Chaos System

Chaos System
Chapter. 76 - Menunggu Jawaban


__ADS_3

"... Sebenarnya, apa tujuan Guru besar Shang Ren membuatku sulit untuk berkultivasi? Mengapa Guru besar menaruh segel mengerikan itu padaku?" Tanya Mu Chen Xiao dengan wajah serius bertanya padanya.


Melihat Mu Chen Xiao yang menatapnya dengan serius, membuat Shang Ren terdiam tidak berekspresi. Ia memperhatikannya namun, ia tidak bisa menjawab apa yang sebenarnya ingin diketahui olehnya. Pada akhirnya, Shang Ren hanya menjawab, "Aku,... Tidak bisa mengatakannya sekarang."


Mendengar jawaban darinya, membuat Mu Chen Xiao sangat terkejut dan berkata kembali dengan membentaknya, "Lalu kenapa kau tidak melepaskannya saja? Bukankah kau berharap aku bisa menjadi bawahan mu dan selalu bergerak melindungimu bahkan sampai mengorbankan nyawa?"


Shang Ren menatapnya dengan bingung dan bertanya kembali, "Siapa yang mengatakan hal itu padamu? Memangnya aku menginginkanmu agar bisa melindungiku setiap saat bahkan sampai mengorbankan nyawamu? Kenapa aku harus melakukan semua itu?"


Mu Chen Xiao tersentak dan ia merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Shang Ren padanya. Jelas-jelas itu hanyalah sebuah kebohongan yang biasa dikatakan oleh banyak penjahat di sekitarnya.


Ia tetap tidak percaya padanya dan berkata kembali, "Lalu, katakan alasannya mengapa kau melakukan semua ini padaku? Apakah kau ingin aku menjadi rakyat biasa yang hanya bisa menjual kayu bakar atau menjadi pemilik kedai makanan?"


Shang Ren berjalan mendekatinya kembali hingga membuat Mu Chen Xiao merasa tidak nyaman berada di dekatnya. Ia mengangkat tangannya dan menjentik dahi Mu Chen Xiao sebelum ia kembali berkata, "Jika itu yang aku inginkan, seharusnya sudah sejak dulu aku menghancurkan dantianmu dan membuat mu cacat seumur hidup. Tapi, untuk sekarang ini, apa yang kau pikirkan tentangku? Mengapa aku membiarkanmu berlatih dengan orang tadi dan membiarkanmu masuk ke pegunungan Jinya untuk berguru pada seseorang yang lebih baik dari Guru besarmu sendiri?"


Mu Chen Xiao yang terus menunduk, mencoba untuk memikirkan apa yang seharusnya dikatakan olehnya. Jika dia memang melakukan itu, untuk apa dia selalu saja mendekat padaku? Apa yang diinginkannya sekarang?


"Lalu, apa yang Guru besar Shang Ren inginkan dariku? Bisakah kau memberikanku alasan yang cukup jelas agar aku tidak salah paham denganmu?" Tanya Mu Chen Xiao yang mengangkat kepalanya kembali sambil menunjukkan wajah tidak sukanya pada seseorang yang ada di depannya.


Shang Ren menghela nafas dan bergumam, "Untuk melindungimu." Dengan suara kecil sehingga Mu Chen Xiao tidak bisa mendengarnya.


”Barusan, apakah dia bilang sesuatu?” batin Mu Chen Xiao yang tidak bisa mendengarnya.


Tidak lama setelah mereka berbicara, puluhan duri tajam yang datang dari langit tiba-tiba saja meluncur ke arah mereka dengan sangat cepat. Dan begitu Shang Ren menyadari akan serangan tersebut, ia langsung melepaskan hawa kekuatan spiritualnya dan menghancurkan puluhan duri tersebut hanya menggunakan kedua jarinya yang terangkat saja.


”Orang ini benar-benar tidak bisa dibayangkan. Bagaimana ia bisa menjatuhkan puluhan duri itu hanya dengan mengangkat kedua jarinya saja?” batin Mu Chen Xiao yang merasa heran dengan kekuatan Shang Ren begitu ia melihat puluhan duri tersebut jatuh ke dalam sungai.


