
Suara hentakan kaki seperti sedang melintasi satu persatu dahan pohon yang tinggi. Lalu, di belakangnya terdapat seekor ular putih besar yang sedang mengejarnya dengan kecepatan yang sama. Dan setelah dipikir-pikir lagi, ternyata ular putih ini adalah Xun Ji'an!
"Cih! Mereka semua keras kepala! Bukankah Xun Ji'an hanya melayani Raja ketiga Xingyue? Mengapa dia mau saja menuruti apa yang diinginkan Mu Chou Ran?" Gumam Mu Chen Xiao saat ia berusaha untuk menghindari kejaran ular besar Xun Ji'an.
"Xiao Xiao! Apakah kau yakin tidak ingin pulang?" Ucap Xun Ji'an saat ia sedang mengejar Mu Chen Xiao dalam wujud ular besar sehingga hal itu membuat banyak pohon tumbang seketika.
"T~ tunggu! Leluhur Xun! Kau akan menghancurkan banyak pohon!" Ucap Xing Ruo saat ia sedang mengejar keduanya dari belakang.
"Tenang saja adik Ruo! Sebuah pohon yang tumbang, akan tumbuh kembali menjadi tunas baru." Jawab Xun Ji'an dengan malas pada Xing Ruo yang telah berdiri di atas kepalanya.
Lalu, ketika Mu Chen Xiao berlari melompati beberapa dahan pohon yang tinggi, ia sama sekali tidak menyadari bahwa pada salah satu dahan pohon telah terpasang sebuah mantra teleportasi yang akan membawanya langsung ke hadapan Mu Chou Ran.
Benar saja tidak lama setelahnya, Mu Chen Xiao tidak sengaja menginjak mantra tersebut dan sebuah cahaya merah muncul lalu menenggelamkan dirinya selama beberapa saat. Setelah cahaya merah tersebut menghilang, tanpa tahu dan tanpa sadar ia sudah berada di depan Mu Chou Ran yang sedang duduk di atas singgasananya.
Mu Chen Xiao terdiam tidak berekspresi saat ia sadar bahwa ia sudah berada di sebuah ruangan luas dan telah berdiri di hadapan Mu Chou Ran.
"Cara yang bagus untuk memanggil seseorang, Mu You Na." Ucap Mu Chou Ran saat ia melihat Mu Chen Xiao telah berdiri di hadapannya meskipun ada sedikit paksaan darinya.
"Terima kasih, Tuan besar." Ucap Mu You Na setelah ia merasa dipuji oleh Mu Chou Ran karena mantra teleportasi miliknya berhasil dilakukan.
"Hah? Kau menggunakan cara curang untuk mengundangku kemari?!" Ucap Mu Chen Xiao dengan heran setelah ia melihat Mu You Na berdiri di sebelahnya.
Mu Chou Ran tersenyum jail dan berkata, "Bukankah ini adalah waktu yang pas untuk melatih Mu You Na dalam berkultivasi? Lagipula, dia tidak memiliki dantian sehingga ia hanya bisa menggunakan mantra pengendali untuk bertarung."
”Apakah dia baru saja menjadikanku kelinci percobaan?” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan mereka berdua. "... Lalu, untuk apa kau menyuruhku pulang? Sudah kubilang aku tidak ingin kembali jika kau tidak membiarkanku pergi dari sini!" Ucap Mu Chen Xiao sambil membalikkan badannya kembali.
"Sebaiknya, untuk sementara waktu kau jangan pergi kemana-mana. Ada banyak bahaya yang sedang menunggu mu. Kau pikir, untuk apa aku berada di sini?" Ucap Mu Chou Ran saat ia meraih kembali cangkir yang ada di sebelahnya.
Mu Chen Xiao menoleh ke belakang dan bertanya, "Memangnya apa yang menungguku di sana? Bukankah kau telah memasang mantra penghalang agar aku tidak pergi?"
Mu Chou Ran menghela nafas dan menaruh cangkirnya kembali setelah ia meminumnya. "... Ada seseorang yang memiliki hawa kekuatan spiritual yang sangat besar. Orang itu sedang menuju kemari. Mungkin saja dia akan berperang dengan kami." Jawab Mu Chou Ran dengan lesu.
Mu Chen Xiao tertegun dan berpikir selama beberapa saat. ”... Apakah dia orang kuat? Hmm,... Sebenarnya untuk apa dia menahanku di sini?” batin Mu Chen Xiao yang memikirkannya.
__ADS_1
"Ahh! Aku akan pergi! Aku tidak ingin terus terkurung di sini!" Celetuk Mu Chen Xiao yang mengabaikan seluruh perkataan Mu Chou Ran dan segera pergi dari tempat tersebut.
Namun, sebelum dia pergi. Mu You Na sudah lebih dulu menghalanginya untuk berjalan keluar. Gadis itu langsung berdiri di hadapannya ketika Mu Chen Xiao sudah hampir sampai di luar pintu.
"Tuan muda dilarang untuk pergi keluar oleh Tuan besar. Jika Anda tetap melawan, saya akan mengikat tuan muda di ruangan Anda sendiri." Ucap Mu You Na dengan dingin dan tatapan yang sangat tidak bersahabat dengannya.
"Hah? Kau berani mengancamku?" Tanya Mu Chen Xiao yang terkejut setelah ia mendengar Mu You Na mengancam dirinya.
"Lakukan sesukamu, Mu You Na. Kau boleh memberikannya hukuman apa saja yang kau miliki." Ucap Mu Chou Ran saat ia mengaduk cangkirnya kembali.
