Chaos System

Chaos System
Chapter. 31 - Perselisihan Keempat Sekte


__ADS_3

Aula Utama Paviliun Yong'an.


Setumpuk kertas dan dokumen tampak terlihat menumpuk di atas sebuah meja lantai. Seseorang telah menggoreskan tinta di atas sebuah kertas putih yang telah dibaca berulang kali olehnya.


Karena belakangan ini Patriark Sekte sering kali melakukan perjalanan ke luar, dokumen-dokumen yang datang dari luar Sekte terus menumpuk hingga memenuhi seluruh isi ruangan. Dan karena semua itulah, Zhao Bingyan yang harus bertanggung jawab dalam hal ini termasuk penugasan yang baru saja diberikan oleh Istana.


Seharusnya aku menolak permintaan dari istana. Mereka ini benar-benar menyusahkan. Aku harus berpikir siapa yang akan pergi untuk menyelesaikan tugas istana. Sekte Gunung Long Yu dan Nian Gu juga ditugaskan dalam hal ini. Mereka pasti akan saling bertarung jika ada kesempatan. Lalu, Sekte Yin Lang yang belum lama ini melakukan pemberontakan terhadap Sekte Hua Jian, mereka pasti juga tidak akan tinggal diam dan melakukan pertarungan sebagai gerakan pembalasan dendam mereka. Apalagi jika dua orang itu adalah Putra Mahkota Yan dan Guru besarnya, apa jadinya jika aku mengirim Yun Shan Feng yang masih terlalu naif.


”Habislah sudah. Tugas ini tidak akan bisa selesai jika tidak ada yang waras di antara mereka. Sepertinya, Yang Mulia sama sekali tidak mengetahui tentang keributan yang terjadi pada keempat sekte.”


Tidak lama setelahnya, pintu yang berlapis pernis dan halus begitu seseorang menyentuhnya, bergerak masuk ke dalam paviliun dengan membawa seseorang di belakangnya.


Dia adalah saudara seperguruan Cheng Xing Xian yang datang jika hanya ada perlunya saja. Jika saja ia tidak kembali tepat waktu ketika Sekte Yin Lang menyerang, mungkin sekte sudah diambil alih oleh mereka. Namun, Cheng Xing Xian belum mengatakan alasan mengapa ia meninggalkan Istana. Jika alasannya hanya untuk membolos tugas, seharusnya Yang Mulia juga memerintahkan beberapa utusannya yang datang kemari untuk segera menjemputnya kembali ke istana.


"Saudara Yan! Sejak kau meninggalkan utusan Istana, kau tidak juga keluar dari sini?" Tanya Cheng Xing Xian yang berjalan menghampiri Zhao Bingyan di meja tempat duduknya.


Zhao Bingyan melihat ke arahnya dan kembali menatap lembaran kertas yang ada di bawah wajahnya. Ia pun bertanya, "Ada apa kau kemari? Bukankah seharusnya kau sudah kembali ke istana?"


Cheng Xing Xian duduk menghadap Zhao Bingyan di depan mejanya dan menjawab, "Apakah itu adalah cara baru untuk mengusir ku dari tempatmu?"


Zhao Bingyan berhenti menulis dan berkata kembali, "Sebaiknya kamu kembali ke Istana. Mereka pasti membutuhkanmu."


"Hah? Apanya yang butuh? Menjadi orang terkuat di istana itu tidak enak! Setiap hari, aku hanya bertemu dengan orang-orang lemah yang tidak bisa mengangkat pedang! Sulit sekali rasanya menjadi satu-satunya orang terkuat."


"...."


Melihat Zhao Bingyan yang sama sekali tidak merespon apa yang dikatakan olehnya, membuat Cheng Xing Xian bingung karena ia tidak merasa telah mengatakan hal yang salah dalam kalimatnya. 'Apakah aku telah salah bicara?'


"Ee,... Lupakan apa yang aku katakan tadi. Ngomong-ngomong, kau tidak meninggalkan salah satu muridmu di sungai Rongye 'kan?"


