
Empat tahun setelahnya,...
Gurun Gobi, Dinasti Yong Fei, Permaisuri Yong Qi.
Sekelompok pasukan bayangan terlihat sedang bergerak cepat dari arah timur menuju istana Yong Fei. Mereka adalah pasukan berkuda yang berasal dari kota Luoyang yang telah disiapkan untuk membunuh Permaisuri dan Putra Mahkota mereka dan menghancurkan dinasti Yong Fei yang telah berlangsung selama 50 tahun dan diteruskan sampai generasi keenam. Namun, tahun ini sangatlah berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dinasti Yong Fei sekarang ini telah dipimpin oleh seorang Permaisuri.
Setelah Kaisar mereka meninggal karena sakit, pimpinan kerajaan saat ini dikuasai oleh Permaisuri Yong Qi yang kemampuannya tidak bisa diremehkan. Meskipun berada di level tujuh alam langit, ia bisa memimpin seribu pasukan berpedang untuk menyerang tiga daerah yang berbeda-beda dan itu dibuktikan dengan tunduknya kota Luoyang sebagai kota terkuat dan memiliki banyak Magical Beats yang beracun.
Pasukan bayangan yang dikirimkan dari kota Luoyang telah diperintahkan untuk membunuh Putra Mahkota mereka yang baru saja berumur tujuh tahun dan akan dinobatkan sebagai Kaisar ketika usianya 15 tahun. Namun, karena Yong Qi tidak sebodoh apa yang mereka kira, ia pun mengirimkan putranya menuju istana Zhang dan menitipkannya untuk beberapa saat tanpa sepengetahuan orang-orang di kota Luoyang.
Ketika pasukan-pasukan kota Luoyang sedang berlari menuju Istana Yong Fei, seorang Jenderal perang yang telah menjadi utusan Permaisuri Yong Qi, berdiri di depan mereka dengan puluhan pasukan yang dipimpin olehnya.
Namanya adalah Jenderal Du Yang.
"Berhenti!" Teriak Du Yang pada seluruh pasukan Luoyang yang sedang berjalan menuju Istana Yong Fei.
"Cih! Mengapa Jenderal Du Yang bisa ada di sini?!" Gumam salah satu pasukan Luoyang yang tampak kesal begitu ia melihat seluruh pasukan istana Yong Fei yang jauh lebih banyak dari pasukannya.
"Kalian pikir kami tidak mengetahui apa rencana kalian?! Cepat! Tangkap para pemberontak ini!" Seru Du Yang pada seluruh pasukan yang telah berbaris di belakangnya.
Dan tepat ketika ia mengakhiri kalimatnya, terjadi sebuah pertarungan besar antara pasukan Istana dengan pasukan Luoyang yang belum bisa dilihat siapa pemenangnya kali ini. Akan tetapi, terlihat jauh dari tempat pertarungan mereka, terlihat beberapa pasukan bantuan yang datang dari arah timur dan seluruhnya memakai plat bertuliskan Istana Yong Fei. Sudah pasti kemenangan akan diraih oleh Jenderal Du Yang yang memiliki pasukan melebihi pasukan-pasukan Luoyang yang telah bergerak untuk menyerang mereka.
"Pasukan Istana Yong Fei yang dipimpin langsung oleh Jenderal Du Yang, berhasil memenangkan pertarungan!"
...~ Chaos System ~ ...
...~ Chapter 108 ~...
Sementara ini, keadaan yang terjadi di Sekte Hua Jian ketika seluruh murid telah berlatih pedang di tempat pelatihan mereka. Mu Chen Xiao yang telah remaja, tampak duduk di atas sebuah gundukan tanah yang memiliki sebuah pohon lebat yang tumbuh di atasnya. Ia hanya menonton mereka berlatih sambil memakan sebuah apel yang diambilnya dari kediaman Zhao Bingyan.
"Mereka ini terlalu sibuk berlatih. Apakah yang ada di pikiran mereka hanya berlatih dan berlatih tanpa perlu bersantai-santai sebentar?" Gumam Mu Chen Xiao saat ia sedang mengunyah apelnya. "... Haah. Jika aku menjadi mereka, mungkin aku lebih memilih beristirahat meskipun hanya sebentar."
"Xiao Xiao!" Teriak seorang pemuda yang langsung menerkam Mu Chen Xiao hingga membuatnya tersedak makanannya sendiri.
Mu Chen Xiao terbatuk beberapa saat dan pandangannya seketika terarah pada seorang pemuda yang sebelumnya telah membuatnya tersedak.
