Chaos System

Chaos System
Chapter. 120 - Bangsa Taoyi


__ADS_3

Setelah beberapa jam mereka terus menunggangi kuda dan akhirnya sampai di Gurun. Mereka menemukan sebuah tebing batu yang memiliki sebuah gua besar di bawahnya. Karena itulah setelah selama dua jam mereka terus menunggangi kudanya, Zhao Bingyan memperbolehkan para pasukannya untuk beristirahat di dalam gua tersebut.


"Kita akan bergerak sore nanti. Kalian semua beristirahatlah sejenak selagi masih berada di sini." Ucap Zhao Bingyan pada seluruh pasukan Istana dan beberapa murid Sekte lainnya.


Mu Chen Xiao yang berada di dalam gua tersebut, begitu memperhatikan dinding bebatuan yang sepertinya membentuk sebuah gambar yang belum diketahui apa artinya. Terdapat beberapa simbol dan tulisan yang terbentuk pada dinding batu tersebut.


”Apakah ini adalah aksara Cina zaman kuno? Aku pernah mempelajari sedikit tentang sastra kuno saat masih kuliah. Hmm,... Kira-kira apa yang mereka tuliskan di sini?” gumam Mu Chen Xiao yang memperhatikan.


Karena saat itu keadaan dalam gua cukup gelap, ia pun mengeluarkan sebuah api yang muncul dari telapak tangannya dan mantra ini adalah mantra dasar yang sudah bisa dilakukannya saat usianya delapan tahun.


Tulisan tersebut menceritakan tentang kejadian yang pernah terjadi dua ratus tahun lalu saat keempat Raja Xingyue masih hidup. Mereka menceritakan tentang kekejaman mereka dan karena itulah beberapa orang bersembunyi di dalam gua untuk menghindari kekejaman tersebut.


"Ini adalah tulisan milik bangsa Taoyi dua ratus tahun lalu!" Gumam Mu Chen Xiao dengan ekspresi terkejut setelah ia memperhatikan bentuk dari tulisan tersebut.


Sebelum negara Yong Fei terbentuk, ada sebuah bangsa yang bernama bangsa Taoyi. Mereka adalah kumpulan orang-orang yang menguasai gurun Gobi selama ratusan tahun sebelum akhirnya, raja keempat Xingyue bernama Yang Yixuan datang dan menguasai seluruh wilayah mereka.


Yang Yixuan membunuh seluruh bangsa Taoyi lalu, sebagian dari mereka yang selamat bersembunyi di tempat ini. Awalnya bangsa Taoyi ingin meminta bantuan pada negara lain akan tetapi, mereka juga bernasib sama dengan mereka.


”Ternyata sampai sekarang dendam mereka masih tetap ada. Jika raja Xingyue pertama adalah Mu Quan Shi, Raja yang kedua adalah Mo Qin Yao dan keempat adalah Yang Yixuan. Lalu, siapa yang menjadi raja ketiga?” batin Mu Chen Xiao yang memikirkannya.


Ketika ia sedang berfokus pada dinding batu tersebut, seseorang dari belakang tiba-tiba saja menepuk pundaknya dan membuat Mu Chen Xiao langsung menoleh ke arah orang tersebut.


"Apa yang sedang Xiao'er lakukan di sini? Apakah kau tidak tidur?" Tanya Zhao Bingyan yang membuat Mu Chen Xiao terdiam sejenak.

__ADS_1


"Tidak. Karena pelatihan yang dilakukan oleh Guru Hao, aku lebih terbiasa tidak tidur dalam sehari atau tiga." Jawab Mu Chen Xiao.


"Lalu, apa yang sedang Xiao'er lakukan sekarang?"


"Sebenarnya, ada sebuah tulisan yang membuatku penasaran. Tulisan ini adalah tulisan yang digunakan oleh bangsa Taoyi dua ratus tahun lalu." Jawab Mu Chen Xiao sambil menunjukkan tulisan tersebut pada Zhao Bingyan.


Zhao Bingyan yang merasa tertarik dengan hal itu, langsung mendekat dan memperhatikan dinding tersebut. Terdapat sebuah tulisan dengan simbol yang ditulis berulang kali. Bisa dibilang kalau ini memang adalah tulisan yang digunakan oleh bangsa Taoyi dua ratus tahun lalu saat mereka berperang melawan Yang Yixuan.


"Apakah Xiao'er mengerti apa isi tulisan ini?" Tanya Zhao Bingyan yang tampaknya tidak mengerti dengan tulisan tersebut.


Mu Chen Xiao sedikit tertawa mengejek saat mendengar Zhao Bingyan bertanya tentang hal itu padanya. Aku pikir dia bisa lebih pintar dariku.


"Sebenarnya aku pernah mempelajarinya sedikit." Jawab Mu Chen Xiao dengan senyum mengejeknya. "... Bangsa Taoyi memiliki dendam mendalam pada raja keempat Xingyue bahkan sampai tubuh mereka hancur. Bangsa Taoyi memiliki banyak Kultivator di tingkat yang berbeda-beda akan tetapi, mereka semua hancur semenjak mereka kedatangan Yang Yixuan. Lalu, mereka bersumpah akan menghancurkan seluruh keturunan raja Xingyue dan para pasukannya."


