Chaos System

Chaos System
Chapter. 98 - Kembali Seperti Semula


__ADS_3

"Mu Chen Xiao! Lihatlah ke arahku!" Bentak Zhao Bingyan yang langsung membuat perhatian Mu Chen Xiao seketika teralihkan ke arahnya.


"E-he-he-he,... Guru besar Zhao sudah besar, ya? Cepat sekali." Jawab Mu Chen Xiao dengan canggung karena ia akan kembali berbicara dengan Zhao Bingyan yang menyebalkan dan tidak polos seperti kemarin.


"Aku serius Mu Chen Xiao! Apa yang terjadi kemarin dan beberapa hari yang lalu?" Tanya Zhao Bingyan dengan wajah dingin yang menunjukkan kalau saat ini ia benar-benar membutuhkan jawaban.


”Apakah itu termasuk mencekik leherku hingga membuatku hampir terbunuh?” batin Mu Chen Xiao yang teringat kembali setelah Zhao Bingyan bertanya tentangnya. "... Tidak ada yang terjadi." Jawab Mu Chen Xiao sesaat kemudian. "Hanya ingatan Guru besar Zhao kembali di usia lima tahun selama beberapa hari."


Zhao Bingyan terdiam menatapnya dengan tidak berekspresi.


"Benarkah tidak ada yang terjadi? Apakah aku pernah mencoba membunuhmu berulang kali?" Tanya Zhao Bingyan yang membuat Mu Chen Xiao tertegun mendengarnya.


Mu Chen Xiao menjawab sesaat kemudian, "Tidak ada. Selama ini semuanya baik-baik saja."


"Lalu, bagaimana dengan Shang Ren? Bukankah sebelumnya dia membawamu dan juga membawaku ke suatu tempat?"


"Mungkin, karena dia ingin melindungi Guru besar. Karena saat itu, keadaan Sekte Hua Jian dengan Sekte Yin Lang sedang memanas."


Zhao Bingyan terkejut setelah ia mendengar jawaban tersebut. Ia sama sekali tidak mengetahui kalau Sekte mereka sedang bermusuhan dengan sekte Yin Lang dengan sebuah alasan yang juga belum diketahui olehnya.


"Memangnya ada apa? Mengapa itu bisa terjadi?" Tanya Zhao Bingyan setelah ia terkejut mendengarnya.


”Aku pikir dia sudah mengetahuinya. Tapi, saat pembantaian itu terjadi, bukankah Zhao Bingyan sedang dalam masa kritis? Apakah itu bisa dimaklumi?” batin Mu Chen Xiao yang memikirkannya. "... Seluruh keluarga Jin, dibunuh oleh seorang wanita bernama Ye Xing. Tapi, karena Sekte Yin Lang sudah lebih dulu menuduh Guru besar Zhao yang melakukannya, mereka datang kemari untuk menyatakan perang. Hanya itu yang aku tahu dan setelahnya, aku tidak tahu mengapa aku dan guru besar bisa berada di pegunungan Qunya." Jelas Mu Chen Xiao.


Zhao Bingyan terdiam beberapa saat dan kemudian ia pun berdiri kembali dengan langsung membelakanginya.


"Siapa yang membuat kaki kananmu patah?" Tanya Zhao Bingyan kembali setelah ia mengetahui luka tersebut beberapa saat sebelumnya.

__ADS_1


Mu Chen Xiao tertegun dan langsung menatap kaki kanannya yang terluka. "Ahh,... Ini bukan masalah besar. Tikus— maksudku Guru Hao sedang mencari siapa yang telah membuatku seperti ini." Jawab Mu Chen Xiao setelah ia hampir saja menyebut tikus tua dalam kalimatnya.


"Hmm,... Kalau begitu Xiao'er beristirahatlah. Aku akan mencari orang lain untuk menjelaskannya." Ucap Zhao Bingyan yang langsung berjalan keluar kamar tersebut menuju ruangan lainnya yang berada di kediamannya.


Ketika Zhao Bingyan baru saja keluar dari kamar tersebut dengan ukuran yang kembali seperti semula, hal itu sangatlah mengejutkan seluruh murid-murid Sekte yang saat ini berada di sana. Wajah mereka sangat tidak percaya karena telah melihat Guru besar mereka telah kembali dan bukannya menjadi seorang anak kecil seperti hari-hari kemarin.


"Guru besar! Anda telah kembali seperti semula?!" Ucap seorang murid yang datang menghampirinya dengan beberapa murid lainnya.


Zhao Bingyan terdiam tidak berekspresi menatap beberapa murid yang sedang menghampirinya. "Apakah Master Yuan ada di rumahnya?" Tanya Zhao Bingyan yang mengabaikan pertanyaan murid yang sebelumnya.


"Sebelumya, kami telah melihatnya Sungai Rongye. Dia sedang mencari seseorang yang telah melukai Mu Chen Xiao dan mengganggu ketenangan Hao Shu ketika sedang mengajar." Jawab salah satu murid di depannya.


"Apa yang terjadi di sana? Apa orang itu yang membuat kaki kanan Mu Chen Xiao patah?" Tanya Zhao Bingyan dengan serius.


