Chaos System

Chaos System
Chapter. 43 - Kebenaran Yang Terungkap


__ADS_3

Shang Ren terlihat sangat terkejut ketika melihat sebuah mulut yang muncul dari dalam tanah dan langsung menelan Mu Chen Xiao ketika dia mendorongnya ke belakang. Dan bersamaan dengan hilangnya mulut besar tadi, tiba-tiba saja suasana di sekitar mereka terasa lebih sejuk dibanding biasanya. Para hantu yang muncul dari dalam tanah, seketika menghilang dan mayat-mayat yang berada di sekitar mereka, berubah menjadi abu dan bertebaran ketika angin besar melewati mereka semua.


Saat itu, banyak yang melihat bagaimana Shang Ren mendorong keras Mu Chen Xiao hingga membuatnya menjadi santapan untuk para hantu. Dan satu-satunya orang yang kelihatannya sangat marah akan hal itu adalah, Zhao Bingyan yang kembali mengasah pedangnya dan kemudian dia menusuk dada kanan Shang Ren di hadapannya tanpa memberikannya kesempatan untuk menjelaskan.


"Ternyata, penjahatnya ada di sini. Aku sangat menyesal karena membiarkannya berbicara denganmu." Ucap Zhao Bingyan dengan dingin sambil terus mendorong pedangnya dan menusuk lebih dalam lagi.


Meskipun Shang Ren sudah berdarah-darah, tidak ada satupun yang berani membelanya karena mereka semua mengira kalau dia sengaja melakukan hal itu. Ini adalah sebuah jebakan yang sengaja dibuat rapi untuk menjebak Shang Ren agar ia terlihat seperti seorang penjahat padahal sebenarnya, ia hanya berniat menolong karena melihat hantu yang ada di bawah kakinya dan mereka juga sedang membuka mulutnya.


"Benar juga. Sejak dulu, aku memang ditakdirkan sebagai seorang penjahat. Untuk apa kalian menganggapku ini sebagai orang baik?" Shang Ren menyeringai sambil memberikan tatapan dingin pada semua orang yang ada di sana. "... Mengapa harus ada seseorang yang ikut campur dalam keluargaku? Zhao Qian Yue, Mu Qian Yue kau sungguh pengacau!"


”Dia menyebut seorang wanita bermarga asli Zhao?” batin Zhao Bingyan yang sempat terkejut namun, ia tetap mendorong pedangnya lebih dalam lagi.


Setetes demi setetes darah, muncul dari dalam tubuh Shang Ren begitupun dengan pedang milik Zhao Bingyan yang mulai berlumuran darahnya. Sampai matipun, Zhao Bingyan tampaknya tidak akan memaafkannya dan ia masih belum puas meskipun saat ini Shang Ren sudah berdarah-darah.


"Apa alasanmu untuk menjebaknya?!" Tanya Zhao Bingyan dengan ekspresi serius.


Shang Ren menyeringai dan menjawab, "Kau pembunuh!" Jawab Shang Ren yang berhasil membuat Zhao Bingyan terkejut dengan ucapannya. "Aku sudah membantu kalian membunuh ratusan hantu dan apakah ini balasan yang aku dapatkan?"


"Cih! Pembohong! Seseorang bisa saja mengorbankan rekannya demi mendapatkan apa yang diinginkannya!" Ucap Zhao Bingyan dengan tegas dan mengundang amarah Shang Ren yang semakin meluap-luap sehingga ia pun membalas, "Itu semua, Sama seperti yang kau lakukan pada keluarga-keluarga besar lainnya!"


Zhao Bingyan terkejut dan ia pun terdiam beberapa saat sebelum akhirnya Shang Ren kembali melanjutkan kalimatnya, "... Aku tahu kau adalah seorang pembunuh. Apa kau ingat tentang pembantaian keluarga Gu dua tahun lalu? Kau menyewa orang-orang di kota Luoyang untuk membunuh mereka. Lalu, yang terjadi enam tahun yang lalu, kau pasti sangat ingat ketika kau membunuh seorang peramu bernama Qian Yue dengan pedangmu sendiri, bukan? Lalu, kau merasa sangat bersalah karena telah membunuh seseorang yang telah banyak berbuat baik padamu. Kau mengambil Mu Chen Xiao yang tidak berdaya di tempat peperangan dan mengurusinya hingga sekarang, itu pasti karena penyesalanmu terhadap keluarga Qian Yue, bukan?!" Ucap Shang Ren dengan keras setelah dia berhasil membuat Zhao Bingyan terdiam.


