
Seminggu setelahnya, lembah Shan Bu, Sekte Yin Lang.
"Cih! Keterlaluan! Jadi Guru besar yang selama ini tinggal di sini adalah Mu Chou Ran?!" Gertak Jin Qinwu saat ia mendapatkan kabar dari Jin Mifeng dan Yan Fengying yang baru saja menyelesaikan penugasan mereka.
"Patriark Sekte! Tenanglah sebentar! Kau tidak akan terkena serangan jantung 'kan?" Tanya Yan Fengying dengan abai seolah ia tidak mengetahui keadaan Jin Qinwu dan yang lainnya.
"13 tahun lalu kami telah menghancurkannya. Bisa saja orang itu akan melakukan serangan balasan dan menghancurkan Sekte ini dengan pasukan-pasukannya." Jelas salah satu petinggi sekte yang sedang berdiri di sebelah kiri singgasana Jin Qinwu.
"Ayah! Kita tidak bisa diam saja! Sebaiknya serang semua sisa-sisa keluarga Mu sebelum mereka melakukan serangan balasan dan menghancurkan Sekte Yin Lang." Jelas Jin Mifeng pada Jin Qinwu yang tampaknya sangat mengkhawatirkan keadaan sektenya.
Jin Qinwu terdiam selama beberapa saat sebelum ia bertanya kembali, "Apakah tidak ada seorangpun yang mengetahui dimana kediaman keluarga Mu yang sekarang?"
Yan Fengying mengangkat tangannya secara tiba-tiba dan menjawab, "Aku pikir aku mengetahui dimana tempat tinggal mereka." Jawabnya yang berhasil membuat seluruh pandangan mengarah padanya. "... Tentu saja mereka berada di kota Qianlu yang berada jauh dari Istana Zhang dan keempat wilayah Sekte lainnya."
"Huh! Dia pikir dia bisa melindungi orang-orangnya di tempat yang sangat jauh dari sini?!" Jin Qinwu mendengus dan berbicara seolah ia adalah pemenangnya. "... Siapkan pasukan untuk menyerang kota Qianlu dan membasmi seluruh keluarga Mu!"
Sementara ini, di wilayah kota Xuanzhou Sekte Hua Jian. Di dalam kediamannya, Zhao Bingyan tampak merenung setelah ia pulang tanpa membawa Mu Chen Xiao kembali bersamanya karena saat itu, Mu Chou Ran sudah lebih dulu merebutnya. Ia tidak menyangka kalau selama ini, orang yang selalu berdiri di sekitarnya adalah Mu Chou Ran yang sedang berpura-pura menjadi Shang Ren. Dan sepertinya, ia merasa bersalah karena telah merebut Mu Chen Xiao dari Ayahnya sendiri.
"Qian Yue. Apakah mengembalikan Mu Chen Xiao pada penjahat itu adalah suatu hal yang bagus?" Gumam Zhao Bingyan yang terus menatap keluar jendela saat berada di kamarnya.
Tidak lama setelahnya, suara ketukan pintu terjadi selama beberapa saat dan muncul suara seorang wanita yang berkata, "Grandmaster Zhao! Bisakah aku masuk?" Tanyanya yang membuat Zhao Bingyan harus menoleh ke arah pintu.
__ADS_1
Sudah beberapa kali ini, Li Chu Yi selalu mengetuk pintunya dan meminta untuk memasuki kamarnya. Akan tetapi, Zhao Bingyan tetap menolaknya karena ia ingin sendiri dan merenungi segala kesalahan yang telah dilakukannya terhadap semua orang termasuk penyesalannya karena telah membunuh Qian Yue.
"Pergilah! Aku tidak ingin melihat siapapun yang ada di sini." Jawab Zhao Bingyan yang berhasil mengejutkan Li Chu Yi karena ini kesekian kalinya ia ditolak olehnya.
"Tapi, Grandmaster Zhao! Aku—"
"Sudah kubilang pergi!" Bentak Zhao Bingyan yang langsung memotong ucapan Li Chu Yi yang masih berada di belakang pintu kamarnya.
Li Chu Yi terlihat sangat kecewa. Ia hanya bisa terdiam selama beberapa saat sambil menundukkan kepalanya dan melihat ke bawah pintu. Ia merasa khawatir karena sudah sejak kepulangannya dari Yong Fei, Zhao Bingyan selalu mengunci dirinya di dalam kamarnya dan ia bahkan tidak menyentuh makanannya sama sekali.
"Kalau begitu, Yi'er akan segera pergi." Ucapnya yang kemudian berjalan menjauhi kamar Zhao Bingyan menuju suatu tempat.
