Chaos System

Chaos System
Chapter. 20 - Keturunan Terhina


__ADS_3

"Jangan seenaknya membakar dupa di kamarku!" Teriak Mu Chen Xiao yang sudah mengetahui kalau biang keroknya adalah tabib yang baru saja memasuki kamarnya.


Selama Mu Chen Xiao berada di kediaman Zhao Bingyan dan menjadi tamu istimewa di sana, dia akan terus membuat tabib-tabib di sana merinding ketakutan karena kalimat pedasnya yang selalu dia ucapkan.


"Maaf Tuan muda! Jika saya tidak membakar dupanya, Anda akan lemas seperti tadi." Jawab tabib dengan merinding ketakutan.


"Tidak mungkin ada dupa yang memiliki fungsi seperti pil penambah darah! Aku tidak percaya!" Ucap Mu Chen Xiao kembali dengan menggertak.


"Gege, tenang sebentar. Kamu tidak perlu marah-marah." Bai Qing Yu berusaha untuk menenangkan Mu Chen Xiao yang sudah tertelan emosinya sendiri.


"Tentu ada Tuan, buktinya ada di tangan saya." Ucap tabib kembali sambil menunjukkan dua batang dupa yang ada di tangan kanannya.


"Berani melakukannya?! Kau ingin asma ku kambuh?!" Bentak Mu Chen Xiao sambil menunjukkan tinjunya sehingga, membuat tabib tersebut merinding ketakutan.


"Maafkan saya Tuan muda. Saya akan mencari cara lain untuk memulihkan Anda."


Bai Qing Yu semakin merangkul lengan Mu Chen Xiao dan berhasil membuatnya tersipu malu karena kelembutan yang diberikan oleh Bai Qing Yu padanya.


'Pantas saja Mu Chen Xiao tidak menyukai wanita ini. Dia terlalu genit dan seenaknya saja mengambil tubuh orang lain.' batin Mu Chen Xiao sambil melepaskan tangannya kembali dan berkata pada tabib tersebut, "Lalu, bagaimana dengan tabib yang mencoba untuk membunuhku? Apakah dia seorang pengkhianat di antara kalian?"


Sambil menutupi wajahnya seolah dia sedang memberikan salam padanya, tabib tersebut menjawab dengan gemetar, "Kami tidak tahu kalau bisa ada pengkhianat di antara kami. Orang itu sama sekali tidak pernah berbaur dengan kami untuk membicarakan tentang kesembuhan Anda dan Guru besar Zhao beberapa hari yang lalu."

__ADS_1


Mu Chen Xiao melipat tangannya dan berkata, "Lalu, bagaimana dengan orang yang disebutkan olehnya? Siapa orang yang bernama Mu Chou Ran itu?"


Tabib tersebut mengalihkan pandangannya untuk beberapa saat dan kembali melihat ke arah Mu Chen Xiao dengan mata yang ketakutan dan mulut yang tidak berhenti bergetar.


"Sebenarnya, saya bisa memberitahukannya pada Anda. Mu Chou Ran adalah kepala keluarga 'Mu' yang hilang enam tahun lalu. Dia adalah seorang tirani dan pemimpin yang serakah. Dia menjarah harta rakyat miskin sehingga, sosoknya pun sangat dibenci oleh orang-orang. Sampai pada akhirnya, Sekte Yin Lang datang menyerang dan membunuh orang-orang keluarga 'Mu'. Mereka membunuh semua orang di sana namun, Mu Chou Ran tidak berhasil ditemukan dan dinyatakan hilang saat pertarungan."


Mu Chen Xiao tertegun mendengarnya dan itu membuatnya harus berpikir kembali mengenai Ayah kandung dari si pemilik tubuh ini.


Dia akan bertemu dengan Ayahnya ketika usianya dua belas tahun di gurun Gobi. Lalu, Zhao Bingyan yang mengetahui bahwa Ayah dari Mu Chen Xiao adalah seorang tirani yang kejam dan begitu serakah, mengabaikannya dan mengusir Mu Chen Xiao dari kediamannya.


Sejak dia diusir dari kediaman Zhao Bingyan, Mu Chen Xiao berlatih dengan giat sehingga membuatnya diakui oleh keempat sekte lainnya karena keahlian berpedangnya. Namun, disaat dia mencapai kejayaannya, Zhao Bingyan 'lah yang sama sekali tidak mengakui kemampuannya dan dia selalu memberikan tugas yang sulit untuk Mu Chen Xiao dan berharap dia akan terbunuh oleh musuh-musuh yang ada di sana.


