
"Ini benar-benar sebuah penghinaan!"
Setelah ia kedatangan tamu tak diundang, Mu Chen Xiao benar-benar merasa telah dipermalukan! Meskipun ia sudah mengatakan kalau ia ingin beristirahat di kamarnya, kedua orang ini telah memaksanya untuk berjalan-jalan keluar menggunakan kursi roda. Dan agar ia merasa tidak dipermalukan, Zhang Xiuzhen menyiapkan sebuah kursi roda yang seluruhnya terbuat dari giok asli.
"Xiao Xiao! Apakah kau merasa nyaman?" Tanya Bai Qing Yu setelah ia melihat ekspresi Mu Chen Xiao yang tampaknya tidak terima dengan apa yang mereka lakukan untuknya.
"Tidak perlu bertanya lagi. Xiao Xiao pasti senang! Lagipula, aku sudah menyiapkan kursi roda yang seluruhnya terbuat dari giok hanya untuknya. Dia pasti merasa seperti seorang raja." Ucap Zhang Xiuzhen yang langsung menyimpulkan tanpa memperhatikan wajah Mu Chen Xiao sekarang ini.
”Memangnya ada, seorang raja yang menduduki kursi roda dan bukannya singgasana?” batin Mu Chen Xiao yang mendengarkan.
"Haah,... Yang Mulia tidak perlu melakukannya untukku. Aku sudah bisa berjalan dengan baik." Ucap Mu Chen Xiao agar ia bisa menghindar dari kursi roda tersebut.
"Tidak! Bagaimanapun juga masalah kaki yang patah tidak bisa dianggap remeh! Xiao Xiao harus tetap beristirahat!" Ucap Zhang Xiuzhen secara spontan.
"Xiao Xiao! Kau tidak perlu khawatir. Aku sudah menyiapkan beberapa kue kukus untuk mengganjal rasa laparmu." Ucap Bai Qing Yu dengan wajah sumringah sambil menunjukkan sebuah nampan berisikan kue kukus berbentuk kepala anjing.
”Dia sedang menghinaku?!” batin Mu Chen Xiao setelah ia melihat kue kukus yang dibuat sendiri oleh Bai Qing Yu untuknya.
"Heeh? Lihat ini! Mu Chen Xiao benar-benar tidak berdaya! Hahaha!" Teriak salah seorang murid yang mengundang kedatangan murid lainnya termasuk Yun Shan Feng yang sangat senang jika melihat Mu Chen Xiao begitu sengsara dan tidak berdaya.
"Wah,... Setelah menjadi pengasuh anak, kau malah tidak berdaya di atas kursi roda? Hahaha!" Teriak Yun Shan Feng dibarengi dengan suara tertawaannya yang begitu mengganggu.
Mu Chen Xiao mengabaikan keempat orang ini dan ia pun menoleh ke arah Bai Qing Yu yang masih berdiri di sebelahnya.
"Qing Yu! Aku ingin kuenya. Suapi aku selagi aku sedang menyimak apa yang mereka bicarakan." Ucap Mu Chen Xiao yang membuat Bai Qing Yu terkesima begitu ia melihat dan mendengarnya ingin disuapi olehnya.
Menyadari kalau ada dua orang yang sedang berbunga-bunga di hadapannya ketika ia sedang sibuk berbicara. Hal itu membuat Yun Shan Feng terlihat sangat marah dan menaikkan alisnya hanya untuk Mu Chen Xiao di hadapannya.
"Mu Chen Xiao! Beraninya kau mengabaikanku!" Ucap Yun Shan Feng dengan nada amarah namun, ia sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari Mu Chen Xiao.
”...."
"Qing Yu! Kue mu enak sekali. Lain kali, buatkan aku lebih banyak dari ini. Tapi, tolong bentuknya jangan anjing seperti ini karena kau mungkin akan menghina orang ini." Ucap Mu Chen Xiao dengan nada menggoda dan setelah itu pandangan menatap sinis ke arah Yun Shan Feng.
__ADS_1
"Oh, tidak. Apakah Mu Chen Xiao baru saja menghina senior Yun dengan seekor anjing?" Bisik salah satu murid pada murid lainnya yang berdiri di sebelahnya.
"Ck! Kau benar-benar memuakkan!" Teriak Yun Shan Feng kembali saat ia sedang mengarahkan tinjunya pada Mu Chen Xiao yang hanya terdiam di hadapannya tanpa melakukan perlawanan padanya.
Melihat hal itu terjadi, Zhang Xiuzhen langsung berdiri di hadapannya dan menyogok kedua lubang hidung Yun Shan Feng dengan menggunakan kedua jarinya!
"Seekor anjing, hanya bisa menggonggong pada semua orang! Jika kau tidak bisa diam, aku akan segera menjahit mulutmu!" Ucap Zhang Xiuzhen dengan nada mengancam sehingga membuat semua orang di sana tercengang dan tidak berkutik.
”.....”
”.....”
Setelah ia memberikan sebuah ancaman dan berhasil membuat semua orang di sana terdiam seketika, Zhang Xiuzhen melepaskan kedua jarinya dari lubang hidung Yun Shan Feng dan kembali mendorong kursi roda Mu Chen Xiao menuju suatu tempat yang jauh dari mereka.
”.... Dia pasti mempelajarinya dari Kaisar.”
Sementara ini, kejadian yang ada di lapangan pelatihan para murid. Zhao Bingyan terduduk pada sebuah kursi singgasana sambil memperhatikan beberapa muridnya yang sedang berlatih pedang di tempat yang sama.
