
Malam harinya, ketika Mu Chen Xiao sedang merapikan kembali buku yang menumpuk di kamar Zhao Bingyan dan membereskan semua kekacauan di sana, pandangannya selalu teralihkan pada keadaan Zhao Bingyan yang masih belum sadar sejak mereka kembali ke Sekte.
”Kenapa dia tidak sadar juga? Bukankah seharusnya dia sudah baik-baik saja? Bagaimana aku bisa menghentikan kekuatan asing yang terus menusuk tubuhnya sedangkan ia terus tidur seperti ini.” gumam Mu Chen Xiao saat ia memperhatikannya.
Semakin lama ia melihatnya, membuat Mu Chen Xiao akhirnya malu sendiri mengapa ia terlalu sibuk memikirkannya. Seharusnya ia memikirkan beberapa hal penting lainnya termasuk bagaimana ia bisa mendapatkan poin lebih banyak setelah ia melakukan banyak kesalahan di pegunungan Jinya.
”Tunggu! Bukankah jika Zhao Bingyan mati, aku akan lebih cepat keluar dari zaman ini? Sejak awal, aku memang sudah berencana untuk melakukan semua itu, kan?” batin Mu Chen Xiao yang ingat dengan tujuannya saat ia memasuki zaman ini dan terikat dengan sistem anehnya.
[[ Saat usia Anda masih di bawah 15 tahun, Anda dilarang untuk membunuh karakter utama.]]
”....”
"Xiao'er? Bisakah kau kemari?"
Mu Chen Xiao terkejut saat ia mendengar suara tersebut dan pandangannya langsung teralihkan kembali ke arah Zhao Bingyan yang tampaknya sudah terbangun sejak tadi dan menyaksikan bagaimana ia membersihkan kamarnya yang terlihat berantakan.
"E,... Guru besar Zhao. Sudah berapa lama Guru terjaga seperti itu?" Tanya Mu Chen Xiao saat ia merasa canggung ketika sedang berbicara dengan Zhao Bingyan yang baru saja terbangun.
Zhao Bingyan yang masih terbaring di kasurnya, menoleh ke arah Mu Chen Xiao dan berkata, "... Kemarilah. Aku ingin berbicara denganmu."
Mendengar Zhao Bingyan yang seperti sedang memaksanya untuk segera menghampirinya, membuat Mu Chen Xiao langsung saja berjalan ke arahnya karena ia tidak ingin sistem mengurangi jumlah poinnya dan mengurangi kemungkinan untuk hidup lebih dari 17 tahun.
__ADS_1
"Apakah Guru besar Zhao memerlukan sesuatu?" Tanya Mu Chen Xiao saat ia memperhatikan kondisi Zhao Bingyan yang terlihat baik-baik dibandingkan dengan hari-hari yang lalu
Zhao Bingyan menatap ke arahnya untuk beberapa saat. Ia tidak berekspresi dan tidak juga berbicara sehingga hal itu membuat Mu Chen Xiao bingung bagaimana ia bisa menjawabnya. Mungkin saja setelah ia tidak sadarkan diri selama berhari-hari dan ledakan spiritual pertama yang dialami olehnya, hal itu membuatnya bingung untuk sementara waktu.
"Apakah Master Yuan mempercayakan ku padamu lagi?" Tanya Zhao Bingyan yang membuat Mu Chen Xiao tersentak kaget setelah keduanya diam untuk beberapa saat.
"Eh? Mungkin seperti itu kenyataannya." Jawab Mu Chen Xiao yang terlihat canggung untuk mengatakan hal yang sebenarnya kalau ia merasa terpaksa melakukannya.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?"
"Karena Guru besar mendapatkan banyak energi asing dari luar dan jika itu dibiarkan saja maka, kekuatan spiritual Guru akan meledak kembali. Aku akan melakukan ritual Shen Qi untuk menghentikan energi luar yang terus masuk ke dalam tubuh Guru dan menggerogoti seluruh kemampuan Guru." Jelas Mu Chen Xiao yang menurut Zhao Bingyan terlihat masih berumur tujuh tahun.
Begitu ia selesai mendengarkan penjelasannya, Zhao Bingyan menundukkan pandangannya sambil melengkungkan senyuman ramah seperti biasa. Ia juga tidak percaya kalau ia akan bergantung pada Mu Chen Xiao seperti tiga tahun yang lalu padahal ia sudah bilang kalau ia tidak ingin terus bergantung padanya.
"Maaf, bisa Guru ulangi lagi? Suaranya tidak terlalu jelas di telingaku." Ucap Mu Chen Xiao yang bingung karena melihat Zhao Bingyan yang sekarang ini sedang berjalan ke arahnya sedangkan ia malah bergerak menjauh darinya karena waspada.
