Chaos System

Chaos System
Chapter. 60 - Target


__ADS_3

"Xiao Xiao ingin pergi ke kediamannya sendiri? Bukankah itu adalah rumah yang sudah berantakan dan rapuh?" Tanya Yun Qing setelah ia mendengar Xun Ji'an yang menjelaskannya kalau mereka akan pergi mengunjungi kediaman keluarga 'Mu' sebelum mereka kembali ke pegunungan Jinya.


"Ya,... Benar sekali! Rupanya anak ini juga merindukan keluarganya!" Ucap Xun Ji'an sambil menepuk-nepuk keras punggung Mu Chen Xiao yang telah berdiri di sebelahnya.


”Berhentilah memanggilku Xiao Xiao!” batin Mu Chen Xiao yang mulai kesal dengan nama yang mereka panggil untuknya. "Oh, ya. Darimana Nona Yun bisa mengenal Xun Gege?" Tanya Mu Chen Xiao dengan penasaran karena sebelumnya ia telah melihat Yun Qing dan Xun Ji'an yang tampaknya sangat dekat seperti seorang saudara.


Xun Ji'an tertegun dan menjawab, "Oh, maaf kalau kami membingungkan mu. Sebenarnya, aku dan Yun Qing adalah,..."


”.....?”


"Sepasang kekasih yang sedang berbunga-bunga!" Ucap Yun Qing dan Xun Ji'an secara bersamaan sambil melakukan pose romantis di hadapan semua orang yang sedang berada di sana.


Dan berkat kedua orang ini, mereka pun mendadak menjadi tontonan penduduk desa Jin Yue karena mereka bertindak seperti tidak diperhatikan.


”Murahan?!” batin Mu Chen Xiao yang terkejut setelah ia melihat arwah pegunungan yang menyukai seorang manusia. Pernikahan antara arwah pegunungan dengan anak manusia, dianggap sangat melanggar tabu. Bisa-bisa keturunan mereka akan tidak jelas darimana asalnya. Entah itu terlahir sebagai siluman atau anak manusia, hal ini tidak boleh dilakukan sejak Raja Xingyue masih ada. ”... Sebaiknya rahasiakan ini daripada menjadi perusak hubungan.” batin Mu Chen Xiao yang kemudian berbalik dan kembali berjalan menuju arah kota Jiangyan yang sudah hampir dekat.


Xun Ji'an tertegun karena ia melihat Mu Chen Xiao yang tiba-tiba berbalik. Ia pun akhirnya berlari ke arahnya dengan masih memelihara ekspresi senangnya seolah ia tidak memiliki beban yang dipikul pundaknya. "... Xiao Xiao! Kita baru saja beristirahat, kau jangan pergi begitu saja!" Ucapnya sambil menarik pundak Mu Chen Xiao hingga membuatnya berbalik menghadap ke arahnya.


Namun, ketika ia berbalik menghadap Xun Ji'an. Tiba-tiba saja pandangannya menjadi kabur dan kepalanya seolah-olah meledak ketika ia merasa jika segel api Liu yang kembali menyala. "... Gege! Apa kita bisa cepat-cepat pergi dari sini?" Tanya Mu Chen Xiao sambil memegang kepalanya yang mulai terasa sakit.

__ADS_1


Xun Ji'an menatap heran padanya karena ia tidak tahu apa alasan mengapa Mu Chen Xiao terus memegang kepalanya. Namun, karena ia melihat Mu Chen Xiao yang mulai berkeringat dingin dan keringat itu seolah-olah tidak berhenti keluar dari permukaan kulitnya. Ia pun akhirnya mulai mengerti mengapa Mu Chen Xiao menyuruhnya untuk segera pergi dari tempat tersebut.


Xun Ji'an menoleh ke arah Yun Qing dengan ekspresi serius dan berkata, "Qing'er! Aku sedang terburu-buru. Maaf aku tidak bisa berbicara lama denganmu." Ucapnya sambil membawa pergi Mu Chen Xiao, keluar dari desa tersebut dengan terburu-buru.


"Hah? Mengapa cepat sekali? Memangnya ada apa dengan Xiao Xiao?" Tanya Yun Qing yang merasa heran dengan apa yang sebelumnya telah dilihat olehnya.


Gu Qiaomei mendengus dan ia pun menjawab sesaat kemudian, "Yang ada di dahinya itu, adalah segel api Liu yang kembali menyala. Pantas saja dia dibawa menuju Pegunungan Jinya untuk berguru pada arwah-arwah yang ada di sana. Itu dilakukan karena, ia kesulitan untuk menebus tingkatan Kultivasi miliknya."


Sementara ini, di tempat yang sama dan berlokasi di kota Jiangyan tepatnya di sebuah gubuk tua ketika Shang Ren sedang berbicara dengan seorang laki-laki yang memiliki wajah hancur.


Hawa kekuatan di sana tiba-tiba saja terasa semakin dingin dan mengerikan. Laki-laki yang sekarang ini masih duduk di kursi singgasananya, berusaha untuk memulihkan kekuatannya kembali agar ia bisa menghancurkan orang-orang yang sudah masuk ke dalam daftarnya. Menurut keadaannya, saat ini dantiannya telah hancur dan sebagian dari pembuluh darahnya rusak akibat luka tusukan pedang. Wajahnya pun tidak luput dari serangan yang dilakukan oleh musuh-musuhnya. Mereka menyeretnya dengan kepala yang menyapu lantai hingga wajahnya hancur seperti ini.


