
"Aduh,... Dingin sekali. Rasanya aku tidak pernah mandi semalam itu." Ucap Mu Chen Xiao di keesokan harinya sambil memegangi kedua bahunya yang terasa kedinginan setelah ia berendam di kolam herbal semalaman.
Mu Chen Xiao yang sekarang ini sedang berjalan di halaman depan kediaman Jinya, melihat ke arah semua orang yang sekarang ini sedang merapikan kembali kediaman mereka yang hancur empat hari yang lalu.
Setelah Hao Shu sadar kembali, mereka segera bergegas untuk membersihkan semua kekacauan yang ada di sana. Dilihat dari ekspresi mereka sekarang ini, mereka tampaknya tidak menyimpan dendam pada siapapun yang telah membuat mereka susah. Mereka juga tidak memikirkan siapa yang telah menyerang mereka dan masih bisa tertawa meskipun suasananya sedang tidak bagus.
"Orang-orang di sini terlalu ramah. Apakah tidak masalah jika mereka terus seperti ini? Bisa-bisa, tempat mereka akan menjadi ladang mayat." Gumam Mu Chen Xiao sambil menatap sekitar.
"Xiao Xiao!" Teriak seorang laki-laki yang sekarang ini sedang berlari di belakangnya dan langsung menerkam Mu Chen Xiao hingga membuatnya terjatuh.
Mu Chen Xiao merasa tubuhnya terguncang hingga ia terbanting ke depan begitu orang ini menabrak dan menimpanya. ”Kenapa setiap detiknya aku selalu sial?” batin Mu Chen Xiao sambil menahan tubuh seorang laki-laki yang telah menimpanya.
Orang yang sekarang ini sedang menimpanya, merasa sangat terkejut dan langsung berdiri kembali sambil berkata, "Maaf! Aku tidak sengaja!" Ucapnya dengan canggung dan rasa bersalah yang besar.
Mu Chen Xiao duduk kembali dan melihat Zhang Xiuzhen yang sebelumnya telah menimpanya hingga membuatnya terbanting ke depan. "Bisakah Yang Mulia tidak melakukan hal seheboh tadi? Aku hampir saja kehilangan semua ingatanku." Ucapnya sambil melipat tangannya dan menatap heran ke arah Zhang Xiuzhen.
"M~ maaf. Aku terlalu senang saat mendengar Xiao Xiao sudah sadar. Jadi, aku langsung berlari menemuimu." Ucap Zhang Xiuzhen sambil menunjukkan bola matanya yang terlihat berkaca-kaca.
Mu Chen Xiao tertegun dan memperhatikan sifat Zhang Xiuzhen yang sangat berbeda dengan keluarga bangsawan lainnya. Dia tidak malu untuk meminta maaf lebih dulu dan dia terlihat sangat berterima kasih ketika ia mendapatkan pertolongan dari orang lain meskipun orang itu adalah orang gembel yang tidak memiliki rumah.
”Itu aneh sekali. Bukankah orang bangsawan, biasanya bersikap sombong terhadap rakyat biasa? Kenapa dia mudah sekali berbelas kasih dan meminta maaf lebih dulu seolah ia tidak memikirkan kedudukannya sekarang ini?” batin Mu Chen Xiao yang terus memperhatikan. "... Tidak apa-apa. Lalu, bagaimana dengan pemuda yang kau panggil Lian Luo kemarin?" Tanya Mu Chen Xiao kembali.
Zhang Xiuzhen tertegun dan langsung duduk kembali di hadapan Mu Chen Xiao. Ia terdiam sambil terus menatapnya sebelum ia akhirnya menjawab, "Dia adalah anak dari penasehat Kaisar yang diperintahkan untuk menjagaku. Aku minta maaf karena kemarin dia telah melukaimu hingga membuatmu seperti ini." Ucapnya sambil sedikit menundukkan kepala di hadapannya sehingga hal itu itu membuat Mu Chen Xiao merasa canggung.
