
Sebuah tangga yang mengarah pada puncak gunung Jinya, memiliki bercak-bercak darah yang masih hangat dan seorang anak laki-laki yang sekarang ini sedang membawa seseorang yang ukuran tubuhnya lebih besar darinya. Karena anak tangga yang jaraknya terlalu panjang ditambah lagi dengan kedua telapak tangannya yang telah terluka karena sebelumnya ia terlalu sibuk menggali tumpukan batu, membuatnya harus memanjat satu persatu anak tangga dengan kedua tangannya yang mulai lelah.
"Sepertinya, semua orang memang memiliki batasan tertentu. Meskipun sistem ini telah membantuku,... Anak ini tetap saja terasa berat!" Ucap Mu Chen Xiao yang mengeluh setelah ia terpaksa harus memanjat tangga ini seorang diri. "... Anak ini kebanyakan dosa, ya? Mengapa dia begitu berat!"
"Kau sudah berjalan selama lima puluh menit tanpa istirahat. Mungkin sebaiknya kita beristirahat sebentar di sini." Ucap Lun Quo yang berusaha menenangkan karena ia melihat Mu Chen Xiao yang tampaknya sangat kelelahan.
"Tidak bisa!" Mu Chen Xiao langsung menjawab dan berkata kembali, "Bagaimana kita tahu kalau orang ini bisa saja mengalami pendarahan di dalam? Jika berhenti di sini, itu akan membuatnya meregang nyawa. Kita akan tetap berjalan!" Ia kemudian berdiri dan memutuskan untuk tetap berjalan agar ia tidak terlalu membuang-buang waktu yang sudah dibuang secara percuma.
Lalu, tidak lama setelahnya muncul notifikasi sistem yang mengatakan,
[[ Waktu pemakaian telah habis ]]
[[ Anda akan kembali menjadi diri Anda sendiri. ]]
Mu Chen Xiao yang melihatnya merasa sangat tidak percaya padahal sebentar lagi mereka akan segera sampai di puncak. Lalu, setelah sistem memberikan pemberitahuan tersebut, tiba-tiba saja Mu Chen Xiao menjadi goyah dan tangannya tidak sengaja melepas Zhang Xiuzhen dari pegangannya hingga membuatnya terjatuh dari atas tangga.
”GOB BLOK!” teriak Mu Chen Xiao dengan panik sebelum akhirnya ia melompat dari atas tangga dan mencoba untuk menangkap Zhang Xiuzhen yang belum menyentuh anak tangga di bawahnya.
Ketika ia mencoba untuk menangkap Zhang Xiuzhen yang terjatuh dari pegangannya, seseorang tiba-tiba muncul di hadapannya dan langsung menangkap Zhang Xiuzhen sebelum ia terjatuh dari atas tangga dan membiarkan Mu Chen Xiao menabrak kakinya meskipun sebenarnya ia juga hampir terjatuh dari atas tangga setelah ia berdiri di hadapannya.
"Hampir saja kau membunuh anak ini! Mengapa kau membawa Pangeran ketujuh ke pegunungan Jinya?" Tanya seorang laki-laki yang sekarang ini sedang membawa Zhang Xiuzhen di atas kedua tangannya.
Mu Chen Xiao yang terkejut, berusaha untuk mengangkat kepalanya kembali dan melihat ke arah seorang laki-laki yang sekarang ini sedang berdiri di hadapannya.
Orang ini memiliki rambut dan bola mata yang berwarna abu-abu dan pakaian putih yang menutupi seluruh tubuhnya. Pandangannya pun tidak berhenti menatap dingin ke arah Mu Chen Xiao seolah-olah ia memiliki dendam mendalam terhadapnya.
"Gege ini siapa? Kenapa bisa muncul di sini?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia merasa heran dengan kemunculannya yang tiba-tiba.
Lun Quo berjalan menghampiri seorang laki-laki yang sekarang ini telah menyelamatkan mereka dan ia pun berkata, "Lun'er memberi salam pada tetua Hao Shu."
”Hah? Lun Quo bahkan mengenal orang ini?” batin Mu Chen Xiao yang terkejut setelah mendengarnya.
[[ Hao Shu ]]
[[ Pemimpin Pegunungan Jinya ]]
[[ Leluhur Tikus ]]
[[ Master Level Tujuh ]]
__ADS_1
”Leluhur tikus dan Master level tujuh. Apakah sekarang ini aku hidup di antara arwah-arwah yang sangat dibenci di sini?” batin Mu Chen Xiao yang tidak juga mengalihkan perhatiannya pada Hao Shu yang sekarang ini juga sedang menatap dingin padanya.
