Chaos System

Chaos System
Chapter. 90 - Penengah


__ADS_3

Ketika darah menyatu dengan kumpulan salju yang terinjak-injak di sana, pandangan semua orang seketika mengarah pada seseorang yang sekarang ini sedang menahan serangan yang sebelumnya telah dilakukan oleh Jin Mifeng.


Seseorang berpakaian putih dan memiliki rambut abu-abu, seketika muncul dan menahan pedang Jin Mifeng dengan hanya menggunakan tangan kosong. Akibatnya, telapak tangan orang itu terluka dan meneteskan darah yang tidak berhenti mengalir jatuh.


Orang itu adalah Hao Shu yang datang begitu cepat bersama dengan Xun Ji'an begitu arwah pegunungan Qunya mendatangi mereka dan mengatakan kalau situasi di Sekte Hua Jian sedang kacau karena mereka telah kehilangan Guru besar mereka.


"Sayang sekali. Dalam istilah ku, tidak ada kekerasan yang menggunakan pedang. Tapi, jika kau melakukannya dengan tanganmu sendiri dan bukan dengan pedangmu, aku rasa kau bisa menghajarnya sampai habis." Ucap Hao Shu yang membuat semua orang di sana tercengang.


"Aduh,... Duh,... Aku tahu kau adalah arwah tikus tapi, kau tidak memiliki otak yang sekecil itu 'kan?" Tanya Xun Ji'an yang merasa aneh dengan ungkapan yang baru saja dikatakan oleh Hao Shu.


Zhao Wei Lu merasa terkejut karena sekarang ini seseorang telah berdiri di hadapannya. Ia pun merasa asing dengan laki-laki berambut abu-abu ini namun, ia tetap ingat pada Xun Ji'an yang sekarang ini berdiri di belakangnya.


”Apakah dia juga salah satu arwah pegunungan Jinya?” batin Zhao Wei Lu yang memperhatikan.


Jin Mifeng mendengus dingin begitu ia melihat serangannya berhasil dihentikan oleh seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapannya. "... Apakah orang-orang yang ada di Sekte ini seluruhnya adalah orang bodoh? Jadi, kalian berdua adalah arwah pegunungan Jinya? Sepertinya, kalian ini adalah arwah yang dibenci." Ucap Jin Mifeng yang mencibir keadaan Hao Shu dan Xun Ji'an sekarang ini.


"Jika saja usiaku bisa lebih tua darimu, mungkin aku bisa saja bertarung menggunakan pedang. Tapi, pedangku sudah hancur ratusan tahun lalu dan sepertinya aku hanya bisa melakukan beberapa pukulan keras." Ucap Hao Shu saat ia masih menunjukkan wajah ramahnya.


"Kau orang yang cukup menyebalkan juga!" Ucap Jin Mifeng yang langsung mengayunkan pedangnya kembali dan mencoba untuk menendang perut Hao Shu namun, Hao Shu malah memegang kakinya sehingga ia merasa tertahan.


Ketika kaki kanannya tertahan, Jin Mifeng tetap melakukan serangan dan ia pun langsung menarik tangannya dan akan meninju wajah Hao Shu yang masih memelihara ekspresinya. Dan lagi-lagi, untuk kedua kalinya serangan itu berhasil ditahan oleh Hao Shu dan ia pun segera menghindar saat ia tidak lagi melihat kesempatan untuk menyerangnya.


Jin Mifeng kembali berada di barisan depan pasukannya dan masih memperhatikan Hao Shu yang belum bisa dikalahkan olehnya.


”Dia memiliki kemampuan sensor yang cukup baik. Dia bahkan bisa menahan seluruh gerakan cepat yang aku lakukan.” batin Jin Mifeng yang tidak mengatakan apapun pada pasukan di belakangnya.


Melihat Jin Mifeng yang telah pergi dari hadapannya, Hao Shu segera berbalik dan membantu Zhao Wei Lu untuk berdiri kembali setelah selama beberapa menit ia melakukan pembicaraan dan pertarungan dengan Jin Mifeng.

__ADS_1


"Anak muda, kau baik-baik saja?" Tanya Hao Shu saat mencoba untuk membantu Zhao Wei Lu berdiri kembali.


Zhao Wei Lu tertegun ketika melihat uluran tangan yang dilakukan oleh Hao Shu padanya dan ia pun segera bertanya, "Gege ini siapa? Mengapa kau bisa tahu kalau sekte kami sedang kacau?"


Hao Shu terdiam dan menjawabnya sesaat kemudian, "Aku adalah arwah pegunungan Jinya, Hao Shu. Seseorang telah memberitahukan ku kalau sekte Hua Jian sedang berperang."


"Lalu, bagaimana keadaan Yan Gege sekarang ini?" Tanya Zhao Wei Lu setelah ia berdiri kembali di hadapan Hao Shu.


"Tenang saja, dia berada bersama Mu Chen Xiao dan Guan Long. Dia pasti baik-baik saja." Jawab Hao Shu yang membuat Zhao Wei Lu merasa sedikit tenang.


