Chaos System

Chaos System
Chapter. 140 - Kekecewaan Hao Shu


__ADS_3

Dua hari setelahnya.


Lembah Shan Bu yang telah terbakar habis oleh seekor Phoenix Merah, hanya menyisakan abu yang berterbangan. Terdapat sekelompok pasukan yang berjumlah sepuluh ribu, sedang mengumpulkan mayat-mayat yang ada di sana. Mereka kemudian menguburkannya secara layak pada satu tempat.


Sedangkan di dalam sebuah ruangan yang berwarna hitam setelah hangus terbakar, seorang pemuda berbaju zirah tampak sedang menatap sebuah buku dan duduk di atas singgasana yang masih tampak bercahaya.


"Jadi, ini alasannya mengapa Mu Chou Ran menyuruhku untuk pergi pada malam itu. Tapi, mengapa dia hanya menyelamatkanku? Apakah ini juga termasuk dendam keluarga Mu pada sekte Yin Lang?" Ucapnya sambil memandangi sekitar yang tampak berdebu dan rapuh.


Setelah ia terlarut dalam pikirannya, seorang pasukan mendatanginya dan menyampaikan sebuah pesan yang harus di dengarkan olehnya.


"Pangeran Yan! Kami telah memakamkan seluruh mayat-mayat Sekte Yin Lang. Sekarang, apa yang harus kami lakukan dan apa rencana Anda berikutnya?"


Yan Fengying menatap ke arah pasukan tersebut dan berdiri kembali dari atas singgasananya. "... Tentu saja untuk merebut kembali takhta kerajaan yang telah diambil dariku. Akan tetapi, setelah melihat kekacauan yang terjadi di sini. Ternyata kerajaan Zhang memiliki seseorang yang berada jauh lebih kuat dari siapapun bahkan diriku. Mungkin aku tidak akan mengambil resiko karena Mu Chen Xiao pasti tidak akan tinggal diam jika aku berperang dengan keluarga Zhang apalagi ada seorang putra mahkota yang menjadi rekan seperguruannya bernama Zhang Xiuzhen." Jelas Yan Fengying sambil memikirkannya.


"Lalu, apa tujuan Anda berikutnya?" Tanya prajurit itu kembali.


"Pergi dari tempat ini. Aku yakin masih banyak wilayah kosong yang ada di luar sana." Jawab Yan Fengying dibarengi dengan langkahnya yang mengarah keluar.


Sementara ini, keadaan di kediaman Mu saat semuanya telah kembali seperti semula. Setelah mereka memakamkan mayat-mayat yang mati di tempat mereka, semuanya pun berkumpul pada satu titik dan menyambut kedatangan Tuan muda mereka yang telah hilang selama dua bulan.


"Tuan muda! Kami sangat mengkhawatirkanmu! Kemana saja kau selama dua bulan ini?!" Tanya seorang gadis kecil dengan nada emosional sambil memeluk paha Mu Chen Xiao saat ia sedang berdiri di depan singgasana Mu Chou Ran.


Di susul dengan seorang bocah laki-laki yang berkata, "Tuan muda! Kami sangat khawatir jika Tuan besar akan kehilangan keturunannya lagi sehingga keluarga kami tidak memiliki penerus!" Ucapnya dengan mata yang tampak berkaca-kaca karena terharu.


Mu Chen Xiao tidak berekspresi saat menatap keduanya. "... Berhentilah melakukan itu! Lagipula sekarang aku sudah kembali! Untuk apa kalian mencurahkan isi hati kalian padaku?" Ucap Mu Chen Xiao dengan sedikit membentak sambil mendorong pergi kedua bocah ini karena terus memeluk pahanya.


Mu Chou Ran yang melihat mereka bertiga, hanya bisa menghela nafas lelah sambil mengaduk-aduk cangkirnya. "... Sudah kuduga kau akan kembali. Selama kau pergi, Xing Ruo tidak memiliki seseorang untuk dikhawatirkannya. Jadi, dia selalu berpikir kalau aku sedang mencari cara untuk menemukanmu." Ucapnya sambil menatap ke arah Xing Ruo yang berdiri di belakang Mu Chen Xiao.


