
Lembah Dao Xun.
Su Lingyu yang sudah terbiasa memainkan sitarnya dan mempengaruhi semua orang melewati suara indah yang dikeluarkannya, tiba-tiba saja ia berhenti memainkannya ketika ia mengingat suatu hal.
Di atas sebuah gundukan batu yang memiliki tumpukan mayat di bawahnya, Su Lingyu mengangkat jarinya dari sitarnya dan melihat ke luar Lembah Dao Xun. Dia terlihat sedih dan tidak berkata-kata pada saat itu. Ia hanya menyampaikannya melewati gerakan mata dan nada sitar yang dimainkan olehnya.
"Yan'er pasti sudah sangat dekat. Setelah aku terkurung sepuluh tahun di sini, akhirnya aku bisa menemukanmu."
...~ Chaos System ~...
...~ Chapter 36 ~...
Keesokan paginya, disaat semua murid-murid Sekte bersiap untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh Zhao Bingyan, tiba-tiba saja ada hal yang membuat mereka terpaku sekaligus tidak berhenti untuk menertawainya.
"Hahaha!!! Anak ini yang benar saja?! Kakinya belum sampai pijakan rupanya!!! Hahaha?"
"Bagaimana kau bisa menunggangi kuda jika kakimu sependek ini? Pantas saja Guru besar hanya membawa satu ekor kuda. Jadi, dia sedang bersama si bodoh Mu Chen Xiao?!"
"Hei! Hei! Sebaiknya kau perbanyaklah minum susu! Itu bagus untuk pertumbuhan mu! Hahaha!"
[[ Mempermalukan diri sendiri ]]
[[ Poin berkurang -50 ]]
[[ Sisa poin akhir +1950 ]]
Pantas saja semua murid di sana tertawa karena saat ini, mereka sedang melihat Mu Chen Xiao yang menunggangi seekor kuda putih namun, kedua kakinya belum sampai pada pijakan kaki yang ada di bawahnya!
Hal ini sangatlah berbeda dari apa yang diinginkan olehnya. Ia sebenarnya ingin berjalan-jalan sebentar sebelum pergi meninggalkan sekte namun, Zhao Bingyan malah meletakkannya di atas kuda agar ia tidak bisa kemana-mana lagi!
”Cih! Zhao Bingyan~~ BEG—! TOL—!!” teriak Mu Chen Xiao dalam benaknya setelah ia ditertawakan oleh seluruh murid-murid sekte yang melihatnya dan bahkan sistem juga ikut menertawainya dengan mengurangi poin yang sudah ia kumpulkan susah-susah!
Flashback beberapa menit yang lalu,...
"Guru besar Zhao! Master Chu Yi! Anak dengan marga 'Mu' tiba-tiba saja bertarung dengan kakak seperguruan Yun!" Teriak salah satu murid yang mendatangi Zhao Bingyan dan Li Chu Yi di paviliun Yu'an, tempat mereka membicarakan tentang penugasan dari Istana.
Sesaat, semua orang yang ada di sana terdiam dengan wajah yang seolah-olah sedang memendam kesal dan jengkel pada satu-satunya murid mereka yang benar-benar tidak bisa di atur sejak dulu.
Bukan hanya menentang Gurunya sendiri, ia bahkan menantang kakak seperguruannya sendiri dan berusaha untuk kabur dari penugasan yang sudah di serahkan padanya.
__ADS_1
"Aduh! Lagi-lagi bocah itu! Dia benar-benar tidak bisa di atur!" Ucap Zhao Yuan dengan kesal sampai-sampai ia melemparkan beberapa dokumen yang ada di atas mejanya.
"Bisa-bisa perguruan ini akan bobrok jika anak itu masih ada di sini!" Ucap Li Chu Yi dengan nada putus asa sambil menyandarkan keningnya di atas telapak tangannya.
Lalu, tiba-tiba saja mereka kedatangan lagi beberapa murid yang datang tergesa-gesa dan akan menyampaikan hal yang sama pada mereka bertiga yang ada di paviliun Yu'an.
Setelah kedua murid ini memberikan salam untuk ketiganya, murid kedua langsung berkata, "Guru besar Zhao! Master Chu Yi dan Master Yuan! Mu Chen Xiao berusaha lari dan akan pergi ke kota!"
Disusul dengan murid ketiga yang melanjutkan, "Guru besar Zhao! Baixue tiba-tiba saja pergi mengejar Mu Chen Xiao yang berusaha kabur! Lalu, Tuan muda kedua Zhao juga berusaha untuk mengejar mereka berdua.
