Chaos System

Chaos System
Chapter. 135 - Kematian Mu Chen Xiao


__ADS_3

"Tuan muda kedua Zhao! Tuan muda!"


Begitu ia mendengar suara teriakan seorang gadis, Zhao Wei Lu yang telah tidak sadarkan diri karena luka di sekujur tubuhnya akhirnya terbangun dalam keadaan terkejut. Seketika, pandangannya langsung menuju ke arah Ying Tian yang sedang duduk di sebelah kanannya.


"A~ apa yang terjadi? Kenapa seperti ini?" Tanya Zhao Wei Lu yang kebingungan setelah ia melihat Bai Qing Yu dan Yun Shan Feng yang juga berada di sana.


"Akhirnya Tuan muda sadar juga. Kami telah menunggu Anda cukup lama." Ucap Bai Qing Yu yang sedang berjalan menghampiri Zhao Wei Lu dan duduk di hadapannya.


"Memangnya, berapa lama itu terjadi?" Tanya Zhao Wei Lu yang berusaha mengingat hal yang sebelumnya telah terjadi padanya.


"Kira-kira sekitar 36 jam tuan muda seperti ini. Dan beruntungnya patriark Zhao juga mengirimkan Ying Tian sehingga tuan muda bisa diobati dengan cepat." Jelas Yun Shan Feng yang meneruskan perkataan Ying Tian sebelum Zhao Wei Lu sadar kembali.


Setelah mendengarnya, Zhao Wei Lu terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya ia tersentak kaget karena sesuatu telah kembali ke dalam ingatannya.


"Bagaimana dengan Yan Gege?! Dia sudah pergi?" Tanya Zhao Wei Lu sambil memandangi sekitar yang tampak kosong dan hanya ada mereka berempat di sana.


"Tuan muda tenang sebentar!" Seru Ying Tian saat ia melihatnya tampak panik. "... Kita akan mencarinya setelah keadaan Tuan muda kembali pulih. Setidaknya pedang itu tidak mengenai organ hati Anda sehingga hal itu bukanlah masalah yang parah."


"Kalau begitu, mengapa tidak mencarinya sekarang? Orang itu pasti sudah sampai di kota Qianlu!" Celetuk Zhao Wei Lu saat ia mencoba untuk berdiri kembali namun, salah satu kakinya tidak dapat digunakan olehnya dengan sempurna.


"Tuan muda! Jangan memaksakan dirimu. Ying-jie bilang kalau tuan muda mengalami patah tulang luar. Luka itu tidak akan sembuh dalam hitungan jam." Ucap Bai Qing Yu yang memaksa Zhao Wei Lu untuk kembali duduk.


Zhao Wei Lu menatap jengkel dan ia pun kembali berkata, "Lalu apa yang kalian pikirkan? Mengapa membiarkanku tetap di sini kalau sebenarnya kalian tahu jika Yan Gege akan membunuh Mu Chen Xiao?" Ucapnya dengan marah dan membuat ketiganya terdiam selama beberapa saat.


"Tuan muda!" Seru Bai Qing Yu dengan sedih. "... Feng Gege memiliki kemampuan mendeteksi hawa kekuatan spiritual milik seseorang. Sebelumnya dia bilang kalau dia sempat merasakan hawa kekuatan spiritual milik Xiao Xiao dalam jumlah banyak akan tetapi, semakin lama hawanya semakin sedikit dan akhirnya hawa kekuatan itu menghilang seketika. Bisa di bilang kalau mereka telah selesai melakukan pertarungannya dan Guru besar Zhao yang memenangkan pertarungan itu." Jelas Bai Qing Yu yang membuat Zhao Wei Lu terlihat sangat terkejut setelah mendengarnya.

__ADS_1


Sementara ini, beberapa jam sebelumnya di kota Qianlu.


"Hahaha! Sudah dua hari aku tetap berada di hutan dan tidak ada seorangpun yang menghentikanku! Sepertinya, Pak tua itu telah membiarkan ku untuk melakukan apa saja asalkan aku tetap berada di sini." Celetuk Mu Chen Xiao dengan perasaan senang sambil memakan sebuah apel yang berada di dalam hutan tersebut dan duduk pada salah satu dahan pohon tinggi.


[[ Anda harus mempelajari sihir gelap sekarang juga ]]


[[ Sistem akan memberikan poin A+100 jika Anda melakukannya ]]


"Hah! Apakah hanya itu yang bisa kau tawarkan padaku?" Ucap Mu Chen Xiao yang tampaknya sedang mengabaikan sistem yang selalu mengganggu pemandangannya.


[[ Anda akan mati di usia 17 tahun jika Anda tidak segera mempelajarinya.]]


"Aduh! Berisik sekali! Aku ingin sistem ku yang dulu! Apakah tidak bisa kembali ke sistem awal? Mengapa kau malah memperbarui dirimu sendiri padahal aku tidak menyuruhmu?" Keluh Mu Chen Xiao sambil menutupi telinganya.


[[ Sistem sudah mengatur semuanya. Sistem akan berlaku sangat keras ketika usia Anda menginjak 17 tahun karena pada usia itulah nyawa Anda berada antara hidup dan mati.]]


