
"Xiao'er! Menjauh darinya!" Ucap Zhao Bingyan yang langsung menarik tangan Mu Chen Xiao begitu ia mengetahui kalau ada seseorang yang menghancurkan mantra miliknya.
Zhao Bingyan tampak menatap serius ke arah Shang Ren yang masih tidak sadarkan diri di hadapannya setelah Mu Chen Xiao selesai untuk mengobati seluruh luka yang ada pada tubuhnya.
Keberadaan Shang Ren saat ini benar-benar harus diwaspadai mengingat serangan yang belum lama ini mereka lakukan untuk menghancurkan sekte Hua Jian, pastinya sesuatu yang besar akan terjadi di sini jika murid-murid di sini melihat Shang Ren berada di wilayah mereka.
"Mengapa dia bisa ada di sini?" gumam Zhao Bingyan yang kemudian melirik ke arah Mu Chen Xiao di belakangnya.
Ia pun menunduk dan meletakkan kedua tangannya di atas pundak Mu Chen Xiao sebelum ia bertanya, "Xiao'er, bisa jelaskan apa yang terjadi di sini selama aku pergi?" Ucapnya dengan khawatir karena melihat luka memar yang banyak tumbuh di wajah Mu Chen Xiao saat ini.
Mu Chen Xiao menatap bingung dan melirik ke arah sebaliknya. Ia tahu kalau hal ini jangan sampai terdengar hingga ke telinga murid-murid lain karena khawatir akan terjadi bentrokan antara kedua Sekte ini. Jika saja, ada satu murid yang mengetahui hal ini dan memberitahukannya pada murid-murid lainnya, mungkin mereka akan menyandera Shang Ren sebagai tebusan agar Sekte Yin Lang mau memberikan sebagian tanahnya untuk mereka.
”Ironi yang mengerikan sekali!” batin Mu Chen Xiao yang membayangkan sampai pada ujung-ujungnya.
"Xiao'er! Apa yang telah dia lakukan padamu? Jelaskan apa yang terjadi!" Ucap Zhao Bingyan sekali lagi setelah ia melihat Mu Chen Xiao yang tidak juga menjawab pertanyaannya.
Mu Chen Xiao tersentak bingung dan kembali melihat ke arahnya dengan tatapan terkejut. Sesaat Mu Chen Xiao melirik ke arah lain sebelum akhirnya ia menjawab, "Guru besar Shang Ren terluka dan aku mengobatinya di sini."
"Apa yang terjadi padanya?"
"Eh,... Eum,... Xiao'er juga tidak mengetahuinya. Tiba-tiba saja, mantra penghalang itu hancur ketika Guru besar Shang Ren datang kemari." Jawab Mu Chen Xiao yang menjelaskan apa adanya yang saat ini terlintas dalam pikirannya.
__ADS_1
"Yan'er, kami bisa menjelaskannya padamu." Ucap seorang laki-laki yang saat ini berdiri di belakang Zhao Bingyan dan mereka itu adalah Xiong Yu dan Chi Yu yang merubah wujudnya menjadi manusia kembali, lengkap dengan baju zirah yang biasa mereka pakai ketika berperang.
”Lalu, untuk apa mereka telanjang di hadapanku tadi?!” batin Mu Chen Xiao sambil menahan emosinya yang sudah meluap-luap.
Zhao Bingyan berbalik dan memberi salam pada kedua jenderal ini sambil berkata, "Yan'er memberi salam pada kedua leluhur Sungai." Ucapnya dengan sopan tanpa merendahkan dirinya dan kedua orang yang saat ini ada di hadapannya.
Melihat tatakrama sopan yang ditunjukkan oleh Zhao Bingyan, membuat Chi Yu merasa terheran dan berbisik pada Xiong Yu di sebelahnya, "Gurunya bahkan lebih baik daripada muridnya yang tol—"
Ember kayu yang biasa orang-orang gunakan untuk mengambil air, terletak tepat di bawah pohon yang ada di sebelahnya. Dan begitu ia mendengar bahwa ia sedang dibicarakan buruk oleh kedua siluman ini, membuat Mu Chen Xiao jengkel dan melempar ember kayu tersebut ke arah kepala Chi Yu hingga membuat darah keluar dari kepalanya.
"Leluhur Chi! Maaf, ya. Xiao'er tidak sengaja menjatuhkan embernya. He-he-he." Ucap Mu Chen Xiao dengan senyum simpul setelah ia puas memukuli wajah seseorang yang terus saja menggunjingnya.
