Chaos System

Chaos System
Chapter. 128 - Tuan Besar Yang Baik


__ADS_3

"Tuan muda! Kau baik-baik saja?!" Tanya Xing Ruo yang telah berada di sebelah ranjang milik Mu Chen Xiao saat dirinya sedang tidak sadarkan diri setelah Mu Chou Ran menunjukkan gambaran masa lalunya.


Melihat Xing Ruo yang tampaknya baik-baik saja dibandingkan saat mereka bertemu di gurun Gobi, hal itu membuat Mu Chen Xiao sangat terkejut dan ia pun langsung mencengkram kedua pundak Xing Ruo dengan erat.


"Bagaimana dengan lukamu? Seminggu yang lalu, aku melihatmu terluka parah! Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Mu Chen Xiao dengan wajah yang begitu memperhatikannya padahal sebagai pelayannya Xing Ruo merasa tidak pantas dikhawatirkan seperti ini.


"Tuan muda tidak perlu mengkhawatirkan ku. Aku baik-baik saja. Justru aku sangat mengkhawatirkan keadaan tuan muda saat ini. Tuan besar bilang kau mengalami ledakan spiritual sebanyak dua kali." Ucapnya yang membuat Mu Chen Xiao merasa keheranan setelah mendengarnya.


"Aku mengalami ledakan spiritual?" Tanyanya dengan bingung.


Xing Ruo tertegun dan menatapnya dengan heran. "... Apakah tuan muda tidak mengingatnya? Tuan muda mengalami ledakan spiritual karena segel yang dipasang oleh Tuan besar sudah menghilang."


"Kenapa bisa seperti itu? Apakah ini hasil pelatihanku selama bertahun-tahun?" Tanya Mu Chen Xiao kembali.


"Bukan. Dantian yang ada di dalam tubuh Tuan muda adalah milik Ayah Anda. Dia memberikannya saat usia tuan muda berumur lima tahun." Jelas Xing Ruo yang berhasil membuat Mu Chen Xiao terkejut tidak percaya setelah mendengarnya.


”Kenapa lagi-lagi ada orang yang mengatakan hal itu padaku?” batin Mu Chen Xiao yang memikirkannya. "... Lalu, bukankah seharusnya kau juga berasal dari keluarga Mu? Mengapa selama ini kau tidak mengatakan padaku tentang apa saja yang telah terjadi selama aku ditelantarkan menjadi anak jalanan?" Tanyanya yang membuat Xing Ruo canggung mendengarnya.


"Ahh,... Saat penyerangan terjadi, Tuan besar yang telah menyelamatkan kami." Jawab Xing Ruo yang mengundang perhatian Mu Chen Xiao.


"Maksud 'kami' yang kau ucapkan, apakah itu artinya kalian lebih dari dua orang?" Tanya Mu Chen Xiao yang heran setelah ia mendengarnya dan sangat terkejut ketika ia banyak mendengar suara kerumunan orang yang ada di lantai bawah.

__ADS_1


"Ya. Tuan besar menyelamatkan seratus orang dari kami saat penyerangan itu terjadi dan kebanyakan adalah anak-anak seperti kami yang sekarang ini berumur 15 sampai 21 tahun." Jelas Xing Ruo dengan wajah senangnya.


Karena merasa tidak begitu percaya dengan ucapannya, Mu Chen Xiao segera berdiri dari atas kasurnya dan berlari menuju jendela untuk melihat apakah yang dikatakannya memang benar terjadi atau hanya sebuah perkataan untuk menyemangatinya.


Lalu, setelah ia berdiri di depan sebuah jendela, Mu Chen Xiao sangat terkejut setelah ia melihat orang-orang bermarga Mu yang saat ini sedang berlatih pedang di halaman depannya dan ada beberapa anak perempuan yang sedang duduk di rumah berlantai satu.


"Ini bukan ilusi yang sebelumnya aku lihat 'kan?" Gumam Mu Chen Xiao yang sangat tidak percaya dengan pemandangan yang terjadi di depannya.


Xing Ruo berjalan menghampiri Mu Chen Xiao dan berkata, "Saat penyerangan terjadi, Tuan besar telah menyelamatkan kami dan memindahkan kami ke kota Qianlu yang sangat jauh dari istana dan keempat sekte lainnya. Tuan besar melakukannya untuk melindungi kami." Jelas Xing Ruo yang berhasil membuat Mu Chen Xiao menepuk dahinya sendiri.


"Kenapa itu bisa terjadi? Bukankah seharusnya kelompok yang menyerang kalian sudah tahu berapa jumlah kalian? Lalu, mengapa mereka tidak menyerang dan mencari kalian jika hal itu memang sudah diketahui oleh mereka?" Tanya Mu Chen Xiao yang masih kebingungan setelah mendengarnya.