"Mu Chen Xiao! Bukankah sudah aku katakan untuk mendekat padaku? Mengapa kau terus menjaga jarak?" Tanya Zhao Bingyan kembali dan kali ini, suaranya tampak berbeda dibandingkan dengan biasanya.
Mu Chen Xiao yang memperhatikan, melihat bola mata sebelah kiri Zhao Bingyan berubah menjadi biru tua serta terdapat garis-garis merah yang hampir menjalar ke seluruh wajah kirinya. Ia terlihat sangat berbeda dan membuat Mu Chen Xiao menduga bahwa ia terlalu lama untuk segera meluruskan kekuatan spiritual milik Zhao Bingyan yang sudah bercampur dengan energi luar.
”Ada yang tidak beres! Seharusnya dia baik-baik saja sampai sekarang ini. Atau mungkin karena energi luar ini bercampur dengan energi milik keluarga Jin yang baru saja mengalami kehancuran tengah malam tadi?” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan.
__ADS_1
Setelah ia mencoba untuk menjauh dari Zhao Bingyan, ia pun akhirnya terpojok dan menabrak dinding yang jaraknya sangat jauh dari pintu keluar. Lalu, ketika ia melihat jaraknya yang masih cukup jauh dengan Zhao Bingyan, Mu Chen Xiao akhirnya mencoba untuk berlari menuju pintu namun, sebuah bayangan putih tiba-tiba saja berdiri di hadapannya ketika ia mencoba untuk berlari darinya.
Mu Chen Xiao yang terkejut melihat Zhao Bingyan yang sudah ada di depan matanya, langsung terduduk dan tidak berhenti menatap ke arah Zhao Bingyan yang hampir menjadi monster pembunuh. Hanya wajah kirinya saja yang memiliki garis-garis merah bercabang seperti urat syaraf yang memenuhi tubuhnya dan bola mata yang seketika berubah menjadi biru tua.
”Apa yang terjadi dengannya? Apakah aku sudah salah membuat perhitungan?” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan.
"Xiao'er! Kemarilah! Jadilah anak yang penurut pada pamannya. Aku telah menyimpan sebuah hadiah hanya untukmu." Ucap Zhao Bingyan dengan nada yang terdengar mengerikan dan senyum seringai yang menyertainya.
”Paman? Apakah dia baru saja menyebut dirinya sebagai paman?” batin Mu Chen Xiao yang terkejut saat ia mendengarnya berbicara.
Ketika ia sedikit teralihkan perhatiannya pada Zhao Bingyan, tiba-tiba saja sebuah telapak tangannya mendarat di wajahnya dan membuatnya kesulitan untuk melihat bahkan untuk bernafas. Mu Chen Xiao sangat tidak menduga Zhao Bingyan akan membunuhnya tanpa sadar dan menjadi korban pertama ketika Zhao Bingyan telah mengalami perubahan.
”Apakah ini yang dimaksud oleh Xu Wuya? Jadi, dia menyuruhku untuk berhati-hati dengannya karena hal ini?!” batin Mu Chen Xiao saat mencoba untuk melepaskan telapak tangan Zhao Bingyan yang terus menekan wajahnya.
Lalu, ketika ia masih berada di dalam posisi yang sama. Sebuah kilatan muncul dari kedua tangan Mu Chen Xiao dan membuat Zhao Bingyan sangat terkejut ketika ia merasa kilatan tersebut telah menyambar tangan kanannya yang masih mencengkram wajah Mu Chen Xiao.
Zhao Bingyan terdiam dengan wajah terkejutnya setelah tangan kanannya terbakar akibat kilatan listrik yang tiba-tiba menyambar dirinya. Hal itu juga dirasakan oleh Mu Chen Xiao yang merasa heran dan hanya menatapnya dengan bingung karena ia sama sekali tidak mengeluarkan sihirnya sedikitpun.
”Apakah seseorang sedang mencoba untuk mengendalikan kekuatan spiritualku lagi? Mungkinkah Shang Ren yang melakukannya karena ia telah menaruh segel aneh ini padaku?” batin Mu Chen Xiao yang ingat kalau hal ini hampir sama dengan yang dialaminya ketika Pei Zhuo melakukan hal yang sama dengannya.
"Beraninya kau melakukan ini pada pamanmu sendiri! Jika saja ibumu tidak sebaik yang kau kira, aku pasti sudah membunuhmu sejak bayi!" Bentak Zhao Bingyan yang langsung mengeluarkan sihirnya secara keseluruhan hingga membuat ruangan tersebut membeku sehingga tidak ada seorangpun yang bisa keluar dari tempat tersebut.
__ADS_1
Melihat seisi ruangan yang telah membeku karena es yang begitu dingin, membuat Mu Chen Xiao tersentak kaget karena ia tidak bisa keluar dan mencari orang lain untuk membantunya.
”Eh? Aku bukan bertransmigrasi ke dalam jiwa yang ada di film Fr*zen 'kan?”