"Sepertinya waktuku sudah habis. Aku akan segera menghilangkan penghalangnya dan segera pergi dari sini." Ucap Shang Ren sambil berbalik membelakanginya.


"Guru besar Shang Ren! Tadi itu, siapa yang mencoba untuk menyerangmu?" Tanya Mu Chen Xiao yang berhasil membuat Shang Ren berhenti melangkah.


"Tepatnya orang itu sedang mengincarmu." Jawab Shang Ren yang membuat Mu Chen Xiao terkejut mendengarnya.

__ADS_1


Ia kemudian mengeluarkan sebuah gulungan kertas dan beberapa kertas mantra kosong yang langsung diberikan pada Mu Chen Xiao.


Ia berbalik kembali dan berkata, "Bacalah semua yang ada di dalam gulungan kertas itu dan praktekkan pada kertas mantra yang ada di tanganmu. Itu akan membantumu menyelesaikan tugas yang semudah ini."


Mu Chen Xiao terdiam tidak berekspresi sambil terus memperhatikan selembar kertas mantra yang diberikan oleh Shang Ren padanya sebelum akhirnya ia benar-benar pergi dari hadapannya dan melepaskan mantra penghalang yang sebelumnya telah membuat semua orang kebingungan untuk menemukannya di sungai Luobing.


”Mengapa aku sama sekali tidak mengerti bagian yang ini?”


[[ Mendapat Perhatian Dari Penjahat ]]


[[ Sistem memberikan Poin B +50 ]]


[[ Sisa poin akhir +1900]]


"Mengapa kau sama sekali tidak memberitahuku mengapa Shang Ren begitu perhatian padaku? Apakah aku pernah melakukan sesuatu yang membuatnya merasa kasihan?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia melihat sistemnya bekerja kembali.


[[ Sistem hanya menjawab apa yang sudah terjadi dalam kehidupan Anda.]]


"Shang Ren sangat peduli padaku dan apakah hal itu tidak bisa disebut abnormal? Untuk apa aku mendapatkan poin dari perhatian penjahat kalau aku tidak mengetahui apa alasan dia melakukannya."


"Zhao Bingyan tidak mungkin mengetahuinya. Dia bahkan tidak begitu dekat dengan Shang Ren. Apa yang bisa dia katakan padaku?"


[[ Anda akan mengetahuinya beberapa tahun lagi.]]


”Benar-benar masa lalu yang penuh dengan misteri.” batin Mu Chen Xiao yang merasa penasaran dengan jawaban yang akan di dapatkannya nanti.


Setelahnya, muncul suara desir rumput yang saling bergesekan dan hembusan angin yang datang dari belakang. Lalu, muncul suara seorang pemuda yang bertanya, "Xiao'er, kau kah itu?" Ucapnya yang langsung membuat Mu Chen Xiao menoleh ke belakang.


Begitu ia menoleh ke belakang, pemuda itu langsung menyentuh kedua bahunya dengan tangan yang gemetar ketakutan. "Xiao'er! Kau baik-baik saja kan? Adakah seseorang yang sengaja menemuimu?" Tanya pemuda tersebut yang membuat Mu Chen Xiao semakin kebingungan.


Ia melihat ke arah pemuda tersebut dan ternyata orang ini adalah Zhao Bingyan yang telah sibuk mencarinya sejak tadi bersama dengan Hao Shu yang menunggunya di belakang. ”Dia terlihat ketakutan. Apakah sejak tadi, dia terus mencariku seperti ini?”

__ADS_1


"Memangnya ada apa? Kenapa Guru besar Zhao terlihat ketakutan seperti ini?" Tanya Mu Chen Xiao yang merasa aneh dengan ekspresi khawatir Zhao Bingyan saat ini.


"Xiao'er! Jawab saja pertanyaanku. Apakah ada seseorang yang sengaja menemuimu?" Tanya Zhao Bingyan kembali.


"Tadi,... Guru besar Shang Ren datang kemari dan menemuiku. Dia hanya berbicara padaku dan memberikanku gulungan ini dan juga kertas mantra kosong." Jawab Mu Chen Xiao sesaat kemudian sambil menunjukkan barang-barang yang diberikan oleh Shang Ren padanya.


