Chaos System

Chaos System
Chapter. 49 - Kembali Ke Sekte


__ADS_3

Lima hari kemudian, Sekte Hua Jian kediaman Zhao Bingyan.


Sebuah suara percikan air yang datang dari beberapa bilah bambu begitupun dengan hembusan angin yang menerbangkan tirai-tirai yang menggantung di setiap tiang. Semenjak ia kembali dari lembah Dao Xun, ia mengalami demam tinggi selama berhari-hari dan tepat di pagi hari ini, Zhao Bingyan akhirnya membuka matanya setelah ia tertidur selama beberapa hari itu.


Zhao Bingyan terkejut ketika ia kembali melihat corak-corak naga yang terukir di sebuah tempat tidur yang ditempatinya sekarang ini. Aroma harum sebatang dupa yang dinyalakan, juga turut menenangkan pikirannya yang sedang mencoba untuk mengingat-ingat hal yang terjadi sebelumnya. Ia pun mengambil posisi duduk dan menatap sekitar sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.


”Apa ini hanya ilusi? Kenapa tiba-tiba aku berada di sini?” batin Zhao Bingyan yang kebingungan di saat ia mencoba untuk mengingatnya kembali.


Tidak lama setelahnya, seorang tabib laki-laki membukakan pintunya dengan membawa semangkuk obat penyembuh yang diletakkannya di atas nampan kayu. Dan begitu ia memasuki kamarnya, tabib tersebut sangat terkejut ketika ia melihat Zhao Bingyan yang telah terduduk di tempat tidurnya dan sedang menatapnya dengan ekspresi bingung.


"Tuan muda Zhao ternyata sudah sadar. Aku kemari untuk memberikan obat untuk Anda." Ucap tabib tersebut yang berhasil menenangkan dirinya kembali dan berjalan ke arah Zhao Bingyan untuk menyerahkan obatnya.


Setelah tabib tersebut meletakkan obatnya di atas sebuah meja kayu yang berada di dekat tempat tidurnya. Zhao Bingyan yang belum mengerti keadaannya mulai bertanya, "Apa yang terjadi? Mengapa aku bisa ada di sini?" Ucapnya dengan bingung.


Tabib tersebut duduk di hadapannya dan menjawab, "Tuan muda Zhao tidak sadarkan diri lima hari yang lalu ketika, Anda baru saja pulang dari lembah Dao Xun. Tuan muda Cheng yang membawa Anda kemari dengan kuda perangnya. Dan kemarin, ia baru saja pergi ke Istana untuk melaporkan kejadian ini sebagai pengganti Anda." Jelas tabib tersebut dengan kepala yang terus menunduk ketika berada di hadapannya.


”Mengapa bisa selama itu?” batin Zhao Bingyan yang seketika terkejut ketika ia ingat siapa yang ikut dengannya beberapa hari yang lalu. "... Dimana Xiao'er? Apa dia baik-baik saja?"

__ADS_1


"Tuan muda Mu baik-baik saja. Sekarang ini dia sedang—"


"Master Yuan! Mu Chen Xiao berusaha kabur lagi!" Teriak seorang murid dari luar ruangan dan berhasil memberhentikan ucapan tabib tersebut. Kemudian disusul dengan teriakan Zhao Yuan yang berkata, "Bocah sialan! Kembali kau!" Teriaknya sambil melemparkan sebuah meja kayu yang ia lemparkan ke arah Mu Chen Xiao yang berusaha kabur dan berhasil mengenai kepalanya hingga ia terjatuh di sana.


Zhao Bingyan yang melihatnya dari balik jendela, merasa heran sekaligus tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang ini. Kemudian, tabib tersebut melanjutkan kalimatnya kembali, "... Seperti yang ingin saya katakan. Belakangan ini Tuan muda Mu sering bertengkar dengan Master Yuan karena telah membuatnya kesal setiap saat." Ucapnya dengan senyum simpul di wajahnya seolah-olah ia senang melihat hal ini.


"Bawa bocah sialan itu kemari! Aku ingin memberinya hukuman!" Ucap Zhao Yuan yang mengundang dua orang muridnya dan mereka menarik kedua kaki Mu Chen Xiao hingga ia terseret dalam keadaan tengkurap agar ia mau menemui Zhao Yuan yang telah jengkel padanya.


"Aduh,... Kau ini memang anak menyusahkan ya."


"Aku penasaran, hukuman apa yang akan diberikan oleh Master Yuan untukmu." Ucap kedua murid ini dengan perasaan senang seolah-olah mereka sangat bahagia jika melihat Mu Chen Xiao sengsara seumur hidup.


