Chaos System

Chaos System
Chapter. 141 - Konferensi Tujuh Keluarga


__ADS_3

Setahun kemudian, konferensi Nanming Istana Kaisar Zhang.


Konferensi Nanming adalah pertemuan yang biasa dilakukan oleh tujuh keluarga besar yaitu keluarga Zhao, Zhang, Li, Bai, Yun, Cheng dan Mu. Istana melakukan konferensi ini selama 20 tahun sekali dan siapapun yang berhasil mendapatkan nilai tertinggi, keluarga merekalah yang akan menduduki peringkat pertama sebagai keluarga terkuat.


Semua anggota keluarga luas dari ketujuh nama keluarga tersebut, berkumpul pada satu titik dan berbaris pada barisan mereka masing-masing sesuai dengan nomor urut. Mereka semua terlihat gagah dengan pedang yang menggantung pada salah satu bagian tubuh mereka kecuali, Mu Chen Xiao yang harus kehilangan pedangnya setelah ia mempelajari sihir gelap.


Saat ia sedang memperhatikan seluruh anggota keluarga luas lainnya yang sedang berdiri mengitarinya karena saat ini, keluarga Mu berbaris di barisan paling tengah. Pandangan Mu Chen Xiao seketika terpaku pada Zhao Bingyan yang saat ini sedang duduk pada salah satu kursi para petinggi keluarga bersama dengan keenam kepala keluarga lainnya.


Saat ini, Zhao Bingyan sedang menatapnya dengan ekspresi kasihan sekaligus tidak percaya karena ia bisa bertemu dengannya di sini. Namun, Mu Chen Xiao tidak bisa langsung saja menanggapi bahwa ia sedang mengasihaninya. Ia pun langsung mengalihkan pandangannya ke objek lain dengan tatapan yang sangat tidak mempedulikannya.


”Apakah dia sedang membenciku? Atau berusaha untuk tidak menatapku?” pikir Zhao Bingyan saat melihatnya. ”... Sepertinya Zhao Wei Lu benar. Xiao'er mungkin tidak akan memaafkanku hingga saat ini.”


"Grandmaster Zhao!" Seru Li Chu Yi yang tiba-tiba saja muncul di belakangnya dan wanita ini langsung saja duduk di kursi kosong yang ada di sebelahnya. "... Apakah Grandmaster datang kemari untuk menggantikan Master Yuan?"


Zhao Bingyan yang sedang menatap ke arahnya menjawab, "Ya. Dia sudah terlalu tua. Aku takut dia akan pingsan saat menonton mereka bertarung." Jawabnya sambil menatap kembali ke arah orang-orang yang sedang berada di tengah-tengah lapangan.


Saat ia menjawabnya, Li Chu Yi terlihat canggung dengan wajah yang sepertinya sangat ragu untuk menanyakannya pada Zhao Bingyan. Ia menarik rambutnya ke belakang daun telinganya dan menatap Zhao Bingyan dengan bola matanya yang tampak bercahaya.


"Ngomong-ngomong, setelah konferensi ini berakhir, apa yang akan Grandmaster Zhao lakukan selanjutnya?" Tanya Li Chu Yi dengan wajah yang tampaknya mulai memerah.


Zhao Bingyan tertegun dan pandangannya seketika mengarah pada Li Chu Yi yang duduk di sebelahnya. "... Memangnya ada apa?" Tanyanya yang membuat Li Chu Yi berhenti menatapnya.


Li Chu Yi terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya ia bertanya, "Apakah Grandmaster Zhao tidak akan mencalonkan diri menjadi pemimpin keluarga Zhao berikutnya?"


"Lu'er yang akan mewariskannya." Celetuk Zhao Bingyan yang membuat Li Chu Yi terkejut mendengarnya.


Setelah ia merasa terkejut karena mendengar jawabannya, Li Chu Yi sedikit tertawa dan kembali bertanya, "Mengapa tidak kau saja yang menjadi pemimpin mereka?"


Zhao Bingyan langsung menjawab, "Itu semua adalah rahasia keluarga." Jawabnya yang langsung menyembunyikan kebenaran bahwa sebenarnya Zhao Bingyan menolak kedudukan tersebut.


"Aduh,... Yan'er benar-benar tidak peka ya. Li Chu Yi ingin kau segera menikahinya." Celetuk Cheng Xing Xian yang muncul secara mendadak di belakang mereka.


