
"Yan'er. Sebentar lagi aku akan menikah. Aku harap kamu menyukai laki-laki yang telah dijodohkan denganku." Ucap Qian Yue yang sekarang ini sedang berbicara dengan Zhao Bingyan yang masih berumur dua belas tahun sedangkan dirinya saat ini berumur 22 tahun.
"Apakah Jie harus menikah? Dengan siapa kau akan menikah?" Tanya Zhao Bingyan yang masih tidak mengetahuinya.
Qian Yue sedikit tertawa dan ia pun menjawab dengan wajah senangnya saat ini, "Laki-laki yang akan aku nikahi, dia adalah seorang pemuda yang berasal dari keluarga Mu. Aku tidak tahu bagaimana sifatnya tapi, karena ini untuk menyatukan kedua keluarga, aku akan melakukannya."
"Kenapa tidak menolaknya saja kalau Jie memang tidak menyukai atau tidak mengenal orang itu?"
Begitu ia menanyakan hal itu, Qian Yue menurunkan pandangannya dan tidak berkata untuk beberapa saat. Dia pikir jika ia mengatakan yang sebenarnya, ia akan membuat Zhao Bingyan merasa sedih karena mendengar ceritanya. Namun, karena Zhao Bingyan hanyalah seorang anak kecil untuk sekarang ini, Qian Yue terpaksa menjawab apa adanya, "... Karena, aku menginginkannya."
Dua tahun setelah pernikahan antara Qian Yue dengan Mu Chou Ran. Zhao Bingyan kembali memiliki seorang adik yang berbeda lima belas tahun darinya dan dinamai dengan nama Zhao Wei Lu. Akan tetapi, kelahiran Zhao Wei Lu mengakibatkan kematian Ibunya yang baru saja melahirkannya. Ia dibunuh oleh Mu Chou Ran dengan alasan karena ia merasa dendam terhadap seseorang yang memaksanya melakukan pernikahan untuk menyatukan kedua keluarga yang sedang saling berseteru. Dan karena kematian Ibunya, Zhao Bingyan merasa sangat tertekan dan mengurung diri di kamarnya selama berhari-hari.
Pada akhirnya, kedua keluarga ini kembali bermusuhan sampai akhirnya Qian Yue yang datang sendiri untuk menenangkan situasi telah berada di ujung tanduk. Salah satu dari mereka, pasti akan segera jatuh ke dalam jurang.
Ia berusaha untuk menjelaskan dan berusaha untuk mencari alasan mengapa Mu Chou Ran melakukan hal itu. Ia terus berkunjung ke kediaman keluarga Zhao untuk memastikan tidak ada kesalahpahaman di antara masing-masing keluarga sampai setahun kemudian, ia mengandung anak pertamanya yang akan lahir beberapa bulan lagi.
__ADS_1
Ketika janinnya berumur lima bulan dan keadaan saat itu mulai kembali seperti semula. Qian Yue yang mengetahui kalau Zhao Bingyan masih berduka atas kematian Ibunya, terus menghampirinya setiap saat dan mengetuk pintu kamarnya setiap hari untuk memastikan bahwa ia baik-baik saja.
Qian Yue yang awalnya tidak berani untuk berbicara langsung dengan Zhao Bingyan, akhirnya mencoba untuk melepaskan semua ketegangannya dan memulai pembicaraan dengan Zhao Bingyan yang saat itu masih berada di kamarnya.
"Yan'er. Maaf, itu salahku." Ucap Qian Yue dengan nada bersedih hati sambil memegangi perutnya yang terlihat membesar.
"Jie tidak salah sama sekali. Jangan sampai anak pertama mu juga menjadi korbannya." Ucap Zhao Bingyan sambil terus melihat ke luar jendela.
"Lalu, apakah Yan'er ingin bicara denganku lagi?" Ucap Qian Yue dengan wajah senang meskipun sebenarnya dia juga merasa sedih dalam benaknya.
Qian Yue yang melihat kalau Zhao Bingyan benar-benar tidak ingin berbicara dengannya, langsung berbalik arah dan membuka pintunya sebelum ia kembali berkata, "... Aku ingin Yan'er melihat bayi ini ketika ia lahir. Tanggal 27 bulan empat ketika musim semi, aku harap Yan'er bisa melihatnya secara langsung. Kalau aku mati karena melahirkan, aku akan merasa sangat berterima kasih jika Yan'er ingin menjaga anak ini." Ucapnya yang kemudian berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Zhao Bingyan tidak berkata dan hanya diam tanpa melakukan apapun. Ia seolah sedang mengabaikan apa yang dikatakan oleh Qian Yue padanya. Ia merasa tidak peduli dengan anak yang dikandung oleh Qian Yue.
