
Langkah seekor kuda jantan berlari melewati beberapa genangan dan derasnya air hujan yang saat itu terjadi. Zhao Wei Lu yang mengejar keberadaan Zhao Bingyan, terus dikejutkan dengan pemandangan yang tak biasa.
Beberapa tumpukan mayat dari orang-orang yang divonis bersalah telah bergelimpangan dimana-mana bahkan seluruh tempat yang dilaluinya telah dipenuhi dengan genangan darah!
"Dia sudah keterlaluan! Kalau begini terus tidak akan ada yang bisa menghentikannya!" Gumam Zhao Wei Lu saat ia menerobos derasnya air hujan yang menusuk kepalanya dan membuat laju kudanya semakin melambat.
Lalu, saat kudanya sedang berlari. Mereka berdua sama sekali tidak menyadari bahwa yang ada di bawah kaki mereka masih terdapat beberapa mayat manusia yang tertinggal di sana. Dan tidak lama setelahnya, kuda hitamnya menabrak sebuah mayat hingga membuatnya terlempar keluar dari lajunya.
Zhao Wei Lu yang mendarat di atas tanah, merasakan adanya sesuatu hal aneh yang ada di bawah tangannya saat ia berada tepat di atas genangan air yang membasahinya. Lalu, tidak lama setelahnya ia pun tanpa sengaja memegang sebuah benda yang ternyata benda tersebut adalah sebuah tangan manusia!
Zhao Wei Lu yang terkejut akan hal itu, langsung melempar jauh tangan tersebut dan memperhatikan sekitar.
Genangan yang sebelumnya dikira sebagai air ternyata genangan ini adalah segumpal darah yang berasal dari para penduduk desa yang tidak bersalah!
Seketika pakaian Zhao Wei Lu menjadi berdarah-darah dan wajahnya pun tidak lepas dari darah yang melekat. Ia sangat terkejut dan dengan perlahan ia berjalan menjauhi mayat-mayat yang ada di hadapannya.
"Ck! Apa yang sedang dia pikirkan saat ini?! Apakah dia benar-benar akan menjadi satu-satunya penjahat di sini?!" Gumam Zhao Wei Lu dengan kesal dan merasa sangat ingin menampar wajah Zhao Bingyan yang telah menyusahkannya padahal ia hanya ingin membawanya pulang ke sekte.
Setelah ia selesai memperhatikan mereka semua, ia pun kembali menaiki kudanya dan bergerak mengikuti hawa kekuatan spiritual milik Zhao Bingyan yang masih terasa hingga saat ini.
Di waktu bersamaan, saat Zhao Bingyan telah menyelesaikan beberapa orang yang sempat menghalanginya dan menghabisi mereka semua. Sakit kepala yang dirasakannya semakin terasa dan bisikan wanita jahat itu terus saja mempengaruhinya dengan hal hal yang aneh.
"Berhentilah menghantuiku! Pergi!" Teriak Zhao Bingyan sambil mencengkram kepalanya yang terasa sakit dan telinga yang tidak bisa mendengar apapun selain bisikan wanita tadi.
Karena tak tahan mendengarnya, ia pun akhirnya terjatuh dari atas kudanya dengan kedua tangan yang masih memegang kuat kepalanya yang sakit. Wanita itu selalu saja membisikkannya tentang hal buruk dan menyuruhnya untuk menghabisi siapa saja yang muncul di hadapannya.
Orang ini benar-benar telah merusak dirinya!
Lalu, tidak lama setelahnya malam pun tiba dan suasana di dalam hutan semakin gelap. Tak ada seorangpun yang bisa menyadarkannya kembali. Dan bahkan Zhao Wei Lu masih berada jauh di belakangnya. Ia pun semakin bingung karena ia hanya melihat bayangan hitam dan kuda putihnya yang sedang memakan rerumputan kering di sana.
__ADS_1
”Tenang saja, Yan'er! Aku tidak akan menyalahkanmu.” ucap seorang wanita yang sudah sejak tadi mengganggu pikirannya bahkan sampai membuatnya terpojok dan tidak bisa melakukan apapun.
"Berhentilah menghantuiku! Memangnya apa kesalahan yang aku lakukan?!" Teriak Zhao Bingyan sambil memukul-mukul udara.
”Mengapa kau tidak melakukan apa yang pernah kau katakan? Siapa orang yang telah kau lupakan hingga seperti ini?” ucap wanita itu kembali dan kali ini, ia menunjukkan dirinya sedang memeluk leher Zhao Bingyan dari belakang.
Wanita itu memiliki wajah yang sangat mengerikan. Kedua bola matanya berwarna hitam dengan darah yang mengalir di bawah kelopak matanya dan juga di bawah bibirnya. Seluruh kulitnya pucat dan hanfu merah muda yang dikenakannya benar-benar sudah berlumuran dengan darah.
"Ayolah Yan'er! Kau tidak melupakan seseorang 'kan? Menurutmu apa yang membuatku melakukan ini?” tanya wanita itu yang membisikkannya di telinga Zhao Bingyan.
