Chaos System

Chaos System
Chapter. 78 - Menginjak Mantra Teleportasi


__ADS_3

Di sebelah barat kota Xuanzhou, saat ini terdapat beberapa murid-murid Sekte Hua Jian yang berbaris mengikuti Guru besar mereka. Murid-murid ini baru saja menyelesaikan penugasan mereka di sebuah kota kecil yang jaraknya cukup jauh dari tempat mereka berlatih. Itu adalah sebuah kota yang dilaporkan seringkali kedatangan hantu wanita yang mengincar anak-anak dan juga wanita muda untuk dijadikan santapan makan malam yang akan membuatnya terlihat awet muda.


Saat itu Zhao Bingyan hanya membawa lima muridnya saja termasuk Zhao Wei Lu yang sudah bertambah besar sejak tiga tahun lalu. Mereka telah melakukan perjalanan selama seminggu lebih dan akhirnya kembali di hari itu ketika musim telah berganti kembali.


Tidak ada satupun yang berbicara dan menyadari akan datangnya musim dingin. Mereka tetap berjalan pada lintasannya dan tidak ada yang mengatakan kata-kata percuma yang tidak akan didengarkan oleh siapapun yang ada di sana.


Kelima muridnya terus terdiam dan mengikutinya dari belakang sampai pada akhirnya, kepingan salju pertama muncul dan mendarat di atas kepala mereka. Hawa di sekitarnya pun mendadak dingin begitu mereka melihat salju yang jatuh dengan perlahan dari atas langit.


Para penduduk desa merasa takjub dengan kedatangan musim dingin di awal bulan. Mereka tidak percaya kalau musim dingin akan datang secepat ini.


Melihat salju yang jatuh tidak pada musimnya, membuat Zhao Wei Lu merasa teringat dengan kekuatan yang dimiliki oleh Zhao Bingyan. Ia memiliki pedang es yang hanya bisa digunakan ketika salju turun saja. Karena itulah ketika ia melakukan sebuah pertarungan yang melibatkan pedangnya, salju selalu turun di arena pertarungan mereka.


”Kejadian ini sudah terjadi lima tahun yang lalu. Apakah dia masih bisa menahannya sampai sekarang?” batin Zhao Wei Lu saat memperhatikan Zhao Bingyan.


Tidak lama setelah kepingan salju terus menerus turun dari atas langit, muncul keanehan yang dialami oleh Zhao Bingyan.


Ia terbatuk berkali-kali dan terus menekan-nekan dadanya yang rasa sakitnya tidak bisa terbayangkan oleh murid-murid yang ada di belakangnya. Zhao Wei Lu merasa heran dan takut jika kejadian beberapa tahun lalu kembali terulang. Ia pun akhirnya berjalan menghampiri untuk melihat keadaannya saat ini.


Namun, sebelum ia berjalan dan berpapasan dengannya, tiba-tiba saja Zhao Bingyan terjatuh dari atas kudanya karena tidak tahan dengan ledakan spiritual yang terjadi di dalam tubuhnya.


Dan karena hal itulah, Zhao Wei Lu menjadi panik dan segera berjalan ke arahnya dengan cepat sebelum akhirnya seseorang berbaju merah muncul di sebelah kuda putih Zhao Bingyan dan langsung menangkapnya ketika ia sedang terjatuh dari atas sana.


Orang itu bisa dengan mudahnya menangkap Zhao Bingyan yang terjatuh meskipun mereka sedikit menyentuh tanah karena ukuran tubuhnya sangat berbeda.

__ADS_1


Zhao Wei Lu merasa sangat terkejut karena orang itu datang menggunakan mantra teleportasi yang sangat jarang bisa digunakan oleh siapapun. Ia mengira kalau orang ini sangat kuat sehingga ia pun berhati-hati ketika memacu kudanya.


Dan ketika ia mencoba untuk melihat orang ini, ekspresinya seketika berubah terkejut ketika sadar kalau orang ini adalah Mu Chen Xiao yang telah kembali setelah tiga tahun berada di pegunungan Jinya.


"Kau adalah Mu Chen Xiao? Bagaimana kau bisa kemari dengan cepat." Tanya Zhao Wei Lu setelah ia merasa cukup yakin kalau itu adalah Mu Chen Xiao.


Karena ini hanyalah sebuah kecelakaan kecil yang melibatkan dirinya, Mu Chen Xiao melepaskan kertas mantra yang menempel pada alas sepatunya dan menunjukkannya pada Zhao Wei Lu untuk meyakinkan padanya kalau ia datang secara tidak sengaja.


