Chaos System

Chaos System
Chapter. 59 - Segenggam Kue Kacang


__ADS_3

"Gege! Ketika sampai di kota Jiangyan, aku ingin mengunjungi kediaman keluarga 'Mu'." Ucap Mu Chen Xiao yang berhasil membuat Xun Ji'an tersedak makanannya sendiri ketika ia membeli sepuluh jenis makanan yang berbeda.


"Apa kau bercanda? Sebaiknya jangan pergi ke sana! Rumah itu sudah bobrok dan termakan usia. Bahkan para penduduk kota tidak ada yang berani untuk merubuhkan rumah besar itu." Jelas Xun Ji'an yang setelah itu meneguk minumannya karena masih ada yang mengganjal di tenggorokannya.


Mu Chen Xiao menunduk karena ia tidak tahu apa yang baru saja dikatakannya pada Xun Ji'an yang baru saja menjawab perkataannya. "Aku tidak tahu alasannya tapi, selama ini aku belum pernah kembali pulang ke rumah asliku. Aku sebenarnya adalah anak yang dibuang karena terpaksa." Jelas Mu Chen Xiao sambil memegang kue kacang yang masih utuh di atas piringnya.


Tanpa pikir panjang, Xun Ji'an langsung menjawab, "Baiklah." Ucapnya yang berhasil membuat Mu Chen Xiao tertegun dan langsung menoleh ke arahnya. "... Aku tidak tahu apa yang terjadi antara dirimu dengan keluargamu. Yang aku lakukan sekarang ini, hanyalah kenyataan yang harus dilakukan oleh orang ketiga dalam suatu hubungan. Jika aku membawamu ke sana, mungkin kau akan menemukan sesuatu di sana." Ucapnya dengan sedikit menarik lengkungan senyum bibirnya.


"A-Ji'an!" Seru seorang perempuan yang sekarang ini sedang berlari ke arahnya sambil mengayunkan sebuah cambuk ekor kuda yang berada di tangan kanannya.


Mendengar namanya disebut oleh seorang perempuan yang sekarang ini sedang berlari menghampirinya, membuat pandangan Xun Ji'an seketika teralihkan pada seorang perempuan berpakaian putih dengan cambuk ekor kuda yang diayunkannya dan sebuah kipas lipat yang tersembunyi di balik pakaiannya. Begitu Xun Ji'an melihat ke arah perempuan tersebut, ekspresinya berubah senang dan malah berlari menghampiri seorang perempuan yang sekarang ini juga sedang berlari menghampirinya.


"Qing'er!" Seru Xun Ji'an yang sekarang ini sedang berlari menghampiri perempuan tersebut.


Mu Chen Xiao yang memperhatikan mereka berdua, merasa cukup mengenal seorang perempuan yang sekarang ini sedang berlari ke arah Xun Ji'an. Mereka berdua bertemu ketika melakukan tugas ke lembah Dao Xun untuk membereskan semua masalah yang ada di sana. Dia adalah salah satu murid dari Sekte Nian Gu dan sepupu dari Yun Shan Feng, Yun Qing.


Setelah Mu Chen Xiao terus memperhatikan Xun Ji'an dan Yun Qing, ia pun menoleh ke kiri dan bertambah terkejutnya ia ketika melihat seorang perempuan berpakaian hitam yang masih memelihara wajah dinginnya. Orang itu adalah Gu Qiaomei yang selalu berdiri di sebelah Yun Qing dan orang yang juga kehilangan semua keluarganya dua tahun lalu.


”Kenapa banyak sekali makhluk yang berkeliaran di sekitar sini?!” batin Mu Chen Xiao yang masih menahan teriakannya begitu ia melihat Gu Qiaomei yang tiba-tiba berdiri di sebelahnya tanpa diketahui dan disadari olehnya.

__ADS_1


Setelah Xun Ji'an menyambut kedatangan Yun Qing dengan hati yang berbunga-bunga, ia langsung menoleh ke arah Mu Chen Xiao yang masih kebingungan dan terus menyebut namanya hingga ia tersentak kaget.


"Xiao Xiao! Kau pasti pernah bertemu dengannya, bukan?" Tanya Xun Ji'an sambil berjalan kembali ke arahnya dengan menggandeng tangan Yun Qing yang sekarang ini sedang berada di belakangnya.


