Chaos System

Chaos System
Chapter. 55 - Keputusan


__ADS_3

"Xiao Xiao! Di hadapan semua murid di sini, aku akan secara terang-terangan untuk meminta maaf padamu atas kejadian kemarin." Ucap Xun Ji'an keesokan harinya, di hadapan semua murid dan di hadapan Zhao Bingyan ketika mereka berada di lapangan pelatihan murid, sambil membawakannya sebatang bunga yang ia cabut di pekarangan kediaman Zhao Bingyan.


”GOB BLOK!” batin Mu Chen Xiao yang melihat pikiran Xun Ji'an semakin kacau saja setiap detiknya.


Tidak lama setelahnya, Mu Chen Xiao akhirnya berbelok dan pergi meninggalkan Xun Ji'an sendirian di sana. Meskipun ia sudah benar-benar berjalan menjauhinya, Xun Ji'an malah semakin mendekatinya dan bahkan lebih parah dari yang sebelumnya. Orang itu berlari ke arah Mu Chen Xiao dan memeluk pahanya dengan mata yang berkaca-kaca karena tidak ingin ditinggal pergi begitu saja.


"Xiao Xiao! Kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku? Bukankah aku sudah meminta maaf secara terang-terangan?" Ucap Xun Ji'an dengan wajah memelas yang ia tunjukkan padanya.


"BEG—! TOL—! PERGI SANA!" Teriak Mu Chen Xiao yang dengan paksa mencoba untuk melepaskan tangan Xun Ji'an yang tidak berhenti memeluk kakinya hingga membuatnya sulit untuk berjalan.


Salah seorang murid yang melihat mereka bertengkar, merasa bingung dengan apa yang Xun Ji'an lakukan pada Mu Chen Xiao hingga membuatnya seperti memelas untuk meminta maaf padanya. Dan ia pun bertanya, "Memangnya, apa yang leluhur ular ini lakukan pada Mu Chen Xiao?"


Setelah ditanya, Xun Ji'an tertegun dan menoleh ke arah seorang murid yang sebelumnya telah bertanya padanya. "... Ya, bisa dibilang aku dan dia melakukan ini dan itu secara bergantian." Jawab Xun Ji'an dengan wajah sumringah.


"GOB BLOK!" teriak Mu Chen Xiao sekali lagi sambil menendang wajah Xun Ji'an hingga membuatnya terhempas ketika ia lengah terhadap serangannya. ”... Orang ini bahkan lebih agresif dibandingkan dengan Su Lingyu dan Zhao Bingyan! Menjengkelkan sekali! Mengapa aku harus hidup di tengah-tengah orang yang tidak waras!” batin Mu Chen Xiao setelah ia melihat Xun Ji'an mendarat secara tidak beraturan setelah ia menendangnya hingga terbang menjauh.


"Wah! Mu Chen Xiao benar-benar tidak waras!"


"Mengerikan sekali. Dia mendadak lebih kuat ketika ia sedang marah."

__ADS_1


Beberapa murid kedengarannya sedang membicarakan tentang Mu Chen Xiao yang baru saja menghajar wajah Xun Ji'an yang berani mengatakan hal aneh-aneh padanya. Dilihat dari kejauhan sini, ia tampaknya sedang berapi-api dan bersemangat untuk menghajar wajah Xun Ji'an lebih parah lagi. Dan meskipun pemandangan di hadapannya benar-benar sudah diluar ekspektasi, Zhao Bingyan tetap berusaha untuk tenang seolah-olah tidak ada yang sedang mengganggunya sekarang.


Karena belum puas dengan hanya menendang wajahnya, Mu Chen Xiao berjalan menghampiri Xun Ji'an kembali. Dan ketika ia telah berdiri di hadapannya, Mu Chen Xiao langsung duduk di atas dadanya sambil mengguncangkan kedua pundak Xun Ji'an hingga ia merasa kepalanya hampir copot karena Mu Chen Xiao yang terus menghajarnya habis-habisan.


"GOB—! GOB—! GOB—! KENAPA SELALU SAJA BEGINI!" teriak Mu Chen Xiao sambil terus mengguncangkan kedua pundak Xun Ji'an dengan kencang.


"T~~ Tunggu! Xiao Xiao! A~~ aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Ucap Xun Ji'an dengan suara yang terdengar patah-patah dan membuat Mu Chen Xiao akhirnya berhenti menghajarnya.


”Akhirnya berhenti juga.” batin Xun Ji'an yang akhirnya bisa bernafas lega meskipun sekarang ini Mu Chen Xiao masih duduk di atas dadanya. "... Sebenarnya, aku ingin membawamu pergi ke pegunungan Jinya untuk berguru pada Arwah yang ada di sana." Ucapnya yang berhasil membuat Mu Chen Xiao terdiam sambil menatap heran padanya.


"Hah? Apa aku tidak salah dengar? Mu Chen Xiao akan di bawa kabur oleh leluhur ular?!"