”Dia adalah arwah tikus! Jangan sampai aku bisa berguru padanya. Bagaimanapun juga, hewan kedua yang paling ku benci setelah anjing adalah Tikus!” batin Mu Chen Xiao yang menatap heran sekaligus jijik ketika ia membayangkan wujud Hao Shu ketika ia berubah menjadi tikus.
”Aduh,... Anak ini. Apa jangan-jangan dia adalah anak dari Sekte Hua Jian yang dikirimkan kemari untuk berguru pada salah satu Arwah di sini? Bagaimanapun juga, aku paling benci pada anak yang tidak bisa diatur! Semoga saja dia bukan orang seperti dia!” batin Hao Shu yang menatap ngeri ke arah Mu Chen Xiao karena ia tidak ingin bertemu kembali dengan orang sepertinya.
Melihat Hao Shu dan Mu Chen Xiao yang sepertinya sedang menyatakan perang di antara keduanya, membuat Lun Quo semakin panik dan warnanya pun juga ikut berubah menjadi hijau karena kepanikannya itu. "Tetua Hao Shu, adik Xiao Xiao! Sebaiknya kita jangan membuat keributan di sini, ya? Itu terlalu berbahaya." Ucapnya dengan nada yang terdengar canggung setelah ia melihat ekspresi keduanya.
...~ Chaos System ~...
...~ Chapter 65 ~...
Salah satu kamar di kediaman pegunungan Jinya, di dalamnya sudah terpasang sebuah dipan sederhana dan di atasnya telah terbaring Zhang Xiuzhen yang baru saja diselamatkan oleh Mu Chen Xiao dan dibawa kemari oleh Hao Shu setelah ia tidak sanggup lagi untuk memanjat tangga.
Mu Chen Xiao tidak mengetahui kalau Xu Wuya sebenarnya adalah seorang tabib yang mampu menyembuhkan penyakit orang lain sama halnya dengan dirinya yang belum lama ini telah berhutang budi padanya. Dan ketika hampir semua orang di sana sedang memperhatikan bagaimana Xu Wuya menyembuhkan luka yang ada di seluruh tubuh Zhang Xiuzhen, Mu Chen Xiao lebih memilih untuk berdiam diri di teras kamar tersebut sambil mencoba untuk mengobati luka yang ada di kedua telapak tangannya.
"Mengapa mereka heboh sekali dengan kedatangan keluarga kerajaan di sini? Mereka bahkan tidak mempedulikan bagaimana keadaan ku yang terluka karenanya." Gumam Mu Chen Xiao sambil mengoleskan obat ke seluruh bagian yang terluka.
Ketika semua bagian telah selesai dioleskan dengan obat, Mu Chen Xiao mencoba untuk mengambil selembar kain perban yang ada di sebelahnya. Namun ketika ia mencoba untuk mengambilnya, seseorang yang memiliki tangan lebih kecil darinya, mengambil kain perban tersebut lebih dulu.
"Aduh,... Kau ini mencoba untuk tidak peduli atau berusaha untuk sendiri?! Jika kedua tanganmu terluka seperti itu, bagaimana kau bisa mengobati dirimu sendiri?" Tanya seorang gadis kecil yang suaranya mirip sekali dengan lonceng kecil yang dibunyikan.
"Kau ini siapa? Memangnya kenapa kalau aku mengobatinya sendiri?" Tanya Mu Chen Xiao yang terlihat tidak begitu menyukainya.
Gadis tersebut mendengus dan langsung mengambil tangan Mu Chen Xiao agar ia bisa membungkusnya. Namun karena terkejut, Mu Chen Xiao malah menarik tangannya kembali dan bertanya, "Kau ingin melakukan sesuatu padaku?" Tanya Mu Chen Xiao dengan panik.
"Apa-apaan kau ini?! Aku berusaha untuk membantumu! Kau tidak ingin aku membalutnya untukmu?" Tanya gadis itu dengan memelihara ekspresi marahnya.
”Bagaimana aku bisa mempercayainya? Melihat wajahnya saja aku sudah merinding!” batin Mu Chen Xiao. "... Hei! Sistem! Bergunalah sedikit untukku! Setelah kau membuatku susah seharian, apakah kau tidak akan memberitahukan ku siapa cewek ini?"
[[ Ying Tian ]]
[[ Keponakan Hao Shu ]]
[[ Young Master Level Dua ]]
”Sistem ini tidak mengatakan kalau ia adalah leluhur dari salah satu arwah. Apakah dia adalah anak manusia?”
"Kau ini sedang bergumam apa?! Cepat berikan tanganmu!" Ucap Ying Tian sambil menarik kembali tangan Mu Chen Xiao.
__ADS_1
Ketika Ying Tian menarik tangannya, Mu Chen Xiao hanya terdiam sambil memperhatikannya dengan baik. Ia bekerja dengan sangat baik dan mampu membungkus lukanya tanpa ada sedikitpun yang keluar. Dari mana orang ini belajar ilmu pengobatan seperti ini? Apakah Xu Wuya yang mengajarinya langsung?
