
"Sudah sejak kemarin dia seperti ini. Benar-benar tidak berguna dan tidak berdaya di musim ini. Apakah itu yang mereka maksud dengan kekuatan istimewa?" Pikir Mu Chen Xiao setelah ia berada di rumah yang tidak diketahui olehnya dan masih bersama dengan Zhao Bingyan yang masih berada di atas kasurnya.
Setelah ia merasa keadaan Zhao Bingyan bisa dikatakan baik-baik saja. Mu Chen Xiao segera berjalan keluar dan ia langsung disuguhkan dengan pemandangan pohon-pohon besar yang tertutupi salju dan tidak ada jalan keluar di sana.
”Beneran penculikan?!” batin Mu Chen Xiao yang merasa dirinya telah tersambar petir yang cukup hebat setelah ia tidak tahu bagaimana cara ia bisa keluar dari hutan ini. "... Sebenarnya apa tujuan Shang Ren melakukan semua ini?! Apakah dia senang melihatku sengsara seperti ini? Mengapa semuanya malah di luar rencana?!"
[[ Kualitas kebodohan Anda meningkat 10%]]
[[ Sistem akan mengurangi poin Anda -50 ]]
"GOB BLOK KAU!" teriak Mu Chen Xiao yang langsung melemparkan sebuah batu kerikil ke arah layar monitor yang muncul di depannya. Namun, batu kerikil itu bisa menembusnya sehingga membuat batu tersebut malah mengenai sebuah pohon hingga muncul sebuah lubang berukuran sedang pada pohon tersebut.
"Adik Xiao! Kau kah itu?" Tanya wujud sebuah bayangan hitam tak berbentuk yang muncul dari balik semak-semak bersalju dan sekarang ini telah berjalan ke arahnya.
"Ah! Lun Quo!" Seru Mu Chen Xiao setelah ia mengetahui kalau bayangan hitam yang sekarang ini muncul di hadapannya adalah arwah pegunungan Jinya, sebuah syair yang sangat dibenci penduduk.
"Apa yang adik Xiao lakukan di sini? Tempat ini sangat jauh dari kota Xuanzhou." Tanya Lun Quo yang merasa heran setelah melihat Mu Chen Xiao tiba-tiba saja berada di tempat yang belum diketahui olehnya sendiri.
"Itulah yang ingin aku tanyakan. Sebenarnya ini di mana?"
"Ini adalah pegunungan Qunya. Di tempat ini hanya ada arwah-arwah yang alirannya sangat berbeda dengan arwah yang ada di pegunungan Jinya. Aliran di sini bisa disebut sebagai aliran hitam. Mereka yang ingin kuat secara instan, bisa pergi ke tempat ini dan berguru pada salah satu arwah yang berada di tempat ini."
"Hah? Lalu kenapa guru besar tidak membawaku kemari agar aku bisa berkultivasi dengan cepat?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia merasa terkejut mendengarnya.
__ADS_1
"Tidak! Itu adalah kesalahan terburuk!" Lun Quo langsung menjawab dan menjelaskan, "... Jika adik Xiao berguru pada mereka, bisa-bisa kau akan lebih cepat menghitam dan berubah menjadi seperti mereka. Kau akan memiliki nafsu membunuh yang tinggi dan tubuhmu akan dipengaruhi oleh energi gelap yang akan menjatuhkanmu ke dalam jurang."
Mu Chen Xiao mengalihkan pandangannya dengan kecewa. Saat ini ia benar-benar sangat sulit untuk berkultivasi dan menembus alam berikutnya. ".... Masa depanku bisa-bisa hancur seketika. Jika aku mati dengan cara yang sama, apa yang akan terjadi?"
"Oh, ya. Bukankah Yan'er juga ada di sini? Aku bisa merasakan hawa kekuatan spiritualnya yang semakin melemah." Ucap Lun Quo saat ia mencoba untuk melihat ke dalam rumah tersebut.
Mu Chen Xiao tertegun dan menjawab, "Ya. Guru besar Shang Ren membawa kami kemari. Entah apa tujuannya tapi, dia sepertinya tidak akan bertanggung jawab dan mengantarkan kami pulang."
"Jika Guru besar Zhao di sini, bagaimana nasib murid-murid yang ada di Sekte? Mereka yang kehilangan keluarga Jin pasti tidak akan tinggal diam." Ucap Lun Quo yang sepertinya sangat tahu bagaimana situasi di Sekte Hua Jian sekarang ini.
"Katakan padaku, apa yang telah terjadi di sana? Apakah orang-orang dari sekte Yin Lang benar-benar menyerang kami?" Tanya Mu Chen Xiao dengan panik dan mencoba untuk menyentuh Lun Quo namun, ia malah terjatuh karena Lun Quo adalah arwah tidak berbentuk.