Mendengar hal itu, Mu Chen Xiao langsung menoleh ke belakang. "... Kenapa kau mempercayakan ku pada gadis kaku dan dingin seperti ini? Apakah kau tidak tahu kalau aku tidak menyukai gadis dingin yang tidak menyenangkan?!" Celetuk Mu Chen Xiao yang tanpa sadar ucapannya itu sangat menggunjing Mu You Na yang masih berdiri di depannya.
"Jika kau menolaknya maka aku terpaksa menguncimu di sana." Ucap Mu Chou Ran yang tidak peduli jika dia benar-benar melakukannya.
Mu Chen Xiao menatap jengkel sebelum ia berkata sesaat kemudian, "Aku akan tetap pergi!" Ucapnya yang langsung menghilang dari pandangan semua orang di sana.
Mu Chou Ran tidak berekspresi saat melihatnya menghilang dari pandangannya. Ia terus saja mengaduk cangkirnya dan meminumnya setelah pikirannya tenang.
"Tuan besar! Apakah aku harus melakukan sesuatu terhadap tuan muda?" Tanya Mu You Na saat ia berdiri kembali di hadapan Mu Chou Ran.
Sementara ini, Mu Chen Xiao yang baru saja mendarat setelah ia melarikan diri dari Mu Chou Ran, ia merasa tertegun setelah ia berdiri di depan sebuah rumah kosong dan berdebu.
Rumah itu berada di tengah-tengah hutan kota Qianlu dan tidak ada satupun rumah yang terbangun di sisi kanan dan kiri rumah tersebut.
"Apa aku sudah salah parkir? Tempat aneh macam apa lagi ini?" Gumam Mu Chen Xiao yang merasa heran dengan pemandangan yang ada di sekitar termasuk rumah kumuh yang ada di depannya.
[[ Sistem akan memberikan poin B+50 jika Anda berani memasuki rumah ini ]]
"Haah? Kau sedang memberikanku tantangan? Kau pikir aku takut? Aku akan langsung masuk ke dalam!" Ucap Mu Chen Xiao setelah layar monitor muncul kembali di depan wajahnya.
Setelah beberapa saat kemudian, Mu Chen Xiao akhirnya melangkahkan kakinya ke depan dan menginjak satu persatu anak tangga yang rapuh karena dimakan rayap dan serangga kecil lainnya.
Ketika ia telah berada di depan pintu rumah tersebut, hawa kekuatan gelap muncul dari balik sela-sela pintu yang tertutup rapat.
__ADS_1
"Tempat ini memiliki sihir gelap yang jumlahnya sangat banyak. Apakah dulunya tempat ini adalah tempat tinggal milik seorang penyihir gelap?" Gumam Mu Chen Xiao setelah ia menyentuh permukaan kasar pintu tersebut. "... Hmm,... Ambil tidak ya?" Ucapnya sambil memikirkannya.
[[ Anda harus segera mengambilnya jika tidak Anda akan mati di tahun depan ]]
”Sistem ini,... Mengapa dia pandai sekali memberikan ancaman pada Tuannya sendiri?!” batin Mu Chen Xiao dengan ekspresi jengkel.
Ia pun akhirnya membuka pintunya dan ketika ia membukanya, energi hitam keluar dari rumah tersebut secara bersamaan bahkan sampai menutupi seluruh pandangannya. Beberapa serangga seperti kelabang dan kalajengking juga keluar dari lantai kayu yang telah berlubang.
"Ahh! Orang ini jorok sekali! Apakah dia tidak pernah membersihkan rumahnya sendiri sampai-sampai serangga menjijikan seperti ini tidak ingin tinggal?!" Celetuk Mu Chen Xiao saat sedang menghindari beberapa serangga beracun yang melintas di atas kakinya.
Setelah energi hitam dan serangga tersebut menghilang dari pandangannya. Terdapat sebuah kotak kayu yang terkunci oleh sebuah mantra kertas dan bentuknya sangat sulit untuk ditulis. Di dalam kotak tersebut menyimpan sebuah benda sihir gelap yang mampu memberikan kekuatan instan pada seseorang yang memilikinya.
"Pasti terdapat sesuatu yang menarik di sini! Aku harus membukanya!"
Mu Chen Xiao mengeluarkan sebuah kertas mantra kosong dari balik pakaiannya. Dengan menggunakan darahnya, ia pun menirukan tulisan yang ada pada mantra tersebut namun, ia menuliskannya secara terbalik.
Setelah selesai, mantra tersebut akhirnya bekerja dan melepaskan mantra yang sebelumnya telah melekat pada kotak kayu yang ada di hadapannya. Tidak lama setelahnya, kotak tersebut akhirnya terbuka dan memunculkan sebuah buku untuk mempelajari sihir gelap.
"Untuk apa mereka menyembunyikan buku sihir gelap di tempat ini? Apakah mereka melarang seluruh muridnya untuk mempelajari sihir seperti ini?" Gumam Mu Chen Xiao saat ia mengambil buku tersebut.
[[ Buku sihir gelap ]]
[[ Sistem memberikan poin B+50 ]]
[[ Sisa poin akhir +1250 ]]
"Haah,... Untuk apa aku mengambilnya? Lagipula aku tidak berniat untuk mengambilnya." Gumam Mu Chen Xiao yang memperhatikan buku usang tersebut.
[[ Anda harus mempelajarinya. Sistem akan mengurangi seluruh poin Anda jika Anda tidak melakukan apa yang sistem katakan untuk Anda ]]
"Hah? Kenapa harus memaksaku untuk melakukannya?"
[[ Anda akan sepenuhnya mati termasuk jiwa Anda yang sedang berada di dunia Anda sendiri ]]
__ADS_1
"....."