Chaos System

Chaos System
Chapter. 112 - Desa Tianlu


__ADS_3

"Selamat makan!"


Setelah sehari penuh mereka terus menunggangi kudanya tanpa henti dan melewati tiga desa yang berbeda, Zhao Bingyan akhirnya memberikan keringanan pada kedua muridnya dan memperbolehkan mereka untuk beristirahat di sebuah kedai makanan yang ada di desa Tianlu.


Desa Tianlu berada sedikit lebih jauh dari pegunungan Jinya. Meskipun disebut sebagai desa kecil, perekonomian di sana sangatlah baik dan penduduk di sana lebih memilih untuk berdagang atau bertani untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.


"Makanan di sini ternyata cukup enak juga! Mengapa tidak sejak dulu aku berkunjung kemari!" Ucap Mu Chen Xiao yang saat ini sedang makan dengan lahapnya karena selama seharian penuh mereka tidak makan.


[[ Pelanggaran Karakter Mu Chen Xiao ]]


[[ Sistem mengurangi poin -100 ]]


[[ Sisa poin akhir +1700 ]]


Mendengar sistemnya yang kembali berjalan, hal itu membuat Mu Chen Xiao langsung saja tersedak karena ia melihat sistem ini telah mengurangi jumlah poinnya yang telah ia kumpulkan selama empat tahun.


"Haah? Mengapa kau tiba-tiba saja muncul dan mengganggu kenikmatan ku?!" Bentak Mu Chen Xiao setelah ia mendengar hal tersebut.


[[ Karakter Mu Chen Xiao tidak pernah makan dengan lahap seperti orang rakus. Anda harus menjaga harga diri Anda ]]


Mu Chen Xiao terdiam tidak berekspresi saat ia mendengar bahwa semua yang dilakukan olehnya adalah sebuah kesalahan. Dan seluruh poin yang telah ia dapatkan karena pencapaian dan perhatian dari seluruh orang yang ada di Sekte, menjadi terbuang sia-sia hanya karena ia merasa kelaparan dan makan terlalu rakus.


Sementara Mu Chen Xiao terdiam tidak berekspresi karena sistemnya sendiri. Hal yang sama juga dilakukan oleh Lian Luo yang tampaknya merasa heran dan aneh setelah ia mau saja makan makanan di desa kecil seperti desa Tianlu.


Sebagai anak dari penasehat Kaisar dan pengawal pribadi Zhang Xiuzhen, tentunya Lian Luo sudah terbiasa makan-makanan di istana dan duduk di kursi termegah. Tidak seperti sekarang, ia harus makan-makanan penduduk desa dan juga ia harus duduk di lantai dengan hanya beralaskan sebuah bantal kecil.


”Apakah seperti ini makanan yang ada di desa?! Tempat ini tidak seluas Istana dan tempat duduknya sangat berbeda dengan kursi milikku.” batin Lian Luo yang memperhatikan sekitar.


"Ada apa Lian Luo? Kau tampak tidak nyaman." Tanya Zhang Xiuzhen setelah ia melihat Lian Luo yang tampaknya sangat tidak nyaman dengan pemandangan sekitar yang jauh berbeda dengan pemandangan di istana.


"Apakah Yang Mulia juga memakan makanan itu?" Tanya Lian Luo saat ia melihat Zhang Xiuzhen sedang mengangkat sebuah sayur hijau menggunakan sumpitnya.

__ADS_1


Zhang Xiuzhen tertegun dan pandangannya seketika teralihkan pada gerakan sumpitnya. "... Memangnya kenapa? Bukankah makanan ini aman untuk dimakan?" Tanya balik Zhang Xiuzhen yang merasa aneh dengan sifat yang dimiliki oleh Lian Luo sekarang.


"Ah! Tidak apa-apa. Yang Mulia makan saja. Aku tidak begitu lapar untuk saat ini." Jawab Lian Luo yang kembali menunduk setelah ia melihat Zhang Xiuzhen memakan makanan yang telah disajikan.


"Kenapa tidak makan? Kau pasti tidak ingin merendahkan harga dirimu sebagai seorang bangsawan, bukan." Tanya Ying Tian setelah ia mendengar seluruh percakapan Zhang Xiuzhen dengan Lian Luo.


"Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak lapar?" Tanya balik Lian Luo setelah ia merasa sangat tersinggung dengan ucapan yang diberikan Ying Tian padanya.


"Haah,... Tenang saja. Bukan hanya kau saja yang melakukannya. Ada banyak orang di luar sana yang mirip sekali denganmu." Ucap Ying Tian yang mencoba untuk memojokkan Lian Luo dalam adu mulutnya kali ini.


"Aku tidak ingin terlibat,.... Aku tidak ingin terlibat,..." Batin Mu Chen Xiao setelah ia mendengar keduanya saling beradu mulut hanya karena makanan.


