
Beberapa saat setelahnya, Zhao Bingyan mengajak Hao Shu pergi mengunjungi perpustakaan Jing Shen dan menemui Pei Zhuo yang mungkin saja sudah menemukan sesuatu mengenai mayat pemuda yang belum lama ini menyerang mereka. Dia bilang kalau dia telah menemukan sesuatu yang mungkin saja akan mengejutkan mereka begitu mendengarnya.
"Bagaimana? Apakah tetua Pei telah menemukan sesuatu?" Tanya Zhao Bingyan setelah ia sampai ke tempat tersebut bersama dengan Hao Shu di sebelahnya.
Sambil memperhatikan selembar kertas dokumen, Pei Zhuo mengelus janggut putihnya dan menoleh ke arah mereka berdua begitu ia mendengar suara Zhao Bingyan yang berasal dari belakang.
"Hmm,... Bagaimana caraku bisa menjelaskannya, ya? Setelah aku memeriksanya dengan baik, pemuda ini adalah orang yang telah mati setahun yang lalu. Dia dikendalikan oleh seseorang yang jauh dari sini. Bisa dibilang, ini adalah taktik boneka mayat." Jelas Pei Zhuo setelah ia melihat ke arah mereka berdua.
"Apa yang tetua Pei temukan dalam tubuhnya sehingga kau bisa menyimpulkan kalau dia adalah boneka?" Tanya Hao Shu setelah ia mendengar jawaban tersebut.
"Setelah aku memeriksanya, ternyata terdapat sebuah simbol yang tersembunyi di belakang punggungnya. Simbol itu hanya bisa dimunculkan jika seseorang menggunakan mantra Shen Qi. Setelah aku melihatnya, simbol itu memiliki bentuk seperti kepala serigala hitam. Jika diingat kembali, simbol ini mirip sekali dengan simbol yang digunakan saat dinasti Yan terjadi." Jelas Pei Zhuo pada dua orang di depannya.
"Jika orangnya berasal dari keluarga Yan, apakah itu artinya Yan Fengying yang menyerangnya?" Ucap Hao Shu yang langsung menyimpulkan.
"Tidak! Jika memang benar Putra Mahkota Yan yang melakukannya, ia mungkin tidak akan mengutus orang lain untuk membunuhnya. Dia orang yang tidak pernah mengandalkan orang lain dan selalu bergerak sendiri." Jelas Zhao Bingyan yang menyangkal seluruh perkataan Hao Shu.
"Lalu siapa yang melakukannya? Tidak mungkin Shang Ren yang melakukannya." Ucap Hao Shu kembali.
"Kenapa tidak bertanya pada anak itu saja? Bukankah sebelumnya ia telah dibawa ke kota Jiangyan bersama dengan satu murid lainnya?" Tanya Pei Zhuo yang memecahkan keributan.
Zhao Bingyan berpikir sebelum berkata, "Mungkin benar. Aku akan segera bertanya padanya." Ucap Zhao Bingyan yang langsung berbalik dan berjalan menuju kediamannya kembali.
Hao Shu yang melihat Zhao Bingyan kembali menuju kediamannya, hanya diam tidak berekspresi sambil menatapnya dengan kosong. Ia berpikir, mungkin saja Mu Chen Xiao akan menjelaskannya pada Zhao Bingyan karena ia adalah salah satu kerabatnya. Akan tetapi, Hao Shu merasa ragu kalau sebenarnya Zhao Bingyan belum mengatakan yang sebenarnya dan merahasiakan hubungan mereka untuk sementara waktu.
Seminggu yang lalu, mereka sempat bertanya pada Mu Chen Xiao dan Xing Ruo. Akan tetapi, ingatan keduanya seolah terhapus begitu saja dan mereka tidak ingat jelas mengapa mereka bisa ada di sini sebelum akhirnya mereka bertemu dengan Ying Tian.
__ADS_1
"Kira-kira, apakah mereka bisa menjawabnya ya?" Gumam Hao Shu yang memperhatikan.
Sementara ini, yang terjadi di kediaman Zhao Bingyan. Setelah keduanya dinyatakan telah bertunangan, Ying Tian yang mendengarnya sangat marah dan langsung menghajar wajah Mu Chen Xiao yang kurang ajar. Pada akhirnya, ia pun kembali dengan luka memar yang memenuhi wajahnya.
”Beruntung saja tidak ada yang melihatku seperti ini. Aduh,... Sakit sekali.” batin Mu Chen Xiao sambil memegangi pipinya yang terlihat membiru.
Tidak lama setelah ia berjalan, Mu Chen Xiao akhirnya sampai di kamarnya sendiri dan langsung memasukinya selagi tidak ada yang melihatnya seperti ini.
