
Kamar yang semula terasa hangat, berubah menjadi dingin seperti di Padang es! Semuanya terlihat putih dan membeku, begitupun pintunya yang tidak bisa terbuka. Mu Chen Xiao yang berada di dalam kamar tersebut benar-benar dalam bahaya karena saat ini, ia sedang bersama dengan seorang monster yang akan memakannya.
”Benar-benar keadaan yang sangat gawat! Jika aku tetap berada di sini, bisa-bisa aku akan mati kedinginan!” batin Mu Chen Xiao yang langsung berlari menjauhinya begitu ada kesempatan.
Mu Chen Xiao berdiri tidak jauh darinya dan kali ini ia tidak akan mengalihkan pandangannya dari wajah Zhao Bingyan yang tampaknya telah berada di luar kendali. Sebilah belati yang tersimpan di bawah kasur, telah diambil olehnya jika saja Zhao Bingyan mencoba untuk membunuhnya.
"Mu Chen Xiao! Apakah kau tahu dongeng anak-anak tentang monster salju yang datang di pertengahan musim dingin?" Tanya Zhao Bingyan saat berdiri menghadap ke arahnya dengan senyum seringai dan ekspresi yang tidak biasanya.
"Monster pertengahan Musim Dingin? Bukankah itu adalah kisah tentang serigala liar yang hidup kedinginan di musim dingin dan dibenci oleh seluruh penduduk desa karena dituduh sebagai siluman sebelum akhirnya, ia bertemu dengan seorang anak sebatang kara dan berteman dengannya?" Jelas Mu Chen Xiao setelah ia memikirkannya selama beberapa saat.
Zhao Bingyan sedikit tertawa dan menunjukkan ekspresi wajahnya yang selama ini disembunyikan olehnya. "... Benar sekali. Kau pasti menduga kalau serigala itu adalah serigala yang baik karena ia telah membiarkan anak itu hidup, bukan?" Tanya Zhao Bingyan sambil menunjukkan senyum sinisnya pada Mu Chen Xiao. "... Tapi, kenyataannya bukan seperti itu. Para penduduk desa yang menduga kalau serigala itu adalah seekor siluman, secara beramai-ramai mereka membawa obor dan pergi ke tempat persembunyiannya. Lalu, anak sebatang kara yang saat ini berada di antara puluhan obor yang menyala, berlari dan melindungi serigala yang akan dibunuh oleh para penduduk desa. Namun ternyata, serigala yang dilindungi olehnya malah memakannya dan membunuh semua penduduk desa yang berniat untuk membunuh serigala tadi. Tidak mungkin di antara puluhan orang yang membawa obor dan senjata tidak bisa membunuh seekor serigala sekalipun kecuali mereka berniat untuk bunuh diri. Jadi, apakah kau sudah paham bagaimana situasinya pada saat itu?"
Setelah ia mendengarnya, Mu Chen Xiao menjadi sangat terkejut setelah ia mendengar suara pukulan keras yang datang dari seseorang yang mencoba untuk membuka pintunya di saat ia sedang sendirian bersama dengan Zhao Bingyan. Ia juga melihat dirinya sendiri yang sekarang ini tidak bisa melakukan apapun selain memegang sebuah pisau belati yang mungkin tidak akan bisa menyentuh kulit Zhao Bingyan.
”Apakah itu artinya, mereka yang berada di luar sana adalah penduduk desa dan aku adalah anak sebatang kara yang ada di dalam cerita tersebut? Lalu, yang menjadi serigalanya adalah Zhao Bingyan?!”
__ADS_1
Begitu Mu Chen Xiao sadar kalau sekarang ini ia sedang dalam bahaya, tiba-tiba saja sebuah es beku yang memiliki ujung runcing, muncul di bawah kakinya dan hampir menusuk kepalanya jika saja ia tidak segera melompat dari tempat itu. Dan ketika ia mencoba untuk menghindari serangan pertama, seketika Zhao Bingyan muncul di hadapannya dan langsung mencekik lehernya dan membantingnya ke lantai beku!
Akibat guncangan yang dialami olehnya, Mu Chen Xiao merasa ada beberapa bagian tulang rusuknya yang patah akibat lantai yang sangat dingin dan keras. Lalu, ia pun mencoba untuk melepaskan kedua tangan Zhao Bingyan yang mencoba untuk mencekiknya hingga membuatnya terbunuh. Meskipun ini sedikit tidak sopan, Mu Chen Xiao merasa sangat ingin memukul wajah Zhao Bingyan yang telah berubah menjadi setengah Monster.