Keduanya pun langsung menoleh ke belakang dengan ekspresi yang berbeda-beda. Li Chu Yi yang tampaknya sangat terkejut, langsung pergi dari tempatnya karena ingin melarikan diri dari pertanyaan Zhao Bingyan berikutnya. Namun, Zhao Bingyan sendiri malah kebingungan karena ia tidak menduga kedatangan Cheng Xing Xian secara tiba-tiba.


"Kau sangat mampu membuat Master Chu Yi pergi dari sini." Ucap Zhao Bingyan setelah ia melihat Cheng Xing Xian duduk di sebelahnya menggantikan Li Chu Yi yang sebelumnya telah melarikan diri darinya.

__ADS_1


"Yan'er! Sadarlah sedikit! Apakah kau tidak tahu mengapa Li Chu Yi bertanya tentang penerus keluarga Zhao?" Tanya Cheng Xing Xian dengan acuh.


Zhao Bingyan yang sama sekali tidak mengerti hal ini kembali bertanya, "Memangnya ada apa? Bukankah itu adalah rahasia dari masing-masing keluarga?"


Cheng Xing Xian tidak berekspresi dan berkata, "Aku rasa kau tidak mengerti apa yang aku katakan. Li Chu Yi ingin kau segera menikahinya. Apakah kau tidak memperhatikan sikapnya belakangan ini? Usiamu sudah menginjak 33 tahun sedangkan Li Chu Yi sudah menginjak usia 30 tahun. Apakah kau sama sekali tidak sadar kalau usia segitu sudah sangat tua?" Ucapnya dengan acuh.


Zhao Bingyan menatap bingung dan bertanya kembali, "Apakah Master Chu Yi menyukaiku? Kapan dia bilang kalau dia menyukaiku?"


"Haah! Kau ini benar-benar tidak mengerti!" Celetuk Cheng Xing Xian sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "... Sebaiknya kau kembali mengingat-ingat masa lalumu saat bertemu dengan Li Chu Yi." Ucapnya sambil berjalan meninggalkan kursi tersebut.


"Masa laluku saat bertemu dengan Li Chu Yi?" Gumam Zhao Bingyan yang memikirkannya.


20 tahun yang lalu, kota Xuanzhou.


Jika diingat kembali, Zhao Bingyan pertama kali bertemu dengan Li Chu Yi saat ia berumur 13 tahun sedangkan Li Chu Yi berumur 10 tahun. Keduanya bertemu saat Li Chu Yi sedang berlari ketakutan karena dikejar oleh Ibu tirinya sendiri yang akan menjualnya ke rumah hiburan.


"Tuan muda! Tolong aku!" Ucap Li Chu Yi yang langsung bersembunyi di belakang Zhao Bingyan yang tidak mengetahui apapun mengapa Li Chu Yi bisa ketakutan seperti ini.


"Eh? Ada apa?" Tanya Zhao Bingyan dengan bingung.


"S~ selamatkan aku dari ibu tiriku!" Jawab Li Chu Yi dengan penuh ketakutan dan terus memeluk pinggang Zhao Bingyan yang masih menatapnya dengan bingung.


Melihat hal itu, Zhao Bingyan langsung melindungi Li Chu Yi dari wanita tersebut dan melarangnya untuk mendekati Li Chu Yi yang sedang bersembunyi di belakangnya.


"Ada apa ini? Mengapa kau membuat kegaduhan di kota?" Tanya Zhao Bingyan dengan ekspresi serius saat menatapnya.


"Jangan hanya karena kau Tuan muda di sini kau bisa melarang apa yang ingin aku lakukan pada gadis sialan tadi. Cepat berikan dia!" Ucap wanita tersebut dengan sangat memaksanya untuk segera menyerahkan Li Chu Yi.


Zhao Bingyan menepis tangan wanita yang mencoba menyentuh Li Chu Yi dan berkata, "Nyonya, bisa jelaskan apa yang terjadi? Apa yang sedang nyonya pikirkan sekarang? Mengapa aku harus menyerahkan gadis ini pada Anda?" Tanyanya yang membuat wanita tersebut tersentak kaget saat mendengarnya.


"Jangan ikut campur! Cepat berikan dia padaku!" Bentak wanita tersebut sambil memukul kayunya ke arah Zhao Bingyan.