Mendengar hal itu, Xing Ruo langsung terdiam sambil menatap ke bawah bersamaan dengan Mu Chen Xiao yang langsung menoleh ke arahnya. Dan tidak lama setelahnya, ia pun kembali menatap ke arah Mu Chou Ran dengan ekspresi heran setelah beberapa hal terjadi padanya.

__ADS_1


"Aku yakin kau pasti mengetahui sesuatu! Iyakan?!" Bentak Mu Chen Xiao sambil menunjuk ke arah Mu Chou Ran. "... Kau pasti sudah mengetahui apa yang terjadi padaku namun, kau sama sekali tidak mengatakannya pada yang lain!"


Mendengar dugaan tersebut. Mu Chou Ran sedikit tertawa dan menaruh cangkirnya kembali setelah ia meminumnya seteguk.


"Bagaimana rasanya mengalami kematian? Siapa yang kau temui saat itu?" Tanyanya dengan senyum mengejek sehingga membuat Mu Chen Xiao merasa heran saat mendengarnya.


Setelah itu, Mu Chen Xiao menjadi tidak berekspresi dan ia pun segera berbalik dan meninggalkan ruangan tersebut.


"Kemana kau akan pergi?" Tanya Mu Chou Ran saat melihatnya pergi.


Mu Chen Xiao menoleh ke belakang dan menjawab, "... Memangnya kenapa? Aku hanya ingin pergi ke luar! Lagipula aku tidak akan pergi sampai ke luar kota." Ucapnya sambil berjalan menjauhinya.


Lalu, ketika ia hampir saja sampai di depan pintu. Tiba-tiba saja Mu You Na menghalanginya. Ia berdiri di hadapannya dengan tatapan dingin sekaligus marah padanya.


"Tuan besar melarangmu untuk pergi." Ucap Mu You Na sehingga membuat Mu Chen Xiao terdiam dan langsung menoleh ke arah Mu Chou Ran.


"Kenapa aku tidak boleh pergi?!" Tanya Mu Chen Xiao kembali.


”... Konferensi Nanming? Apakah itu adalah konferensi antara beberapa keluarga untuk menunjukkan siapa keluarga terkuat di tahun ini? Jika diingat lagi, tahun depan adalah hari kematianku setelah konferensi ini dilakukan?!” pikir Mu Chen Xiao yang berakhir tidak berekspresi saat mengingatnya.


"Apakah kau akan mengikuti konferensi nya?" Tanya Mu Chou Ran.


"Memangnya apa yang bisa aku lakukan saat kalian semua sedang bertarung di sana? Sudah jelas kalau aku akan ikut dalam pertemuan itu." Celetuk Mu Chen Xiao.


Sementara ini, keadaan di beberapa Sekte ketika mereka mendengar bahwa sekte Yin Lang telah dihancurkan. Mereka semua sangat tercengang saat mendengar berita dari Istana mengenai hilangnya sekte Yin Lang dari daftar perguruan mereka.


Ini benar-benar tidak bisa dipercaya! Semua orang telah mengira bahwa Mu Chen Xiao telah mati. Namun, perkiraan mereka benar-benar terpatahkan dengan hancurnya Sekte Yin Lang dan kehancuran ini disebabkan oleh Mu Chen Xiao yang berhasil mendapatkan kekuatan barunya.


Namun, tampaknya Istana tidak menganggap hal ini adalah hal serius. Mereka bahkan akan tetap melakukan konferensi Nanming di tahun depan apalagi, iblis dari keluarga Mu telah kembali. Sepertinya, keluarga yang terlibat hanya akan ada beberapa saja.

__ADS_1


Begitu hal ini tersebar. Sebotol tinta hitam jatuh ke lantai dan mengotori sebuah lantai marmer yang baru saja dibersihkan. Pemuda ini jelas sangat terkejut saat mendengar berita kehancuran ini apalagi semua ini disebabkan oleh muridnya yang baru saja lahir kembali menjadi seorang penjahat.


