Chaos System

Chaos System
Chapter. 79 - Mata Es Bingyan


__ADS_3

Karena ia tidak ingin menjadi bulan-bulanan para prajurit Istana, Mu Chen Xiao terpaksa harus kembali ke sekte karena Cheng Xing Xian dan karena Zhao Bingyan yang mendadak jatuh. Rencananya, ia akan mencari Guru selain Hao Shu dengan berkelana ke seluruh tempat. Namun, karena kecerobohannya sendiri, ia harus kembali ke Sekte karena hal yang tidak diinginkan mungkin akan terjadi. Pada akhirnya, ia hanya duduk sendirian di depan kamar Zhao Bingyan dan menatap pemandangan yang terlihat putih dan monoton.


"Mereka yang memaksaku pulang, mereka juga yang mengabaikan ku!" Ucap Mu Chen Xiao saat ia melihat sekitar yang tampak sepi karena semua orang sedang berada di dalam kamar Zhao Bingyan.


Selama musim dingin ini, Zhao Bingyan kerap kali mendapatkan perhatian yang lebih dari para murid-murid dan juga para petinggi Sekte. Mereka semua lebih perhatian padanya karena setiap musim dingin, Zhao Bingyan akan lebih sering sakit dan akan mengalami ledakan spiritual yang membuatnya muntah darah. Jika saja semua itu sudah tidak bisa disanggupinya, ia akan berubah menjadi monster yang akan menghancurkan semuanya sama seperti yang terjadi pada beberapa tahun yang lalu.


"Ledakan spiritual? Bagaimana rasanya ketika seseorang mengalaminya?"


[[ Ledakan spiritual biasa dialami oleh seseorang yang memiliki kemampuan istimewa.]]


[[ Karakter utama Zhao Bingyan memiliki kemampuan es sehingga ketika datang musim dingin di tempatnya, ia akan mendapatkan banyak energi asing yang berasal dari langit.]]


"Apakah itu mirip sekali dengan benturan? Jika kepala seseorang menabrak sebuah dinding dengan keras hingga pingsan, ia akan merasakan adanya guncangan di otaknya dan gelombang yang akan keluar masuk dari dalam telinganya. Dan yang terjadi setelah itu, biasanya orang itu akan kebingungan dan bertanya mengapa kepalanya sakit seperti ini namun, tidak jarang jika orang itu malah menjadi lebih hebat dari biasanya." Jelas Mu Chen Xiao yang ingat dengan pelajaran SD yang pernah diingat olehnya saat masih berada di zamannya.


[[ Yang Anda katakan adalah definisi hilang ingatan.]]


”....”


[[ Anda bisa memperagakannya pada gelas yang terus terisi air.]]


"Gelas dan air? Jika gelas itu terus terisi air, maka gelas itu juga tidak sanggup untuk menopang airnya. Jika gelas diartikan sebagai manusia dan air sebagai kekuatannya, apakah itu artinya tidak akan lama semua kekuatan yang ada di dalam diri Zhao Bingyan akan tumpah dan berceceran kemana-mana?"

__ADS_1


[[ Sistem tidak menjawab karena Anda sudah mengerti apa yang ingin Anda lakukan.]]


"Tuan muda Mu! Selamatkan kepala kami!" Teriak keempat tabib yang sekarang ini sedang berlari ke arahnya dan langsung memegang kedua tangannya hingga membuatnya bingung.


"Eh? Kenapa ini? Kenapa kalian semua mengadu padaku?" Tanya Mu Chen Xiao saat dia menatap wajah para tabib yang tampaknya sangat ketakutan.


Salah satu tabib menjawab dengan wajah ketakutannya, "Patriark Sekte akan memenggal kepala kami jika kami tidak bisa menyembuhkan Guru besar Zhao!"


"Hah? Mengapa harus melaporkan hal ini padaku? Kenapa kalian tidak melakukan hal yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya?" Tanya Mu Chen Xiao yang heran dengan kemampuan para tabib di sini.


