
"Serahkan Pangeran Yong jika kalian ingin hidup lebih lama!" Pinta seorang pemimpin dari para pasukan bayangan yang sekarang ini sedang mengepung mereka yang baru saja keluar dari dalam gua.
Mendengar perkataan tersebut merujuk padanya, Yong Jun He langsung berdiri di belakang Mu Chen Xiao dengan ekspresi ketakutan saat melihat mereka semua.
"Untuk apa kami memberikan Pangeran Yong pada kalian?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia melihat wajah-wajah mereka yang sedang mengepungnya.
"Sudah kubilang! Serahkan dia jika kau ingin hidup!" Ucap orang itu sambil mengeluarkan sebagian besar dari hawa kekuatannya sehingga membuat para pedagang ini bergidik ketakutan.
"Hei! Jangan membuat semua pedagang ini ketakutan. Mereka tidak salah sama sekali." Ucap Mu Chen Xiao begitu ia merasakan hawa kekuatan milik seorang penjahat di depannya.
"Jika kau ingin melindungi mereka maka, serahkan Pangeran Yong sekarang juga!" Ucap penjahat itu sekali lagi.
Yong Jun He semakin takut ketika ia mendengar orang itu berbicara di depannya. Orang ini seolah-olah ingin mencelakainya dan memulai perang kembali dengan negara mereka.
Benar-benar tidak bisa di percaya! Para penjahat ini bukanlah pasukan biasa melainkan mereka adalah para Kultivator negeri gurun. Kekuatan mereka bahkan lebih besar dari murid-murid yang ada di kerajaan Zhang sehingga, tidak mungkin mereka meninggalkan salah seorang muridnya untuk bertarung melawan 70 pasukan Kultivator dari negeri gurun.
Ketika semuanya terdiam selama beberapa saat, A-Ling tiba-tiba saja muncul di hadapan mereka dan langsung menyerang para Kultivator gurun yang ada di hadapannya.
"Matilah! Kalian semua yang telah membunuh Ibuku!" Teriak A-Ling sambil mengayunkan pedangnya ke arah para penjahat tersebut.
Sebuah pedang logam yang berkilau, memancarkan sebuah angin hebat yang mungkin saja akan mengoyak tubuh siapapun jika mereka mengenainya. Ketika angin besar tersebut terbentuk, para penjahat ini segera menghindar dengan mudahnya dan memberikan serangan balasan berupa puluhan anak panah yang akhirnya hanya mengarah ke arah A-Ling yang sedang melakukan perlawanan.
Di saat ia tidak tahu harus berbuat apa, sebuah kilatan petir muncul kembali di depan wajahnya dan menghancurkan puluhan anak panah yang melesat ke arahnya.
Serangan tersebut tidak lain berasal dari Mu Chen Xiao yang tidak sengaja mengeluarkan hawa kekuatannya kembali sehingga serangan tersebut terjadi tanpa perintah darinya.
”Gawat! Sebenarnya apa yang terjadi padaku?! Kenapa aku tidak bisa mengendalikannya sendiri?” batin Mu Chen Xiao sambil memikirkannya setelah semua orang menduga bahwa ia telah melakukan serangan balik.
Sebuah langkah terdengar di belakangnya dan orang itu langsung meletakkan tangannya di atas pundak seperti apa yang sebelumnya ia lakukan untuknya.
__ADS_1
"Xiao'er! Kau masih belum bisa mengendalikan kekuatanmu sendiri? Aku bahkan melihatmu sudah mencapai Grandmaster level satu dan hampir menuju level dua." Ucap Zhao Bingyan saat ia telah berdiri di sebelah Mu Chen Xiao yang tampak kesulitan untuk mengendalikan kekuatannya sendiri.
"Apakah aku harus menghancurkan pelatihanku sendiri agar tidak ada yang terluka di sini?" Tanya Mu Chen Xiao setelah ia melihat wajah khawatir Zhao Bingyan.
"Jika kau melakukannya, kau akan membuatku dan tetua Hao Shu rugi mengajarimu." Jawab tenang Zhao Bingyan.
"Jangan melindungiku! Aku bisa melakukannya sendiri!" Ucap A-Ling sambil memberikan tatapan dingin pada Mu Chen Xiao yang sebelumnya telah bergerak melindunginya secara tidak sengaja.
"Eh? Jangan salah paham! Justru aku tidak sengaja melakukannya! Lagipula untuk apa aku melindungi orang menyebalkan sepertimu?!" Bentak Mu Chen Xiao saat ia melihat wajah menyebalkan A-Ling yang sangat mencibir keadaannya saat ini.
"Kau pikir aku percaya?!" Balas bentak A-Ling sambil menunjukkan ekspresi marahnya pada Mu Chen Xiao.
"Kalian semua! Beraninya macam-macam denganku!" Ucap penjahat tersebut di tengah-tengah keributan antara Mu Chen Xiao dengan A-Ling yang telah salah paham sehingga dirinya menjadi terabaikan oleh mereka berdua.
