengikuti apa yang kau ucapkan tadi." Ucap Qian Yue dengan lembut dan tawa senangnya saat melihat ke arah Mu Chou Ran.


Untuk pertama kalinya, Mu Chen Xiao melihat Mu Chou Ran yang sedang tertawa bersama dengan wanita yang bernama Qian Yue. ”... Apakah yang aku lihat ini hanya sebuah ilusi?” batin Mu Chen Xiao yang sangat tidak percaya setelah ia melihatnya.


"Aku sudah memikirkan namanya sejak beberapa bulan lalu." Ucap Mu Chou Ran yang mengundang perhatian dari Qian Yue yang langsung menatapnya.


"Oh ya? Kau akan memberinya nama seperti apa?" Tanya Qian Yue.


"Aku akan memberinya nama Chen Xiao dan nama panjangnya adalah Mu Chen Xiao. Apakah kau menyukainya?"


Qian Yue tersenyum lembut padanya dan menjawab, "Tentu saja. Itu adalah nama yang cocok untuknya. Kau pasti melihatnya karena karena ukuran tubuhnya yang lebih kecil."


Mu Chou Ran sedikit tertawa dan ia pun mengelus kepala Qian Yue dengan lembut. "... Bukankah ukuran bayi normal memang sekecil ini? Dan lagi dia juga akan bertambah besar dengan sendirinya."

__ADS_1


”Tidak mungkin Mu Chou Ran bisa seperti ini! Aku dengar dia adalah orang terkejam yang membuat siapapun bergidik ketakutan saat melihatnya.” batin Mu Chen Xiao yang memikirkannya.


Lalu setelah ia melihat pemandangan tersebut, suasana di sekitarnya berubah menjadi mengerikan dengan banyak darah dan pedang yang bergelimpangan di sekitar kediaman tersebut.


Saat itu adalah satu tahun setelah kelahirannya. Sekte Yin Lang datang menyerang mereka dan menghancurkan segalanya yang ada di sana.


Mu Chen Xiao sangat terkejut setelah apa yang ia lihat di depannya seketika berubah menjadi lautan mayat dan pedang. Seluruh keluarga Mu tidak menduga bahwa akan ada penyerangan di tempat tinggal mereka. Mereka semua mati karena mempertahankan tanah mereka dari orang-orang Sekte Yin Lang yang menggunakan sihir gelap untuk membunuh mereka.


"Kenapa jadi seperti ini? Dimana wanita tadi?! Dan kemana perginya Mu Chou Ran yang seharusnya melindungi mereka?!" Gumam Mu Chen Xiao yang akhirnya pergi dari tempat sebelumnya.


Tiba-tiba saja ia pun teringat pada ucapan kakek tua yang pernah menemukannya bahwa saat penyerangan terjadi, ia telah ditenggelamkan di sungai Luobing.


Tanpa pikir panjang, Mu Chen Xiao segera pergi menuju sungai Luobing yang jaraknya cukup dekat dari tempatnya berdiri. Selama ia pergi menuju sungai tersebut, ia banyak melihat pembunuhan dan pertarungan yang terjadi di sekitarnya.


Anak-anak menangis dan daging yang terkoyak karena sayatan pedang yang tidak memandang lawannya. Lalu, tidak lama setelah ia berlari. Pandangan Mu Chen Xiao seketika terpaku pada seorang wanita yang saat itu sedang berjalan terpincang-pincang karena luka yang ada di kakinya.


Wanita itu adalah Qian Yue yang telah terluka parah dengan hanfu merah muda yang hampir seluruhnya telah ternodai dengan darahnya sendiri.


"Qian Yue!" Seru Mu Chen Xiao yang langsung berlari menghampirinya namun, suaranya sama sekali tidak bisa terdengar di telinganya.


Setelah Qian Yue sampai di bibir sungai, Mu Chen Xiao melihatnya sedang menuliskan namanya di atas sebuah dahan kayu yang kering. Ia menulisnya menggunakan hiasan rambut miliknya dan kemudian, dia meletakkannya bersama dengan bayi Mu Chen Xiao yang sudah berada di dalam baskom kayu.


"Maaf, aku tidak bisa menemanimu lebih lama lagi. Xiao'er berhati-hatilah ketika mengenal orang asing." Ucap Qian Yue sebelum akhirnya ia menenggelamkan bayi Mu Chen Xiao ke dalam sungai Luobing.


Mu Chen Xiao yang melihatnya hanya terdiam sambil menatap sedih karena ia tidak menyangka bahwa Qian Yue akan membuangnya.


Lalu, tidak lama setelah ia menenggelamkannya. Sebilah pedang es tiba-tiba saja menembus kulit dan daging Qian Yue!


Mulutnya mengeluarkan darah yang sangat banyak dan tidak lama setelahnya, ia pun tewas di tangan seseorang yang belum diketahui olehnya.


Saat ia melihat darah yang keluar dari tubuhnya, ekspresi Mu Chen Xiao berubah menjadi sangat terkejut dan terduduk setelah ia melihat Qian Yue mati di tangan seseorang yang belum diketahui olehnya.


”Siapa penjahat itu?!” gumam Mu Chen Xiao yang langsung menatap ke arah sebuah pedang yang sebelumnya telah menancap di tubuh Qian Yue.


Pedang itu terlihat sangat familiar dengannya. Orang itu adalah pemuda yang lahir di pertengahan musim dingin. Rambut terurai panjang yang berhembus dengan angin. Bola matanya berwarna cokelat keemasan dan orang ini adalah Zhao Bingyan?!


Haaahh!

__ADS_1


Seketika Mu Chen Xiao langsung terbangun dan ia pun kembali dalam kehidupan yang sekarang. Selama ia melihat masa lalunya, Mu Chen Xiao terus tertidur selama beberapa jam dan ia pun sadar kalau saat ini ia sedang berada di sebuah kamar yang ada di kediaman keluarga Mu di kota Qianlu!


"Apakah semua itu hanya mimpi?"


__ADS_2