"Situasi di sana sepertinya tidak cukup bagus. Ketegangan ada di mana-mana karena seorang murid yang berada di luar kota telah mengirimkan pesan yang berisikan rencana sekte Yin Lang untuk segera memulai perang dengan sekte Hua Jian." Jawab Lun Quo yang membuat Mu Chen Xiao terdiam karena terkejut setelah mendengarnya.
"Butuh waktu berhari-hari untuk sampai ke sana. Kami tidak memiliki kuda di tempat kami sehingga kami pun harus berjalan untuk pergi ke suatu tempat." Jawab Lun Quo yang membuat Mu Chen Xiao tampak panik.
"Anak muda, apakah yang sekarang ini kau khawatirkan adalah keadaan di Sekte mu sendiri?" Tanya seekor naga berwarna biru yang sekarang ini sedang mendarat di hadapannya. "... Tenang saja, Hao Shu sudah bergerak cepat ke sana sejak beberapa hari yang lalu. Ia juga membawa Xun Ji'an bersamanya."
Tiga jam yang lalu.
Di dalam hutan perbatasan kota Xuanzhou, di pagi harinya.
"Hao Shu! Untuk apa kau mengunjungi Sekte Hua Jian lagi? Apakah kau tidak tahu? Butuh berhari-hari untuk sampai ke sana dan kita juga belum makan apa-apa sejak kemarin malam." Ucap Xun Ji'an yang mengeluh kelaparan pada Hao Shu yang saat itu sedang berjalan di depannya.
__ADS_1
"Berhentilah mengeluh! Nenek moyangmu sama sekali tidak mengajarimu untuk mengeluh, bukan?" Jawab Hao Shu yang membuat Xun Ji'an membungkam mulutnya sendiri.
"Kenapa kau berniat untuk membawa Xiao Xiao lagi? Bukankah kau sudah mengembalikannya?" Tanya Xun Ji'an setelah beberapa saat mereka terdiam.
Hao Shu berpikir sebelum ia menjawab, "Ini karena pesan yang aku dapatkan dari Yang Mulia beberapa hari yang lalu. Aku bilang kalau Mu Chen Xiao sangat sulit berkultivasi dan ia pun mendengarnya. Lalu, ketika ia hendak akan pergi dari pegunungan, ia memintaku untuk segera mengangkat Mu Chen Xiao kembali menjadi muridku satu-satunya selagi ia tidak datang sebagai pengganggu."
Xun Ji'an melirik tidak peduli dan menjawab beberapa saat kemudian, "Oh. Jadi, hanya karena itu saja. Lalu, apakah kau akan mengajarinya di Hua Jian atau kau akan bolak balik ke pegunungan Jinya?'
Hao Shu berpikir sebelum menjawab, "Itu tergantung bagaimana situasinya saat ini. Jika sangat sulit untuk membawanya kembali ke pegunungan, aku akan mengajarinya di Hua Jian."
”Oh? Jadi begitu? Guru yang menghampiri muridnya sendiri. Sungguh drama.” batin Xun Ji'an yang memperhatikan.
Tidak lama setelah mereka berjalan, seombak bayangan biru muncul dan memecah langit yang ada di atas kepala mereka. Bayangan itu dengan perlahan membentuk seekor naga yang berwarna biru dengan corak hitam yang membuatnya terlihat gagah.
Ketika Naga melihat Hao Shu dan Xun Ji'an yang telah berjalan di bawahnya, ia segera turun kembali dan merubah wujudnya menjadi manusia yang memiliki rambut biru dan kulit seputih salju.
Sosoknya adalah seorang laki-laki yang memakai pakaian putih bergaris emas yang melekat di sekitarnya. Matanya begitu berbinar dengan cahaya kuning yang hampir mirip dengan mata yang dimiliki oleh Xun Ji'an. Ia adalah arwah naga dari pegunungan Qunya dan ia adalah arwah yang sangat diberkahi. Namanya adalah Guan Long.
"Hao Shu! Lama tidak bertemu! Apakah kau masih bisa mengenalku?" Ucap Guan Long dengan penuh semangat sehingga membuat Hao Shu dan Xun Ji'an merasa harus menjauh darinya.
"Kita salah jalan. Sebaiknya belok saja dan pikiran harus tetap lurus." Ucap Hao Shu saat ia berjalan berbelok dan membuat Xun Ji'an mengikutinya dari belakang.
Melihat ia sedang diabaikan, membuat Guan Long merasa kecewa dan ia hanya bisa terdiam melihatnya berbicara dengan udara. "Tunggu sebentar! Hao Shu! Ada hal penting yang harus ku jelaskan!" Ucap Guan Long kembali sambil berlari menuju Hao Shu yang tampaknya sudah sangat jauh darinya.
__ADS_1