Chaos System

Chaos System
Chapter. 57 - Ketakutan Dalam Hutan


__ADS_3

Malam harinya ketika mereka masih berada di dalam hutan perbatasan kota Xuanzhou. Suasana ketika malam itu terasa sangat sunyi dan gelap di saat mereka berdua memutuskan untuk bermalam di pinggiran sungai yang sedang tenang airnya.


Mu Chen Xiao merasa sedikit waspada terhadap apa yang mungkin saja terjadi di sekitarnya. Mereka bisa saja kedatangan tamu tak diundang yang akan memakan mereka dan mungkin saja sedang mengawasi keduanya saat ini.


Zhao Bingyan pernah bilang kalau hantu-hantu yang ada di tempat ini sangat agresif dan hanya menyerang pada malam hari. Karena itulah ketika di siang harinya, ada beberapa penduduk yang datang ke hutan ini untuk mengambil beberapa tanaman obat yang tersembunyi di dalam.


"Gege! Bukankah dilarang untuk bermalam di tempat seperti ini? Guru besar Zhao bilang kalau akan ada hantu-hantu kelaparan yang selalu menyerang di malam hari." Ucap Mu Chen Xiao dengan pandangan yang terus menatap sekelilingnya.


Sambil membakar beberapa ikan yang sebelumnya telah ditangkap olehnya, Xun Ji'an menatap heran ke arah Mu Chen Xiao karena perasaan khawatir yang terlalu di besar-besarkan olehnya. "... Apakah kau takut jika akan ada hantu yang akan menyerang mu di tengah malam?" Tanya Xun Ji'an yang bingung ketika ingin menjawab pertanyaannya.


"Ah… tidak. Aku hanya khawatir saja."


"Sebelumnya, Xiao Xiao pernah datang ke hutan ini sekali?" Tanya Xun Ji'an yang kemudian melanjutkan, "Seharusnya kau tahu apa yang harus diwaspadai jika kau berada di hutan ini termasuk bagian-bagian mana yang selalu memunculkan para hantu di luar sana. Jika saja kau membuka pintu yang salah dan ternyata itu berisikan ketakutanmu, maka kau akan kalah. Akan tetapi, jika kau berani dan yakin dengan pilihanmu maka, pintu yang kau buka sekarang ini adalah pintu yang berisikan kebahagiaan mu tentang sebuah keberhasilan yang kau capai. Sebenarnya, sangat mudah untuk melewati hutan ini dan yang membuatmu sangat sulit untuk melewatinya hanyalah ketakutanmu sendiri. Hantu itu sangat tertarik jika ada seseorang yang takut padanya dan bahkan ia akan semakin mendekati orang yang merasa takut padanya. Lalu pada akhirnya, kau akan tenggelam dalam rasa takutmu sendiri dan dimakan oleh hantu-hantu yang kau takuti sekarang ini."


Mu Chen Xiao tertegun dan mencoba untuk berpikir kembali ketika ia melewati hutan ini bersama dengan Zhao Bingyan ketika mereka belum bertemu dengan Kultivator Kultivator lainnya.


Saat itu, tidak ada satupun hantu yang muncul di depan mereka. Dan perjalanan melewati hutan ini terasa sangat mudah jika ia tetap bersama dengan Zhao Bingyan. Mereka hanya bertemu dengan beberapa Kultivator lainnya termasuk pertarungan antara Zhao Bingyan dengan Yan Fengying yang berhasil mengejutkan semua orang yang sebelumnya masih berada di sana. Perjalanan mereka jauh lebih cepat karena tidak ada satupun dari mereka yang takut dengan kemunculan hantu-hantu yang ada di sekitar mereka.


"Aku rasa,... Aku bisa sedikit mengerti mengapa perjalanan saat itu jauh lebih cepat dibandingkan dengan dugaanku. Gege ternyata tidak terlalu menyebalkan." Ucap Mu Chen Xiao sambil tersenyum kekanak-kanakan dan membuat Xun Ji'an senang melihatnya.

__ADS_1


[[ Pelanggaran Karakter Mu Chen Xiao yang tersenyum kekanak-kanakan ]]


[[ Sistem mengurangi poin -50 ]]


[[ Sisa poin akhir +3000 ]]


”Bagaimana bisa ini terjadi?! Apakah dia sudah gila dengan tidak memperbolehkan ku tersenyum?!” batin Mu Chen Xiao yang terkejut setelah melihat poinnya kembali dikurangi.


...~ Chaos System ~...


...~ Chapter 57 ~...


Kediaman Zhao Bingyan, Sekte Hua Jian kota Xuanzhou.


