Chaos System

Chaos System
Chapter. 26 - Menghadang Di Gerbang Utara


__ADS_3

Gerbang Utara, Sekte Hua Jian.


"Sudah kubilang! Dia hanya bocah biasa yang selalu mencari muka saja! Guru besar Zhao bahkan sampai memperlakukannya dengan sangat baik! Pasti dia melakukan sesuatu sehingga membuat Guru besar Zhao seperti itu!" Ucap Yun Shan Feng yang saat ini telah berdiri di depan gerbang Utara Sekte dengan membawa lima rekan seperguruan lainnya sambil menunggu Mu Chen Xiao untuk datang ke sana.


Mereka tahu kalau Sekte ini hanya memiliki dua gerbang saja dan salah satunya adalah gerbang barat yang dikhususkan untuk tamu yang datang kemari. Namun, sudah tiga jam mereka menunggu akan tetapi, mereka tidak juga mendapatkan apa yang mereka inginkan.


"Apakah yang kau maksud adalah orang yang pernah menyelamatkan nyawa guru besar dua kali? Bukankah dia memang pantas mendapatkan perlakuan istimewa sebagai balasan atas apa yang dia lakukan untuk Guru besar?"


"Ya, aku juga berpikir seperti itu. Dia masih menjadi tamu istimewa di kediaman Guru besar Zhao. Pastinya, Guru besar tidak akan membiarkan tamunya diperlakukan buruk oleh murid-muridnya sendiri."


Mendengar ada beberapa murid yang mencoba untuk memberontak padanya, membuat Yun Shan Feng semakin kesal dan berusaha untuk mencari alasan lain agar mereka mau melakukan apa yang diinginkannya.


"Hei! Apakah kalian sama sekali tidak memperhatikannya? Dia memiliki marga 'Mu'! Marga yang sama seperti tirani Mu Chou Ran!" Ucap Yun Shan Feng sekali lagi sambil meyakinkan beberapa murid di sekitarnya.


"Lalu? Apa hubungannya dengan kami?"


"Kalian terlalu payah! Apakah kalian sama sekali tidak berpikir kalau Mu Chen Xiao mungkin akan menghancurkan sekte karena dendam keluarganya? Jika dia tahu kalau Guru besar Zhao juga terlibat dalam penghancuran keluarga 'Mu', mungkin dia akan segera membunuh Guru besar cepat atau lambat!" Ucap Yun Shan Feng sekali lagi.


"Benar juga. Aku ingat, kabarnya enam tahun lalu, Guru besar Zhao telah membunuh sebagian besar dari keluarga 'Mu' akan tetapi, Sekte menyembunyikan kebenaran itu dengan alasan yang tidak jelas."


"Mengapa Feng Gege mengatakan hal yang seharusnya tidak boleh disebarkan?"


”Cih! Aku kalah bicara dengan mereka!” batin Yun Shan Feng sambil menahan kesalnya.


"Mencariku?" Ucap seorang pemuda yang tiba-tiba saja muncul di belakang mereka dengan membawa seorang anak kecil di belakang punggungnya.


Saat itu, belum ada seorangpun yang tahu dan menyadari kalau sebenarnya, pemuda yang saat ini berdiri di gerbang Utara adalah Mu Chen Xiao yang telah memakan pil perubah wujud agar dia bisa membawa Zhao Wei Lu yang pingsan karena muntah di belakang punggungnya.


"Hah? Siapa orang ini? Dia terlihat sangat asing?"

__ADS_1


"Seharusnya, jika dia seorang tamu, bukankah dia bisa masuk melewati gerbang barat?"


"Tunggu! Yang ada di belakang punggungnya itu, bukankah dia adalah Tuan muda kedua Zhao? Mengapa dia bisa bersama dengan orang ini?"


Begitu mereka tahu dengan apa yang saat ini dibawa oleh Mu Chen Xiao, semua orang di hadapannya mulai serius dan mengeluarkan pedang dari dalam sarungnya dan kemudian dihunuskan ke arah Mu Chen Xiao yang tidak bisa menggunakan kedua tangannya saat ini.


”Apa-apaan ini? Apakah mereka berusaha untuk membunuh Tuan muda mereka? Atau apakah aku terlihat berbeda dalam wujud ini?” batin Mu Chen Xiao yang kebingungan melihat keadaan.


Lalu, tiba-tiba saja seorang murid yang saat ini sedang menghunuskan pedangnya, mulai menyadari akan adanya hal aneh di sekitar ini. Orang itu berkata, "Tunggu! Bukankah itu adalah pakaian yang biasa dipakai oleh Mu Chen Xiao?"