"Guru besar Zhao menaruh kertas mantra ini di sembarang tempat dan aku menginjaknya. Hampir saja aku terpotong-potong jika saja kertas mantra ini gagal dilakukan." Jawab Mu Chen Xiao sambil menunjukkan selembar kertas mantra tersebut.


Zhao Wei Lu menatapnya dengan marah dan berkata, "Aku tidak membutuhkan penjelasanmu! Bawa Yan Gege kembali ke sekte!"


”....”


Mu Chen Xiao terdiam beberapa saat dan memperhatikan Zhao Bingyan yang ukurannya jauh lebih besar dan lebih panjang darinya. Ia pun juga melihat ke arah seekor kuda putih yang berdiri di sebelahnya dan membanding-bandingkannya dengan ukuran tubuhnya sekarang ini.


"Kenapa menolak? Dia akan merasa sangat berhutang nyawa padamu dan akan menggantikannya suatu saat nanti." Ucap Zhao Wei Lu yang membuat Mu Chen Xiao membungkam mulutnya.


Seorang Jenderal yang datang bersama dengan beberapa prajuritnya, lengkap dengan baju zirah dan pedang yang menggantung di belakang punggungnya mendatangi mereka secara tiba-tiba begitu ia melihat kerumunan murid yang sedang berada di sudut kota.


"Ada apa ini?" Tanya Jenderal tersebut yang wajahnya berhasil mengejutkan semua murid begitu mereka melihatnya.


"Dia adalah Jenderal Cheng!"

__ADS_1


Mu Chen Xiao terkejut dan langsung melihat ke arah Cheng Xing Xian yang sekarang ini telah berjalan menghampirinya dengan menunggangi seekor kuda perang bermata tajam.


"Bukankah kau adalah Mu Chen Xiao? Mengapa Bingyan bisa jatuh dari atas kuda?" Tanya Cheng Xing Xian yang memperhatikan.


"Memangnya jenderal tidak melihat darah yang mengalir di bawah bibirnya?" Tanya Mu Chen Xiao yang membuat Cheng Xing Xian terkejut setelah melihat apa yang Mu Chen Xiao maksudkan.


Dan begitu ia melihat darah yang mengalir di bawah bibirnya, Cheng Xing Xian segera turun dari atas kudanya. Ia segera mengambil kembali Zhao Bingyan dan mengangkatnya ke atas kuda miliknya. Sebelum ia berbicara, ia melirik ke arah sebuah orang di sana dan pandangannya terpaku pada Mu Chen Xiao yang masih memelihara wajah curiganya.


"Kau yang di sana!" Seru Cheng Xing Xian sambil menunjuk ke arah Mu Chen Xiao. "... Bukankah sebelumnya kau bisa menyembuhkan racun ular Gu Zhu di dalam tubuhnya?"


"Bukan menyembuhkan. Tepatnya, mengorbankan nyawa dan bunuh diri." Jawab Mu Chen Xiao yang sepertinya merasa kalau Cheng Xing Xian memiliki kemauan yang tidak ingin dilakukannya saat ini.


"Terserah kau ingin menyebutnya apa tapi, aku ingin kau mengorbankan nyawa untuk Bingyan sekali lagi. Aku yakin Patriark Sekte juga akan setuju jika kau yang menyembuhkannya." Ucap Cheng Xing Xian yang membuat kesal Mu Chen Xiao.


"Hah? Kau ingin aku membuang masa mudaku secara percuma, ya? Aku sudah dimanfaatkan sejak usiaku tujuh tahun dan kau masih mau memanfaatkan ku lagi? Kau pikir aku ini Gob Blok?" Ucap Mu Chen Xiao yang berusaha untuk mencari alasan karena ia menolak untuk kembali ke Sekte.


Cheng Xing Xian tersenyum mengejek dan ia pun menunjuk ke arah para prajurit yang memiliki wajah kejam luar biasa dengan berbagai senjata yang ada di tangan mereka.


"Jika kau menolak, Abang Abang prajurit ini sudah tidak sabar untuk menyiksamu selama tujuh hari tujuh malam." Ucap Cheng Xing Xian yang berhasil membuat Mu Chen Xiao terpaku dengan ekspresi sangar dari para prajurit di belakangnya.


”.... Kabur adalah pilihan terbaik.” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan.


[[ Sistem mendeteksi adanya kebimbangan dalam diri Anda.]]

__ADS_1


[[ Menolong Karakter Utama sama saja dengan menyelamatkan diri Anda dari kematian.]]


”Dia ini sedang membela siapa sih? Jika saja dia berwujud nyata, aku ingin sekali memukulnya dengan golok.” gumam Mu Chen Xiao yang memperhatikan layar monitor di depan wajahnya.


__ADS_2