
Di dalam Paviliun Yong'an, saat ini terdapat dua orang yang saling duduk berhadap-hadapan. Keduanya adalah Guru besar Zhao Bingyan dan Patriark Sekte Zhao Yuan. Masing-masing dari mereka memegang sebuah gelas keramik yang berisikan teh hangat yang sebelumnya telah disiapkan oleh murid-muridnya.
"Bagaimana kabarmu sekarang ini?" Tanya Zhao Yuan setelah mereka berlama-lama terdiam di tempat tersebut.
"Aku baik-baik saja." Jawab Zhao Bingyan sambil menurunkan gelas keramiknya. "... Aku dengar, Master Yuan menyuruh Mu Chen Xiao untuk terus mengawasiku dan membuatkan obat yang bisa menyembuhkan ku. Sebenarnya, untuk apa kau mempercayai seorang anak kecil untuk mengobati ku?" Tanya Zhao Bingyan yang tiba-tiba menatapnya dengan dingin.
Sebelum menjawabnya, Zhao Yuan sempat meneguk minumannya dan memberikan tatapan lembut pada Zhao Bingyan meskipun saat ini ia sedang membenci dirinya. "... Aku menyuruhnya karena aku percaya." Jawabnya sambil menaruh kembali gelas keramiknya. "... Lagipula, akulah yang paling mengetahui dari mana anak itu berasal tapi, kau hanya memungutnya saja karena merasa kasihan."
"Aku hanya bertanya padamu, mengapa kau memaksanya untuk melakukannya?"
Zhao Yuan mengelus janggutnya beberapa kali dan sempat menghela nafas lelahnya karena terlalu banyak bicara. "Sebenarnya, Mu Chen Xiao adalah anak dari seorang peramu wanita yang terkenal di kota Jiangyan saat itu. Kau pasti tahu siapa wanita itu."
Mendengarnya, sempat membuat Zhao Bingyan tertegun dan ia pun mencoba untuk mengingat-ingatnya kembali. Sama seperti yang saat itu dikatakan oleh Shang Ren ketika Zhao Bingyan mencoba membunuhnya, ia mulai serius dan bertanya, "Apakah peramu wanita itu bernama Zhao Qian Yue yang menikah dengan seorang laki-laki yang berasal dari keluarga Mu?"
Zhao Yuan mengangguk dan menjawab, "Saat itu aku tidak bisa mengatakannya padamu. Tapi, karena kau sudah bertemu dengannya, aku rasa aku bisa mengatakannya sekarang." Ucapnya sambil menuang kembali teh ke dalam gelas keramik milik Zhao Bingyan ketika ia tahu kalau isinya sudah habis. "... Sebenarnya, Zhao Qian Yue adalah anak haram dari Ibumu dan kakak pertamamu. Namun, karena menurut peraturan yang ada di keluarga Zhao jika, seorang wanita yang memiliki anak haram, telah melahirkan kembali seorang anak yang berasal dari hubungan pernikahan, anak haram itu tidak boleh menyentuh anak yang berasal dari kedua orang tuanya selama lima tahun. Karena itulah aku tidak pernah mengatakan padamu kalau kau sebenarnya memiliki seorang kakak yang berasal dari hubungan gelap."
Zhao Bingyan sangat terkejut ketika mendengarnya karena ia benar-benar tidak percaya dengan kebenaran itu. Bagaimana bisa selama ini, ia baru saja mengetahui kalau Zhao Yuan juga memiliki seorang anak haram. "... Bagaimana itu bisa terjadi? Jika Zhao Qian Yue adalah kakak pertama ku dan anak haram dari kalian berdua, itu artinya Mu Chen Xiao adalah,..."
"Dia adalah keponakan mu dan keponakan Lu'er." Jawab Zhao Yuan sebelum Zhao Bingyan benar-benar menyadarinya.