"Ehh,... Aku tidak tahu. Aku hanya membacanya sedikit dan sisanya aku tidak tahu apa artinya." Jawab Mu Chen Xiao dengan canggung setelah ia tidak bisa menjawabnya.


"Kau lumayan juga Mu Chen Xiao. Jarang sekali ada seseorang yang mampu mempelajari bahasa Taoyi semudah itu." Ucap Shang Ren yang tiba-tiba saja muncul di sebelahnya.


"G-Guru besar Shang Ren? Mengapa Anda juga ada di sini?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia terkejut melihat keberadaan Shang Ren di sebelah kanannya.


"Aku akan membantumu untuk membaca seluruh tulisan ini." Ucap Shang Ren saat ia memperhatikan tulisan tersebut. "... Bangsa Taoyi membuat tulisan ini bukan untuk menakut-nakuti para keturunan raja Xingyue dua ratus tahun lalu. Akan tetapi, tulisan ini dibuat untuk menghormati pada Kultivator negeri gurun yang harus mati demi melindungi mereka. Dan laba-laba Youdu dari kota Luoyang adalah perwujudan dari dendam bangsa Taoyi."


”Laba-laba Youdu? Rasanya aku teringat pada seseorang.” batin Mu Chen Xiao yang seketika teringat pada Lian Luo yang pernah menusuknya dengan racun dari laba-laba tersebut.

__ADS_1


"Aku dengar Yang Yixuan memiliki kemampuan yang berbeda dari ketiga raja lainnya. Meskipun dia berada di urutan keempat, orang itu mampu berpindah dimensi dalam sekejap dan bahkan bisa memindahkan ribuan orang sekaligus. Itulah yang menjadi penyebab mengapa ada beberapa orang yang mampu menggunakan mantra teleportasi namun, mereka tidak bisa memindahkan ribuan orang seperti Yang Yixuan." Jelas Zhao Bingyan yang ingat dengan keadaan bangsa Taoyi saat seseorang telah menceritakan semua padanya.


"Jika dia adalah raja Xingyue keempat lalu, siapa yang ada di posisi ketiga?" Tanya Mu Chen Xiao yang memecahkan keheningan di antara ketiganya.


Zhao Bingyan dan Shang Ren terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya, Zhao Bingyan menjawab, "Dia berhasil dibunuh. Akan tetapi, mayatnya tidak berhasil ditemukan oleh mereka."


Ketika beberapa orang sedang terdiam di tempatnya masing-masing, suara hentakan kaki yang bukan berasal dari para pasukan dan murid Sekte lainnya dengan perlahan terdengar. Meskipun suaranya terdengar sangat pelan, Zhao Bingyan mampu mengetahui bahwa ada orang asing yang sedang mengawasi mereka.


Begitu ia mendengar suara tersebut, Zhao Bingyan langsung melemparkan sebuah bola api kecil yang mengarah pada orang tersebut. Dan betapa terkejutnya orang itu ketika ia melihat sihir yang dilakukan oleh Zhao Bingyan terhadapnya sehingga hal itu membuatnya terlihat panik dan langsung berteriak keras.


"Sang abadi! Maafkan kami!" Ucap ketiga orang tersebut yang langsung berlutut di hadapan Zhao Bingyan.


Dilihat dari pakaian mereka, sepertinya orang ini bukanlah orang dari negara Yong Fei. Mereka pasti hanya sekelompok pedagang yang melakukan hal sama dengan mereka.


"Siapa kalian ini?" Tanya Zhao Bingyan dengan ekspresi yang terlihat dingin.


"Seharusnya kami yang bertanya. Mengapa kalian tiba-tiba saja muncul di tempat kami?!" Ucap salah seorang remaja laki-laki yang berjalan di belakang ketiga orang tadi. "... Kami ini hanyalah sekelompok pedagang yang sedang mencari perlindungan."


Seorang remaja laki-laki yang berumur lima belas tahun, memberikan mereka tatapan dingin karena tidak terima jika mereka terus berada di tempat persembunyian para pedagang-pedagang ini.


"A-Ling! Kau jangan terlalu galak seperti itu. Mereka juga terlihat lelah sama seperti kita." Ucap seorang kakek tua yang berlari menuju remaja lima belas tahun tadi. "... Tolong maafkan sifat keras kepalanya. A-Ling hanya merasa tertekan saja saat ini." Lanjut kakek tua tadi.


"Memangnya kenapa dia bisa tertekan seperti itu? Apa yang terjadi di luar sana?" Tanya Mu Chen Xiao yang menyela pembicaraan.

__ADS_1


Kakek tua tadi tampak ragu untuk menjawabnya. Lalu, tidak lama setelahnya ia menjawab, "Kami takut Yong Fei dan Luoyang akan berperang lagi."


__ADS_2