Lalu setelah kejadian itu, beberapa bulan setelahnya Qian Yue akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki yang akhirnya diberi nama Chen Xiao oleh Mu Chou Ran dan nama lengkapnya adalah Mu Chen Xiao yang lahir di musim semi.
__ADS_1
Mu Chou Ran tampaknya sangat senang dengan kehadiran anak pertama mereka yang akan meneruskannya menjadi kepala keluarga Mu. Namun tidak berselang lama, setahun kemudian terjadi penyerangan besar-besaran di kediaman keluarga Mu yang dilakukan oleh orang-orang dari Sekte Yin Lang termasuk Zhao Bingyan dan mengakibatkan banyak korban berjatuhan hingga musnahnya keluarga Mu dari daftar keluarga besar terkuat.
Melihat serangan itu terjadi di tempatnya, membuat Qian Yue segera pergi keluar dari kediaman tersebut dengan membawa bayi Mu Chen Xiao menuju suatu tempat yang jauh dari arena pertarungan. Namun, karena keganasan yang dilakukan oleh orang-orang Sekte Yin Lang terhadap keluarga Mu, membuat Qian Yue mengalami luka yang cukup parah karena lawan-lawan mereka yang terus memuntahkan anak panahnya secara brutal.
Ketika ia merasa waktunya sudah tidak lama lagi, Qian Yue segera berlari menuju sungai Luobing dan mengambil sebuah baskom kayu yang tersimpan di balik semak-semak pepohonan. Ia menaruh bayi Mu Chen Xiao ke dalam baskom tersebut dan ia mengambil sebuah papan kayu dan mengukir nama Mu Chen Xiao dengan menggunakan hiasan kepalanya.
"Mu~ Chen Xiao. M~ maaf aku tidak bisa menemanimu lebih lama lagi. Aku harap kau tidak merasa kedinginan. Kau harus tetap berhati-hati dengan orang yang baru saja dikenalmu, ya?" Ucap Qian Yue dengan suara yang terdengar serak karena darah yang terus keluar dari dalam tenggorokannya.
Dan dari kejauhan sana, Mu Chou Ran yang saat ini sedang berdiri menontonnya merasa sangat terkejut ketika Qian Yue berencana untuk menenggelamkan Mu Chen Xiao ke dalam sungai Luobing. Ia mencoba untuk berjalan menghampirinya dan menghentikan apa yang dilakukannya namun pada akhirnya, sebuah bayangan putih datang lebih dulu darinya dan orang itu langsung membunuh Qian Yue ketika ia telah menenggelamkan bayi Mu Chen Xiao ke dalam sungai Luobing.
Orang yang membunuh Qian Yue disaat-saat terakhirnya adalah Zhao Bingyan yang sama sekali tidak mengetahui kalau orang ini adalah Qian Yue. Karena amarahnya yang telah meluap-luap, Zhao Bingyan tidak bisa berpikir jernih dan membunuh siapapun yang berada di depannya. Dan ketika ia berhasil membunuh Qian Yue, ekspresinya terlihat sangat terkejut dan tidak menyangka dialah orang yang telah membunuh Qian Yue.
Tidak lama setelahnya, Zhao Bingyan akhirnya terbangun dari atas tempat tidurnya dan ia pun akhirnya menyadari kalau semua itu hanyalah mimpi yang biasa dialaminya belakangan ini. ”... Kenapa selalu saja seperti ini. Apakah karena aku yang baru saja mengetahui kalau Mu Chen Xiao adalah anak dari Qian Yue dan Mu Chou Ran?!” batin Zhao Bingyan sambil mengusap-usap kepala karena panik dan berkeringat dingin.
Ia menoleh ke luar jendela yang masih terbuka dan tampak terlihat sebuah sinar bulan yang menyinari kamarnya. Seketika ia terpikirkan dengan keadaan Mu Chen Xiao yang sudah berada di pegunungan Jinya selama seminggu lebih dan ia merasa penasaran bagaimana keadaannya sekarang ini.
__ADS_1
”... Apakah aku harus pergi ke sana untuk memastikan bahwa Hao Shu sudah menjadikannya sebagai murid? Mungkin sebaiknya, aku lakukan itu saja.”