Mendengarnya, membuat Zhao Bingyan tersentak dan langsung menjatuhkan kuas yang ada di tangannya. Ia yang awalnya tidak merasa ada yang ketinggalan, mendadak terkejut ketika Cheng Xing Xian mengatakan sesuatu yang melibatkan dirinya.


"Sial! Aku melupakan Xiao'er!" Batin Zhao Bingyan.


Ia kemudian beranjak dari tempatnya dan segera pergi keluar meninggalkan beberapa tugasnya yang masih menumpuk di sana.

__ADS_1


Merasa ada yang kelupaan dengan kalimatnya, Zhao Bingyan menoleh kembali ke arah Cheng Xing Xian dan berkata, "Oh ya, tolong lanjutkan tumpukkan kertas yang ada di depanmu itu. Pisahkan antara dokumen lama dengan dokumen yang baru. Aku pergi sebentar!" Ucapnya yang kemudian pergi keluar paviliun, membiarkan Cheng Xing Xian yang masih memelihara wajah bingungnya.


"....."


...~ How To Survive A Prospective Corpse ~...


...~ Chapter 31 ~...


"Aduh,... Duh,... Aku tidak percaya mereka benar-benar memukuliku secara sadis! Bisa-bisanya mereka keroyokan!" Gumam Mu Chen Xiao sambil memegangi wajahnya yang penuh dengan luka memar.


"Kau terlihat kacau! Wajahmu terlihat buruk!" Ucap ikan betina yang masih berada di atas permukaan bersama dengan ikan jantan di sebelahnya.


"Kau benar-benar pembawa masalah. Pantas saja mereka mengeroyok dirimu dengan sadis." Lanjut ikan jantan yang mencibir keadaannya saat ini.


Mu Chen Xiao tersenyum pahit dan berkata, "Berhentilah menceramahi ku! Sejak dulu, aku hanya mencari perhatian saja. Untuk alasan yang tidak bisa dijelaskan, aku harus bertahan hidup di sini. Apalagi, Guru besar bilang kalau titik awal Kultivasi ku sudah hancur semenjak Guru besar sekte Yin Lang menaruh segel api Liu padaku. Jadi, aku terpaksa mengulangnya kembali ke level satu alam bumi."


"Hei nak! Kami tidak memintamu untuk curhat." Ucap ikan betina yang kemudian dilanjutkan oleh ikan jantan di sebelahnya, "Iya, kami bukan tempat untuk curhat segala keluh kesahmu. Kami ini arwah pegunungan yang tidak mengerti tentang masalah manusia."


”Sarden tengik!” gumam Mu Chen Xiao yang menatap jengkel ke arah kedua ikan ini.


Mu Chen Xiao berpikir sebelum berkata, "Bukankah kalian adalah arwah pegunungan yang hampir sama seperti Su Lingyu yang kalian bicarakan tadi?"


Ikan jantan menjawab, "Tidak juga. Kami hanya arwah pegunungan biasa,..." Di lanjut oleh ikan betina yang berkata, "Meskipun sebenarnya, kami ini adalah manusia yang hidup ratusan tahun lalu."


Mu Chen Xiao menunjukkan ekspresi ragu dalam wajahnya sebelum akhirnya ia berkata kembali, "Kalau begitu, mengapa tidak merubah wujud kalian menjadi manusia agar aku tidak terlihat aneh di sini." Ucapnya yang membuat kedua ikan ini merasa terkejut mendengarnya.


Ikan jantan langsung menjawab, "Mengapa kau begitu penasaran? Kami ini penduduk biasa,..." Kemudian dilanjutkan oleh ikan betina di sebelahnya, "Iya, mengapa kamu begitu penasaran dengan wajah kami?"