Setelah semuanya telah terbukti dengan diamnya Zhao Bingyan ketika Shang Ren sibuk membicarakannya, Yan Fengying akhirnya berjalan ke arah mereka berdua dan menyentuh pedang milik Zhao Bingyan ketika ia sudah berada di hadapannya saat ini. "... Tidak berguna! Kau akan membunuhnya jika tidak melepaskan pedang kotor mu ini." Ucap Yan Fengying sambil memberikan Zhao Bingyan sebuah tatapan dingin dan kecewa.

__ADS_1


Zhao Bingyan menggertakan giginya dan ia tidak berhenti terus menekan pedangnya lebih dalam lagi. Dia sama sekali tidak peduli terhadap apa yang dikatakan oleh Yan Fengying dan ia tetap akan membunuhnya meskipun Shang Ren sudah mengetahui semua tentang masa lalunya. "... Sebenarnya, apa hubunganmu dengannya? Mengapa kau selalu saja mengganggunya dan bahkan tertarik dengan kemampuan aslinya?" Tanya Zhao Bingyan setelah ia kembali melukai Shang Ren lebih dalam lagi.


"Sudah kubilang lepaskan pedang kotor mu ini!" Bentak Yan Fengying yang mencoba untuk melepaskan pedang yang menancap pada dada kanan Shang Ren.


Shang Ren menyeringai. "Kau sendiri? Apakah sebagai guru besarnya, kau pernah melindunginya meskipun sekali dalam seumur hidupmu?" Tanya Shang Ren dengan dingin. "... Lihat saja orang-orang yang ada di sini! Tidak ada satupun yang bergerak untuk memihak mu!" Ucapnya sekali lagi sambil memperlihatkan kepada Zhao Bingyan pemandangan yang saat ini terjadi.


Lalu, tidak lama setelah Shang Ren menghentikan pembicaraannya, giliran Yun Qing yang berjalan menghampiri mereka sambil menyimpan kembali kipas lipatnya di balik pakaiannya. "Guru besar Shang Ren! Berhenti memanggilnya pembunuh!" Ucap Yun Qing yang mengelak semua perkataan yang diucapkan oleh Shang Ren untuk memojokkan Zhao Bingyan. "... Jika bicara terus-terusan, bagaimana bisa kita menyelamatkan anak tadi? Bukankah tujuan kita ada di sini adalah untuk menyelesaikan tugas dari Istana?"


Mendengarnya, membuat Zhao Bingyan akhirnya melepaskan pedangnya yang telah berlumuran darah. Ia pun segera membersihkannya kembali dan memasukkannya ke dalam sarungnya. Setelah ia melakukannya, Zhao Bingyan kembali berjalan ke dalam hutan mengikuti arah angin yang akan menuntunnya menuju lembah Dao Xun tanpa menunggangi seekor kuda karena sebelumnya, kuda-kuda mereka telah dimakan oleh hantu-hantu yang kelaparan. Dan sisanya, tinggal mengikutinya dari belakang tanpa perlu meragukannya karena ia sudah tahu kemana arah angin membawanya pergi.


Di saat yang lainnya pergi menyusul Zhao Bingyan, hanya tinggal Yun Qing yang masih menunggu Gu Qiaomei untuk kembali tenang setelah ia mendengar apa yang dibicarakan oleh Shang Ren benar terjadi. ”Ternyata dia adalah seorang pembunuh! Orang itu yang telah membunuh kedua orang tuaku?!” gumam Gu Qiaomei yang suaranya sampai terdengar di telinga Yun Qing di sebelahnya.


Yun Qing menatap sedih sebelum ia berkata, "Sebenarnya aku ragu karena sepupuku juga pernah diajari olehnya dan sampai saat ini, dia juga terlihat baik-baik saja. Sepertinya, kau salah orang."


Sementara ini, di lembah Dao Xun yang memiliki energi spiritual yang jahat dan hitam. Tanpa sadar, Mu Chen Xiao tiba-tiba saja tergeletak di atas tanah setelah dirinya dihisap oleh sebuah mulut raksasa yang telah menelannya dan mengeluarkannya kembali di lembah Dao Xun.


