
Kediaman keluarga 'Mu' saat ini berada cukup jauh dari keramaian kota Jiangyan. Kediaman itu terlihat sangat besar dan memiliki taman-taman besar di dalamnya. Di sekelilingnya, terdapat beberapa tanaman bambu juga beberapa pohon-pohon hijau yang dulunya memiliki daun yang sangat lebat dan terlihat indah jika seseorang melihatnya di pagi hari. Namun setelah penyerangan enam tahun lalu, kediaman Mu menjadi kacau balau dengan adanya beberapa bangunan rumah yang runtuh dan juga belahan tanah yang memunculkan tetesan air dari dalam, membuat orang-orang di kota Jiangyan merasa khawatir dengan kemunculan hantu-hantu yang biasa tinggal di tempat seperti itu.
Setelah ia menahan rasa perih di kepalanya ketika ia melewati pemakaman keluarga Mu, ia akhirnya sampai di gerbang depan kediaman mereka yang sudah tampak tanaman liar yang tumbuh keluar dari dalam dinding dan tiang bangunan tersebut. Terlihat juga kepulan asap yang muncul karena salah satu bangunan yang ada di dalam gerbang ini telah hancur akibat sebuah pertarungan tunggal yang belum diketahui siapa yang melakukannya.
Pemandangan ini tentunya terlihat sangat tidak beres dan karena hal itu membuat Mu Chen Xiao langsung berusaha untuk membuka pintu gerbang kediamannya yang terbuat dari besi dan baja yang sangat keras dan berat.
”... Mereka ini benar-benar boros! Jika hanya membangun sebuah pintu gerbang saja, seharusnya mereka bisa menggunakan kayu atau benda ringan lainnya. Akan tetapi, membuat pintu gerbang dengan menggunakan besi dan baja, rasanya tidak ada seorangpun yang bisa membukanya jika ia melakukannya sendiri!” batin Mu Chen Xiao sambil terus mencoba untuk membuka pintu gerbang tersebut dengan sekuat tenaga.
Tidak lama setelah ia terus mencobanya, pintu besi tersebut akhirnya terbuka dengan sendirinya ketika ia berhasil membukanya sedikit seperti ada seseorang yang sengaja membukakan pintunya dari dalam. "Bagaimana bisa? Aku pikir aku perlu membukanya dengan lebar." Tanya Mu Chen Xiao karena merasa heran dengan pintu besi yang ada di depannya.
Lun Quo langsung menjawab, "Waktunya sangat tidak cukup untuk bertanya. Aku merasa di depan sana, pertarungan sudah selesai dan sepertinya ada seseorang yang tertimbun material-material bangunan."
"Lalu, dimana dia sekarang?" Tanya Mu Chen Xiao kembali.
"Dia ada di tempat dimana dulunya Mu Chou Ran berada." Jawab Lun Quo yang langsung mengarahkan Mu Chen Xiao untuk terus mengikutinya ke tempat tujuan mereka berada.
Dan setelah mereka melewati beberapa bebatuan besar yang jatuh akibat beberapa bangunan yang runtuh juga dengan timbunan kayu yang sebelumnya mereka gunakan untuk membangun sebuah rumah kecil. Lun Quo akhirnya berhasil menemukan sebuah tumpukan material-material bangunan yang baru saja hancur akibat sebuah serangan besar-besaran.
"Dia ada di dalam sana. Mungkin sebaiknya kau langsung menggalinya dan menemukan tubuhnya." Ucap Lun Quo sambil menunjuk ke arah tumpukan kayu tersebut.
"Hah? Lalu bagaimana denganmu? Kau tidak ikut membantu?"
Untuk memberitahukannya, Lun Quo mengambil sebuah batu kerikil yang ada di bawahnya dan yang terjadi kemudian adalah batu kerikil yang langsung saja jatuh menembus tangannya ketika Lun Quo berusaha untuk memegangnya. "Aku ini adalah arwah yang tidak berbentuk dan menembus segala benda yang ada di sekitarku." Jelas Lun Quo karena ia tidak ingin berusaha keras untuk menggali material besar bangunan seperti ini.
__ADS_1
”Kenapa aku malah mengajaknya untuk pergi bersamaku?” batin Mu Chen Xiao sambil menoleh ke arah lain. "... Ya, iya. Aku tahu kau tidak ingin membantuku. Sebaiknya aku gali sendiri saja!" Ucap Mu Chen Xiao yang langsung mengambil dan menggali material-material bangunan yang telah mengubur seseorang di dalamnya.
Mu Chen Xiao terus menggali menggunakan kedua tangannya yang tampak sudah memerah ketika sudah tiga puluh menit ia melakukan ini. Namun, ia benar-benar menolak untuk beristirahat karena ia tahu kalau orang yang sekarang ini sedang terkubur, pasti berharap akan ada yang menggalinya suatu saat nanti.
