
"Bagaimana cara agar aku bisa mengajarimu kalau kau sangat sulit berkultivasi? Haruskah aku melakukan cara lama yang biasa aku ajarkan pada murid desa?" Tanya Hao Shu yang masih memperhatikan Mu Chen Xiao setelah Zhang Xiuzhen pergi dari tempat pelatihan mereka.
"Cara lama? Apakah kau akan menyuruhku untuk melakukan hal-hal aneh?"
BUKKK!!
"Sudah kubilang! Panggil aku Guru Hao!" Bentak Hao Shu setelah ia memukul kepala Mu Chen Xiao menggunakan balok kayu yang ada di tangan kanannya.
”Aduh,... Duh,... Bisa-bisa aku mati karena terus dipukuli olehnya.” batin Mu Chen Xiao sambil terus memegang kepalanya.
"Baiklah, sudah aku putuskan. Aku akan menggunakan cara lama untuk mengajarimu." Ucap Hao Shu kembali sambil berjalan ke arah sebuah tanah kosong yang berada di dekat sungai Luobing yang telah mengalir deras.
Mu Chen Xiao yang melihatnya berdiri di tengah-tengah tanah kosong, hanya menatapnya dengan heran dan memikirkan apa yang akan dilakukan olehnya pada tanah tersebut. Dan tanpa perlu menunggu waktu yang lama, Hao Shu memukul tanah tersebut hingga mengakibatkan sebuah guncangan yang menciptakan sebuah lubang besar yang jaraknya tidak jauh dari sungai Luobing.
”Gak ngotak.” batin Mu Chen Xiao yang menatapnya dengan heran setelah ia melihat lubang besar yang tercipta karena pukulan dari telapak tangan Hao Shu.
Hao Shu menepuk-nepuk tangannya yang berdebu dan berkata, "Pembelajaran mu yang pertama. Kau harus mengisi lubang ini dengan air sampai penuh." Ucapnya dengan asal seolah-olah ia tidak memikirkan butuh berapa tahun untuk mengisi air ke dalam lubang ini.
"T,.. tapi! Melakukan ini butuh bertahun-tahun! Bagaimana aku bisa menembus ke alam lain jika terus melakukan hal seperti ini?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia mendengar Hao Shu menyuruhnya untuk mengisi lubang dengan hanya menggunakan sebuah baskom kayu.
Hao Shu melebarkan kipas lipatnya yang menutupi sebagian dari wajahnya. Ia menatap Mu Chen Xiao dengan tatapan mengejek dan berkata, "Aku tidak peduli berapa lama kau akan menyelesaikannya. Gunakan mantra apa saja untuk melakukannya." Ucapnya sambil berjalan meninggalkannya.
__ADS_1
"Hah?! Tunggu sebentar! K~ kau serius?!" Tanya Mu Chen Xiao yang sangat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Hao Shu padanya sebelum akhirnya ia menghilang dari pandangannya.
Setelah melihatnya pergi, Mu Chen Xiao hanya memandangi lubang besar dan Sungai Luobing yang ada di depannya. Ia mencoba untuk memikirkan bagaimana ia bisa mengumpulkan air di dalam lubang ini hanya menggunakan baskom kayu. Hao Shu bilang kalau ia boleh menggunakan mantra untuk melakukannya. Tapi, mantra apa yang bisa memunculkan mata air?
"Mantra apa yang bisa aku gunakan sekarang? Aku bahkan belum pernah melukis mantra dengan kertas dan kuas." Gumam Mu Chen Xiao sambil meraih sebuah baskom kayu yang berada di dekatnya.
"Kalau kau mau, aku bisa membantumu." Ucap seorang laki-laki hitam yang sekarang ini sedang duduk di salah satu batu besar yang berada di sekitar bibir sungai.
Mu Chen Xiao tercengang ketika ia melihat Shang Ren yang sekarang ini sedang duduk di dekatnya. Belakangan ini ia kerap kali bertemu dengan Shang Ren hingga membuatnya sangat heran padahal Shang Ren sudah memiliki tempat untuk pulang. ”Dia ini gak punya kerjaan, ya?” batin Mu Chen Xiao yang sangat tidak percaya dengan keberadaannya.
"Apakah Guru besar Shang Ren tidak pernah kembali ke lembah Shan Bu lagi?" Tanya Mu Chen Xiao sambil tersenyum keheranan.