"Tuan besar memanipulasi jumlah keluarga." Jawab Xing Ruo. "Dia memanipulasinya sebagai bentuk perlindungan. Jika saja ia tidak melakukannya, mungkin kami semua yang ada di sini akan terbunuh saat itu juga."


Wajah Xing Ruo terlihat sedih dan menundukkan kepalanya. "... Tuan besar menyembunyikan kami di ruang bawah tanah yang terkunci oleh segel miliknya. Lalu, tentang kematian nyonya Mu. Saat tuan besar ingin menyelamatkannya, ia harus terlibat pertarungan dengan orang-orang dari sekte Yin Lang dan mendapatkan luka yang cukup parah karena ia memiliki prioritas utama untuk menyelamatkan nyonya Mu. Namun, setelah ia sampai di sungai Luobing, dia sudah terlambat karena saat itu, Guru besar Zhao sudah lebih dulu membunuh nyonya Mu. Setelah ia melihatnya terbunuh, tuan besar dijebak oleh beberapa orang dan orang-orang itu secara bersamaan menancapkan pedangnya pada punggung tuan besar sehingga hal itu membuatnya nyaris saja terbunuh."


”Aku tidak melihat Mu Chou Ran saat Qian Yue terbunuh. Tapi, rasanya seperti ada yang tertinggal di sana.” batin Mu Chen Xiao yang memikirkannya.


"Lalu, apa yang terjadi setelahnya? Bukankah seharusnya orang itu terluka parah dan tidak bisa menyelamatkan kalian karena ia harus memulihkan lukanya?" Tanya Mu Chen Xiao yang terlihat penasaran saat mendengarnya.


"Seorang laki-laki bermarga Yan datang menyelamatkan kami dan membantu tuan besar."

__ADS_1


Mereka berdua akhirnya terdiam sebelum mereka mendengar seseorang yang membuka pintunya. Orang itu datang dengan membawa bungkusan yang dipenuhi dengan darah dan pakaiannya yang hitam juga terlihat kaku karena darah yang melekat meskipun dari kejauhan ia tidak terlihat sedang berdarah-darah. Laki-laki ini adalah Mu Chou Ran yang tampaknya telah melakukan sebuah pertarungan tunggal bersama dengan seseorang dan membawa kepalanya kemari.


"Xing Ruo!" Seru Mu Chou Ran saat ia sudah memasuki ruangan tersebut.


Mendengar namanya terucap, Xing Ruo segera berlari menghampirinya dan bertanya, "Ada apa Tuan besar?"


Mu Chou Ran langsung melemparkan bungkusan yang berisikan kepala tersebut pada Xing Ruo dan berkata, "Kubur benda menjijikan itu!"


Xing Ruo yang berhasil mendapatkan benda tersebut, akhirnya mengerti mengapa Mu Chou Ran menyuruhnya untuk segera menguburkannya karena benda ini adalah kepala milik seseorang yang telah bertarung dengannya.


"Baik tuan. Akan aku lakukan." Ucapnya yang langsung pergi dari kamar tersebut dan melakukan apa yang diminta oleh Mu Chou Ran padanya.


Saat mereka hanya tinggal berdua, Mu Chen Xiao menatap dingin ke arah Mu Chou Ran yang tidak berhenti menatapnya dengan senyum seringai yang tidak biasa. Lalu, tidak lama setelahnya Mu Chou Ran meletakkan telapak tangannya di atas kepala Mu Chen Xiao.


"Apakah itu yang pantas aku dapatkan setelah menyelamatkanmu dari orang asing?" Tanyanya yang membuat Mu Chen Xiao bingung untuk menjawabnya.


"Apa maksudmu menyelamatkanku dari orang asing?"


"Sekarang, semua orang sudah tahu kalau keluarga Mu muncul kembali. Mereka takut jika kami akan menyerang mereka dengan alasan pembalasan dendam atas yang pernah mereka lakukan pada kami. Sayang sekali, kau tidak melihat wajah ketakutan mereka saat orang-orang itu melihatku kembali terutama Pamanmu yang tampaknya sangat ketakutan padaku." Ucap Mu Chou Ran sambil berjalan pelan dan duduk di atas ranjangnya yang masih sangat berantakan.


Mu Chen Xiao yang terdiam sambil menatapnya hanya bisa menjawab, "Apakah aku tidak bisa kembali ke sekte?"

__ADS_1


Mu Chou Ran tidak berekspresi saat ia menatap ke arahnya kembali. Ia menghela nafasnya dan berjalan kembali ke arah Mu Chen Xiao sebelum akhirnya ia menarik bahunya dan membuat Mu Chen Xiao terduduk di atas sebuah meja lantai.


"Pamanmu, tidak akan ada lagi di dalam kehidupanmu." Bisik Mu Chou Ran yang membuat Mu Chen Xiao sangat tertekan ketika mendengarnya.


__ADS_2