Chaos System

Chaos System
Chapter. 124 - Sistem Kekacauan


__ADS_3

"Mu Chen Xiao! Kau baik-baik saja?" Tanya Zhao Bingyan saat ia sedang berlari menghampiri Mu Chen Xiao yang sebelumnya telah terkena ujung ekor kalajengking.


Mu Chen Xiao menoleh ke arah datangnya Zhao Bingyan dan menjawab, "Aku baik-baik saja." Jawabnya dengan masih memegang mantra pembalik keadaan. "... Sepertinya, aku telah berbuat kesalahan yang tidak bisa dimaafkan."


"Apa maksudmu Mu Chen Xiao?" Tanya Zhao Bingyan dengan heran.


Mu Chen Xiao menunjukkan kertas mantra tersebut dan berkata, "Sebelum pergi, Xing Ruo memberikanku benda ini sebagai jimat pelindung. Mungkin sekarang ini, dia sedang tidak baik-baik saja."


Zhao Bingyan mengambil kertas tersebut dari tangan Mu Chen Xiao dan memperhatikannya.


Setelah memperhatikannya, ia pun meremas kertas tersebut dan memberikan tatapan serius pada Mu Chen Xiao sebelum ia bertanya, "Sebenarnya, kau memiliki hubungan apa dengan Xing Ruo?"


Mu Chen Xiao tertegun dan hanya bisa terdiam selama beberapa saat. Ia berpikir jika saja ia mengatakan bahwa keluarga Mu masih ada dan dia sendiri adalah anak dari Mu Chou Ran, apakah Zhao Bingyan masih memiliki niat untuk membunuhnya untuk tiga tahun mendatang seperti kehidupan sebelumnya?


"Jika aku mengatakannya, aku takut guru besar akan membunuhku." Jawab Mu Chen Xiao saat ia sedang menundukkan kepalanya dengan tidak melihat ke arah Zhao Bingyan.


Zhao Bingyan terkejut setelah mendengar jawaban tersebut dan ia pun segera berkata kembali, "Tidak mungkin! Untuk apa aku membunuh muridku sendiri?!" Celetuk Zhao Bingyan namun, hal itu tidak membuat wajah Mu Chen Xiao terlihat.


[[ Sistem transmigrasi berhasil diperbaharui ]]


[[ Sistem kekacauan akan dimulai sekarang ]]


[[ Selamat! Anda telah berhasil mengubah seluruh takdir Anda sendiri menjadi seseorang yang akan mengacaukan dunia ]]


Melihat hal itu membuat Mu Chen Xiao semakin terkejut bahkan tidak percaya dengan ucapan yang dikatakan oleh sistemnya sendiri.


"Bagaimana bisa kau menyebut diriku sebagai pengacau?! Aku tidak melakukan apapun dan aku juga telah mengikuti semua peraturan yang kau berikan!" Ucap Mu Chen Xiao pada sistem yang muncul di depan wajahnya.

__ADS_1


[[ Anda tidak melakukan apapun tapi, karakter utama yang belum diketahui namanya telah mengubah seluruh kehidupan Anda ]]


"Hah? Karakter utama yang belum diketahui?" Gumam Mu Chen Xiao dengan heran dan penasaran siapa karakter utama yang telah merubah takdirnya.


"Mu Chen Xiao!" Seru Zhao Bingyan yang langsung menggenggam kedua pundak Mu Chen Xiao hingga membuatnya tampak sangat terkejut. "... Lihatlah aku, apakah aku ini mirip sekali dengan seorang pembunuh?" Tanyanya yang membuat Mu Chen Xiao merasa kebingungan untuk menjawabnya.


Ia tidak tahu bagaimana masa lalu Zhao Bingyan tapi, yang jelas ia banyak mendengar kabar bahwa dulunya Zhao Bingyan adalah seorang pembunuh kejam dan tidak manusiawi semenjak Ibunya terbunuh.


"Aku tidak tahu apa yang membuat guru besar menjadi merendah seperti ini. Tapi, aku rasa ini bukan saatnya untuk membicarakan hal itu." Ucap Mu Chen Xiao saat ia merasa adanya seseorang yang datang dengan jumlah hawa kekuatan spiritual yang tidak sedikit dan kemampuannya melebihi semua orang yang ada di sini.


Ketika semua orang sedang bertarung dengan para pemberontak yang asalnya tidak diketahui dan beberapa Magical Beats telah bermunculan di bawah kaki mereka. Pasukan yang dikirimkan oleh Istana Zhang tampaknya tidak bisa menyelesaikan semua ini secara cepat dan tuntas. Para pemberontak ini adalah seorang Kultivator yang berada di tingkat Grandmaster level sembilan begitupun juga dengan magical beats yang mereka gunakan untuk bertarung. Tanah yang mereka injak sekarang, telah berubah menjadi sebuah medan perang!