”Hah? Lalu, setelah dia kehilangan pekerjaannya, apakah ia harus meneror ku seperti ini?” batin Mu Chen Xiao yang menatapnya dengan heran. "... Kenapa Guru besar Shang Ren bisa ada di sini? Bukankah kemarin aku baru saja bertemu denganmu?" Ucap Mu Chen Xiao yang berusaha untuk membuat Shang Ren bosan dengannya.
"Aku tinggal di sekitar sini dan kebetulan saja aku mendengar suara guncangan besar yang datang dari tempat ini. Jadi, aku langsung saja pergi kemari." Jawab Shang Ren sambil meraih selembar daun maple yang ada di atas permukaan sungai.
Mu Chen Xiao menjawab beberapa saat kemudian, "Lalu? Kenapa Guru besar Shang Ren tidak segera kembali pulang dan memilih untuk berdiam diri di sini? Bukankah hari sudah mulai malam?"
"Aku di sini karena aku pikir kau ingin berbicara denganku. Adakah yang kau inginkan dariku?" Tanya Shang Ren dengan senyum seringai sehingga membuat Mu Chen Xiao semakin mengira kalau Shang Ren akan melakukan hal buruk padanya.
Sebelumnya ia memang ingin mengatakan sesuatu padanya namun, setelah ia melihat ekspresi wajahnya saat ini, ia semakin yakin kalau Shang Ren tidak akan melakukan apa yang diinginkannya. "... Sebenarnya, apa tujuan Guru besar Shang Ren membuatku sulit untuk berkultivasi? Mengapa Guru besar menaruh segel mengerikan itu padaku?" Tanya Mu Chen Xiao dengan wajah serius bertanya padanya.
__ADS_1
Sementara itu, hal berbeda dialami oleh Zhao Bingyan yang sekarang ini telah mencari keberadaan Mu Chen Xiao di seluruh pegunungan Jinya. Ia sudah mencarinya sampai malam-malam begini namun, ia masih tidak bisa merasakan hawa kekuatan milik Mu Chen Xiao meskipun hanya sedikit. Dan anehnya setelah ia mencarinya ke seluruh pegunungan, ia belum bertemu dengan sungai Luobing.
”Seseorang pasti membuat ilusi di sekitar pegunungan Jinya dan membuat semua orang kebingungan.” batin Zhao Bingyan sambil mengatur nafasnya kembali.
Ketika ia berhenti sebentar dan memperhatikan sekitar. Ia melihat Hao Shu yang baru saja naik gunung dan ia langsung menatap ke arahnya. "Bingyan! Apa yang sedang kau cari?" Tanya Hao Shu setelah ia berjalan menghampirinya.
"Tetua Hao! Apakah sebelumnya kau bersama dengan Mu Chen Xiao?" Tanya Zhao Bingyan dengan panik dan terburu-buru.
Hao Shu menatapnya dengan heran dan menjawab, "Ya. Memangnya kenapa?"
"Dimana dia sekarang?"
"Aku meninggalkannya di sungai Luobing. Memangnya apa yang akan terjadi?"
Mendengar hal itu membuat Zhao Bingyan semakin memikirkannya. "Kau meninggalkannya sendiri? Apa kau tidak tahu kalau ada seseorang yang sedang mengincarnya saat ini?" Ucap Zhao Bingyan dengan nada amarah yang meluap-luap sehingga Hao Shu mengira kalau hal buruk mungkin akan terjadi kembali di sekitar mereka.
"Bingyan! Tenang sedikit. Katakan padaku. Siapa yang sedang mengincarnya sekarang?"
"Seseorang yang berada di level sembilan alam langit. Dia adalah orang yang telah menaruh segel api Liu di dahinya." Jawab Zhao Bingyan setelah ia mengingat apa yang sebenarnya diinginkan oleh Shang Ren selama ini.
Orang itu sangat menginginkan kekuatan dan bahkan tega mengorbankan muridnya sendiri. Sejak dulu, Shang Ren memiliki sifat yang hampir sama dengan Mu Chou Ran beberapa tahun lalu. Karena itulah, Zhao Bingyan yang paling mengenalnya untuk saat ini. Jika saja ia terus berada di dekat Mu Chen Xiao, bisa saja ia akan mempengaruhinya untuk menjadi seorang calon penjahat sama seperti dirinya.
__ADS_1