Dan beberapa saat setelah ia terus menggali, Mu Chen Xiao menemukan sebuah tangan kecil yang ukurannya lebih besar dari miliknya dan ia hanya bisa mengira kalau orang ini sekarang baru berusia sepuluh tahun. ”Apakah ini adalah tangan laki-laki atau perempuan? Mengapa dia bisa ada di sini dan menghancurkan semua bangunan-bangunan yang sudah dibangun dengan sangat rapi?" Gumam Mu Chen Xiao yang beristirahat sebentar lalu ia pun kembali menggali.
"Dia mungkin juga mengincar pedang milik Mu Chou Ran. Tidak heran jika hawa kekuatan di sini awalnya terasa sangat dingin sampai kau datang kemari." Jawab Lun Quo.
Ia semakin menggali lebih dalam dan menemukan sebuah lencana milik keluarga Zhang yang biasa dipakai oleh orang-orang bangsawan di istana. Dan di baliknya, terdapat sebuah nama yang bertuliskan Pangeran ketujuh 'Xiuzhen'.
Setelah ia melihat lencana tersebut, Mu Chen Xiao semakin menggali lebih dalam lagi sampai-sampai ia tidak mengetahui kalau ada sebuah pedang yang telah patah dan sekarang ini telah menusuk telapak tangannya.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Lun Quo sebelah ia tahu kalau tangan kanan Mu Chen Xiao telah terluka.
”... Dia adalah seorang anak laki-laki. Dari nama keluarganya, sepertinya ia adalah anak dari Kaisar dan Permaisuri. Akan tetapi, mengapa tidak ada seorangpun prajurit yang menjaganya?” batin Mu Chen Xiao sambil melihat sekeliling setelah ia berhasil mengeluarkan Zhang Xiuzhen dari tumpukan bangunan tersebut.
"Waktunya tidak akan cukup jika kita mengembalikannya ke Istana. Mungkin, membawanya ke pegunungan Jinya adalah pilihan terbaik." Jelas Lun Quo.
Tanpa perlu memikirkannya kembali, Mu Chen Xiao segera membawa Zhang Xiuzhen menuju pegunungan Jinya. Wajahnya terlihat menahan berat badan Zhang Xiuzhen yang ukurannya dua kali lipat dari miliknya. Aku tidak percaya harus melakukan ini sendiri! Bisa-bisa aku tidak tinggi-tinggi jika harus menggendong orang kerajaan ini menuju pegunungan!
[[ Sistem mendeteksi adanya kesulitan ]]
[[ Apakah Anda ingin menukar -1000 poin dengan kualitas tulang tingkat Young Master level lima? ]]
__ADS_1
[[ Hanya berlaku selama satu jam ]]
"Kenapa harus bertanya? Lakukan saja!"
[[ Poin dikurangi -1000 ]]
[[ Sisa poin akhir +2000 ]]
[[ Kualitas tulang level lima ]]
[[ Waktu tersisa 00.59.58 ]]
Setelah ia menukarnya, Mu Chen Xiao mulai merasa ada yang sangat berbeda darinya. Ia tidak merasa keberatan ketika sedang membawa Zhang Xiuzhen di belakang punggungnya. Ia juga merasa jauh lebih ringan dari sebelumnya. Ini benar-benar kualitas tulang yang sangat bagus! Padahal hanya kualitas tulang Young Master level lima tapi, kemampuannya hampir setara dengan Young Master level sembilan.
"Aku harus membawanya pergi sebelum waktunya habis!"
[[ Waktu tersisa 00.59.50 ]]
Sementara ini, di salah satu atap rumah kediaman keluarga yang saat ini masih berdiri dengan kokoh. Seorang wanita yang sebelumnya telah menyerang Zhang Xiuzhen hingga menghancurkan semua yang ada di sana, sedang berdiri bersama seorang laki-laki yang berpakaian hitam dan memiliki bola mata yang berwarna merah kehitaman.
"Kau tidak membunuh penyusup kecil yang berusaha untuk mencuri pedang milik ku?"
"Maaf, Tuan. Aku telah lalai karena tidak langsung membunuh penyusup kecil itu. Aku pasti akan menjaga pedang Yin Shu sampai aku menemukan pemilik yang seharusnya." Ucap wanita tersebut dengan merendah di hadapan seorang laki-laki yang saat ini sedang menunjukkan tatapan dinginnya.
__ADS_1
Laki-laki hitam ini kemudian mendengus dan bertanya pada dirinya sendiri, "Sudah enam tahun aku tidak menunjukkan wujud asliku di hadapan semua orang. Kira-kira, apa yang akan terjadi jika aku menunjukkan diriku sendiri di hadapan mereka? Aku sangat penasaran bagaimana ekspresi ketakutan mereka yang telah hilang enam tahun lalu." Ucapnya yang setelah itu kembali menyeringai ketika ia mulai mengingat-ingat kejadian yang terjadi beberapa tahun yang lalu.