Mu Chen Xiao langsung melepas kedua tangan Zhao Bingyan yang masih menggenggam kedua pundaknya. Ia terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya ia berbalik dan membelakanginya.


”Ah! Gawat! Apa yang aku katakan tadi?! Mengapa aku menuduh Zhao Bingyan sebagai pembunuh?!” batin Mu Chen Xiao yang kembali teringat pada perkataannya pada Zhao Bingyan yang tampak kecewa terhadapnya.


”Ini sangat aneh. Rasanya tubuhku terasa lebih ringan dan sesuatu seperti sedang mengganjal di tenggorokanku.” batin Mu Chen Xiao sambil meraba lehernya yang terasa mengganjal.


[[ Peringatan! ]]


[[ Segel api Liu telah menghilang dan sebentar lagi Anda akan mengalami ledakan spiritual ]]


Melihat hal itu, Mu Chen Xiao langsung mengambil sebuah cermin saku yang sebelumnya ia dapatkan dari Yong Jun He ketika sedang tertidur. Lalu, ketika ia melihat dirinya menggunakan cermin tersebut, ekspresinya menjadi sangat terkejut setelah melihat dahinya sendiri.


"Segelnya sudah hilang?"


Tess,... Tes,...

__ADS_1


Saat ia pertama kali melihat dirinya melewati cermin tersebut, setetes darah keluar dari dalam hidungnya dan tidak berhenti selama beberapa saat. Ia pun terduduk saat menyadari hal itu dan seluruh organ tubuhnya terasa sakit seperti meledak berulang kali. Darah tidak hanya muncul dari dalam hidungnya melainkan ia juga mengeluarkannya dari dalam mulutnya.


Melihat hal itu terjadi padanya, Zhao Bingyan langsung berlari ke arahnya dan melihat keadaannya saat ini. Ia mulai merasa khawatir karena hujan petir yang tidak juga berhenti dan keadaan Mu Chen Xiao yang tampaknya semakin memburuk setiap saat.


"Mu Chen Xiao apa yang terjadi? Kau kenapa?" Tanya Zhao Bingyan saat ia melihat keadaan Mu Chen Xiao yang terus memuntahkan darah dari dalam tubuhnya.


Di tengah-tengah rasa sakitnya, Mu Chen Xiao berusaha untuk mengangkat kepalanya kembali dan menatap pemandangan sekitar yang tampak mengerikan dengan hujan petir yang tidak juga selesai.


"Tunggu! Aku harus menghentikan hujan petir ini!"


Saat ia mengakhiri kalimatnya, Mu Chen Xiao melemparkan pedang Lingxue yang diberikan oleh Zhao Bingyan empat tahun lalu ke tengah-tengah pertarungan. Saat pedang Lingxue menancap dengan sempurna di tengah-tengah mereka, Mu Chen Xiao menyatukan kedua tangannya dan memusatkan titik jatuh petir pada pedang Lingxue yang telah menancap di sana.


"Berhenti! Jangan lakukan itu! Mu Chen Xiao!" Ucap Zhao Bingyan yang terlihat panik saat melihat Mu Chen Xiao akan menghentikan hujan petir yang tidak sengaja dilakukan olehnya.


[[ Pelanggaran! ]]


[[ Anda tidak diizinkan untuk menghentikan hujan petir yang Anda ciptakan sendiri ]]


”Cih! Kali ini saja aku melawan semua perkataan mu!” gumam Mu Chen Xiao yang terus berfokus pada hujan petir yang jatuh tepat di atas pedangnya hingga membuat sebuah retakan di sana.


Sebelum petir tersebut habis, pedang Lingxue hancur berkeping-keping dan petir yang masih berjatuhan mulai menyebar di seluruh tempat.


Beberapa saat setelah pedang Lingxue hancur, sebuah pedang lainnya muncul dari suatu tempat dan berhasil menghentikan hujan petir yang tidak juga berhenti.


”Haah? Darimana datangnya pedang itu?” batin Mu Chen Xiao setelah ia melihat kedatangan sebuah pedang yang memiliki hawa kekuatan spiritual yang sangat besar melebihi semua orang yang ada di sini.


Ketika ia memperhatikan datangnya pedang tersebut, seorang laki-laki berjubah hitam tiba-tiba saja berdiri di hadapannya dengan membawa seseorang di atas pundaknya.

__ADS_1


"Mu Chen Xiao, akhirnya kita bisa bertemu." Ucap laki-laki itu sambil mengulurkan tangannya pada Mu Chen Xiao yang masih terduduk di sana. "... Ayo, kita pulang."


__ADS_2