
Tiga hari kemudian,...
Sinar matahari yang muncul di pagi hari, mulai memasuki jendela sebuah rumah bambu yang tampaknya sangat sederhana. Beberapa bilah kayu bakar yang biasa mereka gunakan untuk menghangatkan diri, di atasnya sudah terdapat beberapa garis-garis cahaya yang muncul masuk dari luar jendela.
Di sebuah tempat yang berlokasi di pegunungan Jinya, terdapat beberapa rumah kayu yang berderet di sepanjang jalan dan di ujungnya terdapat sebuah rumah besar dan sepertinya sudah ditempati oleh pemimpin mereka. Dan di dalam salah satu rumah kayu yang berjejer di sana, terdapat seorang wanita berpakaian hitam yang sekarang ini sedang memeras sebuah kain yang ia masukkan ke dalam air untuk menyembuhkan seseorang yang baru saja datang beberapa hari yang lalu.
Setelah kejadian kemarin, suhu tubuh Mu Chen Xiao menjadi sangat panas karena ia kehilangan banyak hawa kekuatan spiritual miliknya. Karena ia menduga bahwa seseorang telah mengendalikan kekuatan miliknya, Mu Chen Xiao menjadi lepas kendali dan tentunya ia hanya bisa terdiam ketika seseorang berusaha untuk melepaskan kembali hawa spiritualnya yang masih kecil itu.
Dengan perlahan Mu Chen Xiao mencoba untuk membuka matanya kembali yang telah tertutup selama beberapa hari. Ia juga merasakan ada seseorang yang sekarang ini sedang mengusap keringatnya yang masih terlihat bercucuran dari atas kepalanya. Lalu, ketika ia benar-benar sudah membuka matanya, seorang wanita berpakaian hitam dengan mata yang terlihat horor karena memiliki warna hitam keunguan, sedang memberikannya sebuah ekspresi tajam dan marah padanya.
"SETAN!" teriak Mu Chen Xiao yang langsung panik begitu ia melihat wanita hitam ini sedang mencoba untuk menyembuhkannya. Namun, karena ia terlalu serius menatap matanya, ia mengira kalau wanita ini adalah arwah jahat yang berusaha untuk membunuhnya.
"Sikap yang sangat buruk untuk berbicara pada seseorang yang baru saja menolongmu." Ucap wanita tersebut sambil menaruh kembali kain putih ke dalam baskom kayu yang berisikan air dingin.
Wanita tersebut langsung saja berjalan menghampiri Mu Chen Xiao di sudut ruangan. Dengan tatapan dingin dan hawa kekuatan yang terus saja keluar dari balik pori-pori kecil kulitnya. Ia langsung berlutut di hadapan Mu Chen Xiao begitu ia telah berdiri di depannya. Wanita itu kemudian menaruh telapak tangannya di permukaan dahi Mu Chen Xiao dan memeriksa suhunya yang sebelumnya telah meninggi selama tiga hari.
__ADS_1
"Sepertinya kau sudah sembuh total. Aku tidak perlu lagi untuk terus merawatmu di sini." Ucap wanita tersebut sambil berdiri kembali dan berjalan menuju pintu dengan membawa baskom kayu yang berisikan air dingin di dalamnya. "... Xun Ji'an! Aku telah membantumu untuk menyembuhkan orang luar itu. Sekarang giliranmu yang bertanggung jawab atas dirinya." Ucap wanita itu kembali sebelum akhirnya ia menutup pintunya dengan keras.
"Matanya mengerikan sekali. Apakah ia juga arwah pegunungan?" Gumam Mu Chen Xiao sebelum ia merasakan ada sesuatu yang sedang menggeliat di balik pakaiannya sekarang ini. Lalu kemudian, muncul seekor ular putih kecil yang keluar dari balik kerah pakaiannya dan ular kecil itupun langsung melihat ke arahnya.
"GOB BLOK!" teriak Mu Chen Xiao yang langsung membanting ular tersebut keluar dari dalam pakaiannya.