"Aduh duh! Tidak bisakah aku tenang sebentar?!" Bentak Mu Chen Xiao pada seorang pemuda yang sebelumnya telah membuatnya tersedak makanannya sendiri.
Baru saja ia mengakhiri kalimatnya, tiba-tiba saja sebuah pedang mendarat di atas pundaknya dan akan memenggal kepalanya kapan saja begitu ia telah selesai mengatakan kalimat terakhirnya.
__ADS_1
"Bergerak sedikit, maka kau akan mati!" Ucap seorang pemuda yang sekarang ini sedang menghunuskan pedangnya pada Mu Chen Xiao yang belum mengetahui siapa mereka berdua ini.
Mu Chen Xiao mencoba untuk menatap kedua orang ini dan ia pun akhirnya mengetahuinya jika kedua orang ini adalah Zhang Xiuzhen dan pelayan pribadinya, Lian Luo!
”Oh tidak. Bukankah dia adalah bocah yang menusukkan ku dengan anak panah beracun?” batin Mu Chen Xiao saat ia teringat pada kejadian yang pernah terjadi di pegunungan Jinya ketika ia telah menyelamatkan Zhang Xiuzhen dan mendapatkan balasan berupa anak panah yang tertanam di perutnya.
"Oh! Akhirnya aku ingat. Bukankah kau adalah anak kemarin sore yang kalah hanya karena racun yang berdiam di tubuhmu?" Tanya Lian Luo yang sedang menyombongkan dirinya di hadapan Mu Chen Xiao.
”Aku yakin kau juga pastinya tidak tahan dengan racun laba-laba Youdu! Aku akan membalasnya nanti.” batin Mu Chen Xiao yang mencoba untuk mengabaikan keberadaan Lian Luo dan segera berjalan menghampiri Zhang Xiuzhen yang berada di depannya.
”....”
"Yang Mulia! Ada perlu apa Anda kemari?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia mengabaikan Lian Luo yang terus mengatakan hal percuma padanya.
"Cih! Beraninya kau mengabaikanku!" Ucap Lian Luo dengan keras dan ekspresi marah yang meluap-luap.
Lian Luo kemudian mengeraskan tinjunya dan mengarahkannya pada Mu Chen Xiao yang sudah menghabiskan seluruh kesabarannya.
Namun, ketika ia akan menyerang Mu Chen Xiao, tiba-tiba saja sebuah bayangan putih melesat dan berhenti di hadapannya. Seorang pemuda yang baru saja datang, langsung menahan serangan Lian Luo yang sedang diarahkan pada Mu Chen Xiao di belakangnya.
"Maafkan aku Yang Mulia. Tapi, tidak ada satupun orang yang diizinkan melakukan kekerasan terhadap Tuan muda Mu." Ucap Xing Ruo yang saat itu juga muncul dan menahan serangan Lian Luo agar tidak melukai Mu Chen Xiao yang sama sekali tidak menyinggung siapapun.
"Oh! Ruo Gege! Kebetulan sekali! Kau bisa meladeninya sementara aku berbicara dengan Yang Mulia 'kan?" Ucap Mu Chen Xiao sambil mendorong pergi Zhang Xiuzhen menuju tempat yang jauh dari arena pertarungan.
"Tentu saja, Tuan muda."
"H-Hei! Kau mau membawa Yang Mulia pergi kemana?!" Ucap Lian Luo dengan panik setelah ia melihat Mu Chen Xiao membawa pergi Zhang Xiuzhen bersamanya.
"Yang Mulia tidak perlu memikirkannya. Tuan muda yang akan mengurusnya. Dan sekarang, bisakah kita memulai pertarungannya?" Ucap Xing Ruo dengan senyum lembutnya sambil menunjukkan pedangnya yang terlihat sangat tajam dan bercahaya.
Jauh dari arena pertarungan, Mu Chen Xiao mendorong pergi Zhang Xiuzhen menuju kediaman Zhao Bingyan yang sangat berdekatan dengan tempat mereka berdua bertemu. Setelah sampai, ia pun berhenti dan membiarkan Zhang Xiuzhen menjelaskan tentang keberadaannya saat ini.
"Jadi, untuk apa Yang Mulia datang kemari?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia berdiri kembali di hadapannya.
Zhang Xiuzhen mengambil segulung kertas yang tersimpan di balik pakaiannya dan memberikannya pada Mu Chen Xiao sebelum ia berkata, "Aku datang untuk menyampaikan pesan dari Istana. Paduka ingin kalian mengantarkan Putra Mahkota Yong Fei kembali ke istananya yang ada di gurun."