Seketika wajah Zhao Bingyan memerah karena tidak percaya dengan apa yang didengarnya sekarang ini. Selama ini ia benar-benar tidak menyadarinya! ”... Lalu, yang selama ini aku lakukan padanya, apakah mirip sekali dengan hubungan paman dengan keponakannya?” batin Zhao Bingyan yang masih terdiam setelah puas mendengarnya.
"Apa-apaan kalian ini?! Aku tidak terima jika memiliki keponakan yang lebih muda satu tahun denganku!" Teriak Zhao Wei Lu yang sudah sejak tadi mendengar pembicaraan mereka dari balik pintu dan ia tidak terima jika memiliki seorang keponakan yang usianya tidak jauh darinya.
"Sejak kapan kau di sana?" Tanya Zhao Yuan yang merasa heran padanya.
__ADS_1
"Memangnya apa pedulimu jika aku sudah berdiri di sini sejak tadi?! Aku tidak terima jika Mu Chen Xiao adalah keponakanku! Pokoknya tidak!" Bentak Zhao Wei Lu yang langsung pergi terburu-buru dari tempat tersebut.
Zhao Wei Lu pasti tidak senang jika ia memiliki keponakan yang usianya setahun lebih muda darinya. Itu pasti membuatnya terlihat seperti dua orang yang saudara padahal, kedua orang tua mereka berbeda. "... Aku mendengar nama Zhao Qian Yue dari Shang Ren. Lalu, apakah Ayah dari Mu Chen Xiao adalah Shang Ren?" Tanya Zhao Bingyan kembali.
Zhao Yuan tertegun dan bertanya, "Dari mana Guru besar Shang Ren mengetahuinya? Zhao Qian Yue adalah aib terbesar dari keluarga Zhao dan benar-benar harus dirahasiakan sampai saat ini."
Zhao Bingyan berpikir sebelum menjawab, "Belakangan ini, ketika kami berada di lembah Dao Xun, dia selalu melindunginya. Ekspresinya juga berbeda dari biasanya ketika ia sedang berbicara dengannya. Aku pikir dia adalah Ayahnya karena sikapnya yang sangat berbeda dari biasanya."
"Tentu saja Shang Ren bukanlah Ayahnya. Zhao Qian Yue menikah dengan Mu Chou Ran. Jadi, Ayahnya adalah Mu Chou Ran yang telah lama hilang dan orang yang telah membunuh ibumu." Jawab Zhao Yuan yang pastinya membuat semua murid-murid Sekte terkejut jika mereka mendengarnya. Namun, beruntungnya karena pada saat itu, tidak ada satupun murid selain Zhao Wei Lu yang mendengarkan mereka berbicara.
Mu Chou Ran membunuh Ibunya ketika Zhao Wei Lu berumur satu bulan. Lalu, dua tahun kemudian. Sekte Yin Lang bersama dengan sebagian besar dari keluarga Zhao, datang menyerang kediaman Mu dan membunuh semua orang di sana tanpa kecuali. Anak-anak dan orang tua juga ikut terbunuh dalam penyerangan dan saat itu, hanya tersisa Qian Yue yang sedang menyiapkan sebuah baskom kayu dan meletakkan Mu Chen Xiao yang masih bayi di dalamnya sebelum akhirnya ia menenggelamkannya di sungai Luobing dengan menyertakan namanya yang diukir di atas kayu. Namun, ketika dia selesai melakukannya, tiba-tiba saja sebuah pedang menancap di dada kanannya dan pedang tersebut langsung saja membunuhnya dengan tragis.
Orang yang membunuhnya adalah Zhao Bingyan yang masih tenggelam dalam amarahnya sebelum akhirnya dia menyadari siapa yang sekarang ini dibunuh olehnya. Wanita ini adalah Qian Yue yang baru saja mati karena pedang yang telah menancap di dada kanannya.