Karena selama lima hari ia tidak sadarkan diri, Zhao Bingyan akhirnya terpaksa harus menyelesaikannya dalam satu malam karena ada beberapa laporan yang harus diselesaikan sekarang dan ada juga yang terlambat dari beberapa hari yang lalu.


Para penduduk di kota Xuanzhou sangat mengeluhkan kejadian suara-suara aneh di hutan perbatasan kota. Para hantu di sana merasa sangat kelaparan dan tidak jarang mereka berjalan memasuki kota dan rumah-rumah mereka.


”Masalah hantu-hantu yang ada di perbatasan lagi, ya? Belakangan ini mereka sering membicarakannya padahal yang mereka butuhkan adalah tidak takut terhadap hantu-hantu di sana.” batin Zhao Bingyan yang kemudian menutup lembaran tersebut dan berjalan menuju jendela besar yang ada di sebelahnya.

__ADS_1


Hari ini malam terasa sangat panjang karena ia masih melihat beberapa murid yang sedang berjalan di sekitar halaman depannya. Karena mereka sendiri yang memutuskan agar membiarkan Mu Chen Xiao pergi mengikuti Xun Ji'an kembali ke pegunungan Jinya, suasana di sini terlihat sangat sunyi dan lebih tenang dibandingkan hari-hari kemarin.


"Suasananya tenang sekali. Biasanya ada beberapa murid yang berteriak karena ada yang mengacau di sini." Gumam Zhao Bingyan sambil menatap Zhao Wei Lu yang sekarang ini sedang berjalan di sekitar halamannya. "Sikapnya sedikit berbeda. Biasanya dia lebih sering marah dengan murid-murid lainnya." Ucap Zhao Bingyan yang kemudian ia melihat seorang murid laki-laki yang tidak sengaja menjatuhkan beberapa buku yang seharusnya di antarkan ke perpustakaan. Akan tetapi, Zhao Wei Lu yang melihatnya langsung berjalan menghampiri dan malah marah padanya karena tindakan cerobohnya yang membuat semua orang di sana terkejut.


”Ternyata masih sama saja.” batin Zhao Bingyan yang tidak lama kemudian ia akhirnya tertawa di depan jendelanya yang masih terbuka dan membuat semua murid-murid di sana merasa terkejut karena mendengar suara tersebut.


Murid-murid di sana merasa heran karena untuk pertama kalinya mereka melihat Zhao Bingyan yang tertawa kecil seperti itu. Ia adalah orang yang sangat jarang tertawa apalagi tidak jelas seperti ini. Biasanya ia akan bertindak tegas pada siapapun dan tidak akan segan-segan untuk melukai muridnya jika ia memang tidak bisa di ajari. Namun belakangan ini, sifatnya jauh berubah dari sifatnya yang biasa.


”Sejak kapan dia bisa bermurah hati seperti itu?” batin Zhao Wei Lu yang merasa heran dengan sikap Zhao Bingyan beberapa hari ini.


Setelah ia berhenti tertawa dan menjawab semua salam dari murid-muridnya yang berada di halaman depan rumahnya. Zhao Bingyan membiarkan mereka pergi dan menyuruh mereka untuk datang padanya jika ada sesuatu yang dibutuhkan oleh mereka.


Ketika semua telah orang pergi, hanya tersisa Zhao Wei Lu yang masih berdiri di sana dengan memberikannya sebuah tatapan serius karena ingin bertanya satu hal tentangnya, "Sejak kapan kau berubah seperti ini? Bukankah sebelumnya, kau tidak pernah mempermalukan dirimu di hadapan murid-murid lainnya?" Tanya Zhao Wei Lu dengan serius.


Zhao Bingyan tertegun. Ia kemudian kembali menatap langit yang sekarang ini semakin gelap dan melengkungkan senyum bibirnya yang terlihat seperti orang baik kebanyakan. "Entahlah,... Aku hanya mencoba untuk melonggarkan diriku saja." Jawab Zhao Bingyan.


"Ini, bukan karena Mu Chen Xiao yang sudah berada di sebelahmu setiap saat?"


"Bukan. Aku akan merahasiakannya saja. Karena aku tahu, kau pasti akan sedih mendengarnya."

__ADS_1


"Kenapa tidak mengatakannya? Bukankah kau akan merasa tenang jika menjawabnya sekarang?" Tanya Zhao Wei Lu sambil menunduk kecewa.


Zhao Bingyan tidak menjawabnya dan memilih untuk segera pergi dari sana sambil menurunkan kembali tirai-tirai bambu yang menggulung di atas kepalanya. ”Bukan. Tapi, aku hanya khawatir pada seseorang yang telah membuatku berhutang nyawa padanya.”


__ADS_2