Chaos System

Chaos System
Chapter. 44 - Su Lingyu


__ADS_3

"... Anak kecil! Sepertinya kau tersesat. Mau aku antarkan pulang?" tanya Su Lingyu yang berhasil membuat Mu Chen Xiao merasa terheran-heran.


”Ogah banget! Dia pasti akan membunuhku jika aku tetap mengikuti perkataannya!” batin Mu Chen Xiao yang tampaknya enggan untuk ikut bersama dengan Su Lingyu yang tampangnya terlihat jelas seperti seorang penjahat.


Dengan perlahan, Mu Chen Xiao berusaha untuk menjauh darinya, melewati beberapa tumpukan mayat yang sudah diinjak-injak olehnya. Lalu, tidak lama Su Lingyu kembali bertanya, "... Anak kecil! Bagaimana kamu bisa kemari? Lagipula jalan keluarnya bukan di sana." Ucapnya sambil mencoba untuk mengarahkan.


Jika saja ia pergi untuk melawan Su Lingyu sendirian, mungkin ia akan kalah telak dan bisa-bisa ia akan mati secara mengenaskan. ”Apa aku harus mencoba cara kuno untuk mempengaruhinya agar dia tidak membunuhku?” batin Mu Chen Xiao. "Ah,... Begini. Tadi aku terdorong oleh seseorang dan tiba-tiba sebuah mulut besar datang dan langsung menelanku hidup-hidup. Lalu, tanpa sadar aku sudah berada di sini." Jelas Mu Chen Xiao yang menjawab dengan jujur pertanyaan Su Lingyu sebelumnya.


Su Lingyu tidak berekspresi dan berkata kembali, "Begitu ya? Kau bisa cari jalan pulang sendiri. Aku akan meninggalkanmu di sini." Ucapnya sambil berjalan turun dari atas gundukan batu menuju suatu tempat.


"Eee,... Nona! Tunggu sebentar!" Seru Mu Chen Xiao yang berlari ke arahnya dan ia pun berhenti tepat di sebelah Su Lingyu. "... Sebenarnya, aku tidak tahu jalan pulang. Guru besar Zhao pasti akan mencariku jika aku tidak segera menemuinya."


Terkejut dengan nama yang disebut oleh Mu Chen Xiao, membuat Su Lingyu menjadi sangat terkejut dan ia pun juga langsung menjatuhkan sitarnya karena rasa terkejutnya setelah Mu Chen Xiao menyebut nama guru besar Zhao. "... Apa yang kau maksud itu adalah Yan'er?" Tanya Su Lingyu dengan heran.


Mu Chen Xiao yang kebingungan dengan ekspresi wajah Su Lingyu ketika mendengar namanya. Benar-benar seperti orang sakit jiwa, ”Ada apa dengan ekspresinya saat ini?!” dan karena Su Lingyu tampaknya sudah benar-benar akan memaksanya, Mu Chen Xiao akhirnya menjawab, "Guru besar Zhao, maksudku Tuan muda pertama keluarga Zhao."


"Sudah kuduga,... ternyata dia masih hidup." Tidak lama setelah dia mengatakan kalimatnya, Su Lingyu tiba-tiba saja mencengkram kedua pundak Mu Chen Xiao dibarengi dengan ekspresinya yang tampak mengerikan seperti seorang pembantai manusia. ”Jika saja jiwaku benar-benar seperti anak berumur tujuh tahun, mungkin aku sudah menangis melihat ekspresinya.” batin Mu Chen Xiao yang merasa tertegun sekaligus heran setelah ia melihat Su Lingyu yang tampaknya begitu tergila-gila pada Zhao Bingyan.


"Anak kecil! Katakan, dimana Yan'er sayang sekarang ini?" Ucap Su Lingyu dengan nada mengerikan sehingga membuat siapapun yang mendengarnya merasa ketakutan setengah mati.