Dan baru saja ia mengetahui kalau Qian Yue sebenarnya adalah kakak pertamanya, hal itu membuat Zhao Bingyan semakin merasa merendah dan malu terhadap dirinya sendiri. Ia tidak tahu kalau pada akhirnya ia akan seperti ini. ”Jika, Mu Chen Xiao sampai tahu kalau akulah yang telah membunuh Ibunya, apa yang akan dia katakan?” batin Zhao Bingyan.
"... Apakah dia akan tumbuh menjadi seorang penjahat seperti Mu Chou Ran atau seorang pembunuh sepertiku?" Tanya Zhao Bingyan.
Zhao Yuan berpikir sebelum menjawab, "Itu adalah keputusannya sendiri. Tapi, jangan beritahu padanya siapa Ayahnya saat ini."
...~ Chaos System ~...
...~ Chapter 51 ~...
Tempat pelatihan para murid.
__ADS_1
"Menjengkelkan sekali! Mengapa aku harus memiliki hubungan keluarga dengannya?!" Ucap Zhao Wei Lu dengan kesal sambil menendang sebuah batu kerikil yang akhirnya melayang hingga mengenai seseorang yang sedang duduk tidak jauh darinya.
Orang itu adalah seorang pemuda yang memakai jubah merah dan rambut panjang berwarna perak, sedang duduk di sembarang tempat sebelum akhirnya ia merasa kalau seseorang telah melemparinya dengan batu. "... Aduh,... Siapa yang melempar batu ke arahku?" Ucap pemuda tersebut sambil mengusap-usap bagian belakang kepalanya.
Zhao Wei Lu menatap bingung ketika pemuda tersebut melihat ke arahnya dan bertanya, "Paman ini siapa? Kenapa pakaianmu berbeda dari murid-murid lain."
Pemuda itu mengelus dagunya ketika ia sedang menertawainya sebelum akhirnya ia menjawab, "Hoho,... Jangan samakan aku dengan murid-murid yang ada di sini. Aku ini adalah salah satu dari arwah pegunungan Jinya yang berdekatan dengan kota Jiangyan. Aku adalah Xun Ji'an si arwah ular putih." Ucapnya sambil menarik rambutnya ke belakang ketika ia selesai berbicara dengannya.
"...." Zhao Wei Lu terdiam untuk beberapa saat setelah ia melihat keanehan yang terjadi di hadapannya sekarang ini. "... Lalu, siapa yang kau cari sekarang ini?"
"Aku di sini untuk mencari Zhao Bingyan tapi, aku belum juga menemukannya sejak tadi." Jawab Xun Ji'an.
"Dia,... Dia sedang bersama dengan Patriark Sekte di paviliun Yong'an. Kau susul saja dia di sana." Jawab Zhao Wei Lu dengan sedikit kesal sambil berjalan kembali meninggalkannya.
"Tunggu sebentar anak muda!" Ucap Xun Ji'an sambil menarik kerah pakaian Zhao Wei Lu ketika ia sedang berjalan mendahuluinya. "... Kau tahu peraturan tentang memperlakukan tamu dengan baik?" Tanya Xun Ji'an dengan senyum seringai.
”Menyebalkan sekali orang ini!” batin Zhao Wei Lu yang menahan kesalnya.
"Ji'an? Untuk apa kau kemari?" Tanya seorang laki-laki yang sekarang ini telah berdiri di belakang mereka.
Keduanya pun menoleh ke belakang dan ekspresi Xun Ji'an berubah terkejut ketika ia mengetahui kalau seorang laki-laki yang sebelumnya telah memanggil namanya adalah Zhao Bingyan sendiri!
"Oh! Yan-Yan! Lama tidak bertemu!" Ucap Xun Ji'an yang merasa terkejut. Ia langsung berlari ke arahnya dan memeluk Zhao Bingyan tanpa memikirkan pandangan orang-orang yang sedang melihat mereka berdua.
”Benar-benar mirip dengan bocah tol—” batin Zhao Wei Lu yang memperhatikan.
__ADS_1