Mu Chen Xiao mencoba untuk mengalihkan pandangannya dan menjawab dengan lesu, "Oh, ya. Aku pernah sekali bertemu dengannya." Ucapnya dengan wajah yang terlihat sangat lelah karena terus bersama orang-orang tidak waras di sekitarnya.


"Xiao Xiao, jadi itu namamu ya? Manis sekali jika A-Ji'an yang mengatakannya." Ucap Yun Qing dengan tiba-tiba sambil memegang kedua pipi Mu Chen Xiao yang awalnya masih terdiam.


[[ Yun Qing ]]


[[ Master Level Tujuh ]]


[[ Sepupu dari Yun Shan Feng dan orang yang meresahkan ]]


Yun Qing terkejut dan langsung memegang wajahnya sendiri begitu Mu Chen Xiao mengatakan ada sesuatu di wajahnya. Lalu ketika ia melepas kedua tangannya, Mu Chen Xiao tiba-tiba saja kabur dari hadapannya dan langsung berlari menjauhinya menuju suatu tempat yang tidak mereka ketahui.


Xun Ji'an yang melihatnya hanya bisa mematung dengan wajah terkejutnya. Dan ketika ia akan mengejar Mu Chen Xiao yang berusaha kabur dari mereka, sebuah bayangan hitam bergerak melintas cepat di belakangnya dan bayangan hitam itu langsung menghadang Mu Chen Xiao sebelum ia pergi lebih jauh lagi.


"Mau pergi kemana?"

__ADS_1


[[ Gu Qiaomei ]]


[[ Grandmaster Level Satu ]]


[[ Memiliki keluarga yang hancur dua tahun lalu ]]


Mu Chen Xiao terpaksa berhenti berlari karena ia menyadari kalau Gu Qiaomei bukanlah lawan yang setara dengannya. ”Perempuan ini tidak bisa dibohongi! Aduh,... Bagaimana caranya agar aku bisa pergi dari tempat ini?” batin Mu Chen Xiao sambil mengalihkan perhatiannya ke arah yang sebaliknya.


"Kau mencoba untuk pergi?" Ucap Gu Qiaomei yang berhasil membuat Mu Chen Xiao sangat terkejut karena ia sepertinya bisa membaca pikiran orang lain dengan baik.


"Hoh,... Nona Gu hebat sekali karena bisa membaca pikiran orang lain!" Ucap Mu Chen Xiao yang mendadak bersemangat dan berusaha untuk memuji dan mempengaruhinya agar ia memperbolehkannya untuk pergi dari tempat ini. Namun sepertinya, Gu Qiaomei sama sekali tidak bisa dipengaruhi dan ekspresinya masih tetap terlihat dingin dengan bibir kaku yang seolah-olah tidak pernah tersenyum. ”Pastinya aku harus segera meminta maaf setelah ini.” batin Mu Chen Xiao mulai merasakan adanya hawa spiritual yang dikeluarkan oleh Gu Qiaomei.


Sementara ini, sebuah tempat yang berlokasi di kota Jiangyan tepatnya di sebuah gubuk tua yang sudah berdebu. Shang Ren sekarang ini sedang menghampiri seorang laki-laki yang sedang duduk di kursi singgasananya yang tampak bercahaya ketika ia melihatnya. Laki-laki itu terlihat sangat kurus dan wajahnya sangat buruk karena dipenuhi oleh luka yang tidak pernah ada sembuhnya. Ia tampaknya sedang memberikan sebuah tatapan dingin ketika melihat Shang Ren yang sekarang ini telah berdiri di hadapannya. Ia juga tidak berhenti mengetuk-ngetuk kursi singgasananya sampai pada akhirnya ia bertanya. "Bagaimana? Kau sudah bertemu dengan Anakmu?"


Shang Ren berlutut di hadapannya dan menjawab, "Tentu saja, aku bertemu dengannya di desa Jin Yue."


"Benarkah? Dia pastinya sedang tidak sendiri, bukan?"


"Ya, dia sedang bersama dengan arwah ular pegunungan. Sepertinya ia akan pergi menuju pegunungan Jinya untuk berguru pada arwah suci yang ada di sana."

__ADS_1


"Kenapa kau belum mengatakan yang sebenarnya? Wajah itu, bukanlah wujud sejatimu."


Shang Ren terdiam untuk beberapa saat. "Aku akan menunjukkannya tapi tidak sekarang. Izinkan aku untuk melindunginya selama beberapa tahun lagi. Aku pasti akan menyerahkannya."


__ADS_2