Di saat tubuhnya sedang diseret-seret, tiba-tiba saja Bai Qing Yu datang menghampirinya dengan membawa sepiring kue kukus yang baru matang. "... Jangan seret Xiao Xiao ku!" Ucap Bai Qing Yu dengan nada yang berkaca-kaca dan membuat kedua murid ini berhenti menyeret tubuhnya.


Mu Chen Xiao yang terkejut karena mendengar suara Bai Qing Yu di sekitarnya, seketika ia mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Bai Qing Yu yang telah terduduk di hadapannya sambil menyodorkan sebuah piring berisikan kue kukus yang baru saja dibuat olehnya. "... Xiao Xiao! Ambilah!" Ucapnya sambil memberikan kue kukusnya pada Mu Chen Xiao.


Mu Chen Xiao menerima kue pemberian dari Bai Qing Yu dan seketika ia pun terkejut ketika melihat bentuknya. ”Kenapa mirip sekali dengan anjing?” batin Mu Chen Xiao yang mulai menduga-duga kalau Bai Qing Yu sepertinya sudah mengetahui ketakutan terdalamnya. "Kau simpan saja untukku. Aku akan memakannya nanti." Ucap Mu Chen Xiao sambil mengembalikan kembali kue kukus yang sebelumnya telah diberikan oleh Bai Qing Yu untuknya.

__ADS_1


"Hei sudahlah! Berhenti bermesra-mesraan! Master Yuan sudah mulai marah!" Ucap salah satu murid yang kembali menyeretnya kembali dan pergi ke tempat Zhao Yuan yang sudah berapi-api.


”... Tunggu Xiao Xiao! Aku ikut!” seru Bai Qing Yu sambil berlari menyusulnya.


”Apa dunia telah berubah?” batin Zhao Bingyan yang merasa heran dan terkejut ketika ia melihat Mu Chen Xiao dari balik jendela kamarnya setelah ia tahu bagaimana ia bisa berada di sini. ”... Rupanya, setelah aku membunuh Su Lingyu, aku terjatuh dan berakhir demam selama berhari-hari. Tapi, beruntungnya aku masih bisa mengendalikan kekuatan ku sendiri sebelum aku membunuh lebih banyak orang.”


Tidak lama, tabib yang sebelumnya telah berdiri di sebelahnya pergi dan mengambil obat yang sebelumnya diletakkan di atas meja dan memberikannya kembali pada Zhao Bingyan sambil berkata, "Anda baru saja sadar sebaiknya, Tuan muda jangan terlalu banyak berpikir." Ucapnya sambil memberikan obatnya, "... Ini adalah obat yang sudah dibuat oleh Tuan muda Mu dan para leluhur Sungai. Sebaiknya Anda segera meminumnya."


Zhao Bingyan menerima mangkuk berisikan ramuan obat sebelum ia bertanya kembali, "Kenapa Xiao'er yang harus membuatnya? Apa tabib-tabib di sini tidak bisa membuat yang seperti ini?" Ucapnya karena merasa heran mengapa setiap kali ia sakit seperti ini, selalu saja Mu Chen Xiao yang membuat ramuan obatnya.


Tabib itu tertegun dan menjawab, "Ini adalah perintah dari patriark Sekte."


”Master Yuan selalu menyuruh Mu Chen Xiao membuat ramuan obat seperti ini. Apakah karena dia tahu semua tentang siapa kedua orang tua Mu Chen Xiao? Lalu, peramu yang bernama Zhao Qian Yue yang di sebut oleh Shang Ren, apa itu adalah Ibunya?” batin Zhao Bingyan yang kemudian meneguk ramuan obat yang ada di mangkuk tersebut dan memberikan mangkuknya kembali pada tabib di depannya setelah ia meminumnya sampai habis.


"Tuan muda pasti sangat beruntung ya. Kemarin selama lima hari empat malam, Tuan muda Mu terus menjaga Anda sampai-sampai ia tidak tidur selama itu." Ucap tabib tersebut setelah ia menyimpan kembali mangkuk yang telah diberikan kembali padanya.


Zhao Bingyan tertegun dan bertanya kembali, "Xiao'er melakukan semua itu untukku? Untuk apa dia sampai-sampai tidak tidur seperti itu?" Ucapnya dengan sangat tidak percaya.

__ADS_1


Tabib itu menjawab, "Ya, dia bilang kalau dialah yang akan bertanggung jawab karena telah memberatkan Tuan muda Zhao dalam penugasan kemarin."


Zhao Bingyan menurunkan pandangannya dan kembali merasa merendah ketika ia mendengar Mu Chen Xiao kembali melakukan sesuatu untuknya. ”Lagi-lagi aku kalah darinya, ya? Aku belum bisa membalasnya.” batin Zhao Bingyan yang kemudian berkata pada tabib yang ada di belakangnya, "Katakan pada Master Yuan, aku akan menemuinya di paviliun Yong'an."


__ADS_2