Tatapan membunuh mulai ditunjukkan oleh Chi Yu yang benar-benar tidak tahan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Mu Chen Xiao selama ini padanya. Belum ada satu hari ia bertemu dengannya dan ia sudah mulai jengkel dengan sifatnya yang sekarang ini.
"Perlukah aku menenggelamkannya di sungai?" Tanya Chi Yu sambil menunjukkan aura membunuhnya pada Mu Chen Xiao dengan ekspresi dingin dan mata yang menyala-nyala.
"Guru besar! Nenek tua ini mau membunuhku!" Mu Chen Xiao berpura-pura merengek sambil berlari dan berlindung di belakang Zhao Bingyan begitu dia melihat Chi Yu yang sepertinya benar-benar akan membunuhnya.
Zhao Bingyan menepuk-nepuk pundak Mu Chen Xiao dan berkata padanya, "Bisakah Xiao'er tenang sebentar? Aku ingin berbicara dengan leluhur Sungai." Ucapnya dengan sedikit tegas padanya.
Melihatnya bersikap tegas terhadapnya, membuat Mu Chen Xiao sedikit tertekan dan menunjukkan wajah memelasnya pada Zhao Bingyan yang sudah mulai kesal terhadap tingkah lakunya selama ini. "Tapi, Guru besar! Xiao'er hanya ingin mendapatkan perhatian khusus dari Guru. Xiao'er sudah menganggap Guru seperti Ayah. Karena itu, Xiao'er mau guru besar untuk,..."
__ADS_1
Yang terjadi selanjutnya,...
Karena penyesalannya, Zhao Bingyan terpaksa harus menggendong Mu Chen Xiao di dalam pelukannya. Karena Mu Chen Xiao sendiri yang mengatakan bahwa, ia sudah seperti Ayah baginya, Zhao Bingyan terpaksa melakukan ini agar ia tidak membuat masalah di Sekte dan menjadi biang kerok dari kekacauan yang selama ini mereka alami.
”Memalukan sekali!” batin Xiong Yu dan Chi Yu yang memandang aneh mereka berdua.
Berusaha untuk melupakan hal ini, Zhao Bingyan berdeham sebelum akhirnya ia berkata dengan tenang, "Jadi, apakah leluhur Chi dan leluhur Xiong akan mengatakan alasannya padaku? Mengapa Guru besar Shang Ren ada di sini?”
Kedua leluhur ini tersentak kaget setelah keduanya saling memperhatikan Zhao Bingyan yang menggendong Mu Chen Xiao dalam pelukannya.
Xiong Yu dan Chi Yu berusaha untuk melupakannya namun, keduanya tidak bisa menahan tawa dari sifat memalukan yang sudah dilakukan oleh Mu Chen Xiao terhadap Guru besarnya sendiri.
"Baiklah, baiklah. Kami mungkin akan menjelaskannya. Sebenarnya, tidak jauh dari sini, keberadaan para pasukan Istana Xingyue mulai menyebar dimana-mana dan mengenai Guru besar Shang Ren, dia terluka saat bertarung dengan ratusan pasukan Xingyue." Jawab Xiong Yu dengan dingin sambil memberikannya tatapan tajam.
Chi Yu melanjutkan, "Mereka memiliki bentuk tubuh yang kurus kering. Tidak ada satupun daging dan darah di dalam tubuh mereka. Meskipun layak disebut sebagai zombie, sebenarnya mereka adalah hantu dari para pasukan Istana Xingyue."
”Pernyataan ini, sama seperti apa yang dikatakan dalam surat istana. Tapi, apa yang membuat mereka terbangun kembali?” batin Zhao Bingyan yang kemudian melirik ke arah Mu Chen Xiao yang telah tertidur ketika ia sedang berada dalam gendongannya! ”Jadi, ini yang dia inginkan sejak tadi?!”
Zhao Bingyan berpikir sebelum ia bertanya kembali, "Lalu, untuk apa Guru besar Shang Ren datang kemari dan bertarung melawan ratusan hantu yang akan menyerang Sekte Hua Jian? Bukankah kau bisa membiarkan mereka melakukan penyerangan terhadap murid-murid Sekte?"
”Kau yang tidak pernah mengerti, sebaiknya diam saja. Aku menyerang para hantu karena tugas dari Yang Mulia.” jawab Shang Ren yang diam-diam sudah terbangun dari tidurnya dan mengejutkan Xiong Yu dan Chi Yu yang tidak mengetahui bahwa ia sudah terbangun sejak tadi.
__ADS_1