"Y~ Yang Mulia tidak perlu merendah seperti itu. Aku baik-baik saja. Jika Lian Luo melakukan ini untuk melindungi Yang Mulia, aku tidak keberatan jika sampai seperti ini." Ucap Mu Chen Xiao yang merasa canggung ketika melihat Zhang Xiuzhen merendah di hadapannya
"Tapi, apakah benar tidak apa-apa jika kau sampai seperti ini? Apalagi, ia membaluri racun laba-laba Youdu dalam anak panahnya." Ucap Zhang Xiuzhen yang mencoba untuk mengkhawatirkannya.
”Ternyata dia lebih berbeda dari para bangsawan bangsawan lainnya.” batin Mu Chen Xiao yang merasa heran dengan sikap Zhang Xiuzhen yang tidak seperti biasanya. "Yang Mulia tidak perlu mengkhawatirkan ku. Aku baik-baik saja sekarang. Lagipula, Xu-Jie sudah merawatku dengan baik dan laki-laki yang kemarin itu sudah memberikanku obat untuk menyembuhkannya."
Zhang Xiuzhen menatapnya dengan bingung dan bertanya, "Untuk apa seorang penjahat melakukan itu? Apakah kau sama sekali tidak curiga kalau itu adalah racun?"
"Aku sudah memeriksanya. Ini adalah pil yang terbuat dari ginseng merah dan darah seorang bayi yang baru saja lahir. Meskipun agak menyeramkan tapi, pil ini sangat bagus untuk menyembuhkan segala penyakit." Jelas Mu Chen Xiao yang membuat Zhang Xiuzhen semakin bingung dengannya.
"Hmm? Aku tidak begitu mengerti. Tapi, baguslah jika kau sudah sembuh meskipun penjahat itu yang memberikanmu penawarnya."
Bayangan hitam tak berbentuk muncul dari balik dinding sebuah kamar yang ada di sebelahnya. Ia adalah arwah pegunungan Lun Quo yang selalu bersembunyi di balik bayangan dan ia adalah perwujudan dari syair yang sangat dibenci oleh semua orang.
"Adik Xiao! Syukurlah kemarin aku tepat waktu membawamu ke tempat Xun Ji'an berada." Ucap Lun Quo yang sekarang ini berada di belakang Mu Chen Xiao.
Mu Chen Xiao menoleh ke belakang dan ia tertegun ketika melihat Lun Quo berada di belakangnya, "Oh, Lun Quo! Jadi, kau yang membuatku bingung kemarin?" Tanya Mu Chen Xiao yang teringat dengan kejadian kemarin.
__ADS_1
"Beberapa hari yang lalu, Xu Wuya terlalu sibuk jadi, aku yang menjagamu selama kau sakit. Lalu, setelah aku melihat adik Xiao sadar kembali, aku segera membawamu ke kolam herbal karena kau juga terkena racun laba-laba Youdu." Jelas Lun Quo yang membuat Mu Chen Xiao tertegun mendengarnya.
"Xiao Xiao! Apa dia juga arwah pegunungan?" Tanya Zhang Xiuzhen yang terlihat bingung dengan keberadaan Lun Quo di hadapannya.
Sambil menatapnya Mu Chen Xiao menjawab, "Dia arwah pegunungan yang menyelamatkan mu waktu itu. Dia bilang kalau ia melihatmu sedang bertarung dengan seorang wanita di kediaman Mu."
Zhang Xiuzhen terlihat terkejut ketika mendengarnya. Ia langsung kembali menunduk di hadapan Lun Quo sebagai ucapan terima kasih karena telah menyelamatkannya. "Terima kasih karena Tuan telah menyelamatkanku kemarin." Ucapnya dengan nada merendah.
”Orang seperti dia, mudah sekali untuk berterima kasih dan merendah seperti ini. Akan tetapi, rasanya aku pernah bertemu dengan seseorang yang memiliki sifat terbalik dengannya.” batin Mu Chen Xiao yang tiba-tiba teringat pada Zhao Wei Lu yang memiliki sifat tegas dan mudah marah.