”Apakah dia orang yang terlalu fanatisme terhadap Zhao Bingyan?” batin Mu Chen Xiao yang merasa heran. "... Tapi sebelum itu, bisakah nona mengatakan siapa sebenarnya nona ini? Mengapa nona begitu tergila-gila pada Guru besar?" Ucap Mu Chen Xiao kembali.

__ADS_1


Setelah ia mendengar pertanyaan tersebut, Su Lingyu tiba-tiba saja terdiam untuk beberapa saat dan melepaskan kedua tangannya yang sebelumnya telah menyakiti pundak Mu Chen Xiao. "Sebenarnya, aku adalah Gurunya. Saat itu, aku dan Yan'er bertemu di sungai Rongye." Jawab Su Lingyu yang berhasil membuat Mu Chen Xiao sangat terkejut dan tidak percaya mendengarnya.


"J—jadi, nona adalah Gurunya?" Tanya Mu Chen Xiao dengan sedikit ragu padanya.


"Sebenarnya, aku ini adalah Su Lingyu, Guru dari Yan'er. Aku bertemu dengannya tujuh belas tahun lalu ketika usianya enam tahun." Jawab Su Lingyu.


”Hah? Tujuh belas tahun lalu?! Itu berarti, usianya saat ini adalah dua puluh tiga tahun? Lalu, jika diselisihkan dengan usia bocah Wei Lu, keduanya berbeda lima belas tahun?! Jauh sekali perbandingannya!” teriak Mu Chen Xiao dalam benaknya setelah dia mengetahui usia Zhao Bingyan yang sebenarnya. "Nona Su, belum lama ini aku, Mu Chen Xiao, telah menjadi murid dari Guru besar Zhao Bingyan. Tapi, aku sama sekali belum mengerti sifat aslinya. Aku pikir, dengan bertanya pada leluhur Sungai, itu tidak akan membuktikan semuanya. Jadi, apa Nona Su bisa menjelaskannya karena nona Su adalah Gurunya?" Ucap Mu Chen Xiao.


Su Lingyu tiba-tiba saja menatapnya dengan dingin ketika dia menyebut leluhur Sungai. "Apa yang dilakukan kedua sarden itu pada Yan'er sayangku?!" Tanya Su Lingyu dengan nada yang cukup mengerikan karena sikapnya yang sangat membenci arwah sungai.


Melihat Su Lingyu yang tiba-tiba saja bersikap mengerikan padanya, membuat Mu Chen Xiao merasa canggung untuk berbicara dengannya. "Eee,... Mereka hanya menceritakannya saja dan tidak pernah melakukan apapun padanya." Jawab Mu Chen Xiao.


Su Lingyu mendengus dan menatapnya dengan ekspresi terkejut. "... Huh! Ternyata begitu ya? Jadi, Yan'er masih baik-baik saja." Ucap Su Lingyu sambil menunduk setelah dia mengatakannya. "... Sebenarnya, Yan'er memiliki tubuh yang begitu lemah dan dantian yang cacat. Dia tidak memiliki kemungkinan untuk berkultivasi selayaknya. Saat aku bertemu dengannya ketika usianya masih berumur enam tahun, aku menyelamatkannya dari ratusan hantu liar yang berusaha untuk memakannya. Lalu, dia sangat berterima kasih padaku dan memintaku untuk menjadi Gurunya. Aku sering mengajarinya di sungai Rongye bersama dengan sarden-sarden itu meskipun harus ada kekerasan saat pelatihannya dimulai. Karena mengingat masa lalu yang begitu mengerikan, aku selalu takut untuk menemuinya. Jadi, aku bersembunyi di sini."


"Ibunya tidak pernah memperhatikannya dan Ayahnya pun juga tidak pernah mempedulikannya karena dia tidak bisa berkultivasi dengan baik. Aku juga pernah membuat banyak luka dalam dirinya hingga membuatnya menjadi seperti itu. Dia bahkan sudah membunuh lima keluarga besar termasuk keluarga Mu enam tahun lalu dan sejak dulu, dia sudah membunuhmu, Mu Chen Xiao." Jawab Su Lingyu sambil menunjukkan sisi menyeramkannya pada Mu Chen Xiao.