"Pakaian merah? Jika tidak salah aku pernah melihatnya. Mu Chen Xiao adalah satu-satunya murid yang malas mengenakan seragamnya."


"Mengapa dia bisa sebesar ini dalam waktu tiga jam?!”


Mu Chen Xiao sedikit tertawa. Dia kemudian mengangkat kepalanya dan menatap ke arah wajah murid-murid sekte dengan tatapan dingin seraya berkata, "Siapa yang berani macam-macam denganku? Kalian jangan cari mati denganku."


”Sepertinya kita salah orang. Mungkin, sebaiknya kita pergi saja!" Ucap salah seorang murid yang langsung mengundang beberapa murid lainnya untuk segera pergi meninggalkan Mu Chen Xiao yang mulai terlihat menakutkan.


"Cih! Aku anggap ini hanyalah keberuntungan mu saja! Lain kali, aku akan benar-benar menghajar mu!" Bentak Yun Shan Feng sambil menunjuk ke arahnya dan kemudian pergi begitu saja tanpa memberikan kesempatan bagi Mu Chen Xiao untuk berbicara.


”Apakah semua orang salah makan hari ini? Mereka bertindak abnormal.”


[[ Poin Unggul ]]


[[ Sistem memberikan poin B +50 ]]


[[ Menjadi penolong bagi Zhao Wei Lu ]]


[[ Sistem memberikan poin C +20 ]]

__ADS_1


[[ Sisa poin akhir +770 ]]


”Monitor ini memberikanku poin yang sedikit sekali. Bukankah dulu kau sering memberikanku poin yang jumlahnya ribuan? Mengapa sekarang hanya tinggal puluhan sampai ratusan saja?”


[[ Sistem tergantung pada suasana hati karakter utama. ]]


”Zhao Bingyan lagi, Zhao Bingyan lagi. Pergilah! Aku tidak membutuhkanmu lagi! Jika ini seperti di masa depan, aku pasti akan mengkategorikan sistem sepertimu sebagai sistem yang tidak berguna!”


[[ …. ]]


[[ Pelanggaran Karakter Mu Chen Xiao ]]


[[ Sistem mengurangi poin A -70 ]]


[[ Sisa poin akhir +700 ]]


"BANGK—!!! ANJ—!!! BAB—!!! SIA—!!! Untuk apa kau memberikanku poin jika akhirnya malah diambil lagi?!" Bentak Mu Chen Xiao dengan sangat marah sambil menendang bongkahan batu sedang di hadapannya.


"Mu Chen Xiao? Kau kah itu?" Ucap seorang pemuda yang sekarang ini sedang berdiri tepat di belakangnya.


Karena merasa familiar dengan suara ini, Mu Chen Xiao menoleh ke belakang dan ia melihat Zhao Bingyan yang saat ini telah berdiri di belakangnya dengan ekspresi yang tampaknya sangat terkejut.


Entah apa yang membuatnya terlihat sangat syok ketika melihatnya. Apakah mungkin karena ia melihat adiknya saat ini telah pingsan dan dibawa olehnya ataukah karena ia melihat wujud Mu Chen Xiao sepuluh tahun mendatang?


”Oh tidak! Masih ada waktu lima belas menit agar aku kembali ke wujud semula! Ini gawat! Ia akan menganggapku sebagai orang asing karena melihat hal ini.” batin Mu Chen Xiao sambil mencoba untuk melirik sekitar dengan canggung.


Hal yang dipikirkan oleh Mu Chen Xiao sama sekali tidak terlintas dalam benak Zhao Bingyan yang saat ini sedang menatapnya. Ia merasa kalau ada kesamaan antara Mu Chen Xiao yang sekarang dengan orang yang selalu muncul dalam mimpinya selama ini. Dia mirip sekali dengan seorang pemuda yang selalu muncul dalam mimpinya.


”Orang yang selama ini menghantui mimpiku dan berencana untuk membunuhku dalam waktu dekat. Apakah Mu Chen Xiao orangnya?”

__ADS_1


Sebelum kesalahpahaman ini berlanjut, Mu Chen Xiao berusaha untuk berpikir bagaimana ia akan menjelaskannya. Dan pada akhirnya, ia hanya mengeluarkan senyum tawa kecilnya sebelum dia kembali berkata, "He-he-he, sebenarnya aku bisa jelaskan. Tapi sebelum itu, bisakah kita membawa Tuan muda kedua Zhao menuju kamarnya? Kakiku sudah pegal karena terus membawanya sepanjang jalan."


__ADS_2