"Xiao'er! Hao Shu ingin berbicara denganmu sekarang." Ucap Zhao Bingyan yang datang dari arah belakang bersama dengan Hao Shu yang sekarang ini telah berdiri di sebelahnya.
”....”
”Sebaiknya kabur saja dari tempat ini.” batin Mu Chen Xiao yang langsung mengambil langkah seribu untuk meninggalkan Hao Shu yang sedang berjalan menghampirinya. Lalu, terdengar suara teriakan, ”BOCAH TO LOL! BALIK SINI!” yang muncul dari mulut besar Hao Shu yang semakin jengkel padanya.
”Daripada aku mendapatkan tamparan keras, sebaiknya aku pergi dari sini!” batin Mu Chen Xiao yang terus berlari meninggalkan tempat sebelumnya dan ia pun akhirnya berhenti ketika seseorang telah menarik kerah belakang pakaiannya.
Hawa kekuatan spiritual yang sangat besar dan hitam. Aku harap dia bukan siapa-siapa dan hanya perasaanku saja.
Mu Chen Xiao menoleh ke arah seseorang yang sekarang ini berada di sebelahnya. Dan ia melihat sepasang sayap hitam lebar yang mirip sekali dengan sayap burung gagak dan mereka biasa ditemui di sekitar gundukan pemakaman yang ada dimana-mana. Orang ini, sudah pasti ia adalah Xu Wuya yang tampaknya sangat marah terhadap Mu Chen Xiao karena telah mengabaikan Hao Shu ketika ia sedang ingin berbicara dengannya.
A few moments later,...
"Terima kasih Xu Wuya karena telah menggiring anak ini di hadapanku." Ucap Hao Shu yang sekarang ini masih berdiri di tempat yang sama dan sedang memberikan tatapan dingin pada Mu Chen Xiao yang mencoba untuk mengabaikannya.
Xu Wuya tidak berekspresi dan tidak berkata apapun ketika Hao Shu berterima kasih padanya. Ia langsung pergi dari tempat tersebut menuju suatu tempat tanpa meninggalkan kata-kata untuk mereka.
”Jarang sekali aku melihat arwah burung gagak yang banyak bicara meskipun tadi Hao Shu sudah memujinya.” batin Zhao Bingyan sambil memperhatikan Xu Wuya yang berjalan menjauhi mereka.
"Mu Chen Xiao! Kenapa tadi kau berusaha pergi dariku padahal ada yang ingin aku sampaikan padamu." Ucap Hao Shu yang tidak juga melepaskan perhatiannya dari wajah Mu Chen Xiao yang terus teralihkan pandangannya. Namun, ia tidak menjawab dan tetap berada dalam posisinya yang sama.
Karena terus mengabaikan Hao Shu yang sedang berbicara dengannya, Zhao Bingyan meletakkan telapak tangannya di atas pundak Mu Chen Xiao sehingga membuatnya terkejut ketika merasakannya.
"Ada apa? Kau punya masalah?" Tanya Zhao Bingyan yang mencoba untuk bertanya padanya.
[[ Kekhawatiran Karakter Utama meningkat ]]
[[ Sistem mengurangi poin -200 ]]
[[ Sisa poin akhir +1820 ]]
__ADS_1
Mu Chen Xiao yang terkejut dengan layar monitor yang tiba-tiba muncul di hadapannya, langsung mencoba untuk menamparnya namun, tangannya malah menembus layar monitor tersebut sehingga ia tidak bisa melakukan apa yang diinginkannya. ”Sistem Gob Blok!”
"Aku hanya tidak ingin berbicara saja. Melihat hawa mengerikan Xu-Jie, mungkin itu yang membuatku diam." Jawab Mu Chen Xiao sesaat kemudian.
Mendengar hal itu membuat Zhao Bingyan merasa sedikit lega dan akhirnya bisa mengangkat tangannya kembali dari atas pundak Mu Chen Xiao karena terlalu mengkhawatirkannya. "... Karena kau baik-baik saja, mungkin Hao Shu bisa mengatakan apa yang ingin dikatakannya padamu." Ucap Zhao Bingyan sekali lagi.
