Chaos System

Chaos System
Chapter. 111 - Yong Qi


__ADS_3

Wilayah barat, perbatasan Negara Yong Fei.


Sebuah kemah para tentara telah disiapkan untuk para prajurit Istana Yong Fei untuk melawan beberapa pemberontak yang datang dari kota Luoyang. Karena tidak tahan jika terus mengabdi pada negara Yong Fei, mereka akhirnya menyatakan perang dan bagi siapapun yang kalah maka, wilayahnya akan dibakar habis termasuk para penduduknya.


Saat ia berada di kemahnya, Du Yang sedang memperhatikan pergerakan lawan yang mungkin saja akan menyerang mereka dari arah yang tidak terduga dan ia hanya memiliki tiga ribu pasukan elit untuk melawan orang-orang kota Luoyang yang mempersenjatai diri dengan magical beats yang mereka punya.


"Hmm,... Jika sudah seperti ini akhirnya maka, setiap pasukan akan dibagi menjadi tujuh barisan yang akan membentengi tujuh arah yang berbeda. Tapi, akan terjadi pengurangan jumlah pasukan yang seharusnya. Jika dibagi menjadi tujuh barisan maka, jumlahnya hanya ada 400-an pasukan saja." Gumam Du Yang saat memikirkannya sendiri.


Belakangan ini, kota Luoyang seringkali menyerang pada daerah-daerah yang tidak terduga. Mereka telah mengirimkan banyak pasukan bayangan akan tetapi, sebagian menyampaikan sebuah informasi yang salah dan sebagian lagi harus mati dimakan oleh peliharaan mereka. Jika ia terus saja mengirimkan pasukan bayangan untuk memata-matai mereka, mungkin saja ia akan kekurangan pasukan.


”Ternyata mereka tidak sebodoh apa yang aku kira.”


Ketika ia sedang dalam diamnya, tiba-tiba saja seorang prajurit muda memasuki tendanya dengan terburu-buru dan langsung berkata, "Jenderal! Permaisuri—"


Belum selesai prajurit itu menyampaikan pesannya, dari belakang ia terdorong oleh seorang wanita bangsawan yang memaksa untuk memasuki tenda tersebut.


Wanita itu tidak bermahkota dan memakai pakaian perang yang biasa digunakan olehnya. Kedua matanya memiliki sorot warna yang tajam dan tatapannya benar-benar membuat semua orang gemetar ketika melihatnya sedang marah. Begitupun dengan sebilah pedang yang berada di belakang punggungnya. Hal itu menambah kesan mengerikan wanita tersebut.


"Permaisuri Yong Qi! Untuk apa Yang Mulia datang kemari?" Tanya Du Yang dengan ekspresi terkejut setelah ia melihat Yong Qi telah berdiri di hadapannya.


"Jenderal Du Yang! Akulah yang akan memimpin pasukan berikutnya!" Ucap Yong Qi dengan tegas saat ia berjalan menuju meja yang telah terpasang sebuah peta wilayah Yong Fei dan Luoyang.


"Tapi, Permaisuri! Bagaimana dengan negara Yong Fei? Jika tidak ada yang memimpin, bagaimana nasib rakyat yang masih ada di sana." Tanya Du Yang saat ia merasa panik setelah melihat Yong Qi sedang tidak berada di singgasananya.


"Sudah ada penasehat pertama yang mengurus mereka." Jawab Yong Qi saat memperhatikan peta yang ada di bawah tangannya.


"Permaisuri! Tolong Anda segera kembali. Yang Mulia tidak tahu betapa khawatir rakyat Yong Fei sekarang." Ucap salah seorang prajurit yang sebelumnya telah memasuki tenda milik Du Yang.

__ADS_1


"Jangan memerintahkan ku! Hanya aku yang pantas memerintah di sini!" Bentak Yong Qi yang berhasil membuat prajurit tersebut terdiam seketika.


"Mengapa Yang Mulia datang kemari?" Tanya Du Yang.


"Kau pikir aku akan membiarkan seluruh pasukanku pergi berperang tanpa makan dan minum sedangkan aku berada di istana dengan dilayani oleh seribu pelayanku?" Jawab Yong Qi dengan tegas.


Du Yang terdiam karena terkejut setelah mendengar jawaban tersebut. Ia pun membungkukkan badannya dan berkata, "Maaf atas kelancangan saya berbicara. Yang Mulia ternyata sangat perhatian pada kami." Ucapnya dengan nada merendah.


Mereka pun terdiam selama beberapa saat karena menunggu pertanyaan dari Yong Qi yang masih memperhatikan seluruh isi petanya. Ia mengetahui seluruh pergerakan yang telah dilakukan oleh Du Yang untuk melindungi negaranya termasuk mengenai para pasukan bayangan yang dikirimkannya untuk memata-matai lawan.


"Jenderal Du Yang! Apakah kau berniat untuk membagi seluruh pasukan menjadi tujuh kelompok?" Tanya Yong Qi setelah ia memperhatikan petanya.


Dengan merendah, Du Yang menjawab, "Ya, Yang Mulia. Berdasarkan hasil laporan tertulis, para pemberontak akan datang melalui tujuh arah yang berbeda."