"Nona! Darimana kau bisa mempelajarinya?" Tanya Mu Chen Xiao.
Ying Tian tertegun dan bertanya kembali, "Apa maksudmu?"
"Kau bisa membalut luka pada tangan seseorang dengan sangat rapi. Pastinya kau telah belajar banyak dari seseorang."
Ying Tian tampaknya tidak menghiraukan pertanyaan Mu Chen Xiao dan tetap membalut lukanya sampai ia selesai melakukannya. "Xu-Jie yang mengajariku melakukannya." Jawab Ying Tian setelah ia selesai mengobatinya.
^^^姐姐 \= Jiějiě \= Kakak perempuan^^^
"Jadi, orang yang kau panggil Xu-Jie adalah seorang tabib di sini?" Tanya Mu Chen Xiao sambil melihat ke dalam kamar yang masih dikerubungin orang-orang.
"Xu-Jie melakukan semua itu untuk menyelamatkan orang banyak. Seharusnya kau berterima kasihlah pada Xu-Jie karena ia telah menyelamatkan nyawamu!" Ucap Ying Tian sambil menunjukkan wajah sangarnya pada Mu Chen Xiao yang akhirnya kebingungan setelah melihatnya.
"Hah? Bagaimana aku bisa berbicara banyak dengannya sedangkan wajahnya terlihat seperti orang galak?" Ucap Mu Chen Xiao yang terkejut setelah mendengarnya.
Lalu, kemudian terdengar suara seorang pemuda yang berkata, "Wah! Kebetulan sekali Xiao Xiao! Ada seseorang yang ingin aku perkenalkan padamu!" Ucap Xun Ji'an yang saat ini sedang berjalan melewati lorong-lorong yang ada di depannya dengan membawa seseorang yang sedang bersembunyi di belakangnya.
”Firasatku benar-benar buruk. Sebenarnya, siapa yang ingin dia kenalkan padaku?” batin Mu Chen Xiao yang mulai memperhatikan seseorang yang sekarang ini berada di belakang Xun Ji'an.
Setelah ia ada di hadapannya, Xun Ji'an sedikit terkejut ketika ia melihat Ying Tian sedang bersama dengan Mu Chen Xiao. "Nona Ying juga ada di sini. Jadi, kau datang kemari untuk mengobati luka Xiao Xiao? Tidak aku sangka kau begitu peduli padanya." Ucap Xun Ji'an yang berhasil membuat wajah Ying Tian menjadi memerah.
"Apa maksudmu! Benar-benar tidak masuk akal! Aku hanya kasihan padanya!" Ucap Ying Tian dengan perasaan malu sambil berjalan pergi meninggalkan mereka bertiga termasuk seseorang yang sekarang ini ada di belakang Xun Ji'an.
Setelah itu Xun Ji'an tertawa ketika ia berhasil membuat wajah Ying Tian kembali memerah. Ia pun kembali melihat ke arah Mu Chen Xiao yang sedang duduk di depannya dan kembali berkata, "Xiao Xiao! Sesuai dengan apa yang aku katakan, aku ingin memperkenalkan mu dengan seseorang. Dia adalah orang yang akan menjadi Gurumu di sini. Laki-laki ini adalah Hao Shu, Pemimpin Pegunungan Jinya!" Ucapnya sambil menunjukkan wujud Hao Shu di hadapan Mu Chen Xiao.
”....”
"Cih! Kenapa harus bocah tengik ini?" Ucap Hao Shu sambil memberikannya tatapan mengejek pada Mu Chen Xiao.
"Jika aku tahu kalau yang akan menjadi Guruku adalah seekor tikus, seharusnya aku segera pergi dari sini!" Ucap Mu Chen Xiao yang semakin membuat suasana di sana semakin memanas.
"Hmm…? Jadi kalian sudah saling kenal?" Ucap Xun Ji'an yang memasang ekspresi kebingungan setelah melihat wajah mereka berdua. "... Kalau begitu, sebaiknya kalian perbaiki saja hubungan kalian berdua. Ada banyak orang yang telah menungguku di sana. Sebaiknya aku pergi saja." Ucap Xun Ji'an sambil berlari meninggalkan Mu Chen Xiao dan Hao Shu yang saling mencibir sambil mengeluarkan hawa membunuh mereka.
[[ Sistem mendeteksi adanya sifat abnormal ]]
[[ Meskipun Hao Shu sangat menjengkelkan menurut Anda, Anda harus tetap memperbaiki hubungan Anda dengannya dan mematuhi semua apa yang dikatakan olehnya ]]
__ADS_1
"Hah? Mengapa aku harus menuruti semua perkataannya?!"