'Ini kejam sekali. Aku tidak tahu kalau Zhao Bingyan bisa berbuat sekejam itu pada muridnya sendiri. Dia bahkan berharap Mu Chen Xiao akan mati saat bertugas. Namun, karena Mu Chen Xiao tidak juga mati, akhirnya dia memanfaatkan kematian misterius yang dialami oleh Zhao Yuan untuk menyiksanya selama berhari-hari dan membuatnya melakukan bunuh diri setelah dantiannya dihancurkan.'


"Gege, kau baik-baik saja?" Bai Qing Yu bertanya setelah dia melihat ekspresi marah yang ditunjukkan oleh Mu Chen Xiao.


Mu Chen Xiao tertegun dan langsung melepaskan tangannya kembali dari pegangan tangan Bai Qing Yu. Dia menjawab, "Aku baik-baik saja. Tidak perlu memikirkan ku."


Tidak lama setelah ketiganya terdiam, seorang suruhan Zhao Bingyan datang membuka pintunya dan berkata, "Mu Chen Xiao! Guru besar Zhao memanggilmu!"


Di waktu yang bersamaan,...

__ADS_1


"Kenapa kalian begitu keras kepala dan tidak membiarkanku beristirahat dengan tenang selamanya? Itu akan menjadi kesempatan terbesarku untuk pergi dari dunia." Ucap Zhao Bingyan pada Li Chu Yi dan Zhao Yuan yang saat ini telah berdiri di hadapannya.


"Melihatmu sembuh saja kami sudah sangat bersyukur. Kenapa kamu malah berniat untuk mati?" Tanya Zhao Yuan sambil mengelus janggut putihnya.


Zhao Bingyan mendengus dan menjawab dengan sinis, "Mengapa harus hidup jika aku menderita kekalahan? Pada akhirnya, bukan aku yang bisa membunuhnya."


Melihatnya begitu kecewa terhadap dirinya sendiri, membuat Li Chu Yi khawatir dan berjalan ke arahnya dengan perlahan. Dia memegang kedua tangan Zhao Bingyan dan membuatnya heran mengapa Li Chu Yi malah memegang kedua tangannya.


"Grandmaster Zhao tidak perlu menangisi kekalahan. Yi'er akan bersedia membantu Anda." Ucap Li Chu Yi dengan nada yang berusaha untuk menggodanya.


Melihatnya yang berusaha untuk menggodanya, membuat Zhao Bingyan semakin jengkel dan jijik untuk menatap ke arahnya. Dia mengambil tangannya kembali dan menatapnya dengan dingin.


"Berusaha untuk menggodaku? Enyahlah dari sini!"


Li Chu Yi begitu terkejut ketika mendengar Zhao Bingyan yang mengatakan kalimatnya. Tiba-tiba saja dia berubah dingin dan sangat marah. Tidak ada yang mengetahui mengapa dia bisa semarah itu bahkan sampai mengatakan hal yang tidak pernah dikatakan olehnya.


"Yan'er, semua murid di sini begitu mengkhawatirkanmu dan selama beberapa hari ini, kami juga menutup gerbang Sekte dan tidak membiarkan seorangpun masuk. Mereka semua khawatir akan ada kelompok pemberontak yang masuk lagi."


Ketika Zhao Yuan menjelaskan keadaan yang terjadi selama ini, tidak ada tanggapan yang diberikan oleh Zhao Bingyan. Dia hanya berfokus pada minumannya saat ini.


Dia baru saja terbangun dan sudah mendengar berbagai masalah yang datang satu persatu. Sebenarnya, siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan Sekte? Jika saja dinding penghalang itu bisa bertahan lebih lama, mungkin orang-orang Sekte Yin Lang tidak akan datang menyerangnya.

__ADS_1


'Mereka menghancurkan dinding penghalang dan membuatku terluka parah. Sepertinya, mereka membutuhkan pemulihan yang cukup lama.' batin Zhao Bingyan sambil meneguk minumannya.


Tidak lama setelahnya, seorang suruhan datang padanya dan langsung berkata, "Guru besar Zhao! Orang yang Anda minta, sudah ada di sini."


__ADS_2