Chaos System

Chaos System
Chapter. 110 - Benang Merah


__ADS_3

Ketika mereka sedang menunggangi kudanya bersama dengan dua orang perwakilan Istana. Mu Chen Xiao terus memandangi sebuah jimat kecil yang sebelumnya telah diberikan oleh Xing Ruo padanya. Ia merasa bingung mengapa semenjak ia mengenal Xing Ruo, orang itu terus saja melindunginya bagaimanapun caranya meskipun sampai mengorbankan nyawanya sendiri.


”Hmm,... Aku merasa aneh dengan orang itu. Mengapa dia repot-repot melakukan hal ini padahal ia bisa saja giat berlatih selama masih di Sekte.” gumam Mu Chen Xiao yang bertanya-tanya mengenai Xing Ruo yang dikenalnya empat tahun lalu.


"Eee,... Sistem! Bisakah kau memberitahukanku tentang Xing Ruo? Mengapa dia selalu saja melindungi ku?" Tanya Mu Chen Xiao yang menghidupkan kembali layar monitor di depan wajahnya.


[[ Kedudukan Xing Ruo hampir sama dengan benang merah antara Anda dengan kepala keluarga Mu ]]


”Benang merah? Mengapa dia memberikan ku kata kunci yang lebih sulit dari sebelumnya?” batin Mu Chen Xiao yang memikirkannya.


Bisa dikatakan benang merah adalah sesuatu yang menghubungkan antara seseorang dengan orang lainnya. Jika saja itu terputus, maka hancurlah kehidupan mereka. Kalau Xing Ruo diibaratkan sebagai benang merah antara diriku dengan kepala keluarga Mu, apakah itu artinya dia adalah orang yang berusaha untuk menyatukanku kembali dengan kehidupan yang ada di keluarga Mu agar aku mau kembali ke sana? Lalu, jika saja benang merah itu terputus maka, Xing Ruo juga akan lenyap dan menjadi penyebab terpisahnya kedua orang itu.


"Eh? Sebentar! Mengapa ada yang aneh di sini? Sistem ini bilang jika Xing Ruo adalah benang merah yang menghubungkanku dengan kepala keluarga Mu. Dan jika diingat kembali, aku akan bertemu dengan Mu Chou Ran setelah penugasan ini selesai dan Zhao Bingyan pasti akan mengusirku dari kediamannya. Lalu, pada akhirnya aku akan ditindas sampai mati dan dipermalukan di hadapan semua orang." Gumam Mu Chen Xiao yang mengingatnya kembali saat ia bertransmigrasi ke dalam tubuh anak ini tujuh tahun lalu.


”Sekarang aku mengerti. Xing Ruo ternyata memang berasal dari keluarga Mu dan nama panjangnya adalah Mu Xing Ruo. Selama ini, dia melindungiku karena dia tahu kalau aku adalah Tuan muda mereka yang telah hilang sejak bayi. Dia juga telah menyembunyikan nama keluarganya sendiri karena ia takut jika akan ada kecurigaan yang muncul dari para petinggi keempat sekte lainnya. Jika itu sampai diketahui, bisa-bisa kami akan terbunuh saat itu juga.” batin Mu Chen Xiao yang menatap kasihan pada dirinya sendiri.


"Xiao Xiao! Apakah kau melamun?" Tanya Zhang Xiuzhen yang telah memperhatikannya sejak tadi dan mengetahui kalau Mu Chen Xiao sedang memikirkan sesuatu di kepalanya.


"Ah,... Tidak. Aku hanya berkhayal saja." Jawab Mu Chen Xiao saat ia menoleh ke arah Zhang Xiuzhen dengan wajah tenangnya.


"Tapi, sepertinya Xiao Xiao telah memikirkan hal yang sangat berat." Ucap Zhang Xiuzhen yang memperhatikannya.


"Eee,... Aku tidak apa-apa. Yang Mulia terlalu khawatir!" Jawab Mu Chen Xiao dengan seadanya karena ia telah habis pikir untuk menjawab apa padanya.


"Huh! Apakah kerjaanmu hanya mengkhayal saja? Pantas saja kemampuanmu masih berada di level sembilan alam bumi meskipun sudah diajari oleh Shu Gege!" Cibir Ying Tian yang telah menguping pembicaraan mereka sejak tadi.


"Hah? Memangnya kau sendiri pantas untuk dilindungi? Jika penugasan ini sedang berlangsung, jangan sampai kau memberatkanku!" Jawab Mu Chen Xiao secara spontan dan membuat wajah Ying Tian seketika memerah karena amarahnya yang telah meluap-luap.

__ADS_1


"Kalian berdua ini berisik sekali! Pantas saja kalian berdua bertunangan!" Ucap Lian Luo yang berjalan menghampiri keduanya yang sedang bertengkar di depan Zhang Xiuzhen.


Mendengar Lian Luo berkata begitu, membuat ekspresi Ying Tian terlihat sangat marah dan hanya terdiam selama beberapa saat karena mencoba untuk mendinginkan kepalanya yang telah berapi-api.


"Hei! Jangan sembarangan bicara!" Mu Chen Xiao langsung menjawab begitu ia melihat hawa dingin yang datang dari Ying Tian saat ia mendengar hal itu lagi. Mu Chen Xiao tahu kalau Ying Tian sangat tidak suka jika ia harus bertunangan dengannya akan tetapi, ini semua tetap kesalahan Hao Shu yang sudah sembarangan dalam memutuskan.