"Apakah itu artinya, hanya akan ada 400-an pasukan yang akan berperang di wilayahnya masing-masing? Apakah Jenderal tidak memikirkan keberadaan magical beats yang berada di pihak Luoyang?" Tanya Yong Qi sambil melipat tangannya.


"Tentang itu, aku sudah memikirkannya baik-baik. Kami di sini sangat kekurangan pasukan yang jumlahnya sangat berbeda jauh dari para pemberontak." Jawab Du Yang yang tidak henti menundukkan kepalanya bersama dengan beberapa pasukan di belakangnya.


"Sekitar 7000 pasukan."


Yong Qi memasang ekspresi terkejut dan langsung melempar seluruh peta yang terpasang di atas mejanya.


"Bagaimana kau bisa membuat 400 prajurit untuk berperang melawan 1000 prajurit?!" Bentak Yong Qi yang sangat marah setelah ia mendengar hal itu.


"Maaf Yang Mulia! Tapi, hanya ini satu-satunya cara untuk melawan mereka. Kita kekurangan pasukan dan para pemberontak akan menyerang secara bersamaan dari tujuh arah yang berbeda." Jawab Du Yang dengan gemetar setelah ia melihat wajah marah Yong Qi padanya.


Yong Qi menggertakan giginya begitu ia mendengar jawaban tersebut. Ia merasa jengkel karena ia menduga kalau Kota Luoyang telah bekerjasama dengan kedua wilayah lainnya.

__ADS_1


”Wilayah Lianyu dan wilayah Chuye pasti bekerja sama dengan kota Luoyang untuk memberontak pasukan kami! Sepertinya, aku telah gagal menjadi pemimpin mereka.” batin Yong Qi yang merasa merendah begitu akhirnya ia mengakui bahwa peperangan ini disebabkan olehnya.


"Yang Mulia! Jenderal Du Yang! Sekelompok pasukan yang diperkirakan berjumlah 4000 sedang mengarah kemari!" Ucap salah seorang prajurit yang mendatangi mereka dan memecahkan keheningan di sana.


"Dari mana pasukan itu berasal?" Tanya Yong Qi yang tampaknya mulai kesal dengan keadaan yang terjadi sekarang.


Prajurit yang sebelumnya telah menyampaikan hal itu hanya terdiam sampai pada akhirnya menyusul seorang prajurit lainnya yang datang menyampaikan hal baru.


"Yang Mulia! Jenderal Du Yang! Bala bantuan telah datang! Mereka adalah sekelompok pasukan yang berasal dari Istana Zhang dan dipimpin langsung oleh Jenderal Cheng Xing."


...~ Chaos System ~...


...~ Chapter 111 ~...


"Sebelumnya kalian mengirimkan surat pada Kaisar Zhang kalau kalian meminta bantuan untuk berperang melawan kota Luoyang." Jelas Cheng Xing Xian setelah ia sampai pada tenda milik Du Yang dan menyerahkan surat bukti dari Kaisar mereka.


"Ya. Saat ini kami sedang diserang oleh tiga wilayah sekaligus. Wilayah-wilayah itu adalah wilayah yang telah mengabdi pada negara kami." Ucap Yong Qi yang sedang menjelaskan tentang situasinya.


"Jadi, negara kalian telah dikhianati oleh mereka? Lalu, siapa yang memulai peperangan ini lebih dulu? Mengapa para pemberontak ingin sekali berperang dengan kalian?" Tanya Cheng Xing Xian setelah ia memperhatikan situasinya saat ini.


"Kaisar kami telah meninggal tiga tahun lalu dan sekarang kami dipimpin oleh seorang Permaisuri. Mungkin karena itulah para pemberontak mencoba untuk berperang dengan kami karena negara Yong Fei saat ini berada di bawah pimpinan Permaisuri." Jelas Du Yang yang menjawab seluruh pertanyaan Cheng Xing Xian.


Cheng Xing Xian berpikir sebelum bertanya, "Lalu kapan mereka akan menyerang?"


"Puncaknya adalah saat tengah malam. Mereka semua akan memulainya ketika matahari sudah terbenam." Jawab Du Yang.


"Kalau begitu, karena seluruh pasukan saat ini berjumlah tujuh ribu, sebaiknya masing-masing wilayah terdapat seribu pasukan. Mengenai para magical beats yang bersama mereka, diantara kami ada beberapa Kultivator tingkat langit yang memiliki pedang arwah. Mungkin itu akan sedikit memberi peluang kemenangan bagi pihak Yong Fei." Jelas Cheng Xing Xian.

__ADS_1


Yong Qi terdiam setelah ia mendengar penjelasan tersebut. Ia menahan ekspresi serius sebelum akhirnya ia menjawab, "Baiklah. Kami akan mengikuti strategi mu. Aku akan memimpin pasukan barat dan yang lainnya dipimpin oleh para Kultivator yang kau sebut tadi. Sore ini, kita akan langsung bergerak!"


Namun, ketika Yong Qi mengumumkan strategi tersebut. Seseorang yang bersembunyi di suatu tempat, telah mendengar seluruh rencana yang akan mereka lakukan.


__ADS_2