Shang Ren menyeringai dan menjawab, "Tidak apa jika aku sedikit waspada terhadapmu. Segel api Liu hanya bisa dilakukan oleh keempat Raja Xingyue termasuk para keturunan-keturunannya. Kau tidak akan bisa melakukannya karena dia adalah calon raja berikutnya."


Laki-laki itu mendengus dan mencibirnya, "... Bagaimana kau bisa tahu kalau ia adalah calon raja berikutnya? Segel api Liu yang terpasang di dahinya, dapat memperlambat dirinya untuk membangun titik awal Kultivasinya sendiri akan tetapi, segel itu juga bisa berguna untuk melindungi dirinya sendiri dari serangan musuh-musuh yang ada di sekitarnya karena ia adalah calon prajurit Raja Xingyue yang harus tetap hidup. Sebaiknya kau lepas saja segel itu darinya daripada kau akan membuatnya merasa frustrasi karena tidak bisa menembus alam spiritual yang lebih tinggi."


"Bukankah yang kau inginkan hanyalah tubuh pengganti? Lalu, mengapa kau berusaha untuk merusaknya? Jika kau benar-benar merusaknya, itu akan berpengaruh saat kau bertukar tubuh dengannya. Sebaiknya untuk sementara, kau jangan berbuat macam-macam dengannya sampai aku melepaskan segel api Liu miliknya."


"Aku ingin memilikinya ketika ia berumur lima belas tahun."

__ADS_1


Mendengar hal itu membuat Shang Ren merasa sangat terkejut dan langsung membuka matanya sambil melihat ke arah seorang laki-laki yang sejak tadi telah berbicara dengannya. "... Tapi, itu terlalu cepat! Kau akan merusak kualitas tulangnya. Bisa-bisa, kau akan lumpuh total jika masih memaksa." Jelas Shang Ren yang tampaknya sangat ketakutan ketika laki-laki itu mempercepat proses pertukaran tubuhnya.


Sebuah gelas keramik yang sekarang ini berada di sebelah singgasananya, mulai terangkat olehnya dan laki-laki tersebut akhirnya meneguk minumannya. "... Kenapa ekspresimu menjadi ketakutan seperti itu? Bukankah kau sendiri yang menjualnya untukku karena aku telah menyelamatkan sebagian dari keluargamu?" Ucap laki-laki itu dengan sinis. "... Jika aku tidak mendapatkan apa yang aku minta, kau tahu apa konsekuensinya?"


Shang Ren berdiri kembali di hadapannya sambil mengeraskan tinjunya dan menatapnya dengan dingin. "... Baiklah. Usianya sekarang ini masih tujuh tahun. Aku rasa kau masih memerlukan waktu sekitar delapan tahun lagi."


Laki-laki tersebut menyeringai dan menjawab, "Aku akan sabar menunggu." Ucapnya sambil melihat Shang Ren yang perlahan berjalan menjauhinya.


...~ Chaos System ~...


...~ Chapter 60 ~...


"Xiao Xiao! Kau baik-baik saja?" Ucap Xun Ji'an yang mulai panik karena ia merasa suhu tubuh Mu Chen Xiao semakin panas ketika ia membawanya pergi dari desa Jin Yue.


Ketika Xun Ji'an menggendongnya, Mu Chen Xiao hanya terdiam di sana tanpa melakukan apapun sambil merasakan suhu tubuhnya yang semakin panas dan keringat dingin yang terus keluar dari dalam tubuhnya. "... Gege! Aku yakin sebelumnya ada yang mencoba untuk menyerangku. Orang itu melakukan serangan jarak jauh dengan memunculkan hawa kekuatan spiritualnya untuk menyerang organ dalamku."


Xun Ji'an tertegun dan ia pun berhenti berlari sesaat. "Melakukan serangan jarak jauh? Bagaimana seseorang bisa melakukan hal itu? Lalu bagaimana caramu bertahan?"


Mu Chen Xiao berkedip beberapa kali sebelum akhirnya ia menjawab, "Seseorang telah mengeluarkan sebagian besar dari hawa kekuatan spiritual yang aku punya untuk melawan kekuatan spiritual lainnya yang berusaha untuk membunuhku." Ucapnya dengan nada sedikit lemas karena sebelumnya seseorang telah mengeluarkan hampir dari seluruh hawa kekuatan spiritualnya untuk melawan satu orang lagi yang berusaha untuk menyerangnya.

__ADS_1


"Bertahanlah sebentar! Aku akan segera membawamu ke pegunungan." Ucap Xun Ji'an dengan tenang sehingga hal itu membuat Mu Chen Xiao merasa sedikit senang namun pada akhirnya, ia pun tertidur ketika Xun Ji'an sedang membawanya berlari menuju pegunungan Jinya yang jaraknya cukup dekat dari tempat mereka berdiri sekarang.


__ADS_2