
Sebilah pedang menusuk dada Li Chu Yi yang berdiri di depan Zhao Bingyan karena ingin melindunginya. Dua orang pemuda yang sebelumnya menyerang mereka, keduanya telah mati dengan anak panah yang menancap di kepala mereka saat mereka lengah.
Melihat hal yang tak diinginkannya terjadi, Zhao Bingyan sangat terkejut dan langsung melepas pedang yang masih menancap di tubuh Li Chu Yi dan berusaha untuk membuatnya sadar kembali.
"Master Chu Yi! Mengapa kau lakukan ini padaku?!" Tanya Zhao Bingyan yang terlihat panik karena darah Li Chu Yi yang tidak juga berhenti saat ia sedang memangkunya.
Li Chu Yi yang masih setengah sadar, mencoba untuk menyentuh wajah Zhao Bingyan dengan tangan yang telah berlumur darahnya sendiri.
"G~ Grandmaster Zhao,... Maaf. Yi'er hanya bisa melakukan ini." Ucap Li Chu Yi dengan suara yang tersendat karena menahan sakit dalam tubuhnya.
Zhao Bingyan menatap sedih. Ia mencoba untuk mencari cara untuk menyembuhkan luka yang ada di tubuh Li Chu Yi. Mulai dari menghentikan darahnya yang keluar dan membuatnya terus terjaga.
Pakaian putihnya saat ini telah dibanjiri dengan darah sehingga hal itu membuatnya tampak mengerikan. Lama kelamaan ia pun tidak tahan dengan membendung air matanya sendiri sehingga ia harus terlihat lemah di hadapan seseorang yang akan mati.
"Y~ Yan Gege." Seru Li Chu Yi yang membuat Zhao Bingyan terkejut dan langsung menatap ke arahnya. "Yan Gege,... Yi'er selalu ingin memanggilmu dengan sebutan seperti itu. Terkadang Yi'er selalu merasa iri pada orang-orang yang bisa dekat dengan Yan Gege. Seperti Mu Chen Xiao. Yan Gege pasti sangat menyayanginya begitu Yan Gege tahu kalau dia adalah keponakanmu dan putra dari A-Yue."
"Jangan menghabiskan sisa tenagamu hanya untuk berbicara dengan orang sepertiku!" Celetuk Zhao Bingyan saat ia melihat Li Chu Yi yang masih memelihara wajah senangnya. "... Tidak ada waktu untuk berbicara! Aku akan membawamu kembali pulang."
"Tidak! J~ jangan melakukannya!" Celetuk Li Chu Yi yang langsung menghentikan langkah Zhao Bingyan.
"Ada apa? Apa yang kau inginkan?" Tanya Zhao Bingyan saat ia kembali memangku Li Chu Yi di atas pahanya.
Keadaan Li Chu Yi semakin parah dan bahkan ia tidak bisa membuka kedua matanya sendiri. Ia hanya bisa menggerakkan bibirnya dan juga satu jari telunjuknya saja.
"Waktuku tidak lama lagi. T~ terima kasih karena telah mengingatku meskipun aku sudah tahu kalau aku bukanlah orang yang pantas diingat. Tolong hentikan perang ini sebelum ada banyak nyawa yang pergi sama sepertiku." Ucap Li Chu Yi sebelum akhirnya dia memejamkan matanya dan tidak bergerak sedikitpun sejak ia mengakhiri kalimatnya.
Begitu ia sangat yakin kalau Li Chu Yi benar-benar sudah mati, Zhao Bingyan memeluk erat Li Chu Yi yang semakin dingin dan ia pun menangis karena kepergiannya.
Sementara ini, dalam arena pertarungan yang sebenarnya. Saat ini seluruh Kultivator telah berkumpul di tempat yang sama dan melawan para pemberontak yang tersisa. Lalu, Mu Chen Xiao yang baru saja sampai di sana, langsung di sambut dengan puluhan serangan yang dilakukan oleh puluhan pemberontak yang sedang mengincarnya saat ini.
Saat ini, di bibir tebing curam dan tepat di bawah tebing tersebut terdapat kumpulan serangga beracun yang akan membunuh siapapun di sana. Setelah jiwa keempat Raja Xingyue lenyap ditambah lagi ia telah kehilangan karakter utama Zhao Bingyan, Mu Chen Xiao menjadi sangat kesulitan untuk mengendalikan kekuatannya sendiri.