”Haah,... Akhirnya aku sendiri.” gumam Mu Chen Xiao saat ia langsung menutup pintunya ketika sudah berada di dalam.
"Apa kau yakin kalau kau sendiri?" Ucap seorang pemuda yang mendadak muncul di sebelahnya dan sedang memandanginya sekarang.
”....”
"SETAN!"
"Aduh,... Duh,... Kesalahan apa yang aku lakukan hingga membuat mu melakukan itu?" Keluh pemuda tersebut sambil memegangi kepalanya setelah ia terlempar dan membentur lantai keras.
Mu Chen Xiao tertegun setelah ia mendengar suara pemuda ini. Ia merasa familiar dengan seseorang yang terus saja mengatakan hal percuma dan memohon padanya agar ia menjadi muridnya.
"Eee? Bukankah kau adalah Guan Long?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia melihat wajah pemuda yang sedang menatap ke arahnya.
Mendengar namanya disebut oleh Mu Chen Xiao, membuat Guan Long merasa senang dan langsung merangkul pundaknya sebagai ucapan selamat datang darinya.
"Xiao Xiao! Lama tidak bertemu, ya!" Ucap Guan Long saat ia sedang merangkul pundak Mu Chen Xiao hingga membuatnya terlihat sesak.
__ADS_1
”Apa dia mencoba untuk membunuhku?!” batin Mu Chen Xiao saat ia mencoba melepaskan tangan kanan Guan Long yang terus menyiksa lehernya.
Sudah seminggu Guan Long menghilang dan muncul kembali di kamar Mu Chen Xiao tanpa memberitahukan Patriark Sekte maupun Guru besar mereka. Semenjak dua orang menghilang dari Sekte, Guan Long pergi tanpa sepengetahuan siapapun dan tidak bisa ditemukan dimanapun mereka mencari. Dan karena itulah, muncul dugaan bahwa Guan Long adalah mata-mata dari kelompok lain yang berusaha untuk menghancurkan mereka. Namun, karena keduanya kembali dalam keadaan lupa siapa yang telah membawa mereka, dugaan itu menjadi sangat diragukan. Dan satu-satunya petunjuk yang tersisa, hanyalah mayat pemuda yang mereka temukan beberapa hari yang lalu.
"Aduh! Pergilah dariku!" Ucap Mu Chen Xiao yang langsung melepas tangan Guan Long dan berdiri menghadapnya. "... Bukankah sebelumnya kau telah menghilang selama seminggu? Mengapa tiba-tiba saja kau muncul di sini?" Tanya Mu Chen Xiao begitu ia terkejut melihat keberadaan Guan Long yang sudah ada di hadapannya.
"Hmm,... Bagaimana ya? Kau tahu sendiri kan, pegunungan Qunya dipenuhi dengan pengguna sihir gelap?" Jawab Guan Long sesaat kemudian sambil menatap ke arah Mu Chen Xiao, "... Ada masalah kecil di sana jadi, aku pergi untuk menenangkan mereka. Tapi, aku lupa untuk menyampaikannya pada patriark Sekte dan Guru besar kalian."
”Alasan yang tidak logis!” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan.
Setelah ia terdiam selama beberapa saat, Guan Long mendengus pelan dan berkata, "Sebelum aku pergi, ada yang ingin aku berikan padamu." Ucapnya sambil berjalan menghampirinya dan membuka dahi Mu Chen Xiao yang tertutupi oleh rambutnya yang panjang.
"Eh? Heh?! Kau ini sudah belok ya?!" Ucap Mu Chen Xiao dengan keras dan langsung bergerak menjauhinya.
"He-he,... Kemarilah. Aku memiliki sesuatu yang menarik!" Ucap Guan Long sambil melambai-lambaikan tangannya dibarengi dengan senyum ramahnya yang sangat jarang dilihat olehnya.
”Dia pikir aku ini mudah terpengaruh?” batin Mu Chen Xiao yang tidak berekspresi saat menatapnya.
"Kemarilah Xiao Xiao!" Ucap Guan Long saat dia sedang berjalan menghampirinya.
"Hei! Kau mau apa?!" Tanya Mu Chen Xiao dengan keras saat ia melihat Guan Long begitu memaksa untuk mendekatinya.
Guan Long menyeringai dan menjawab, "Tentu saja untuk melepas segel api Liu yang meresahkan mu." Ucapnya yang langsung berlari ke arah Mu Chen Xiao begitu ia mengakhiri kalimatnya.
Ketika ia telah mendapatkan apa yang diinginkannya bahkan sampai terjatuh di lantai, Guan Long langsung meletakkan telapak tangannya di atas dahi Mu Chen Xiao hingga menutupi kedua matanya sebelum akhirnya, seseorang datang dan membuka pintunya.
__ADS_1
"Guan Long! Hentikan!"