
Karena tidak ada seorangpun yang memasuki kamarnya, Mu Chen Xiao akhirnya pergi keluar meninggalkan kamarnya dan berjalan menuju suatu tempat yang bisa menenangkan pikirannya saat ini.
Ia masih memegang sebotol obat kecil yang sebelumnya telah diberikan oleh laki-laki itu padanya untuk mengobati racun laba-laba Youdu yang masih ada dalam tubuhnya. Ia juga tidak mengerti mengapa laki-laki itu memberikannya pil aneh ini untuk menetralisir racun dalam tubuhnya.
”Dalam novel-novel terkenal, biasanya seorang penjahat akan merasa senang jika protagonisnya hidup dalam kesengsaraan. Ia juga pasti akan mencari cara untuk membunuh karakter protagonisnya bagaimanapun caranya meskipun harus memakai uang yang banyak untuk bisa membunuhnya. Akan tetapi, memangnya ada seorang penjahat yang bisa berbuat baik seperti itu?!” batin Mu Chen Xiao yang masih keheranan dengan apa yang dilakukan oleh laki-laki itu terhadapnya.
Ia berjalan kembali dan tanpa sadar, ia sudah berada di tempat yang tidak diketahui olehnya. Itu adalah tempat dimana air mengalir dengan deras melewati sebuah alat dan terdapat bebatuan halus yang menetap di tengah-tengahnya dan juga di setiap pinggirannya. Di sana juga terdapat rumput-rumput panjang yang telah dipenuhi dengan kunang-kunang yang bersembunyi di dalam.
"Tempat apa ini? Bukankah tadi aku berjalan di sekitar kediaman? Apa ada seseorang yang mencoba untuk bercanda denganku?" Gumam Mu Chen Xiao yang langsung melihat sekeliling begitu ia merasa udara yang semakin lembab di sekitarnya.
"Xiao Xiao! Kenapa kau ada di sini?" Tanya seorang laki-laki bertelanjang dada yang sekarang ini sedang berada di dalam kolam setelah ia menyelam cukup lama.
Terkejut karena orang ini adalah Xun Ji'an, membuat Mu Chen Xiao semakin bingung mengapa ia juga berada di sini. "... Ji'an Gege! Kenapa aku ada di sini?" Tanya Mu Chen Xiao yang bingung.
"Kenapa bertanya padaku? Bukankah kau sendiri yang datang kemari?"
"Bukan seperti itu. Tadi, aku sedang berjalan di sekitar kediaman lalu, tiba-tiba saja aku berada di sini. Aku pikir, Ji'an Gege yang membawaku kemari." Jelas Mu Chen Xiao.
"Kau juga terkena panah racun laba-laba Youdu?"
Mu Chen Xiao tersentak dan langsung menoleh ke arah Xun Ji'an yang masih berada di dalam kolam. "... Bagaimana Ji'an Gege bisa tahu? Apakah Gege juga terkena panah nyasar?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia terkejut mendengar Xun Ji'an yang mengatakan kondisinya sekarang ini.
__ADS_1
"Ceritanya sangat panjang." Xun Ji'an tersenyum simpul dan berkata kembali sambil melambaikan tangannya, "Kemarilah. Kolam ini dipenuhi dengan ramuan yang dibuat oleh Xu Wuya untuk menyembuhkan racun. Kau akan cepat sembuh jika berendam di sini."
"Tidak." Mu Chen Xiao menjawab sesaat kemudian setelah ia memperhatikan ketinggian air di dalam kolam yang memiliki tinggi di atas perut Xun Ji'an yang jauh lebih tinggi darinya.
"Heh,...? Kenapa? Apa Xiao Xiao takut tenggelam?" Tanya Xun Ji'an dengan heran.
Mu Chen Xiao mencoba untuk berdalih dan mengalihkan pandangannya dari tatapan Xun Ji'an yang tampak mengerikan. "... Aku hanya tidak ingin basah! Lagipula, orang itu telah memberikanku pil yang bisa menyembuhkannya." Ucap Mu Chen Xiao sambil menunjukkan sebuah botol kecil berisikan pil obat yang diberikan oleh laki-laki asing kemarin.
"Biarkan aku melihatnya!" Ucap Xun Ji'an yang langsung berjalan menghampirinya dan mencoba untuk mengambil pil obat yang ada di tangan Mu Chen Xiao.