Hawa kekuatan gelap semakin menyebar ke seluruh pembuluh darahnya dan beberapa hantu prajurit keluar dari dalam tanah. Para hantu ini terus menyerang para Kultivator namun, mereka sama sekali tidak menyerang Mu Chen Xiao yang telah membangkitkan mereka kembali. Hal itu membuat para Kultivator lainnya harus mati dan pertarungan ini bukanlah pertarungan untuk melawan puluhan pemberontak melainkan, ini adalah perang terhadap Raja Xingyue kelima!
”Rasanya membakar,... Mengapa harus seperti ini?!” batin Mu Chen Xiao sambil memegangi dadanya yang terasa terbakar karena ledakan spiritual.
__ADS_1
Sekelebat bayangan hitam muncul dan memadat sehingga hal itu membuat tubuh orang-orang di hadapannya terkoyak dan hancur begitupun dengan para hantu prajurit yang terus menerus menyerang mereka.
[[ Selamat! ]]
[[ Satu persatu dendam Anda telah terselesaikan. Anda telah membuat karakter utama Li Chu Yi dan Yun Shan Feng mati.]]
Mendengar hal tersebut, Mu Chen Xiao langsung terkejut dan mengangkat kepalanya dengan heran. "... Bagaimana itu bisa terjadi? Aku sama sekali tidak menyentuh mereka berdua."
[[ Hantu prajurit telah membunuh karakter Yun Shan Feng dan pemberontak dari Sekte Yin Lang yang telah membunuh karakter utama Li Chu Yi ]]
Mu Chen Xiao terdiam dengan ekspresinya yang sangat terkejut karena tidak percaya saat melihatnya. Ia merasa kalau saat ini dialah satu-satunya penjahat di antara mereka. Dan jika saja ia tidak pernah datang dalam konferensi ini, mungkin saja mereka tidak akan terbunuh semudah ini dan ia akan mendapatkan kehidupannya kembali.
”Haah,... Sebenarnya tidak masalah jika menjadi seorang penjahat. Aku bisa melakukan apa saja dengan mereka.” gumam Mu Chen Xiao yang mulai terpengaruh dengan kekuatannya sendiri.
"Hentikan semua ini! Mu Chen Xiao!" Teriak seorang gadis yang langsung menampar wajah Mu Chen Xiao hingga membuatnya terjatuh.
Dia adalah seorang gadis yang seumuran dengannya dan memakai sebuah hanfu biru yang biasa dilihatnya saat masih berada di sekte. Dia adalah Ying Tian!
Seharusnya dia tidak berada di sini!
Ying Tian menggertakan giginya dan berkata dengan dingin, "Berhentilah mengacau! Kau telah membuat Shu Gege mengorbankan nyawanya karena rasa bersalahnya terhadap muridnya sendiri. Dia tidak ingin kau mendapatkan hukuman dari para leluhurnya sehingga dia memutuskan untuk mengorbankan dirinya demi satu-satunya murid yang dia miliki."
Mu Chen Xiao terkejut dan bertanya kembali, "Kau bilang, Guru Hao telah mati? Kau juga mengatakan kalau dia berkorban untukku?"
Setelah mengakhiri kalimatnya, tiba-tiba saja Mu Chen Xiao tertawa lepas di hadapan Ying Tian yang sedang menatapnya dengan sedih.
"Untuk apa kau memberitahukannya padaku? Apakah aku peduli jika orang itu mati atau tidak?!" Bentak Mu Chen Xiao yang masih disertai dengan tertawaannya.
Ying Tian semakin khawatir padanya. Ia merasa bahwa hal ini tidak akan selesai. Bisa-bisa Mu Chen Xiao akan dianggap sebagai penjahat dan akan dibenci oleh semua orang yang melihatnya.
"Mu Chen Xiao! Dengarkan aku kau harus—
SRATT!
Sebilah pedang menebas punggung Ying Tian sebelum ia mengakhiri kalimatnya. Kini ia merasa sakit di seluruh tubuhnya dan beberapa tulang rusuknya patah akibat serangan dari salah satu hantu prajurit tersebut. Tidak lama setelahnya, ia pun akhirnya terjatuh dan tidak bergerak bersamaan dengan hujan deras yang datang secara tiba-tiba.
__ADS_1
Melihat Ying Tian yang telah terluka parah, membuat Mu Chen Xiao menjadi sangat terpikirkan tentangnya dan segera berlari ke arahnya. Namun, saat ia sedang berlari menghampirinya. Zhao Wei Lu muncul di hadapannya dan ia langsung menarik kerah pakaian Mu Chen Xiao dan menatapnya dengan sangat marah.