Zhao Bingyan mengambil kedua barang tersebut dan memeriksanya dengan baik. Tidak ada yang perlu dicurigai hingga saat ini karena tidak ada satupun yang bisa membuktikan bahwa Shang Ren telah berniat jahat padanya. Kertas mantra yang ada di tangannya benar-benar kertas mantra yang kosong dan gulungan kertas tebal yang dipegang olehnya adalah gulungan yang biasa dipelajari oleh seorang murid jika ingin membuat mantra.


”Apakah aku terlalu berlebihan untuk memikirkan hal ini? Mungkinkah Shang Ren hanya mencoba untuk membantunya?” batin Zhao Bingyan yang merasa semua ini sudah berlebihan baginya.


"Hei! Kau ini bocah yang seperti apa? Mengapa sampai ada orang lain yang melakukan ini padamu?" Tanya Hao Shu setelah ia mengerti apa yang terjadi di sini.


"Bukankah kau selalu bilang kalau aku ini bocah to lol?" Ucap Mu Chen Xiao setelah ia mengingat hal yang terjadi beberapa hari yang lalu.


"Oh, jadi kau mengaku ya?" Ucap Hao Shu dengan wajah dinginnya.


Tidak lama setelahnya, Zhao Bingyan memberikan kembali barang-barang tersebut pada Mu Chen Xiao dan berkata, "Aku tidak tahu apa tujuan Shang Ren begitu peduli padamu. Tapi, kau perlu sedikit berhati-hati dengannya. Aku tidak bisa melindungimu setiap saat karena besok aku sudah kembali ke Sekte. Lain kali jika kau bertemu dengannya lagi, jauhi dia dan cobalah untuk tidak berbicara dengannya."


Mu Chen Xiao terdiam dan hanya menatapnya dengan bingung. Ia tidak bisa mengartikan semua yang dikatakan oleh Zhao Bingyan padanya. Tapi, tampaknya Zhao Bingyan sedang mencoba untuk melindunginya meskipun sebenarnya ia bisa saja mengurusnya sendiri.


Kalau seperti ini terus, aku menjadi sangat tidak nyaman bersama dengannya. Apakah ini termasuk bagian dari kehidupanku yang lalu?


Sementara ini, di sebuah rumah tua yang ada di kota Jiangyan dan biasa menjadi tempat pertemuan antara Shang Ren dengan seorang laki-laki berwajah hancur.


Shang Ren yang menemuinya dalam perasaan marah langsung berkata, "Untuk apa kau melakukannya? Apa kau berniat untuk membunuhnya lagi?" Tanya Shang Ren yang marah dan terluap emosinya sendiri.


Laki-laki itu menyeringai dan menjawab, "Kenapa memangnya? Aku hanya mengujimu sedikit. Lagipula, aku tidak benar-benar akan membunuhnya. Tapi, ada satu hal yang membuatku sangat penasaran. Mengapa kau begitu menjaganya meskipun kau sudah memberikannya padaku? Apakah ini karena hubungan antara Ayah dan anak sehingga kau begitu menjaganya dengan baik?"


"Lalu, apakah aku harus mengatakan alasan yang sebenarnya?"


Laki-laki itu tiba-tiba saja tertawa lepas ketika ia mendengar Shang Ren menjawab pertanyaannya seolah ia sedang berlagak seperti pahlawan. "Hahaha! Yang benar saja kau ini?! Apakah kau ingin mengambilnya dariku atau kau ingin melepaskan perjanjian ini? Kau sudah memberikannya padaku jadi, aku berhak melakukan apapun padanya." Ucap laki-laki itu dengan wajah dingin dan menyeramkan.

__ADS_1


Untuk sekarang ini, Shang Ren hanya terdiam sambil terus memandanginya dengan penuh kebencian. Ia sangat tidak suka jika ia diatur-atur oleh seseorang yang belum tentu dekat dengannya. Ia mengeraskan tinjunya dan berharap ia bisa menarik kata-kata kembali.


”Huh! Delapan tahun lagi ya? Kau pikir aku tidak bisa melakukan sesuatu padamu? Sebentar lagi, sandiwara ini akan segera berakhir.” batin Shang Ren yang diam-diam menatapnya dengan dingin dan merencanakan sesuatu untuk tahun-tahun berikutnya.


__ADS_2