
Di dalam Paviliun Yu'an, sekarang ini sudah ada beberapa orang yang saling duduk berhadap-hadapan di sana. Zhao Yuan duduk di kursi utama sedangkan empat orang lainnya berada saling berhadapan di meja sayap kanan dan kiri.
Kedatangan Xun Ji'an benar-benar membuat heran semua murid-murid yang ada di sini. Karena mereka baru pertama kali melihat arwah pegunungan berjenis ular putih yang terkenal dengan kisahnya pada saat keempat Raja Xingyue masih memimpin di negara mereka. Sedangkan, Mu Chen Xiao juga merasa heran mengapa ia juga dipertemukan dalam perjamuan ini dan bukannya mendapatkan apa yang diinginkannya sekarang ini.
”Menyebalkan sekali! Aku tidak suka makanan-makanan tawar di sini!” batin Mu Chen Xiao sambil membuang muka ketika berhadapan dengan Zhao Yuan yang duduk tidak jauh darinya.
"Menyenangkan sekali kami telah kedatangan tamu yang benar-benar tidak terduga. Bagaimana kabarmu sekarang ini, Xun Ji'an?" Tanya Zhao Yuan sambil meletakkan gelas keramiknya.
"Biasa saja. Hidup di pegunungan yang membosankan tanpa ada sesuatu yang menarik di sana. Arwah arwah yang ada di sana juga tampaknya tidak terlalu kuat. Jadi, aku harus melindungi mereka dari serangan hantu-hantu yang tidak suci. Belakangan ini mereka sering bermunculan di kota Jiangyan. Apalagi, di tempat mereka tidak ada satupun Kultivator yang bisa melindungi mereka semenjak Keluarga Mu terhapus dari dalam daftar. Pastinya mereka berada dalam keadaan bahaya…."
”Cih! Orang ini banyak ngomong!” batin Mu Chen Xiao yang menahan raut wajah kesalnya dan kemudian menoleh ke arah Zhao Wei Lu yang sekarang ini duduk di hadapannya dengan ekspresi yang tampaknya sangat marah ketika melihat keberadaannya.
Melihat Zhao Wei Lu yang tampaknya sangat marah padanya, membuat Mu Chen Xiao berpikir apakah ia memiliki kesalahan atau tidak. Namun, sejak mereka bertemu di paviliun ini, Zhao Wei Lu selalu saja menatapnya dengan ekspresi yang sama seolah ia sedang melihat musuh terbesarnya. ”Benar-benar tidak ada yang beres! Apakah semua keluarga Zhao memiliki pemikiran yang belok?!” batin Mu Chen Xiao yang merasa heran dan mengira kalau semua keluarga Zhao adalah orang-orang yang tidak normal.
"Yan-Yan! Bukankah yang di sebelahmu adalah muridmu yang paling kecil? Mengapa kau tidak memperkenalkannya padaku?" Ucap Xun Ji'an yang menyahut Mu Chen Xiao tiba-tiba hingga membuatnya sangat terkejut mendengarnya begitu, ia menyadari kalau yang Xun Ji'an maksud adalah dirinya.
”Siapa sih? Gak kenal!” gumam Mu Chen Xiao yang terlihat enggan untuk berkenalan dengan Xun Ji'an karena memiliki lidah panjang dan terus bicara selama perjamuan.
Zhao Bingyan berdeham sebelum ia menjawab, "Dia adalah—" tiba-tiba saja ia berhenti berbicara karena melihat Mu Chen Xiao yang berdiri dari tempat duduknya. Zhao Bingyan menatap heran karena ini adalah kali pertama ia diabaikan oleh muridnya sendiri. "... Ada apa Xiao'er? Duduklah."
__ADS_1
"Mu Chen Xiao! Beraninya kau memotong gurumu ketika ia sedang berbicara!" Bentak Zhao Yuan yang tidak terima dengan perlakuan Mu Chen Xiao terhadap Zhao Bingyan.
Mu Chen Xiao memberikan mereka sebuah senyuman palsu sambil menyembunyikan kedua tangannya di belakang punggungnya dan berkata, "Aku,... Harus segera ke belakang." Ucapnya dengan ragu sambil berlari menuju pintu keluar.
Namun, ketika ia hampir saja sampai di depan pintu. Tiba-tiba saja sebuah gerakan cepat terjadi tepat di belakangnya akan tetapi, ia sama sekali tidak menghiraukannya. Lalu, ketika ia hendak akan membuka pintunya, sebuah ular putih besar muncul dari arah kanan dan langsung menutupi pandangannya dari pintu keluar yang sudah ada di hadapannya.
Ia sama sekali tidak mengetahui kalau ular besar tersebut adalah Xun Ji'an yang telah merubah wujudnya kembali menjadi seekor ular besar agar Mu Chen Xiao tidak pergi keluar dari perjamuan ini ketika mereka sedang saling berbicara.
”....”