"Tahun ini kemampuan Guru besar Zhao dalam menahan kekuatannya sendiri semakin melemah. Beberapa tahun sebelumnya ia memang bisa menahannya akan tetapi, saat ini dia sedikit agak berbeda. Tubuhnya semakin melemah dan sihirnya semakin tumpah keluar. Jika ia terus seperti ini, bisa-bisa dia berada di luar kendali." Jelas salah seorang tabib.


"Tidak bisa. Saat itu kami—"


Hawa kekuatan yang sangat dingin, tiba-tiba saja menghentikan tabib tersebut untuk menjelaskan lebih lanjut. Hawa kekuatan ini berasal dari Zhao Yuan yang sedang berjalan ke arah mereka dengan ekspresi marah dan energi yang meluap-luap keluar. Dan ketika Mu Chen Xiao melihatnya, seketika ia merasa merinding bersama keempat tabib tersebut dan dengan perlahan mereka merangkak menjauhi Zhao Yuan yang tampaknya akan membunuh mereka.


”Apa yang membuatnya seperti ini?” bisik Mu Chen Xiao pada seorang tabib yang ada di sebelah kanannya.


”Itulah yang kami bicarakan tadi. Patriark Sekte sedang dalam mode membunuh. Jika kami tidak bisa menyembuhkan Guru besar Zhao dalam waktu dekat, dia akan memenggal kepala kami." Jawab tabib tersebut.


"Bagaimana hasil pembicaraan kalian? Apakah kalian sudah mengetahui bagaimana caranya membuat Yan'er sadar kembali?" Tanya Zhao Yuan dengan dingin dan hawa kekuatan spiritual yang meluap-luap.

__ADS_1


"Maafkan kami Patriark Sekte!" Teriak keempat tabib tersebut yang langsung mencium kaki Zhao Yuan karena ketakutan berlebih mereka.


”Kenapa menjadi dramatis begini?” batin Mu Chen Xiao saat dia melihat tindakan berlebih keempat tabib demi mempertahankan kepalanya masing-masing.


"Oh. Lalu obat apa yang sudah kalian persiapkan?" Tanya Zhao Yuan yang membuat keempat tabib tersebut merasa merinding.


"Kami bukan seorang peramu. Kami hanyalah seorang tabib yang memberi diagnosis dan obat yang diperlukan. Jika Anda menginginkan obat untuk menyembuhkannya, Anda bisa mengandalkan orang yang ada di belakang kami." Jawab tabib dengan nada penuh ketakutan dan perkataannya sangat merujuk pada Mu Chen Xiao yang berdiri di belakang mereka.


"Hah? Apa maksud kalian? Ingin melibatkan ku lagi? Aku baru saja pulang setelah tiga tahun di gunung dan kalian sama sekali tidak menyambut ku?!" Jawab Mu Chen Xiao saat ia mencoba untuk mencari alasan agar ia tidak terlibat dalam hal yang akan mengancam kepalanya.


Zhao Yuan tersenyum seringai dan menjawab dengan tatapan mengejek pada Mu Chen Xiao, "Aku rasa, satu korban lagi tidak masalah. Libatkan saja bocah nakal itu!"


Mendengar jawaban yang langsung disampaikan oleh Zhao Yuan, membuat keempat tabib ini merasa sangat senang karena akhirnya ada kemungkinan kepala mereka bisa tetap utuh pada tempatnya.


"Hah?! Yang benar saja?! Mengapa aku—"


"Terima kasih Patriark Sekte!" Teriak keempat tabib kembali sehingga membuat suara Mu Chen Xiao menjadi tidak terdengar di telinga Zhao Yuan.


”.....”


"GOB BLOK!!!" Teriak Mu Chen Xiao yang langsung menendang kepala keempat tabib tersebut satu persatu setelah ia merasa dilibatkan dalam hal ini.

__ADS_1


__ADS_2