Dan begitu ia membanting ular putih tersebut ke lantai, tiba-tiba saja segumpal asap muncul dan mulai menutupi pandangannya sebelum akhirnya dengan perlahan asap itu menghilang dan memunculkan seorang laki-laki berambut putih yang sekarang ini sedang duduk di hadapannya.
"Kau mau membunuhku?" Tanya seorang laki-laki berambut putih yang sekarang ini telah duduk di hadapannya dan ternyata, orang ini adalah Xun Ji'an yang telah berubah menjadi ular kecil karena telah kehilangan banyak dari kekuatannya dan telah bersembunyi di balik pakaian Mu Chen Xiao sejak hari pertama ia berada di sini.
Akan tetapi, setelah asap putih di sekitarnya menghilang, Mu Chen Xiao malah semakin takut karena ia kembali melihat Xun Ji'an tanpa busana karena sebelumnya ia telah mengecil menjadi seekor ular.
"Xiao Xiao jahat sekali! Padahal aku telah membawamu kemari." Ucap Xun Ji'an dengan sedih sambil berdiam murung di sudut ruangan dengan luka memar yang ada di pipi kanannya.
Mu Chen Xiao yang tidak menduga akan hal itu, langsung berjalan ke arahnya dan bertanya, "Memangnya ini di mana? Lalu, siapa cewek mengerikan tadi?"
__ADS_1
Xun Ji'an menjawab sesaat kemudian, "Karena suhu tubuhmu yang semakin panas, aku langsung membawamu ke pegunungan Jinya hari itu juga. Lalu, perempuan yang sebelumnya telah berbicara denganmu, ia juga arwah pegunungan. Namanya adalah Xu Wuya, arwah burung gagak."
Mu Chen Xiao sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Xun Ji'an padanya dan ia pun kembali bertanya, "Bukankah kau bilang pegunungan Jinya masih jauh jaraknya dari desa Jin Yue? Mengapa kau bisa mengatakan kalau kita sampai pada hari itu juga?"
Xun Ji'an mendengus dan dilihat dari lengkungan senyum yang ditunjukkan padanya, ia tampaknya sedang membangga-banggakan dirinya sendiri sambil berkata, "Tentu saja aku menunjukkan kekuatan asliku! Bergerak cepat bagaikan kilat yang menyambar, memangnya ada yang bisa melakukan hal hebat selain diriku? Hahaha!" Ucapnya dengan nada seolah-olah ia adalah pemenangnya.
"Tapi sebelum itu, bukankah aku memintamu untuk mengantarkanku ke kediaman keluarga 'Mu'? Mengapa kau harus kemari?" Tanya Mu Chen Xiao dengan heran karena ia tidak ingin mengunjungi pegunungan Jinya sebelum ia pergi ke kediaman keluarga 'Mu'.
"Kita akan ke sana nanti saja. Aku juga masih dalam pemulihan karena kehilangan banyak kekuatan spiritual. Dan kau juga masih terlalu muda untuk pergi ke tempat mengerikan seperti itu."
"Memangnya apa yang kau lakukan sampai menjadi ular kecil? Bukankah saat masih ada di Sekte, kau berubah menjadi ular besar yang cukup mengerikan?"
"Arwah ular seperti ku, sangat mudah untuk lelah dan sangat mudah untuk lapar. Jika aku dalam wujud yang seperti ini, itu artinya aku sudah mencapai batasnya. Tiga hari yang lalu, ketika kita sampai di gerbang depan pegunungan Jinya, ada lima orang pembunuh yang berusaha untuk membunuhku. Lalu, aku…."
”....?”
__ADS_1
”.... Memakan mereka hidup-hidup. E-he-he-he..." Ucap Xun Ji'an dengan perasaan senang setelah ia termenung di pojok ruangan.
”Berita kalau ular ternyata bisa memakan manusia, itu tidak bohong ya?” batin Mu Chen Xiao yang menatap heran pada Xun Ji'an yang masih memelihara wujud ular kecilnya.