Chaos System

Chaos System
Chapter. 47 - Hawa Kekuatan Spiritual


__ADS_3

Melihat kedatangan Mu Chen Xiao yang tiba-tiba, membuat Zhao Bingyan merasa terkejut karena sebelumnya ia telah menuduh Shang Ren sebagai pembunuh Mu Chen Xiao. ”... Dia masih hidup?” batin Zhao Bingyan yang tidak berhenti melihat ke arahnya.


Semua orang yang awalnya telah menjadi saksi kalau Mu Chen Xiao baru saja dimakan oleh mulut besar dari dalam tanah dan mengira kalau ia sudah mati, merasa sangat terkejut dan seolah tidak percaya dengan apa yang dilihat oleh mereka.


Zhao Bingyan perlahan berjalan mendekatinya namun, sebuah penghalang tiba-tiba saja muncul di hadapannya dan membuat ia seketika berhenti berjalan. "... Ada apa? Kau tidak perlu memasang penghalang ini, bukan?" Ucap Zhao Bingyan sambil menoleh ke arah Su Lingyu yang telah memasang dinding penghalang di hadapannya sehingga tidak ada seorangpun yang bisa menghampiri Mu Chen Xiao.


"Anak ini, biar aku saja yang urus dia." Ucap Su Lingyu sambil mengeluarkan sebagian dari kekuatan sihirnya yang berada di tingkat Master level sembilan!


Zhao Bingyan yang merasakan adanya hawa spiritual yang sangat besar, menjadi sangat marah padanya karena merasa Su Lingyu akan segera membunuh Mu Chen Xiao karena dendam pribadinya. "Su Lingyu! Kau mau apa dengannya!" Bentak Zhao Bingyan pada Su Lingyu namun, suaranya tidak dapat terdengar di telinganya dan orang-orang yang berada di luar dinding penghalang.


Su Lingyu menatap dingin ke arah Mu Chen Xiao dengan kedua bola matanya yang semula berwarna biru menyala, berubah menjadi merah darah ketika ia sedang menatapnya. "... Keluarga Mu, mereka adalah keturunan-keturunan dari raja pertama Xingyue, Mu Quan Shi. Tindakan ku untuk mempengaruhi Yan'er agar ia mau membunuh seluruh keturunan keluarga Mu, seharusnya menjadi tindakan pencegahan agar tidak ada ada lagi keturunan-keturunan penjahat di sini. Namun, seseorang membiarkan domba kecil ini pergi dan hidup bebas kemanapun yang dia mau. Jika Gurumu tidak sanggup untuk membunuhmu maka, akulah yang akan melakukannya!" Ucap Su Lingyu yang berakhir dengan penyerangan yang dilakukannya terhadap Mu Chen Xiao.


Su Lingyu bergerak cepat ke arah Mu Chen Xiao dan mengambil sebuah pedang yang tergeletak di tanah. Hawa kekuatan spiritualnya semakin tinggi dan membuat Mu Chen Xiao merasa semakin tertekan begitupun dengan jenderal Zhu dan para bala tentaranya yang juga merasakan hal yang sama dengannya. ”... Hawa kekuatannya terlalu besar! Tubuhku tidak bisa bergerak! Ini seperti ada benda besar yang menimpaku!” batin Mu Chen Xiao sambil berusaha untuk tetap berdiri tegak meskipun sekarang ini tubuhnya terasa lebih berat seratus kali lipatnya.


"Matilah dan temui keluargamu di sana!" Teriak Su Lingyu sambil mengangkat pedangnya yang sekarang ini berada tepat di atas kepala Mu Chen Xiao.

__ADS_1


Dan ketika pedang tersebut hampir saja membelah kepala Mu Chen Xiao, tiba-tiba saja sebuah bayangan hitam muncul di hadapannya. Laki-laki ini, kemudian menahan pedang Su Lingyu hanya menggunakan kedua jarinya saja! "... Cih! Benar-benar tidak berguna!" Bentak Shang Ren yang sekarang ini telah berdiri di hadapan Mu Chen Xiao dan menendang tubuh Su Lingyu sehingga membuatnya terhempas jauh di depannya. Dan pedang yang sekarang ini berada di kedua jarinya, berhasil dipatahkan olehnya dan dibuang ke dalam sebuah danau yang ada di sebelah kirinya.


Mu Chen Xiao sangat terkejut karena lagi-lagi ia diselamatkan oleh Shang Ren yang tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Ia merasa sangat bingung karena tidak seharusnya seorang penjahat melindungi karakter protagonisnya. ”Sistem! Ada yang aneh belakangan ini. Mengapa Shang Ren begitu peduli padaku padahal aku adalah murid dari Sekte lain.” tanya Mu Chen Xiao yang menghidupkan layar monitornya kembali.


[[ Sistem akan memberitahukan Anda beberapa tahun lagi. ]]


”Hah?! Haruskah aku menunggu selama itu?!”


Mu Chen Xiao yang mulai merasa jengkel dengan sistem yang hanya bisa memberatkan situasinya, seketika ia terkejut ketika dia melihat Shang Ren sedang menggandeng tangannya kembali. ”... Dia bahkan sama beloknya dengan otak Zhao Bingyan!” batin Mu Chen Xiao yang merasa heran ketika melihatnya.