"AKHH!!! BOCAH MENYUSAHKAN! SUDAH KUBILANG UNTUK TETAP DI SINI!" Teriak Zhao Yuan setelah ia menendang meja dan melempar semua kertas dokumen yang ada di hadapannya.
Zhao Bingyan meletakkan telapak tangannya di atas pundak Zhao Yuan yang sudah terluap emosi di pagi ini. Wajahnya pun terlihat sangat marah ketika ia menoleh ke arahnya, meskipun saat ini ia sedang berhadapan dengan anaknya sendiri.
Meskipun tatapannya memang tergolong mengerikan, Zhao Bingyan masih mampu tersenyum simpul sebelum akhirnya ia berkata, "Biar aku saja yang mencarinya. Master Yuan di sini saja, mengurusi beberapa dokumen lainnya."
Sementara ini, yang terjadi di kota Xuanzhou wilayah kekuasaan Sekte Hua Jian.
"Berhenti mengejarku! Anjing jelek!" Teriak Mu Chen Xiao yang saat ini sedang dikejar-kejar oleh Baixue yang terlihat begitu penasaran dengannya.
"Mu Chen Xiao! Berhenti berlari! Bersembunyi lah di atas pohon!" Teriak Zhao Wei Lu yang saat ini sedang mengejar mereka berdua sejak Baixue mulai mengejar Mu Chen Xiao ketika ia sedang membuat masalah dengan Yun Shan Feng.
"Dimana aku harus bersembunyi? Tidak ada pohon satupun di sini!" Jawab Mu Chen Xiao yang melihat sekelilingnya, sudah dipenuhi dengan atap-atap rumah penduduk yang tampaknya telah kokoh terbuat dari beberapa pohon bambu dan kayu.
Mu Chen Xiao semakin berteriak ketakutan sementara orang-orang yang ada di sekitarnya, hanya bisa menatap heran padanya dan ekspresi mereka benar-benar menunjukkan ketidakpercayaannya ketika melihat seorang Kultivator yang dikejar-kejar oleh seekor Anjing karena ketakutannya sejak dulu.
”Mu Chen Xiao! Dia benar-benar tidak mendengarkan ku!” batin Zhao Wei Lu yang mencoba untuk mencari jalan pintas untuk mengejar mereka berdua.
Ia pun akhirnya mengambil langkah awal dengan menaiki sebuah atap rumah penduduk yang kokoh dan kemudian ia berusaha untuk berlari secepat mungkin agar ia bisa menyusul gerakan cepat Baixue yang sudah hampir menggigit pakaian bawah Mu Chen Xiao.
Lalu, ketika dia sudah berada jauh di depannya, Zhao Wei Lu akhirnya turun dari atas dan langsung menangkap Baixue yang terus saja mengejar Mu Chen Xiao.
Namun, ketika ia hampir saja menangkap Baixue di saat ia sedang berlari, Zhao Wei Lu melakukan kesalahan lain yang mengakibatkan wajahnya terinjak telapak kaki Baixue dan tidak sengaja melepaskannya kembali sehingga membuat Mu Chen Xiao harus tetap berlari sampai ada yang seseorang datang untuk mengusirnya.
”Zhao Bingyan Gob—! Cepat singkirkan anjingmu!” batin Mu Chen Xiao yang berteriak dalam benaknya sambil menoleh ke belakang dan menyadari kalau saat ini, Baixue sudah berada tidak jauh di belakangnya!
"ARRGGHHHH!!! GURU BESAR ZHAO!" Teriak Mu Chen Xiao yang mengejutkan semua orang di sana.
Lalu, ketika dia sedang berlari di jalan yang sama. Tiba-tiba saja ia tidak sengaja menabrak seseorang yang ada di hadapannya dan orang yang ditabraknya itu, langsung menggendong Mu Chen Xiao dalam pelukannya dan mengusir Baixue yang terus saja mengejar Mu Chen Xiao sampai sejauh ini.
__ADS_1
Mu Chen Xiao terus memeluk leher orang yang saat ini telah menyelamatkannya dan sempat menoleh ke belakang untuk melihat apakah Baixue masih mengejarnya atau tidak.
Mu Chen Xiao tersentak heran begitu ia sudah tidak melihat Baixue di belakangnya! ”Kok bisa?! Apa jangan-jangan, orang ini begitu mengerikan hingga seekor anjing saja enggan untuk menatap matanya?” batin Mu Chen Xiao yang mulai menduga-duga.
"Xiao'er, bukankah sudah aku katakan untuk tidak pergi kemana-mana?" Ucap seorang laki-laki yang saat ini sedang menggendongnya.