"Ya. Orang itu menggunakan array pemanggil untuk membawa Mu Chen Xiao pergi ke suatu tempat."


”Dia hanya orang biasa akan tetapi, mengapa ada banyak orang yang begitu menginginkannya? Apakah itu karena ulah Shang Ren yang melakukannya demi mendapatkan apa yang diinginkannya?” batin Zhao Bingyan yang terlihat sedang menggigit bibirnya.


"Ada apa Guru besar Zhao? Mengapa ekspresi Guru berubah?" Tanya seorang murid yang memperhatikannya.


Zhao Bingyan mengusap ruang di antara kedua alisnya dan menjawab, "Tidak apa-apa. Kalian kembalilah berlatih. Aku akan melihat peningkatan kalian setelah menemui Master Yuan." Ucapnya sambil berjalan meninggalkan murid-muridnya.


Sementara ini, Mu Chen Xiao yang masih berada di dalam kamarnya, hanya terdiam menatap jendela luar yang menampilkan beberapa murid yang sedang berlatih pedang di sana.


"Haah,... Apakah pedang itu diberikan oleh keluarga mereka masing-masing? Tidak mungkin Sekte memberikan mereka pedang secara percuma. Pastinya, itu adalah pemberian keluarga mereka." Gumam Mu Chen Xiao yang memperhatikan mereka. ".... Ehh? Apakah itu artinya aku tidak akan mendapatkan pedang karena aku tidak memiliki satupun keluarga?!"


Dirinya merasa tersambar petir karena sadar kalau ia tidak memiliki satupun keluarga. Dan jika mereka mengatakan kalau masih ada satu anggota keluarganya, orang itu pasti adalah Mu Chou Ran yang keberadaannya masih misterius.

__ADS_1


"Jika Mu Chou Ran muncul dan dia mengaku kalau aku adalah adalah anaknya maka, tamatlah riwayat ku. Bisa-bisa aku akan diusir dari Sekte dan akan segera dibunuh oleh murid-murid di sini! Apalagi orang-orang di Sekte Yin Lang juga sangat membenci keluarga Mu. Aku benar-benar ditakdirkan untuk mati lebih cepat karena hidup di keluarga yang sangat dibenci!"


Tidak lama setelah ia berbicara sendiri, seorang murid yang sebelumnya telah berdiri di depan kamar tersebut tiba-tiba memperingatkan seseorang agar berhati-hati ketika sedang berlari di tempat mereka. Dan kemudian, setelah ia mendengar suara murid tersebut, pintu yang ada di hadapannya seketika terbuka dan menunjukkan seorang pemuda yang sekarang ini sedang berdiri di sana.


"Mu Chen Xiao! Kau baik-baik saja 'kan?" Tanya pemuda tersebut sambil berjalan ke arahnya dan benar saja pemuda ini adalah Zhang Xiuzhen yang telah membela dirinya untuk segera pergi ke kota Xuanzhou.


Mu Chen Xiao yang masih berada di ranjangnya, seketika memasang ekspresi terkejut setelah ia melihat Zhang Xiuzhen telah berdiri di sebelahnya.


"Eee,... Yang Mulia. Mengapa Yang Mulia datang kemari? Apakah ini hanya sebuah kebetulan?" Tanya Mu Chen Xiao yang menatap heran ke arahnya.


"Beberapa hari yang lalu, aku mendengar kalau Sekte Yin Lang sedang mengatakan perang terhadap kalian jadi, aku memaksakan diri untuk segera pergi ke tempat ini." Jawab Zhang Xiuzhen dengan wajah panik sambil memperhatikan kondisi fisik Mu Chen Xiao sekarang ini.


"Lalu? Apakah itu sebagai bukti kalau Yang Mulia sangat mengkhawatirkan keadaan kami?" Tanya Mu Chen Xiao kembali.


Zhang Xiuzhen tertegun dan menjawabnya sesaat kemudian, "Karena aku memiliki hutang besar padamu dan juga tetua Hao Shu, maka aku pantas menerima semua ini termasuk mengkhawatirkan keadaan kalian."


”.... Sungguh anak yang baik.” batin Mu Chen Xiao yang merasa salut dengan alasan yang diberikan Zhang Xiuzhen padanya.


Tidak lama setelah mereka berbicara, muncul kembali suara pintu yang dibuka dengan keras lalu, mereka mendengar suara seorang gadis kecil yang berkata,


"Xiao Xiao! Yu'er datang untuk menjenguk mu!"


Gadis tersebut berteriak dan langsung menerkam Mu Chen Xiao hingga membuatnya terjatuh dari atas ranjangnya karena terkamannya yang luar biasa.


”Rambut putih dan suara yang mirip sekali dengan lonceng kecil, orang ini pasti Bai Qing Yu. Mengapa dia selalu saja menghantuiku seperti ini?” batin Mu Chen Xiao setelah ia melihat Bai Qing Yu yang sekarang ini sedang menindihnya.


"Ehh? Mu Chen Xiao, kau tidak apa-apa?" Tanya Zhang Xiuzhen yang tampak panik setelah ia melihat Mu Chen Xiao yang terbanting keras dari atas ranjangnya karena Bai Qing Yu yang sengaja menerkamnya.

__ADS_1


”.....”


__ADS_2