Mu Chen Xiao tidak menjawab dan hanya mengalihkan perhatiannya saja. Selama ini, Zhao Bingyan selalu terlihat lemah di hadapan semua orang padahal, ia berada di level empat alam dunia bawah. Seharusnya, ia bisa melakukan apapun yang diinginkannya sekarang ini. Mungkin saja, dia bisa membunuh Su Lingyu hanya dengan sekali serang. Akan tetapi, dia sepertinya takut pada kekuatannya sendiri.


”Jika aku membuatnya marah, apakah ia akan menunjukkan kekuatan aslinya?” batin Mu Chen Xiao sambil menatap ke arah Zhao Bingyan. Ia menoleh ke arah salah satu pasukan Istana dan berkata, "Paman! Bisa tolong aku sebentar?"


Su Lingyu berdiri kembali dan menyeka debu yang menempel di wajahnya. Dia menunjukkan ekspresi amarah yang meluap-luap karena ini adalah pertama kalinya ia diserang oleh seseorang yang memiliki tingkat spiritual yang sama dengannya. ”... Ada yang aneh dengannya. Aku merasa orang ini memiliki kemampuan yang setara dengan Raja Xingyue!” batin Su Lingyu sambil menggertakan giginya. "... Sepertinya, hanya kalian berdua yang peduli dengan bocah Mu. Huh,... Kalau begitu,... Ku bunuh saja dia!" Ucap Su Lingyu yang kembali berlari ke arah Mu Chen Xiao namun, gerakannya pun terhenti karena beberapa anak panah yang terbang ke arahnya dan mendarat tepat di hadapannya.

__ADS_1


Sudah sangat jelas, serangan ini pasti karena perintah Jenderal Zhu yang memerintahkan kepada seluruh prajuritnya agar melepaskan anak panah mereka ke arah Su Lingyu. Ia juga memiliki dendam karena sebelumnya, Su Lingyu hampir saja membunuhnya dan menjadi sebab mengapa ia kembali hanya dengan membawa setengah dari pasukannya. "... Kau benar-benar memuakkan kami! Kami pasti akan membunuhmu!" Ucap Jenderal Zhu sambil menghunuskan pedangnya.


"Jenderal tidak perlu mengotori pedangmu. Aku saja yang akan melakukannya." Ucap Shang Ren sambil mengeluarkan pedangnya yang memiliki kekuatan spiritual yang cukup besar dan mengeluarkan sebuah cahaya merah yang menyala-nyala hingga terlihat sampai ke luar lembah.


"Oh, jadi kau mencoba untuk melawan arwah pegunungan yang sudah hidup ratusan tahun?" Tanya Su Lingyu sambil menunjukkan wajah jahatnya.


Lalu, tidak lama setelah mereka berbicara. Tiba-tiba saja Mu Chen Xiao yang sebelumnya berada di belakang punggung Shang Ren, terjatuh dengan cairan merah yang keluar dari dalam mulutnya. Wajahnya pun terlihat pucat dan dia terus memegang dadanya yang mungkin terasa panas di dalam. "... G~ Guru besar Shang Ren,... S~ Su Lingyu melakukan serangan jarak jauh. Dia ingin menghancurkan jantungku!" Ucap Mu Chen Xiao dengan nada yang terdengar sesak dan patah-patah.


Melihatnya terjatuh, membuat Shang Ren langsung bergerak dan memangku kepalanya dan bertanya, "Bertahanlah sebentar! Bagian mana saja yang sakit?" Tanya Shang Ren dengan nada yang sepertinya sangat mengkhawatirkannya.


Sementara ini, Zhao Bingyan yang berada dalam dinding penghalang merasa sangat terkejut ketika ia melihat Mu Chen Xiao terjatuh kesakitan di tengah-tengah pertarungan. Pandangannya tidak berhenti melihat ke arahnya dan tangannya seperti sedang meluapkan amarahnya hingga meneteskan darah yang jatuh di atas tanah. ”Dia benar-benar tidak bisa dihentikan! Hanya ada satu cara untuk menyelesaikannya. Bunuh wanita j*lang itu.”


'Tes,...'


Ketika Su Lingyu berhasil membuat amarahnya meluap-luap, mata sebelah kiri Zhao Bingyan seketika berubah menjadi merah ketika ia menatap ke arah Su Lingyu. Hawa kekuatan yang berada di lembah Dao Xun, seketika meluap dan meretakkan banyak bebatuan besar yang ada di sana. ”... Kali ini, aku tidak akan bermain-main lagi. Sudah saatnya aku melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang Guru!” ucap Zhao Bingyan dengan dingin sambil meletakkan telapak tangannya di atas dinding penghalang dan seketika, dinding penghalang tersebut terpecah belah menggetarkan beberapa dinding lembah yang berada di sana.

__ADS_1


”Oh tidak. Bingyan sepertinya memutuskan untuk serius bertarung dengannya.” batin Cheng Xing Xian yang juga merasakan adanya hawa kekuatan spiritual yang sangat besar melebihi siapapun yang ada di sini.


__ADS_2