"Kalian berempat sebaiknya jangan banyak bicara!" Ucap Zhao Bingyan saat ia melihat terjadi kerusuhan di belakangnya. "... Aku harap tidak akan ada pertengkaran di sini karena kita akan sampai dua hari setelah perjalanan ini."


Mendengar ucapan yang dikatakan oleh Zhao Bingyan, keempatnya pun akhirnya terdiam dengan wajah bersalah karena telah membuat satu-satunya orang terkuat di antara mereka marah besar dan akan menghajar mereka semua jika saja kesabarannya telah habis.


Wilayah kota Shangyue, Sekte Nian Gu.


"Pak tua menyebalkan! Mengapa dia selalu melibatkanku dalam segala hal?!" Keluh Yun Qing yang sekarang ini sedang menunggangi kuda putihnya bersama dengan Gu Qiaomei yang juga terlibat dalam penugasan tahun ini.


"Dia melakukannya karena dia terus melihatmu bersantai tanpa melakukan latihan sedikitpun." Jawab Gu Qiaomei setelah ia mendengar kalimat tersebut.


"Aduh,... Kau ini kaku sekali. Lagipula selama tujuh tahun aku telah mencapai level sembilan alam langit. Apakah itu bukan sebuah prestasi yang bisa dibanggakan?" Ucap Yun Qing sambil mengipasi dirinya dengan kipas lipatnya.


"Dengar-dengar kalau penugasan kali ini, kita harus mengalahkan orang-orang yang ada di kota Luoyang. Bukankah mereka yang telah membunuh seluruh keluargamu?" Tanya Yun Qing yang membuat Gu Qiaomei seketika memberhentikan kudanya.


Gu Qiaomei terdiam dan menatap dingin ke bawah. Ia mengeraskan tinjunya karena kesal pada Yun Qing yang membuatnya harus mengingat-ingat hal yang lalu.


"Jangan membuatku mengingatnya kembali. Aku akan membunuhmu jika kau mengatakannya sekali lagi." Ucap Gu Qiaomei yang masih memelihara wajah dingin penuh amarah.


"Wah,... Menyeramkan sekali!" Gumam Yun Qing saat ia menutupi wajahnya dengan kipas lipat miliknya.


Desa Yandu, Sekte Gunung Long Yu.

__ADS_1


"Haha! Bagus sekali! Dengan begini, aku bisa membalaskan dendam kekalahanku dengan si j*lang kemarin!" Ucap Jiao Biao dengan penuh semangat ketika ia mendengar bahwa Yun Qing dari Sekte Nian Gu juga akan terlibat dalam penugasan kali ini.


"Nona Jiao, sepertinya kau sangat bersemangat." Ucap Li Zhu yang saat ini sedang menunggangi kudanya di sebelah Jiao Biao.


"Sebaiknya jangan membuang-buang waktu! Kita harus bergerak cepat dan menyusul mereka berdua!" Ucap Jiao Biao yang langsung bergerak cepat menuju Istana dan mendahului Yun Qing dan Gu Qiaomei yang mungkin saja sudah hampir dekat dengan istana.


”Rival yang luar biasa.” batin Li Zhu saat menatap heran ke arah Jiao Biao yang tampaknya sangat bersemangat untuk memulai sebuah pertarungan.


Lembah Shan Bu, Sekte Yin Lang.


"Sungguh mengejutkan ternyata Yang Mulia melibatkan dua orang Guru besar. Pastinya ini adalah tugas yang cukup berat dan akan ada banyak pertarungan di luar sana." Ucap Yan Fengying saat ia sedang menunggangi kuda hitamnya dan melirik sinis ke arah Jin Mifeng yang berada di sebelahnya.


"Ada apa dengan matamu? Mengapa kau menatapku seperti itu?" Tanya Jin Mifeng begitu ia mengetahui kalau sedang ditatap sinis oleh Yan Fengying di sebelahnya.


Yan Fengying tertawa pelan dan menjawab, "Oh, tentu tidak. Aku sedang memikirkan sebuah peluang yang mungkin saja akan aku dapatkan."


"Huh! Kau tidak akan bisa membunuh Zhao Bingyan karena, akulah yang akan membunuhnya!" Jawab Jin Mifeng.


Yan Fengying tersenyum seringai dan bertanya, "Mengapa kau ingin membunuhnya? Apakah tujuanmu adalah untuk menjatuhkan seluruh Sekte?"


Jin Mifeng balas menyeringai dengan tatapan mengancam yang menyertainya. "... Tentu saja. Tujuanku memang melakukan semua itu." Jawabnya dengan dingin.


Mereka berdua adalah komplotan penjahat yang akan menjatuhkan seluruh Sekte dan memperebutkan kembali takhta kerajaan.


"Rencanamu untuk menjatuhkan ketiga sekte lainnya sangat bagus. Akan tetapi, aku memiliki firasat buruk untuk Tuan muda Jin." Ucap Shang Ren yang sebelumnya telah mendengar mereka berdua berbicara.


"Apa maksudmu Guru besar Shang Ren?" Tanya Jin Mifeng dengan dingin setelah ia mendengarnya berbicara.

__ADS_1


Shang Ren menyeringai dan menjawab, "Aku bukanlah seseorang yang bisa menebak masa depan. Aku hanya menyuruhmu untuk berhati-hati saja di tahun ini."


”.....”


__ADS_2