"Benarkah Xiao'er telah kembali?!" Ekspresi Zhao Bingyan menjadi sangat terkejut setelah seorang murid membacakan isi surat dari istana. Dan beberapa saat kemudian, ia pun segera beranjak dari tempat duduknya dan segera pergi keluar ruangannya.


Namun, saat ia sedang berlari keluar. Tiba-tiba saja Zhao Wei Lu menghadang jalannya dan mendorongnya kembali ke dalam ruangannya.


"Apa yang sedang kau pikirkan?! Apakah kau berencana untuk keluar?!" Tanya Zhao Wei Lu yang tampaknya sangat marah padanya karena ia akan meninggalkan tugasnya lagi.


"Apakah kau tidak mendengarnya? Xiao'er hidup kembali! Kau pikir apa yang membuatku harus pergi ke sana?" Tanya balik Zhao Bingyan.


"Kau pikir dia akan menerima permintaan maafmu itu? Dua bulan yang lalu, kau telah membunuhnya dan mengirimkannya ke tempat yang tidak bisa dikunjungi oleh siapapun. Apakah kau pikir, dia akan bisa memaafkanmu dan akan kembali padamu?" Ucap Zhao Wei Lu dengan tegas dan dingin.


Zhao Bingyan tertegun dan ia pun terdiam selama beberapa saat.


"Tapi, Mu Chen Xiao tidak mungkin seperti itu. Dia pasti mengerti mengapa aku tega melukainya."


Mendengar alasan tersebut, Zhao Wei Lu menjadi sangat marah dan ia pun segera mencengkram kedua pundak Zhao Bingyan dan menatapnya dengan serius.


"Sampai kapan kau akan berpikiran lurus seperti itu?! Berhentilah menjadi orang yang terlalu baik! Kau pikir seperti apa Mu Chen Xiao saat ini setelah ia mempelajari sihir gelap?! Kau bahkan tidak berpikir bahwa di pihaknya masih ada Mu Chou Ran yang telah membunuh ibumu dan juga Ibuku saat itu?!" Ucapnya dengan tegas sehingga membuat Zhao Bingyan terdiam kembali.


Setelah ia memarahinya dan membuatnya membungkam mulutnya sendiri. Zhao Wei Lu akhirnya melepaskan pegangan tangannya dan menatapnya lebih tenang lagi.


"Yan Gege! Berhentilah berpikir kalau Mu Chen Xiao adalah orang baik. Jika kau pergi ke sana, kau hanya akan membunuh dirimu sendiri. Kau pikir sudah seperti apa dia saat ini setelah ia menghancurkan Sekte terkuat seperti Sekte Yin Lang?"


"......"


Di waktu bersamaan, di pegunungan Jinya. Hao Shu yang telah kembali dari perjalanannya, hanya mengurung diri di kamarnya sejak dua hari yang lalu. Ia terus memandangi jendelanya dan tidak melakukan apapun selain memandangi pemandangan yang terpampang jelas di depan wajahnya. Ia juga tidak ingin makan bahkan menyentuhnya saja tidak pernah. Hao Shu sangat kecewa setelah Mu Chen Xiao, satu-satunya murid yang dimiliki olehnya telah menjadi hitam dan bahkan berani mempelajari sihir gelap.


"Aku telah melanggar sumpahku. Sebagai arwah yang dibenci, aku telah memelihara seorang murid yang akan mengacaukan segalanya yang ada di dunia ini dan bukannya menjadi lebih baik. Sebagai gantinya, aku akan memberikan darahku sendiri. Maaf karena telah mengecewakan para leluhur."

__ADS_1


Setelah ia mengakhiri kalimatnya, Hao Shu menancapkan sebuah pedang pada jantungnya sendiri. Ia melakukannya berulang kali sebelum akhirnya, ia mati dengan penuh kekecewaan dan penyesalan yang dialami olehnya.


__ADS_2