"Jangan mencoba untuk mempedulikan kami! Sebaiknya cepat kau hancurkan pelatihanmu atau aku yang akan melakukannya!" Ucap Zhao Wei Lu dengan nada yang sangat marah dengannya.
Mendengar kalimat tersebut, Mu Chen Xiao hanya terdiam dan tidak melakukan apapun selain memandangi darah yang keluar dari tubuh Ying Tian yang tampaknya telah mati di tangannya sendiri.
Ia pun mengalihkan perhatian kembali dan menjawab, "Aku tidak bisa melakukannya." Jawabnya yang berhasil membuat Zhao Wei Lu sangat terkejut dan semakin marah padanya.
Zhao Wei Lu yang merasa geram dengan tindakan Mu Chen Xiao saat ini, mengeraskan tinjunya dan mengeluarkan pedangnya kembali. "... Jika kau tidak bisa, akulah yang akan melakukannya!" Bentak Zhao Wei Lu yang langsung mengarahkan pedangnya ke arah Mu Chen Xiao di depannya!
Namun, saat ia akan melakukan serangan pertamanya. Tiba-tiba saja dua buah pedang menancap di perutnya. Serangan tersebut berasal dari kedua hantu prajurit yang merasa kalau Tuannya sedang dalam bahaya dan akan dibunuh olehnya.
Setelah kedua pedang tersebut menancap di perutnya, seketika Zhao Wei Lu langsung terjatuh dan tidak bergerak. Ia menatap wajah Mu Chen Xiao yang tidak berekspresi dengan tangis darah saat melihatnya terluka oleh hantu prajurit miliknya sebelum akhirnya ia benar-benar memejamkan matanya.
Setelah kematian Ying Tian dan Zhao Wei Lu, hawa kekuatan spiritual yang ada di sekitar mereka semakin kuat dan semakin kuat. Para hantu prajurit semakin bertambah dan bermunculan dari bawah tanah. Semua orang yang ada di sini benar-benar sudah terpojok dan hanya berharap akan ada seseorang yang mampu menghentikan Mu Chen Xiao.
Lalu, sebuah bayangan putih melesat di antara orang-orang yang sedang saling bertarung. Dia memegang sebuah pedang yang sudah patah dan di belakang punggungnya juga terdapat puluhan luka yang sepertinya telah membuang darahnya cukup banyak. Dalam perjalanannya, pemuda ini telah membunuh seluruh hantu prajurit hingga ia kehabisan seluruh tenaga karena jumlah lawan yang tidak ada habis-habisnya.
”Yi'er, Lu'er. Sepertinya aku akan menyusul kalian.” gumam Zhao Bingyan yang datang dari arah timur dan langsung memusatkan perhatiannya pada Mu Chen Xiao yang semakin di luar kendali.
Setelah ia mengakhirinya, dengan cepat Zhao Bingyan langsung bergerak melesat ke arah Mu Chen Xiao. Dan tanpa perlu memikirkannya, ia langsung menancapkan pedangnya yang patah tepat di jantung Mu Chen Xiao tanpa sepengetahuan darinya.
Mu Chen Xiao sangat terkejut setelah kemunculan seorang pemuda yang ada di depannya. Ia pun juga melihat sebilah pedang yang telah menusuk jantungnya sehingga membuat darah mereka berdua tercampur rata.
"G~ Guru besar Zhao. Maaf aku telah membunuh mereka semua." Ucap Mu Chen Xiao yang tidak melakukan perlawanan terhadap Zhao Bingyan saat pedang masih menancap di jantungnya.
"Tidak perlu memikirkannya. Aku juga pernah merebut semua hal darimu. Mungkin ini adalah balasan yang pantas aku dapatkan." Ucap Zhao Bingyan sambil terus mendorong Mu Chen Xiao berjalan ke bibir jurang. "... Sekarang kau tidak perlu merasa bersalah. Aku akan mati bersamamu."
Setelah Zhao Bingyan mengakhiri kalimatnya, keduanya pun akhirnya menjatuhkan diri dari atas jurang. Hawa kekuatan gelap dan hantu para prajurit akhirnya menghilang dan itu menandakan bahwa pertarungan mereka telah selesai dengan terbunuhnya Mu Chen Xiao oleh Zhao Bingyan.
[[ @$&:&-5;+ ]]
[[ Transmigrasi berakhir ]]
[[ Seluruh dendam telah terbayarkan ]]
__ADS_1
[[ Proses transmigrasi tubuh asli dimulai ]]