Dengan perlahan, Mu Chen Xiao mencoba untuk menatap ke arah laki-laki yang sedang mengangkatnya ini dan benar saja apa dugaannya sejak tadi. Aroma lembut yang biasa dihirup olehnya, begitupun dengan lonceng penenang yang saat ini sedang menggantung di saku kanannya. Laki-laki ini adalah Zhao Bingyan!
"SYOK!!!"
Mu Chen Xiao sangat terkejut dan langsung mendorong dada Zhao Bingyan dengan kedua tangannya, begitu ia melihat wajah mengerikan Zhao Bingyan yang ditunjukkan padanya. Ekspresinya pun sangat mudah terbaca kalau saat ini, Mu Chen Xiao sedang ketakutan dan kedua tangannya telah melakukan banyak kesalahan di sekte tempat tinggalnya!
”Mamp—! Sepertinya dia sangat marah! Jangan suruh aku untuk membaca setumpuk buku lagi!” batin Mu Chen Xiao yang terlihat lebih takut ketika melihat ekspresi dingin Zhao Bingyan padanya.
"Yan Gege! Mu Chen Xiao telah membuat kerusuhan di tempat pelatihan murid dan menantang bertarung kakak seperguruan Shan Feng!" Ucap Zhao Wei Lu yang langsung menjelaskan semenjak dia mengetahui bahwa Zhao Bingyan akan datang untuk menghentikan Baixue yang terus mengejar.
Mendengarnya, sempat membuat Zhao Bingyan terdiam sejenak sebelum akhirnya ia menunjukkan wajah senyum paksanya meskipun sebenarnya ia sangat marah ketika Zhao Wei Lu menyampaikan masalah yang terjadi di sektenya.
"Anak baik harus menurut pada Gurunya. Mungkin sebaiknya, Xiao'er menungguku di kuda saja."
Flashback end,...
”Hah,... Menyebalkan sekali! Zhao Bingyan bahkan tidak menghukum Baixue yang sudah mengejarku sampai sejauh itu!” batin Mu Chen Xiao sambil memegang rambut putih milik seekor kuda yang saat ini ditungganginya.
"Hah? Ini sungguhan? Rupanya, si bodoh Mu Chen Xiao belum bisa mencapai pijakan? Hahaha! Hari yang bagus untuk senam jantung!" Ucap Yun Shan Feng dengan mengejek sambil menertawai Mu Chen Xiao yang tidak bisa melakukan apapun di atas kuda putih milik Zhao Bingyan.
"Kenapa si manusia gob— itu ada di sini?” batin Mu Chen Xiao yang berpura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Yun Shan Feng meskipun saat ini ia telah berdiri di sebelahnya.
"Yahaha! Ternyata yang panjang hanya lidahnya saja! Aku akan memesankan selusin susu untukmu sehingga kau bisa berpijak di atas kuda!" Ucap seorang kakak seperguruannya yang saat ini berada di sebelah Yun Shan Feng.
"Kenapa kalian masih ada di sini? Kalian tidak diperintahkan untuk menghina muridku!" Ucap Zhao Bingyan yang tiba-tiba muncul di belakang mereka sambil menunjukkan ekspresi dinginnya terhadap mereka.
Semua murid yang ada di sana sangat terkejut dengan kedatangannya. Mereka langsung memberikan salam untuknya dan mereka segera pergi menuju tempatnya masing-masing untuk berkumpul dalam kelompok.
Ketika semuanya telah pergi, Zhao Bingyan berjalan menghampiri Mu Chen Xiao yang masih terdiam di atas kudanya.
Ia pun meletakkan telapak tangan kanannya di atas kepala Mu Chen Xiao sambil berkata, "Bagus sekali. Kamu tidak lagi membuat kekacauan di sini meskipun semuanya sibuk merendahkan mu."
Mu Chen Xiao tertegun sejenak dan ia pun kembali mengalihkan pandangannya ke arah yang berlawanan sebelum dia menjawab, "Untuk apa meladeni orang-orang itu? Mood ku sedang bagus. Jadi, aku hanya diam saja."
__ADS_1
Zhao Bingyan membuat senyum simpul di wajahnya sebelum dia berkata kembali, "Kalau begitu, baguslah. Aku pikir akan ada keributan lagi di sini. Sebaiknya kita juga bersiap-siap untuk pergi ke lembah Dao Xun. Ketiga Sekte lainnya mungkin sudah berangkat sejak kemarin jadi, ada kemungkinan jika kita akan bertemu dengan mereka."
”Ketiga Sekte lainnya? Mengapa firasat ku menjadi buruk setelah mengingat mereka?”