Mendengar ada sedikit kesalahpahaman di antara ketiganya, membuat Mu Chen Xiao langsung menjelaskan, "Bukan begitu! Aku hanya meminta kalian untuk memberikanmu sedikit pembelajaran. Terutama, untuk membangun kembali titik awal Kultivasi ku yang sempat hancur."


Ikan jantan mulai menatap heran dan bertanya kembali, "Mengapa meminta kepada kami? Bukankah Yan'er akan kembali?"


Mu Chen Xiao menunjukkan wajah cemberut sambil melirik ke kanan sebelum ia berkata, "Apanya yang kembali? Sudah tiga jam aku menunggunya di sini dan bahkan matahari hampir terbenam. Mau menunggunya sampai kapan? Sampai aku menikah, baru ia akan datang?"


Ikan jantan dan betina saling memandangi satu sama lain dengan ekspresi yang kebingungan saat Mu Chen Xiao meminta hal yang memberatkan bagi mereka berdua. Namun, karena Zhao Bingyan tidak juga kembali dari pertemuannya antara utusan Istana, mereka berdua pun memutuskan,...

__ADS_1


",... Iya Iya, Baiklah! Kami akan mengajarimu untuk sementara waktu." Jawab ikan jantan dengan nada terpaksa.


Mu Chen Xiao langsung tersenyum sumringah dan berkata, "Mohon bantuannya!"


Dan tidak lama setelah mereka memutuskan, muncul sebuah cahaya yang mengitari kedua ikan tersebut dan cahaya tersebut juga menyambar bagian-bagian yang ada di sungai Rongye.


Kedua ikan ini pun akhirnya tertutupi cahaya dan perlahan keduanya pun membesar, membentuk tubuh manusia di hadapannya.


Mereka berdua adalah seorang perempuan berambut merah muda dan seorang laki-laki berambut biru laut, sedang berdiri di hadapannya dengan cahaya yang belum terlepas dari tubuh mereka.


"Kami sebenarnya adalah jenderal kerajaan Raja Xingyue kedua, Mo Qin Yao. Xiong Yu dan Chi Yu!"


CRANGGG!!!


Setelah ombak cahaya tersebut menghilang, Mu Chen Xiao akhirnya bisa membuka matanya kembali dan melihat ke arah Xiong Yu dan Chi Yu yang sudah dalam wujud sebagai manusia sempurna!


Akan tetapi, setelah ia melihat keduanya dengan mata kepalanya sendiri di saat cahaya tersebut menghilang. Mu Chen Xiao malah semakin jijik melihat mereka berdua dan sangat menyesali apa yang sudah ia katakan sebelumnya.


”Mereka berdua, tidak pakai baju?!”


Xiong Yu yang telah berubah seutuhnya menjadi seorang manusia, langsung tertawa lepas dan meletakkan kedua tangannya di atas pinggangnya sambil berkata dengan girang, "Ha-ha-ha!!! Bagaimana? Bukankah saat ini aku adalah orang terkeren di sini?! Bagaimana nak? Kau sudah melihat wujud kami yang seperti ini."


Mu Chen Xiao yang mendapatkan pertanyaan menjebak, lantas hanya terdiam sambil melihat ke bawah karena ia sama sekali tidak ingin mengotori matanya hanya karena melihat kedua ikan sarden ini berbicara dengannya!


"Nah, bagaimana? Apakah kau sudah puas?" Tanya Chi Yu sambil melipat tangannya.


Mu Chen Xiao tidak sanggup untuk berkata-kata lagi! Ia hanya mengeraskan tinjunya tanpa harus mengangkat kepalanya dan mengotori matanya untuk saat ini. Ia benar-benar lupa kalau ikan tidak bisa memakai baju manusia normal!


”Sarden-sarden ini,...”


”.....”


[[ Level tiga alam bumi ]]


[[ Berhasil di aktifkan ]]

__ADS_1


"BEG—!!! TOL—!!! ANJ—!!! PAKE BAJU SANA!!!" Teriak Mu Chen Xiao sambil meninju wajah kedua siluman ikan ini.


__ADS_2