Ekspresi yang ditunjukan oleh para murid-murid di sana, tampaknya sangat senang dan berseri-seri begitu mereka mendengar bahwa Mu Chen Xiao akan ikut pergi bersama dengan Xun Ji'an kembali ke pegunungan Jinya. Wajah mereka benar-benar penuh pengharapan dan sangat rela jika Mu Chen Xiao pergi dari tempat mereka daripada mengganggu ketenangan mereka saat berlatih.


"Hah! Bagaimana kalian semua bisa berharap seperti itu?!" Bentak Mu Chen Xiao yang merasa heran setelah ia melihat wajah murid-murid ini begitu dengan senang hati akan membiarkannya pergi.


"Bagaimana kami bisa menerimamu di sini lebih lama sementara kau selalu saja membuat kacau?!" Jawab salah satu murid di sana.


"Ya! Kau bahkan selalu saja menantang kakak seperguruanmu sendiri dan bahkan Master Yuan!"

__ADS_1


Melihat semua kakak seperguruannya telah menuduh dirinya melakukan hal hal yang aneh, membuat Mu Chen Xiao menoleh ke arah Zhao Bingyan dan memberikannya sebuah tatapan memelas sambil berkata, "Guru besar Zhao! Kakak seperguruan~~ mereka~"


Zhao Bingyan mengalihkan pandangan seolah ia tidak peduli karena, ia tahu kalau Mu Chen Xiao hanya ingin dikasihani olehnya saja. ”Jangan lihat ke arahku.” batin Zhao Bingyan sambil menoleh ke arah sebaliknya.


"Baiklah! Sudah diputuskan! Xiao Xiao akan ikut denganku! Sepertinya, tidak ada satupun Kakak Seperguruan mu yang akan merindukanmu ketika kau pergi dari sini. Jadi, kau pastinya tidak merasa keberatan 'kan?" Tanya Xun Ji'an yang langsung menyimpulkan sambil membawakan barang-barang milik Mu Chen Xiao yang akan di bawa olehnya.


"Hah? Aku belum bilang setuju untuk ikut denganmu!" Ucap Mu Chen Xiao dengan panik setelah ia tahu kalau ia benar-benar akan pergi dari sini. Apalagi, dia akan pergi bersama ular gila ini. Pastinya, keadaan mereka akan lebih kacau lagi. Mu Chen Xiao pun akhirnya menoleh kembali ke arah Zhao Bingyan dan bertanya, "... Apa Guru besar juga menyetujuinya? Aku tidak ingin pergi dengan si gila ini!" Ucapnya dengan mengelak semua perkataan mereka.


Pada akhirnya, Zhao Bingyan berjalan mendekatinya dan ketika ia sudah berdiri di hadapannya, ia meletakkan telapak tangan kanannya yang menghangatkan di atas kepala Mu Chen Xiao sambil menjawab, "... Anggap saja ini semua untuk kebaikanmu sendiri. Bukankah kau ingin menjadi lebih kuat melebihi Guru besar mu sendiri?"


”Rasanya aku tidak pernah mengatakannya.” batin Mu Chen Xiao yang merasa heran dengan apa yang diucapkan oleh Zhao Bingyan. "... Jika aku ikut dengannya, apa yang akan dia lakukan padaku? Mungkin saja dia— eee,..." Mu Chen Xiao seketika terdiam ketika ia melupakan apa yang harus dikatakan olehnya.


Zhao Bingyan tersenyum kembali padanya dan berkata, "Bagiku ini yang terbaik untuk Xiao'er. Jika Xiao'er tetap di sini, waktunya tidak akan cukup untuk membuatmu bertambah kuat seperti apa yang kau inginkan. Ji'an akan mengajakmu untuk berguru pada arwah suci yang ada di pegunungan Jinya. Dan itu sangat bagus untuk menembus titik awal Kultivasi mu yang sangat lambat itu."


Mu Chen Xiao terdiam dan tidak mengelak semua perkataan yang diucapkan oleh Zhao Bingyan. Ia bahkan berpikir kembali tentang Zhao Bingyan yang juga berguru pada arwah pegunungan Su Lingyu dan bisa menembus level empat Grandmaster di usianya yang masih sangat muda. ”Apa aku bisa melakukannya?” Batin Mu Chen Xiao sebelum akhirnya ia merasakan ada seseorang di belakangnya yang telah mengangkat tubuhnya ke atas pundak seseorang yang sekarang ini sedang mengangkatnya. "Hei! Hei! Apa-apaan kau ini?!" Bentak Mu Chen Xiao setelah ia tahu kalau orang yang sedang mengangkatnya sekarang ini adalah Xun Ji'an dengan wajah anehnya.


"Baiklah! Karena Yan-Yan sudah setuju dan aku juga telah membawakan barang-barang mu, sebaiknya kita segera pergi sebelum matahari terbenam lagi!" Ucap Xun Ji'an dengan penuh semangat dan kemudian ia pun segera berlari meninggalkan Sekte tanpa kata-kata yang ia tinggalkan untuk murid-murid di sana.


”Aku harap Mu Chou Ran sedang tidak berada di kota Jiangyan.”

__ADS_1


__ADS_2