"Xiao'er? Kau kah itu?" Tanya seorang pemuda yang sedang berada di bawah pohon besar yang sedang diduduki oleh Mu Chen Xiao.


Saat ia menoleh ke belakang, ia pun sangat terkejut setelah akhirnya sadar bahwa pemuda ini adalah Zhao Bingyan yang telah jauh-jauh datang menemuinya. Namun, hal aneh sepertinya mulai terjadi saat ia pertama kali melihatnya. Padahal Mu Chou Ran bilang kalau ia sudah memasang sebuah mantra penghalang agar tidak ada seorangpun yang bisa keluar masuk. Akan tetapi, mengapa Zhao Bingyan bisa semudah itu memasuki wilayah ini.


"Ada apa? Mengapa Guru besar Zhao datang kemari?" Tanya Mu Chen Xiao saat ia telah berdiri di hadapan Zhao Bingyan yang telah menunjukkan wajah ramahnya pada setiap orang.


Zhao Bingyan tersenyum dan menjawab, "Tidak apa-apa. Aku hanya ingin melihat Xiao'er. Sudah lama ya, tidak bertemu. Ternyata kau sudah cukup besar."


Mendengar hal itu, Mu Chen Xiao tersentak kaget karena tidak biasanya Zhao Bingyan menanyakan hal itu padanya. Sepertinya ada sesuatu yang mengganjal di otaknya. "... Bagaimana Guru besar Zhao bisa memasuki wilayah ini? Bukankah mantra penghalang itu masih berlaku?" Tanya Mu Chen Xiao dengan heran dan membuat Zhao Bingyan tidak berekspresi saat menatapnya.

__ADS_1


Zhao Bingyan tertunduk diam saat Mu Chen Xiao bertanya tentang hal tersebut. "... Apakah tidak ada ucapan selamat datang untuk gurumu yang telah repot-repot datang mengunjungimu?" Tanyanya dengan dingin dan membuat Mu Chen Xiao tertegun saat mendengarnya.


Mu Chen Xiao melirik ke kanan dan mengusap kepalanya yang tidak gatal. "... Maaf Guru besar Zhao. Aku hanya merasa heran mengapa Guru besar Zhao bisa ada di tempat ini. Sepertinya aku terlalu mempercayai perkataan Mu Chou Ran kalau Guru besar telah melupakanku—"


JLEBB


Sebelum ia mengakhiri kalimatnya, tiba-tiba saja Zhao Bingyan menancapkan pedangnya pada dada kiri Mu Chen Xiao sehingga hal itu membuatnya berhenti berbicara dan melihat darah yang mengalir pada logam pedang milik Zhao Bingyan.


”Grandmaster level tujuh? Mengapa aku tidak menyadarinya?” batin Mu Chen Xiao sambil menatap ekspresi Zhao Bingyan yang tampak senang saat ia sedang menancapkan pedangnya.


"G~ guru besar Zhao? Kenapa?" Tanya Mu Chen Xiao saat ia sedang menatap ke arah Zhao Bingyan dengan ekspresi sedih.


Zhao Bingyan tersenyum seringai dan menjawab, "Kau pikir aku akan senang melihatmu kembali? Merasakan hawa kekuatan spiritual mu saja sudah menambah nafsu ku untuk segera membunuhmu! Orang sepertimu, memang tidak layak hidup lebih lama." Ucap Zhao Bingyan sambil menekan kembali ujung pedangnya yang semakin menembus kulit dan daging Mu Chen Xiao.


Mu Chen Xiao terdiam selama beberapa saat sebelum akhirnya ia berkata kembali, "Guru besar Zhao yang telah membunuh Ibuku. Lalu, apakah Guru besar Zhao juga yang akan membunuhku?"


Mendengar perkataan tersebut, Zhao Bingyan terdiam selama beberapa saat. Ia tersentak kaget dan tidak lagi menekan ujung pedangnya yang semakin melukai Mu Chen Xiao lebih dalam lagi.


Lalu, tidak lama setelahnya. Zhao Bingyan kembali tersenyum seringai sebelum ia menjawab, "Kau yang telah menggangguku selama dua tahun ini. Karena itu, kaulah yang harus mati! Aku bahkan telah memberikanmu tempat peristirahatan terakhir!" Ucap Zhao Bingyan dengan suara keras sambil mengeluarkan sebuah kertas mantra teleportasi dari balik pakaiannya dan melekatkannya di dahi Mu Chen Xiao.


Cahaya biru mulai menenggelamkan dirinya dan menutupi seluruh pandangannya!


"Beristirahatlah dengan tenang di sana!" Teriak Zhao Bingyan yang langsung memindahkan Mu Chen Xiao menuju suatu tempat yang sangat jauh dari tempat keduanya berdiri.


Sesaat setelah ia menghilangkan Mu Chen Xiao dari pandangannya, seorang wanita yang selama ini menghantuinya muncul kembali dengan wajah yang terlihat sedih dan air mata darah yang tidak juga berhenti.

__ADS_1


Tidak lama setelahnya, hantu wanita itupun berteriak keras dan teriakannya itu membuat tekanan spiritual pada diri Zhao Bingyan sehingga membuatnya harus memuntahkan seteguk darah dan terjatuh di tempat yang sama.


__ADS_2