Tiba-tiba saja, saat penjahat tersebut mengakhiri kalimatnya. Sebuah getaran terjadi di bawah kaki mereka dan hawa kekuatan yang sangat besar benar-benar membuat mereka semua merinding ketakutan.
Saat setengah dari tubuh kalajengking itu keluar, ekornya langsung menyambar beberapa pasukan Zhang yang berada di sekitarnya. Setelah melakukannya dan berhenti sesaat, ekornya kembali bergerak dan langsung menancap pada punggung Mu Chen Xiao sebelum ia berbalik menghadapnya. Tepatnya ia terkena ujung ekornya yang memiliki racun sangat mematikan!
...~ Chaos System ~...
...~ Chapter 122 ~...
HUACK!
Saat pembelajaran telah berlangsung di lapangan pelatihan, tiba-tiba saja Xing Ruo memuntahkan darah yang sangat banyak dari dalam tubuhnya. Darah tersebut berwarna hitam karena saking banyaknya racun yang mendiami tubuhnya saat ini padahal sebelumnya, ia tidak melakukan apapun selain berlatih pedang di sektenya.
"Saudara Ruo! Kau kenapa?" Tanya seorang murid laki-laki yang tampak panik setelah ia melihat Xing Ruo memuntahkan banyak darahnya saat seluruh murid sedang dinilai oleh Li Chu Yi yang menggantikan Zhao Bingyan.
"Apa yang terjadi di sini?" Tanya Li Chu Yi saat ia sedang berjalan menghampiri Xing Ruo yang berada di tengah-tengah para murid yang sedang berlatih bersamanya.
__ADS_1
Li Chu Yi menjadi sangat terkejut setelah ia melihat ada banyak darah hitam keluar dari mulut Xing Ruo yang hanya bisa terduduk sambil terus memandangi darahnya sendiri.
"Ada apa denganmu? Apa kau sakit?" Tanya Li Chu Yi saat ia mencoba membuat Xing Ruo duduk tegak kembali agar ia bisa melihat kondisinya saat ini.
Namun, Xing Ruo tidak juga bergerak dan ia hanya bisa terdiam dalam posisi yang sama seperti tadi.
"T~ Tuan muda! D~ dia sedang dalam bahaya! Aku harus segera pergi ke sana." Ucap Xing Ruo dengan nada terbata-bata saat ia mencoba untuk merangkak menuju gerbang keluar Sekte.
"Xing Ruo! Berhenti! Apa yang kau lakukan?!" Tanya Li Chu Yi dengan panik saat ia melihat Xing Ruo berusaha untuk merangkak keluar.
Xing Ruo menoleh pelan ke arah Li Chu Yi dengan mulut yang berlumuran dengan darah. "... Master Chu Yi! T~ tuan muda Mu dalam bahaya!" Ucapnya dengan suara gemetar sebelum akhirnya pandangannya berubah menjadi hitam dan ia pun tidak sadarkan diri karena di dalam tubuhnya telah dipenuhi dengan racun.
"Oh tidak! Dia sekarat! Yun Shan Feng! Bawa anak ini ke ruangannya!" Pinta Li Chu Yi pada Yun Shan Feng yang telah berdiri di belakangnya sejak tadi.
Sementara ini, pertarungan yang terjadi di gurun Gobi saat ekor kalajengking itu menusuk punggung Mu Chen Xiao. Wajah panik terlihat pada para pedagang yang tampaknya sangat terkejut melihat hal itu karena, ini adalah pertama kalinya mereka melihat seseorang terkena racun sebanyak itu dari seekor kalajengking raksasa.
Namun, tidak lama setelahnya Mu Chen Xiao akhirnya bisa membalikkan keadaan dan ia pun segera mencengkram ekor kalajengking di belakangnya dan melemparkannya ke arah para penjahat yang sudah mengepungnya sejak tadi.
Para penjahat itu terlihat panik dan segera pergi dari tempat mereka berdiri. Pandangan semua orang di sana mengarah pada Mu Chen Xiao yang sebelumnya telah terkena ekor kalajengking raksasa yang mengandung racun sangat mematikan. Mereka pikir, Mu Chen Xiao mungkin akan mati dalam beberapa detik lagi akan tetapi, pemandangan itu tidak juga terjadi selama beberapa saat dan bahkan wajah Mu Chen Xiao terlihat masih sehat-sehat saja.
"Hmm? Apa yang terjadi padaku? Bukankah sebelumnya aku telah terkena racun sangat banyak?" Gumam Mu Chen Xiao yang merasa heran pada dirinya sendiri.
[[ Periksalah apa yang ada di balik pakaian Anda ]]
Mendengar sistemnya mengatakan hal itu, Mu Chen Xiao langsung mengambil sesuatu dari dalam pakaiannya dan ia pun menggenggam sebuah kantong kecil yang sebelumnya telah diberikan paksa oleh Xing Ruo sebelum keberangkatannya menuju Istana Zhang dan akhirnya sampai di sini.
Karena rasa penasarannya, Mu Chen Xiao akhirnya membuka kantong tersebut dan wajahnya pun seketika berubah terkejut saat ia melihat isi dari kantongnya.
”Ini adalah mantra pembalik keadaan?!”
__ADS_1