"Tuan muda kedua Zhao! Kau baik-baik saja?!" Tanya Li Chu Yi yang langsung menghampiri Zhao Wei Lu begitu ia mendengar suara darah yang datang dari tempat mereka bertarung.


"Master Chu Yi?! Aku baik-baik saja. Bagaimana dengan yang lain?" Tanya Zhao Wei Lu saat ia melihat Li Chu Yi dan Cheng Xing Xian datang menghampirinya.


"Mereka semua baik-baik saja. Patriark sekte akan datang sebentar lagi. Tunggu saja dia." Jawab Cheng Xing Xian setelah ia berdiri di hadapan semua orang yang akan melakukan pertarungan.


"Hoh? Bala bantuan telah datang rupanya. Apakah kami harus menyerang kalian beramai-ramai?" Tanya Jin Mifeng yang masih memelihara wajah menjengkelkannya.


"Guan Long sedang mencarinya. Tuan muda tenang sebentar. Kami pasti akan menyelesaikan semua masalah di sini."


BOOFF!!!


Asap putih tiba-tiba saja muncul dan menutupi pandangan mereka. Lalu, tidak lama setelahnya muncul seekor ular putih besar yang mengandung racun jika ia menggigit maupun menelan seseorang.


"Eee,... Tetua Hao Shu! Maaf aku berubah menjadi ular besar secara tiba-tiba. Udara di sini begitu dingin." Ucap Xun Ji'an saat wujudnya berubah menjadi seekor ular besar karena tidak tahan dengan udara dingin di sekitarnya.


”Cih! Orang ini telah berubah menjadi ular seutuhnya! Ukurannya bahkan lebih besar dari sebelumnya.” batin Jin Mifeng yang memperhatikan ukuran ular Xun Ji'an yang begitu besar dan mulutnya yang mampu menelan seluruh pasukannya dalam sekali gigitan.

__ADS_1


Tidak lama setelah pertarungan mereka terjadi, seorang jenderal bersama dengan beberapa pasukan besar lainnya datang dengan membawa sebuah surat yang berasal dari istana.


Jenderal tersebut datang untuk memisahkan kekacauan dan kesalahpahaman yang terjadi antara sekte Yin Lang dengan sekte Hua Jian.


"Yang Mulia Kaisar memerintahkan agar tidak ada pertarungan antara kedua Sekte yang berbeda. Ini hanyalah sebuah kesalahpahaman dan orang yang telah membunuh keluarga Jin telah diketahui. Pelakunya adalah seorang wanita bernama Ye Xing yang asalnya belum diketahui oleh siapapun." Jelas jenderal saat ia sedang membacakan isi suratnya.


"Hoh? Jadi, Yan-Yan telah difitnah oleh kalian? Tidak heran jika kalian menuduh Yan-Yan melakukan pembantaian terhadap keluarga Jin karena kalian memandang masa lalu seseorang." Ucap Xun Ji'an setelah ia mendengar penjelasan dari jenderal tersebut.


"Apa yang kalian tunggu? Bukankah sudah jelas kalau kami tidak bersalah?" Tanya Zhao Wei Lu saat ia berjalan menghampiri seluruh pasukan Sekte Yin Lang.


Jin Mifeng menggertakan giginya setelah jenderal istana mengatakan kalau Sekte Yin Lang yang telah bersalah. ”... Benar-benar menjengkelkan! Padahal ini akan menjadi kesempatan bagus untuk menjatuhkan Sekte sampah ini.” batin Jin Mifeng yang menatap kesal ke arah mereka.


"Baiklah! Kami akan pergi! Lagipula, kemana perginya wanita j*lang bernama Ye Xing itu?!" Tanya Jin Mifeng yang tampaknya sudah mulai muak dengan semua orang yang ada di sekitarnya.


Jenderal Istana menjawab, "Dia sudah mati. Dia menghancurkan jantungnya sendiri dan mengatakan kalau ia sangat menyesalinya."


"Huh! Kalau begitu percuma saja aku datang kemari! Aku akan segera pergi!" Ucap Jin Mifeng dengan nada menyombongkan dirinya.


”Huh,... Akhirnya mereka pergi juga.” batin Zhao Wei Lu yang akhirnya bisa bernafas dengan lega setelah ketegangan ini terjadi di tempatnya.


Namun, ketika mereka akhirnya bisa bernafas lega setelah jenderal istana datang untuk menenangkan suasana. Tiba-tiba saja Jin Mifeng menyeringai dan memunculkan pedangnya kembali. Lalu, ia pun bergerak kembali ke arah Zhao Wei Lu dan orang-orang di sekitarnya sambil menghunuskan pedang ke arah mereka.


"Matilah kalian!"


CRATT!!!


Suara segumpal daging yang bertemu dengan tajamnya sebuah pedang, terdengar kembali dan tidak berhenti membuat semua orang di sana terkejut melihatnya.

__ADS_1


Jin Mifeng yang awalnya bergerak untuk membunuh Zhao Wei Lu, seketika meleset dan berpindah ke arah Hao Shu yang langsung berdiri di hadapannya begitu ia sadar kalau Jin Mifeng hendak akan melukai Zhao Wei Lu.


"Shu Gege!"


__ADS_2