Setelah Li Chu Yi menjauhi kamarnya, Zhao Bingyan kembali terdiam dan pandangannya kembali menatap langit yang terlihat mendung. Beberapa waktu yang lalu, musim salju baru saja selesai dan mereka telah memasuki musim semi yang seharusnya menjadi musim yang paling cerah dan sejuk. Akan tetapi, untuk tahun ini saja. Musim semi di tempat mereka terlihat sangat mendung tidak seperti tahun-tahun kemarin.
"Kau ini bodoh atau apa?!" Ucap seorang pemuda yang telah berdiri di belakang pintu kamarnya saat ia sedang bergumam sendirian.
Dia adalah seorang pemuda keturunan keluarga Zhao yang memiliki sifat pemarah dan selalu bertindak semaunya. Dari nada bicaranya yang seolah-olah sedang memarahinya, tidak salah lagi orang ini adalah Zhao Wei Lu yang tidak sengaja melintas di depan kamarnya dan memutuskan untuk berbicara dengannya meskipun hanya beberapa patah kata.
"Ada apa? Aku—"
"Kau sedang tidak ingin berbicara dengan orang lain! Ya aku tahu itu! Tidak perlu mengatakannya berulang kali! Semua orang juga tahu kalau kau ingin sendiri!" Ucap Zhao Wei Lu yang sedang memarahi Zhao Bingyan, kakaknya sendiri.
__ADS_1
"Jika sudah tahu, untuk apa berbicara denganku?" Tanya Zhao Bingyan pada Zhao Wei Lu yang berada di balik pintunya.
"Tidak ada! Aku hanya memastikan kau masih hidup! Master Yuan sangat mengkhawatirkanmu karena sudah beberapa hari ini kau sama sekali tidak menyentuh makananmu. Dia takut kau akan mati dan membusuk di dalam. Sebenarnya aku juga tidak ingin berbicara dengan orang menyebalkan sepertimu! Aku kemari hanya karena paksaan dari Master Yuan!" Ucapnya sambil menendang-nendang pintunya hingga membuat suara yang sangat mengganggu.
Zhao Bingyan tidak berekspresi saat ia menatap ke arah pintu. "... Kalau kau sudah tahu aku baik-baik saja. Mengapa kau tidak segera pergi dari sini?" Ucapnya tanpa memikirkan perasaan semua orang yang sedang mengkhawatirkannya.
”......”
Zhao Wei Lu terdiam selama beberapa saat dan berhenti menendang pintunya. Ia menurunkan pandangannya dan berpikir selama beberapa saat.
"Apakah Qian Yue sangat berarti bagimu? Sebaik apa dia sampai-sampai membuatmu terus mengurung diri seperti ini hanya karena anaknya telah kembali pada keluarganya sendiri? Aku yakin jika Qian Yue masih di sini, ia pasti akan segera menyuruh Mu Chen Xiao untuk kembali pulang dan menyuruhnya untuk berbuat baik pada siapapun. Memangnya, mau sampai kapan kau memenjarakan anak orang hanya untuk membalas seluruh kebaikan Qian Yue saja?" Ucap Zhao Wei Lu dengan dingin namun, tidak mendapat respon apapun dari Zhao Bingyan yang mendengarnya dari dalam.
”Mungkinkah yang dia katakan benar?” batin Zhao Bingyan yang memikirkannya.
"Di sini kau hanya mengkhawatirkan satu muridmu saja tapi, apakah kau sama sekali tidak memikirkan murid-murid yang sedang mengkhawatirkanmu karena terus terdiam di tempat yang sama? Kau benar-benar guru yang bodoh dan lemah!" Ucap Zhao Wei Lu dengan marah sambil berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Zhao Bingyan terdiam setelah ia mendengar Zhao Wei Lu yang memarahinya sejak tadi. Ia mencoba untuk berpikir jernih dan melupakan hal yang dulu pernah terjadi padanya.
”Mungkin Lu'er benar. Aku terlalu berlebihan dalam memikirkannya. Aku harus segera keluar dari tempat ini.” batin Zhao Bingyan saat ia akhirnya turun dari atas ranjangnya dan mengambil pakaian luarnya yang berada di atas sebuah meja.
Tidak lama setelahnya, Zhao Bingyan akhirnya keluar dari dalam kamarnya dan menunjukkan dirinya pada semua murid saat mereka sedang berada di lapangan pelatihan.
__ADS_1
Ketika para murid ini bisa melihat Zhao Bingyan kembali, ekspresi mereka berubah menjadi sangat senang dan akhirnya semuanya berlarian menghampiri Zhao Bingyan untuk menanyakan bagaimana keadaannya saat ini.
”Ternyata tidak ada yang membohongiku. Akulah yang telah membuat mereka memikirkanku bahkan melebihi apa yang telah aku pikirkan sejak dulu.” batin Zhao Bingyan saat ia menatap ke arah seluruh murid yang sedang mengerumuninya. "... Mulai sekarang, keadaan Sekte akan menjadi lebih baik dari yang dulu."