"Kau sama saja seperti Mu Chen Xiao! Dia selalu saja pilih-pilih makanan saat masih berada di pegunungan Jinya!" Ucap Ying Tian yang membuat Mu Chen Xiao sangat terkejut bahkan hampir jantungan saat mendengarnya.


”Jelas saja aku pilih-pilih makanan! Itu karena kalian semua menyajikan ku serangga goreng dan cacing rebus!” batin Mu Chen Xiao setelah ia kembali teringat pada makanan-makanan yang ada di pegunungan Jinya.


"Ahh,... Nona Ying! Bukan berarti Xiao Xiao pilih makanan akan tetapi, ia masih menjadi manusia normal yang makan makanan sewajarnya." Ucap Zhang Xiuzhen yang mencoba untuk memisahkan seluruh pertikaian ini.


"Ehh,... Lian Luo! Tolong jangan libatkan aku juga. Kalian berdua juga sudah melibatkan Xiao Xiao dalam pembicaraan ini." Ucap Zhang Xiuzhen yang mencoba untuk memisahkan mereka berdua.


"Ah! Itu benar! Kalian ini berisik sekali! Mungkin sebaiknya Ying Tian bertunangan saja dengan Lian Luo yang banyak mulut!" Ucap Mu Chen Xiao secara spontan saat ia sudah tidak tahan mendengar semua celotehan mereka bertiga yang sedang membicarakan hal-hal aneh tentangnya.


”.....”


SREEKK


"Ku bunuh kau!" Ucap Ying Tian dengan dingin saat ia menarik kerah pakaian Mu Chen Xiao dengan kuat disertai dengan wajah menyeramkannya yang sangat berbeda dari wanita kebanyakan.


”Orang ini, tidak normal!” batin Mu Chen Xiao setelah ia melihat aura menyeramkan milik Ying Tian yang telah ditunjukkan padanya.


BRAKKK!

__ADS_1


Zhao Bingyan yang awalnya tenang saat menikmati makanannya, seketika menjadi marah saat ia menatap keempat orang ini dan juga mendengarkan mereka semua berbicara.


"Kalian semua diamlah! Setelah ini kita tidak akan berhenti sampai di istana." Ucap Zhao Bingyan dengan dingin dan membuat semua orang di sana terdiam seketika karena melihat hawa kekuatan spiritualnya.


”......”


Sementara ini, terdapat sebuah kota yang bernama kota Yi. Kota tersebut adalah kota yang sudah lama dibiarkan oleh penduduk desa semenjak serangan besar-besaran yang dilakukan oleh para hantu yang kelaparan. Dan di dalam kota tersebut, menyimpan beberapa rahasia yang belum terpecahkan dan para hantu yang bersembunyi di setiap rumah-rumah penduduk.


"Kota yang sudah tua seperti ini, ternyata masih sanggup berdiri. Aku ragu jika tidak ada satupun hantu yang berkeliaran di sini." Ucap Yan Fengying saat ia merasakan hawa kekuatan gelap yang berada di sekitarnya.


"Sudah jelas memang begitu. Mengapa kau masih saja mempertanyakannya?" Ucap Jin Mifeng setelah ia mendengar hal itu dari mulut Yan Fengying.


Yan Fengying menyeringai ke arah Jin Mifeng dan bertanya, "Apakah kau tahu ada berapa banyak jumlah mereka?"


"Kau pikir aku tidak mengetahui bagaimana kota ini bisa ditinggalkan oleh penduduknya sendiri?" Tanya Jin Mifeng. ".... Mereka semua pergi karena diserang oleh para hantu yang kelaparan. Sudah jelas kalau jumlah mereka lebih dari sepuluh. Dan bisa aku katakan, mereka semua berjumlah lebih dari 50 hantu."


Tidak lama setelah Jin Mifeng mengakhiri kalimatnya, pintu-pintu rumah yang terlihat rapuh dan berdebu seketika bergetar dan memunculkan sebuah sihir gelap yang keluar melewati celah-celah kecil.


"Apakah Tuan muda baru saja mengatakan kata terlarang?" Tanya Shang Ren saat ia merasa adanya sihir gelap yang muncul dari balik celah-celah tanah dan rumah yang ada di sekitarnya.


"Hah? Apa maksudmu aku mengucapkan kata terlarang?" Tanya Jin Mifeng yang sangat terkejut setelah ia mendengarnya.


"Huh! Ternyata orang sepertimu hanya bisa menyusahkan saja!" Cibir Yan Fengying setelah ia mendengar hal itu.


"Kau—"


"Tuan muda! Yang Mulia! Sebaiknya kalian berdua jangan memulainya lagi. Akan ada 70 hantu kelaparan yang yang akan menyerang."


Setelah ia mengakhiri kalimatnya, beberapa hantu tanpa daging dan darah, keluar dari balik rumah-rumah yang masih berdiri di sana. Jumlah mereka yang tidak terhitung, mungkin saja akan membuat mereka semua terpojok.


”Mereka semua adalah penduduk asli di kota Yi.”

__ADS_1


__ADS_2