Saat pukulan tersebut mengarah padanya, Zhao Bingyan segera menahan serangan tersebut dan membuang kayu yang sempat akan melukainya.


"Bagaimana jika aku membelinya darimu?" Tanya Zhao Bingyan yang masih melindungi Li Chu Yi di belakangnya.

__ADS_1


"Hah! Kau pikir apa yang bisa kau lakukan untukku?! Cepat serahkan anak ini!" Ucap wanita itu sambil memaksa Li Chu Yi untuk segera mengikutinya.


Namun, saat ia melihat wanita tersebut menarik paksa tangan Li Chu Yi untuk segera pergi darinya, Zhao Bingyan segera menariknya kembali dan melemparkan sejumlah uang berupa keping emas di depan wajah wanita tersebut.


Sontak hal itu membuat siapapun sangat terkejut dan hanya bisa terdiam menonton mereka bertiga.


"Jangan kira aku tidak bisa melawan wanita tua sepertimu! Ambil lima puluh keping emas itu dan enyahlah dari hadapanku!" Ucap Zhao Bingyan dengan tegas dan dingin pada wanita tersebut.


Setelah dilempari oleh uang, wanita tersebut menggeram dan mengeraskan kepalan tangannya karena kesal dengan sikap Zhao Bingyan padanya.


"Akan aku laporkan pada keluarga mu!" Bentak wanita tersebut namun, ia tidak lagi melihat Zhao Bingyan dan Li Chu Yi saat ia melihat ke arah mereka.


Di waktu bersamaan, Zhao Bingyan menarik pergi Li Chu Yi menuju suatu tempat yang jauh dari wanita tersebut. Ia bahkan tidak percaya bahwa seorang tuan muda seperti Zhao Bingyan akan mau menyelamatkan gadis jelek seperti dia.


"Tuan muda! Terima kasih karena telah menyelamatkanku." Ucap Li Chu Yi saat keduanya telah berhenti berjalan di depan kediaman Zhao.


Zhao Bingyan tertegun dan terdiam menatapnya selama beberapa saat.


"Tidak apa-apa. Qian Yue bilang kalau ada seseorang yang ingin kau selamatkan maka, selamatlah dia karena mungkin saja penyesalan akan menghantuimu di masa depan." Jawab Zhao Bingyan sesaat kemudian.


Li Chu Yi terdiam selama beberapa saat sebelum ia menjawab, "Sekali lagi, terima kasih karena Tuan muda telah menyelamatkanku! Sebagai gantinya, aku akan menjadi pelayan di sini!" Ucapnya secara spontan yang membuat Zhao Bingyan merasa keberatan saat mendengarnya.


"Tidak perlu melakukannya. Aku akan mengantarmu pulang. Oh, iya. Siapa namamu?" Tanya Zhao Bingyan kembali.


"Namaku, Chu Yi." Jawabnya dengan canggung.


"Lalu? Apa nama keluargamu?"


"Li Chu Yi. Nama keluarga ku Li Chu Yi."


Mendengar hal tersebut, Zhao Bingyan langsung tertawa senang dan meletakkan telapak tangannya di atas kepala Li Chu Yi sambil berkata, "Kalau begitu, kita adalah kenalan. Namaku Bingyan dan nama keluarga ku Zhao Bingyan. Senang akhirnya aku bisa bertemu denganmu."


"Selamat! Dia adalah cinta pertamamu." Ucap Qian Yue yang sudah sejak tadi memperhatikan dan mendengarkan mereka berbicara dari balik pintu gerbang mereka.


Mendengar hal itu, wajah Zhao Bingyan seketika memerah dan berkata, "Qian Yue! Jangan katakan hal itu di depannya!" Celetuk Zhao Bingyan sambil mendorong masuk Qian Yue kembali ke kediamannya.

__ADS_1


20 tahun berikutnya.


”Hmm,... Tidak aku sangka aku bisa mengingatnya sampai sekarang. Tiba-tiba saja aku terpikirkan bagaimana keadaan Qian Yue saat ini.” batin Zhao Bingyan yang mengingatnya kembali sebelum akhirnya bel peringatan berbunyi dan sudah saatnya untuk para petinggi Istana memberitahukan tentang peraturan pada konferensi tahun ini.


__ADS_2