”Tidak bisa bergerak dan bernafas! Aku harus melakukan sesuatu meskipun perbuatanku ini benar-benar telah melanggar peraturan.” batin Mu Chen Xiao saat ia merasa kedua tangan Zhao Bingyan yang semakin keras mencekik lehernya.
Mu Chen Xiao mengangkat satu tangannya dan meninju wajah Zhao Bingyan dengan keras hingga membuatnya terhempas dan jatuh dari hadapannya. Dan begitu ia sudah bisa bernafas kembali, Mu Chen Xiao segera menghindar dan memunculkan rantai panjang yang keluar dari dalam kertas mantra yang telah dibuat olehnya.
Rantai rantai tersebut langsung mengikat Zhao Bingyan hingga membuatnya tidak bisa bergerak meskipun ia sedikit memberontak. Mu Chen Xiao harus menahannya sementara waktu karena pergerakan Zhao Bingyan yang masih sangat kuat dan energi asing yang semakin mempengaruhi pikirannya.
”Setidaknya aku bisa membuat array Shen Qi meskipun harus sendiri dan dalam keadaan yang seperti ini. Bagaimanapun juga, aku tidak boleh mati di titik ini!” gumam Mu Chen Xiao yang langsung melukai pergelangan tangannya menggunakan pisau belati yang telah diambil olehnya. Hal itu menyebabkan tangan kirinya mengucurkan darah yang tidak berhenti dan darah tersebut mengalir di atas permukaan lantai hingga membentuk array Shen Qi yang sangat sempurna dan bentuknya sudah hampir mengelilingi Zhao Bingyan di depannya.
Lagi-lagi aku harus mempertaruhkan nyawa seperti ini! Orang-orang yang ada di tempat ini memang sangat tidak berguna untuk Guru besarnya sendiri.
Setelah darah yang mengalir di atas lantai telah selesai membentuk sebuah array Shen Qi, Mu Chen Xiao langsung menyatukan kedua telapak tangannya dengan masih memegang kertas mantra yang merantai seluruh pergerakan Zhao Bingyan.
__ADS_1
"Energi gelap yang telah mempengaruhi Guru besar Zhao, kalian adalah orang-orang yang mati di kediaman Jin dan merasa sangat penasaran dengan orang yang telah membunuh kalian. Karena itu, aku Mu Chen Xiao akan menanggung derita yang kalian alami selama ini dan menemukan siapa yang telah membunuh kalian."
Setelah Mu Chen Xiao mengetahui energi asing yang terus memasuki tubuh Zhao Bingyan dan membaca sumpah yang harus dikatakan pada pemilik energi asing tersebut. Noda hitam muncul di permukaan kulitnya yang berawal dari dada kirinya yang terasa sangat menusuk ketika noda hitam tersebut telah menyebar ke seluruh tubuh.
Pada dasarnya, ritual Shen Qi digunakan untuk menolak energi asing yang datang dari luar. Namun, karena energi ini berasal dari sekumpulan orang yang baru saja mati dan memiliki dendam yang sangat besar melebihi hantu pegunungan. Mu Chen Xiao harus mengatakan kalimat sumpah dan mendapatkan kutukan dalam tubuhnya sebagai perjanjian antara dirinya dengan arwah keluarga yang telah mati.
Nyawanya saat ini benar-benar tergantung di tangan para arwah keluarga yang telah mati. Jika saja para arwah ini ingin ia segera mati maka, mereka tidak akan segan lagi untuk membunuhnya dengan menggunakan kutukan yang ada di dalam tubuhnya. Namun, jika saja mereka bisa sedikit lebih bersabar, mungkin usianya bisa sedikit lebih panjang dari sebelumnya.
Setelah ia selesai melakukannya, Mu Chen Xiao terjatuh dan melihat Zhao Bingyan yang terlihat baik-baik saja dan tidak lagi mengamuk seperti tadi. Ia pun juga melihat es yang sebelumnya telah membekukan ruangannya seketika hancur begitu keadaan telah kembali seperti semula.
[[ Menjadi penyelamat banyak orang.]]
[[ Sistem memberikan poin A +100.]]
[[ Sisa poin akhir +600.]]
__ADS_1