...~ Chaos System ~...


...~ Chapter 44 ~...


"Cih! Orang aneh mana yang mau tinggal di tempat kumuh seperti ini?! Bikin jijik saja!" Ucap Yan Fengying setelah ia memasuki lembah Dao Xun yang terasa lembab dan memiliki banyak mayat-mayat yang mati secara tidak wajar.

__ADS_1


"Berhentilah berbicara dan mulai saja mencari keberadaan hantunya. Mereka pasti ada di dekatmu!" Ucap Zhao Bingyan sambil menjungkirbalikkan beberapa bebatuan besar yang menutupi jalannya.


"Jadi,... Ini adalah reruntuhan istana raja pertama Xingyue? Terlihat lebih menyeramkan dibandingkan dengan cerita yang beredar." Ucap Yun Qing sambil menatap sekitar yang tampak gelap dari sudut ke sudut.


"Huh! Apa orang seperti mu sangat malas untuk membaca buku dan memilih untuk menguping saja?!" Jiao Biao mencibir ketika ia mendengar Yun Qing yang berbicara. "Raja pertama Xingyue terkenal dengan kebengisannya dan perasaan serakah yang menyelimuti istananya. Itu sebabnya, langit mengutuk istananya sehingga menjadi gelap gulita seperti ini."


”Aku ingin dia cepat-cepat mati!” batin Yun Qing yang menahan kesal.


"Berhenti!" Ucap Zhao Bingyan kembali. "... Ada sekitar tiga ratus hantu yang berada di sekitar kalian. Semuanya, berhati-hatilah! Saat ini, kita berada di sarang mereka."


Mendengar ucapan dari Zhao Bingyan, membuat para mereka menjadi waspada dan mulai memperhatikan sekeliling mereka. Dan tidak lama setelahnya, muncul sesosok hantu yang tiba-tiba saja ada di hadapan wajah mereka!


Sementara ini, keadaan yang terjadi di tempat lain. Suasana di sana semakin dingin saja semenjak Su Lingyu menunjukkan kekuatan aslinya. Angin kencang juga turut mendramatisir suasana, begitupun dengan para hantu yang muncul dari dalam tanah.


”Kenapa dia tiba-tiba ingin membunuhku?!” batin Mu Chen Xiao sambil menahan angin yang mencoba untuk menjatuhkannya ke dalam sebuah lubang besar yang ada di belakangnya. "Kenapa kau ingin membunuhku?! Aku sama sekali tidak berbuat kesalahan apapun." Ucap Mu Chen Xiao.


Su Lingyu menyeringai dan wajahnya tersenyum jahat padanya. "Kau memang tidak melakukan kesalahan apapun. Akan tetapi sejak dulu, aku sangat membenci keluarga 'Mu'!" Ucap Su Lingyu dengan ekspresi yang sama.


Lalu yang terjadi berikutnya, seombak tanah yang bercampur dengan mayat-mayat manusia, tiba-tiba saja mendatanginya dan akan menguburnya jika ia tidak segera pergi dari sana. Dan begitupun dengan tebing-tebing tinggi yang berada di sisi kanan dan kirinya, mereka seolah-olah tidak berhenti mengawasinya dan mereka pun juga menjatuhkan sebagian besar dari bebatuan yang berada di atasnya!


”Cih! Aku benar-benar dalam masalah sekarang!” batin Mu Chen Xiao yang mencoba untuk mencari jalan keluar dari tempat tersebut.

__ADS_1


"Tidak perlu mengurusi mayat mu sendiri. Akulah yang akan menguburmu hidup-hidup, Mu Chou Ran atau bisa aku panggil Mu Chen Xiao!"


__ADS_2