"Haah? Putra mahkota Yong Fei? Bagaimana bisa dia ada di sini?" Tanya Mu Chen Xiao yang merasa heran dengan apa yang dikatakan oleh Zhang Xiuzhen.
"Saat ini kerajaan Yong Fei sedang berperang dengan kota Luoyang dan mereka juga sedang mengincar Putra Mahkota yang akan diangkat sebagai raja berikutnya. Itu sebabnya, mereka menitipkan Putra Mahkota mereka kemari selama dua bulan." Jelas Zhang Xiuzhen namun belum dimengerti oleh Mu Chen Xiao.
__ADS_1
"Eee,... Mungkin aku hanya akan membaca suratnya saja." Ucap Mu Chen Xiao dengan canggung karena bingung sambil membuka kertas tersebut dengan perlahan.
Namun, ketika ia akan membuka surat tersebut, seseorang yang telah berdiri di sebelahnya mengambil kertas itu sebelum ia membuka seluruh isinya.
"Xiao'er! Sepertinya kau tidak memberikan surat ini padaku dan tidak memberitahukan ku kalau Yang Mulia sedang berkunjung kemari." Ucap seorang pemuda yang telah mengambil suratnya dan ternyata orang itu adalah Zhao Bingyan.
”Sepertinya aku salah tempat!” batin Mu Chen Xiao yang melihat Zhao Bingyan saat sedang membaca seluruh isi surat tersebut.
Setelah ia membacanya, Zhao Bingyan merapikannya kembali dan menyimpan surat tersebut ke dalam pakaiannya. "Penugasan kali ini melibatkan keempat Sekte lagi, ya? Haah,... Apalagi Yang Mulia juga memerintahkan ku untuk terlibat dalam hal ini." Keluh Zhao Bingyan setelah ia membaca surat tersebut.
"Memangnya apa yang dituliskan di sana?" Tanya Mu Chen Xiao yang sangat penasaran dengan isi surat tersebut.
Zhao Bingyan melirik ke arah Mu Chen Xiao sesaat kemudian. Ia pun mengeluarkan surat itu kembali dan melemparkannya ke arah Mu Chen Xiao sebelum ia berkata, "Baca sendiri!"
Mu Chen Xiao yang mendapatkan surat tersebut, langsung membukanya kembali dan membaca seluruh isi suratnya.
Yang Mulia Kaisar ternyata memerintahkan pada keempat Sekte memberikan dua orang perwakilan dari mereka untuk mengantarkan Putra Mahkota Yong Fei kembali ke istananya. Namun, ada sebuah kewaspadaan yang harus dilakukan sehingga mereka memerintahkan Guru besar Sekte Hua Jian dan Sekte Yin Lang untuk mengikuti penugasan kali ini. Pertemuan akan dilakukan tepat di depan gerbang Utara Istana Zhang.
”Apakah Yang Mulia curiga jika ada pengkhianat di istananya?” batin Mu Chen Xiao setelah ia melihat isi suratnya.
Zhao Bingyan yang terlihat keberatan dengan penugasannya kali ini, mengusap-usap ruang di antara kedua alisnya. "... Haah. Siapa yang aku bawa nanti." Tanya Zhao Bingyan yang terlihat pusing memikirkannya.
Firasat Mu Chen Xiao seketika memburuk ketika Zhao Bingyan bertanya tentang penugasannya nanti. Dengan perlahan ia pun berjalan mundur meninggalkan Zhao Bingyan dan Zhang Xiuzhen yang masih membicarakannya.
Namun, ketika ia sudah berbalik arah dan akan meninggalkan mereka berdua, Zhao Bingyan langsung menyebut namanya dan membuat Mu Chen Xiao seketika berhenti berjalan.
"Sudah aku putuskan! Mu Chen Xiao dan Ying Tian! Kalian akan ikut denganku dalam penugasan kali ini." Ucap Zhao Bingyan yang membuat Mu Chen Xiao sangat terkejut setelah ia mendengar hal itu.
"Hah? Tapi, Guru besar! Aku tidak ingin melakukannya!" Jawab Mu Chen Xiao yang langsung menolak semua jawaban Zhao Bingyan.
"Jangan membantah! Kita akan segera pergi sekarang." Ucap Zhao Bingyan dengan tegas sehingga membuat Mu Chen Xiao terdiam tidak berekspresi saat ia mendengar jawaban darinya.
”Benar-benar pemaksaan.”
[[ Sistem mendeteksi adanya sifat abnormal ]]
[[ Sistem akan mengurangi poin -1000 jika Anda tidak mengikuti penugasan tahun ini ]]
”....”
__ADS_1