"Kau ingin aku melakukan apa?" Tanya Zhao Bingyan kembali.
”Bunuh seseorang yang telah membuatmu seperti ini.” bisik wanita itu kembali.
"Bunuh orang yang telah membuatku seperti ini?"
"Tentu saja. Akan ku bunuh anak itu."
...~ Chaos System ~...
...~ Chapter 133 ~...
Beberapa orang telah berdiri di depan singgasana Zhao Yuan yang ada di paviliun Yong'an. Mereka semua datang karena perintah dari Zhao Yuan yang akan memberikan tugas kecil untuk mereka. Orang-orang itu di antaranya, Yun Shan Feng, Bai Qing Yu dan Ying Tian. Ketiganya berada di tingkat yang berbeda-beda. Namun, karena Yun Shan Feng berada lebih tinggi dari kedua rekannya, ia pun terpilih sebagai pemimpin mereka.
"Aku ingin kalian mencari keberadaan Guru besar Zhao dan Zhao Wei Lu. Mereka sudah pergi sejak kemarin namun, tidak juga kembali hingga sekarang. Mereka sama sekali tidak memberitahu kemana mereka akan pergi tapi, aku memiliki firasat buruk untuk mereka berdua." Jelas Zhao Yuan sambil mengaduk aduk cangkirnya.
"Master Yuan! Apakah Anda tidak mengetahui apa yang membuat Guru besar Zhao berbeda selama dua tahun ini?" Tanya Bai Qing Yu dengan wajah yang terlihat sedang mengkhawatirkan mereka berdua.
Zhao Yuan menghela nafasnya dan menjawab, "Aku tidak tahu apa yang membuatnya seperti itu."
__ADS_1
"Tapi, dia juga telah melupakan Mu Chen Xiao padahal dia sendiri yang mengangkatnya sebagai murid!" Celetuk Bai Qing Yu kembali.
"Haah,... Jangan tanyakan hal itu padaku." Keluh Zhao Yuan yang tampak kelelahan. "... Tapi, mungkin saja saat ini Guru besar Zhao telah berencana untuk membunuh Mu Chen Xiao saat mereka telah bertemu. Karena itu, cobalah untuk menghentikannya agar ia tidak melakukan banyak kesalahan di luar sana."
Ketiganya pun terdiam selama beberapa saat dan hanya membungkukkan badannya ke arah Zhao Yuan sebelum akhirnya mereka mengerti dan pergi dari tempat tersebut.
Hal sama yang membuatnya menduga bahwa Zhao Bingyan akan membunuh banyak orang, sepertinya hal itu akan terjadi pada Zhao Wei Lu yang sedang mengejarnya.
Zhao Wei Lu yang terus berjalan bahkan sampai tidak tidur semalaman, terus mencari keberadaan Zhao Bingyan sampai akhirnya mereka berdua bertemu di dalam sebuah desa mati yang terlihat kumuh dan sudah tidak ditempati lagi selama bertahun-tahun.
"Kemana kau akan pergi? Berhenti di sana!" Bentak Zhao Wei Lu pada Zhao Bingyan yang telah berada di depannya.
Tidak lama setelah ia mendengar suaranya, Zhao Bingyan akhirnya menghentikan laju kudanya dan menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang telah menghentikannya di titik ini.
"Oh! Ternyata adikku yang meresahkan, Zhao Wei Lu. Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Zhao Bingyan setelah ia sepenuhnya berbalik ke arah Zhao Wei Lu yang ada di belakangnya.
Zhao Wei Lu menatap jengkel dan menjawab, "Kembalilah! Semua murid sedang mengkhawatirkanmu!"
Mendengar hal itu, Zhao Bingyan malah tertawa lepas dan berakhir dengan senyum seringai yang ditunjukkan padanya.
"Apanya yang lucu?!" Tanya Zhao Wei Lu dengan kesal dan ekspresi marah yang mulai terlihat.
"Apakah kau pikir, kau bisa menghalangiku? Memangnya kau siapa? Apakah kau memiliki hak untuk menghalangiku melakukan apa saja yang aku inginkan?" Tanya Zhao Bingyan dengan wajah dingin dan mengerikan.
Zhao Wei Lu menggertakan giginya karena ia sangat tidak menyukai sikap Zhao Bingyan yang sekarang ini.
"Kalau begitu, aku akan membuatmu kembali bagaimanapun caranya!" Bentak Zhao Wei Lu yang memunculkan kembali pedang yang menggantung di sabuk kirinya, meskipun ia tahu bahwa Zhao Bingyan bukanlah lawan yang sepadan dengannya.
Zhao Bingyan tersenyum seringai dan menunjukkan tatapan sinis padanya. "... Adikku yang malang karena harus hidup tanpa pelukan Ibunya. Apakah kau pikir aku tidak bisa melawanmu bahkan sampai membunuh mu?" Ucap Zhao Bingyan sambil menunjukkan pedangnya yang telah berlumur darah.
__ADS_1