"Semua murid di sini memiliki peningkatan yang jauh dari tahun-tahun sebelumnya. Ya, semua murid kecuali satu orang." Gumam Zhao Bingyan yang ingat kalau Mu Chen Xiao adalah satu-satunya yang masih berada di level lima alam bumi paling awal. "... Selama tiga tahun dia berguru pada arwah pegunungan dan sekarang, dia hanya naik dua level dari sebelumnya. Jika bukan karena segel api Liu yang ada di dahinya, dia mungkin telah melebihi semua murid yang ada di sini. Sejak awal aku sudah tahu kalau ia akan menjadi satu-satunya murid berbakat tapi, Shang Ren mengacaukan semuanya. Dimana tanggung jawabku sebagai Guru besarnya?"
Ketika ia sedang berjalan meninggalkan lapangan pelatihan, seorang murid laki-laki berambut hitam dan bola mata yang berwarna hitam gelap seolah sedang memancarkan kekuatan, berjalan menghampirinya.
"Guru besar Zhao!" Seru murid tersebut saat ia sedang menghampiri Zhao Bingyan yang akan pergi dari tempat latihan mereka.
Zhao Bingyan menoleh ke arahnya dan ia pun merasa bingung karena ia tidak mengenal siapa murid yang sedang berjalan ke arahnya.
"Bisa sebutkan siapa namamu?" Tanya Zhao Bingyan setelah ia menoleh ke arah murid tersebut.
"Murid ini bernama Xing Ruo. Aku memberi salam pada Guru besar." Ucapnya sambil membungkukkan badannya pada Zhao Bingyan.
”Dia tidak menyebutkan nama keluarganya?” batin Zhao Bingyan yang kemudian berkata, "Katakan apa yang ingin kau tanyakan."
"Sebelumnya, murid ini pernah mendengar kalau Guru besar pernah mengirimkan seorang murid untuk berguru di pegunungan Jinya. Bisakah murid ini bertemu dengannya?"
__ADS_1
Zhao Bingyan tidak berekspresi dan bertanya, "Untuk apa?"
Xing Ruo menjawab dengan tenang, "Tentu saja sebagai saudara seperguruan. Jadi, wajar saja jika aku ingin berkenalan dengan sesama murid di sini."
Zhao Bingyan terdiam beberapa saat dan menatapnya dengan dingin sebelum ia menjawab, "... Apa yang kau inginkan sekarang benar-benar tidak wajar. Jika ingin tahu lebih banyak tentang murid pribadiku, kau bisa bertanya pada Lu'er." Ucapnya sambil berjalan meninggalkannya.
Xing Ruo terdiam tidak berekspresi saat ia melihat Zhao Bingyan yang semakin menjauh darinya.
"Huhu,... Apakah ada yang kecewa karena tidak mendapatkan apa yang diinginkannya?" Tanya Guan Long yang muncul secara mendadak di belakangnya dan sekarang ini, ia sedang duduk di atas sebuah kursi singgasana yang sebelumnya telah diduduki oleh Zhao Bingyan.
Xing Ruo tidak menanggapi apa yang baru saja Guan Long katakan padanya dan ia pun segera berjalan pergi dari tempat tersebut.
"Jangan seenaknya saja mengabaikan ku di sini. Kau pikir, aku tidak tahu darimana asalmu?" Tanya Guan Long yang berhasil membuat Xing Ruo berhenti berjalan dan langsung menatap ke arahnya dengan dingin.
"Bukankah itu sudah menjadi hal biasa jika seseorang merahasiakan nama keluarganya? Kau juga. Apakah kau pikir aku tidak tahu kau berada di pihak mana."
Guan Long tersenyum seringai dan berkata kembali, "Rupanya sampah-sampah keluarga Mu telah berkumpul kembali."
~ Chaos System ~
~ Chapter 100 ~
"Oh tidak. Ini gawat sekali. Mu Chen Xiao menghilang!" Ucap Zhang Xiuzhen dengan perasaan panik setelah ia tidak lagi melihat Mu Chen Xiao yang sebelumnya telah duduk di kursi rodanya.
"Aku sudah mencarinya ke kamarnya dan juga ke seluruh kediaman Guru besar tapi, dia juga tidak berada di sana." Jawab Bai Qing Yu dengan bola mata yang mulai berkaca-kaca karena ingin menangis.
Sementara ini, di belakang bangunan paviliun Yu'an, Mu Chen Xiao terlihat sedang bersembunyi di sana sesekali ia memperhatikan keadaan sekitar yang tampak ramai.
"Baguslah! Aku tidak melihat keberadaan Qing Yu dan Xiuzhen di sekitar sini. Kesempatan bagus untuk kabur!" Gumam Mu Chen Xiao saat ia berjalan keluar dengan perlahan dan hati-hati.
Namun, setelah ia berjalan meninggalkan tempat yang sebelumnya, seketika hawa dingin itu terasa di belakang punggungnya. Untuk memastikan bahwa tidak siapapun di belakangnya, Mu Chen Xiao langsung menoleh ke belakang dan pandangannya pun akhirnya terpaku pada seorang laki-laki bersayap gagak yang sekarang ini sedang berada di belakangnya.
"Hehe,... Xiao Xiao! Kau tidak melakukan apa yang aku katakan tadi?" Tanya Mo Wuya dengan tatapan dingin dan senyum seringai yang membuatnya semakin ngeri.
__ADS_1
"....."