Mu Chen Xiao tertegun dan langsung menoleh ke arah Hao Shu dengan tatapan heran sekaligus aneh padanya. ”Apa yang ingin tikus got ini katakan padaku? Apa jangan-jangan dia ingin memakanku?” batin Mu Chen Xiao yang menatapnya dengan heran. "... Ah- itu. Tapi, dagingku tidak enak jika dimakan sekarang." Ucap Mu Chen Xiao yang langsung menduganya sebagai pemakan manusia.
"Kau itu bodoh sejak kapan? Aku hanya ingin mengatakan terima kasih karena menolongku kemarin." Ucap Hao Shu yang terlihat sedikit malu ketika ia mengatakannya.
Mu Chen Xiao terkejut ketika mendengarnya dan langsung menatapnya dengan kedua matanya yang terlihat melebar. "... Eh? Apa kau bilang tadi? Aku tidak begitu mendengarnya." Ucap Mu Chen Xiao yang berpura-pura tidak mendengarnya.
"Aku tidak akan mengulanginya lagi." Jawab Hao Shu yang membuat Mu Chen Xiao terdiam seketika. "... Sebagai gantinya, mulai besok aku akan menjadi Gurumu. Jadi, sebaiknya kau mempersiapkan dirimu dari sekarang."
"Guru? Ah, bisakah aku juga menjadi muridmu?" Tanya Zhang Xiuzhen yang saat ini sedang berbicara dengan Hao Shu.
"Bagaimana aku bisa mengajarimu? Bukankah kau adalah anak Kaisar?" Tanya Hao Shu yang menyadari posisi Zhang Xiuzhen saat ini adalah sebagai putra mahkota dan penerus kerajaan.
"Yang Mulia Kaisar mengizinkanku untuk berguru pada siapapun asalkan aku bertambah kuat untuk menjadi pemimpin berikutnya. Jadi, terimalah aku sebagai muridmu!" Ucap Zhang Xiuzhen sambil berlutut di hadapan Hao Shu.
"Aku tidak tahu apakah aku bisa mengurus dua murid sekaligus." Gumam Hao Shu yang langsung melirik ke arah Zhao Bingyan agar ia mau memberikannya sedikit bantuan.
Zhao Bingyan sedikit tertawa dan menjawab, "Sekte Hua Jian sudah tidak lagi menerima murid. Aku rasa, akan ada beberapa orang yang berguru di luar Sekte."
"Hah? Jadi aku sudah dibuang dari Sekte?!" Ucap Mu Chen Xiao yang terkejut setelah mendengarnya berbicara.
Zhao Bingyan menunjukkan ekspresi lembutnya lagi dan mengelus kepala Mu Chen Xiao sambil berkata, "Bukan sebagai murid tapi, sebagai arti yang lain."
”Hah? Arti yang lain? Apa maksudnya? Mengapa belakangan ini, otaknya selalu belok seperti ini?” batin Mu Chen Xiao yang merasa heran ketika ia melihat Zhao Bingyan yang selalu berbicara aneh-aneh padanya.
Karena Zhao Bingyan menolak untuk membantunya, Hao Shu mengusap-usap ruang di antara kedua alisnya dan menjawab dengan pasrah, "Baiklah. Sekarang aku tidak bisa pilih-pilih di sini. Mulai besok, kalian temui aku dimanapun aku berada."
”Apa maksudnya?” batin Mu Chen Xiao yang merasa aneh dengan apa yang dikatakan Hao Shu.
[[ Mendapatkan perhatian Hao Shu ]]
[[ Sistem memberikan poin C+30 ]]
[[ Sisa poin akhir +1850 ]]
”Itu pasti titik awal untuk menembus bagian selanjutnya. Selama aku ada di sini, sistem hanya akan memberikanku poin C. Apakah itu artinya aku harus berhati-hati di tempat ini?”
__ADS_1