"Hah? Kenapa aku harus memperlihatkannya padamu? Sebaiknya aku simpan saja!" Jawab Mu Chen Xiao sambil mencoba untuk memasukkan kembali botol kecil tersebut di balik pakaiannya. Namun, Xun Ji'an tampaknya terus bersikeras untuk melihatnya sehingga ia menahan tangan Mu Chen Xiao dan melarangnya untuk menyimpan kembali botol tersebut.
"Aku hanya lihat sebentar! Kau ini pelit sekali." Ucap Xun Ji'an yang terus menarik tangan Mu Chen Xiao dengan paksa.
"Sudah kubilang aku—"
BYURRR!!!
Karena Mu Chen Xiao yang berada terlalu dekat dengan kolam, hal itu membuatnya tergelincir dan jatuh menimpa Xun Ji'an yang sebelumnya telah berdiri di hadapannya. Ia nyaris saja tenggelam karena dalamnya ukuran kolam sebelum akhirnya Xun Ji'an menahan tubuhnya agar ia tidak tenggelam.
"Aduh! Kau ini terlalu pendek sekali! Apa kau tidak bisa berenang?" Tanya Xun Ji'an sambil menahan Mu Chen Xiao agar ia tidak tenggelam.
__ADS_1
”Pantas saja aku merasa mengambang. Kenapa aku bisa terjatuh di sini?” batin Mu Chen Xiao yang tidak bisa menapak di dasar kolam. "... Ji'an Gege! Bisa kembalikan aku ke tempat semula?" Ucap Mu Chen Xiao sambil melihat ke arah Xun Ji'an.
"Kenapa harus meletakkan mu kembali? Mengapa tidak menenggelamkanmu di sini?" Ucap Xun Ji'an yang semakin menenggelamkan Mu Chen Xiao lebih dalam lagi hingga air menutupi bahunya.
"Gob Blok! Mau membunuhku?!" Teriak Mu Chen Xiao yang mencoba untuk memukul wajah Xun Ji'an dengan kedua tangannya meskipun saat ini ia sedang tidak bisa bergerak.
Dan kemudian, dari balik pepohonan yang sedang tumbuh di sana. Seorang wanita yang memakai pakaian serba hitam, datang bersama seorang laki-laki yang memakai pakaian putih. Keduanya adalah Xu Wuya dan Zhao Bingyan yang sebelumnya telah mencari Mu Chen Xiao kemana-mana hingga mereka menduga bahwa ia dibawa oleh laki-laki yang sebelumnya telah menyerang mereka kemarin.
"Xiao'er! Bagaimana kau bisa di sini?" Tanya Zhao Bingyan yang langsung berlari menghampiri Mu Chen Xiao yang sekarang ini sedang bersama Xun Ji'an di dalam kolam herbal.
"Guru besar Zhao! Ji'an Gege membully ku sejak tadi!" Ucap Mu Chen Xiao yang mencoba untuk mengadu pada Zhao Bingyan dan membuat Xun Ji'an membungkam suaranya.
Ketika Zhao Bingyan akan mengeluarkan Mu Chen Xiao dari dalam kolam tersebut, Xu Wuya tiba-tiba menghalangi Zhao Bingyan untuk menyentuh Mu Chen Xiao dan ia pun segera menjelaskan sebelum terjadi kesalahpahaman di antara mereka. "... Tuan muda Zhao! Sebaiknya Anda tidak perlu mengeluarkannya dari dalam kolam. Anak ini telah terkena racun laba-laba Youdu dan hanya bisa diobati dengan kolam ramuan herbal yang telah aku siapkan untuk mereka berdua."
”....”
Semuanya terdiam untuk beberapa saat setelah mereka mendengar penjelasan dari Xu Wuya yang membuatnya semakin pusing.
Zhao Bingyan kemudian terbatuk kecil dan kembali melihat ke arah Mu Chen Xiao dengan tatapan biasa. "Jika itu untuk kebaikan Xiao'er maka, biarkan saja dia berendam lebih lama di sana. Aku akan menunggunya sampai ia selesai." Ucap Zhao Bingyan sambil berjalan pergi meninggalkan Mu Chen Xiao yang masih terdiam dan terkejut dengan ucapannya.
”Menyebalkan sekali!” batin Mu Chen Xiao yang menahan kesalnya terhadap Zhao Bingyan yang sama sekali tidak meninggalkan kesan-kesan bagus ketika ia bertemu kembali dengannya setelah beberapa hari tidak bertemu. ”... Tapi, apa yang membuat Zhao Bingyan datang kemari? Apa telah terjadi sesuatu atau ia ingin memulangkan ku kembali?”
__ADS_1