"Xiao Xiao,... Kau mau kemana? Perjamuan ini masih belum selesai. Kau tidak mau menyambut kedatangan ku di sini?" Ucap Xun Ji'an dalam wujud seekor ular dengan suara yang terdengar sangat berat dan mengerikan, berbeda ketika ia menjadi manusia.
”....”
...~ Chaos System ~...
...~ Chapter 54 ~...
Beberapa saat setelahnya,...
__ADS_1
Di dalam kamar Zhao Bingyan yang sangat sunyi tanpa ada suara yang mengganggu di sana. Tiba-tiba saja, di sana mulai terdengar suara seseorang yang mulai mengeluh karena rasa sakit di wajahnya. "Aduh,... Duh! Pelan sedikit! Ini sakit kau tahu!" Ucap Xun Ji'an yang saat itu sedang dalam keadaan babak belur setelah ia dihajar habis-habisan oleh Mu Chen Xiao karena ia telah membuat traumanya kambuh terhadap serangan dadakan yang dilakukan oleh seekor ular.
"Kau benar-benar terlihat kacau. Seharusnya, kau tidak merubah wujudmu itu menjadi seekor ular besar. Sudah pasti itu akan menakutkan semua orang yang melihatmu." Jelas Zhao Bingyan sambil membaluri sebuah obat yang akan menyembuhkan luka memar yang ada di sekujur tubuhnya.
"Yan-Yan benar. Sudah seharusnya aku ditakuti seperti itu. Aku tidak tahu kalau itu membuat trauma dalam diri Xiao Xiao kambuh kembali. Pastinya, aku harus meminta maaf padanya nanti." Ucap Xun Ji'an dengan nada penyesalan.
"Apa kau kemari hanya untuk berkunjung saja?" Tanya Zhao Bingyan.
Xun Ji'an melipat tangannya dan berpikir untuk beberapa saat. "Awalnya aku hanya berniat untuk mengunjungi Yan-Yan. Namun, ketika aku sudah berlama-lama di sini, ada beberapa hal yang tidak aku mengerti." Jawab Xun Ji'an. "... Murid-murid di sini memang sopan-sopan dan mereka mirip sekali dengan orang biasa. Akan tetapi, setelah aku menyentuh Xiao Xiao untuk pertama kalinya, ada sesuatu yang aneh dari dalam dirinya. Di balik rambut depannya yang selalu terdorong ke depan, ia menyembunyikan sebuah segel api Liu yang hanya bisa dilakukan oleh keempat Raja Xingyue saja. Aku penasaran. sebenarnya, apa yang terjadi di sini?"
Zhao Bingyan tertegun ketika mendengarnya dan ia pun berkata kembali, "Ya, kau benar. Di dahinya terdapat segel api Liu yang di pasang oleh Shang Ren ketika Sekte Yin Lang menyerang kami. Aku tidak tahu apa tujuannya tapi yang jelas, Shang Ren adalah seseorang yang begitu terobsesi dengan kekuatan. Aku takut jika suatu hari nanti, Xiao'er akan hilang kendali dan akan menjadi senjata bagi Shang Ren."
Xun Ji'an melirik ke arah Zhao Bingyan dan bertanya kembali, "Bukankah segel itu akan menghambat dirinya untuk berkultivasi sepenuhnya?" Tanya Xun Ji'an. "... Di pegunungan Jinya, ada banyak arwah yang mungkin saja bisa membantunya untuk berkultivasi dengan baik. Mereka semua adalah arwah yang berumur ratusan tahun dan sebagian dari mereka pernah hidup ketika keempat raja Xingyue masih hidup."
"Lalu, kau ingin membawa Xiao'er bersamamu?"
Xun Ji'an sedikit tertawa dan kemudian menjawab, "Tentu saja dengan seizin mu. Aku tidak bisa langsung saja membawa lari seseorang yang sudah memilki Guru. Itu sama saja seperti aku menculik seseorang yang sangat berarti Gurunya. Namun, jika ini adalah kebaikan untuk dirinya sendiri, aku tidak keberatan jika harus membawanya kembali ke pegunungan Jinya dan bertemu dengan para arwah di sana."
Yang dikatakan oleh Xun Ji'an memang sedikit ada benarnya juga. Jika saja Mu Chen Xiao tetap berada di sini dengan waktu bersama Zhao Bingyan yang sangat sedikit ditambah lagi, Li Chu Yi juga sepertinya enggan untuk mengajari sesuatu terhadap Mu Chen Xiao. Mungkin itu akan menjadi suatu kegagalan yang akan dialami olehnya. Bisa-bisa, ia akan tetap berada di tingkat Young Master level tiga dan akan mendapat perundungan dari semua Kakak Seperguruannya.
__ADS_1
Setelah ia berlama-lama berpikir, akhirnya Zhao Bingyan menjawab, "Mungkin, itulah yang seharusnya dilakukannya sejak dulu. Biarkan dia menjadi murid para arwah pegunungan Jinya. Itu adalah pilihan yang terbaik untuknya."