Saat itu, Mu Chen Xiao yang sudah tertidur selama kurang lebih satu jam dan dengan perlahan ia pun akhirnya membuka matanya. Awalnya, ia merasa kalau penglihatannya ini tampak buram lalu, tidak lama setelah kedua matanya kembali normal, ia malah merasa sangat terkejut dan hampir jantungan ketika ia melihat benda menyeramkan yang tergeletak di hadapannya.


Itu adalah mayat tanpa daging dan energi! Kedua bola matanya telah terpisah dari kulitnya dan beberapa bagian tubuhnya, juga telah ditutupi oleh ratusan cacing yang memakan seluruh organ dalamnya.


”Rasanya aku mau muntah!” batin Mu Chen Xiao sambil menutupi mulutnya yang mulai berair karena mual ketika ia melihat mayat di depannya saat ini.


Tidak lama setelahnya, Mu Chen Xiao akhirnya mulai memperhatikan dan sangat terkejutnya ia ketika melihat segel api Liu juga terpasang di leher mayat tersebut. ”Apa jangan-jangan, dia adalah pasukan raja Xingyue? Apakah aku akan mati mengenaskan seperti ini?” batin Mu Chen Xiao yang merasa jijik dan membayangkan ketika ia akan mati dalam keadaan yang sama seperti mayat di depannya ini.

__ADS_1


"Menyebalkan! Aku adalah pemuda tampan dan berani! Mengapa aku harus mati seperti ini?!" Ucap Mu Chen Xiao dengan perasaan marah.


[[ Segel api Liu tidak bisa dihilangkan meskipun pemiliknya sudah mati. Setelah mendapatkan segel api Liu, Anda akan menjadi salah pasukan raja Xingyue dan Anda juga harus mati bersamanya dalam keadaan yang sama seperti apa yang Anda lihat sekarang. ]]


"JANGAN MENAMBAH MASALAH GOB—! BEG—! TOL—!" teriak Mu Chen Xiao yang langsung memarahi sistemnya ketika ia menyampaikan hal buruk.


[[ 70% Anda akan benar-benar mati sebelum usia tujuh belas tahun. ]]


"Hah?! Apa-apaan kau ini?! Bukankah sebelumnya ada sekitar 0,01 persen agar aku bisa hidup lebih lama lagi?"


[[ Seseorang Baru saja mengungkapkan identitas asli karakter utama Zhao Bingyan ]]


"Apa hubungannya denganku jika identitasnya terbukti? Aku hanya ingin menjadi diriku saja dan tidak bergantung pada orang lain!"


[[ Hidup Anda tergantung pada suasana hati karakter utama Zhao Bingyan ]]


"Ah,... Aku tidak mau dengar! Aku mau muntah!" Ucap Mu Chen Xiao sambil menutupi kedua telinganya. ”... Aku pikir, Shang Ren ingin membunuhku. Tapi ternyata, dia hanya ingin menyelamatkan ku karena ada segerombolan hantu yang bersembunyi di bawah kakiku. Dan tanpa sadar, mulut besar tadi muncul dan seenaknya saja memakan ku hidup-hidup! Aku rasa, ini adalah bagian pant—nya. Akan tetapi, jika yang dikatakan sistem dan kedua sarden Rongye itu adalah sebuah kebenaran, apa itu artinya aku akan segera terbunuh di medan perang?” batin Mu Chen Xiao yang mencoba untuk berpikir.


Dan tidak lama setelah pembicaraannya dengan sistem ini selesai, seorang gadis berambut putih dengan hanfu biru menyala seperti langit cerah, tiba-tiba saja duduk di atas sebuah gundukan batu yang berada tidak jauh darinya.


Gadis tersebut memiliki sebuah sitar yang sedang dimainkan olehnya dan rambutnya yang terurai, mulai berterbangan semenjak angin luar mendatanginya. Gadis ini, adalah Su Lingyu! Hantu dari lembah Dao Xun yang sebelumnya telah membebaskan ratusan hantu di dalam hutan!


Karena merasa diperhatikan, Su Lingyu akhirnya menghentikan permainannya dan menatap ke arah Mu Chen Xiao yang saat ini telah berdiri di hadapannya. ”Mulut besar itu benar-benar tidak berguna! Dia bahkan membawakan orang yang salah untukku!” batin Su Lingyu yang kemudian bertanya, "... Anak kecil! Sepertinya kau tersesat. Mau aku antarkan pulang?"

__ADS_1


__ADS_2