
Sebuah hutan yang awalnya dipenuhi dengan pepohonan besar, secara mendadak tumbang beberapa akibat gerakan cepat ekor naga Guan Long yang datang dari atas kepala mereka.
Mendengar suara keributan yang terjadi ketika ia sedang tertidur, Zhao Bingyan akhirnya terbangun dan ia tidak tahu mengapa ia bisa berada di atas panggung Mu Chen Xiao karena awalnya ia merasa tidak mengantuk sama sekali.
"A-Yue? Suara apa tadi? Apakah aku tertidur?" Tanya Zhao Bingyan sambil mengusap-usap matanya.
Mu Chen Xiao terkejut dan ia langsung melihat ke arah Zhao Bingyan yang ada di belakangnya. ".... Bukan apa-apa. Tadi itu hanya iklan." Jawab Mu Chen Xiao dengan senyum terpaksanya setelah ia melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Sambil melihat sekeliling yang tampak berantakan, Zhao Bingyan bertanya kembali, "... Kenapa tempat ini terlihat sangat kacau? Bukankah seharusnya ada pohon-pohon besar yang menyertainya?"
"A-ha-ha-ha,... Tadi ada orang gila yang menghancurkan tempat ini. Aku rasa, orang gila itu telah pergi." Jawab Mu Chen Xiao dibarengi dengan tertawaannya yang terlihat canggung.
"Xiao Xiao!" Teriak Guan Long dari dalam debu tebal yang berterbangan dan sekarang ini, ia sedang berlari ke arahnya dengan senyum sumringah yang tidak diketahui bagaimana ia bisa melakukannya di saat seperti ini.
Mu Chen Xiao yang awalnya diam tidak berekspresi, mendadak terkejut ketika ia melihat ke arah Guan Long yang sedang berlari ke arahnya namun, ia sama sekali tidak memakai pakaian yang seharusnya bisa menutupi seluruh tubuhnya!
"PAKAI BAJU SANA, GOB—!" Teriak Mu Chen Xiao yang langsung menendang wajah Guan Long hingga membuatnya terbang di udara setelah ia menendangnya dengan sekuat tenaga.
Ketika Mu Chen Xiao dengan Guan Long saling beradu mulut, Zhao Wei Lu tetap berpokus menatap sekeliling yang tampak kacau karena beberapa pohon telah tumbang akibat serangan yang dilakukan Guan Long.
”Kenapa dia bisa ada di sini? Bukankah aku sudah menyuruh para murid-murid itu untuk menyembunyikan keberadaan Yan Gege sekarang? Jika leluhur Guan Long memang sedang mencari Yan Gege, untuk apa dia melakukannya? Dan kenapa pasukan bayangan itu tahu kalau keadaan di Sekte kami sedang tidak baik-baik saja?” pikir Zhao Wei Lu yang bertanya-tanya tentang kejadian yang sekarang ini telah terjadi di tempatnya.
JEDUKK!!
Ketika ia telah merasa nyaman dengan diamnya, tiba-tiba sebuah batu kerikil terlempar dan mengenai dahinya hingga menyebabkan sebuah goresan luka yang mengucurkan darah sampai ke dagu. Sudah jelas kalau pelakunya adalah seseorang yang biasa menggunakan batu kerikil sebagai senjatanya dan orang itu, pastilah Mu Chen Xiao yang sekarang ini masih beradu mulut dan kekuatan dengan Guan Long yang tentunya tidak setara dengannya.
Begitu ia mengetahui siapa pelakunya, Zhao Wei Lu langsung melirik tajam ke arah Mu Chen Xiao dan menunjukkan kembali pedangnya pada Mu Chen Xiao yang wajahnya mulai terlihat canggung ketika melihatnya sedang marah.
"Eee,... Tuan muda kedua! Ini salahnya! Ular terbang ini yang melakukannya!" Ucap Mu Chen Xiao saat ia menunjuk ke arah Guan Long yang masih berdiri di sebelahnya.
"Haah? Kenapa menyalahkan ku? Bukankah kau yang melemparkannya? Dan siapa yang kau panggil ular terbang?" Bentak Guan Long begitu ia merasa disalahkan dan ia juga mendengar sebutan apa yang diberikan oleh Mu Chen Xiao padanya.
Perasaan berapi-api itu muncul ketika amarah Zhao Wei Lu mulai memuncak. Perhatiannya pun mulai di titik pusatkan pada Guan Long dan Mu Chen Xiao yang berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
”Sudah berapa kali adegan pukul-pukulan ini terjadi?” batin Mu Chen Xiao yang memperhatikan Zhao Wei Lu yang tampaknya sangat marah karena ia tidak sengaja melemparkan sebuah batu kerikil yang akhirnya mendarat di dahinya.
”.... Tuan muda kedua! Guru besar Zhao pasti akan menangis jika Tuan muda menghajar ku sekali lagi." Jelas Mu Chen Xiao dengan senyum terpaksanya.
"Memangnya aku peduli? Terserah apa yang ingin dia lakukan! Menangis ataupun tidak, Mamp— lah kalian!" Ucap Zhao Wei Lu dengan dingin dan kemudian, ia pun akhirnya melakukan serangan besar-besaran yang dilakukannya terhadap Mu Chen Xiao dan Guan Long yang membuat ia naik darah.
SRATT!!! 3x
A few momens later,...
Sebuah jalan setapak menuju gerbang utama Sekte, terdapat beberapa murid yang baru saja memotong beberapa kayu bakar yang ada di dalam hutan.
Awalnya mereka saling berbicara satu sama lain dan tidak ada hambatan sedikitpun sampai pada akhirnya, mereka berhenti berbicara begitu mereka melihat empat orang laki-laki yang sekarang ini sedang berjalan menuju gerbang utama Sekte.
Mu Chen Xiao datang dengan luka yang tidak sedikit sedangkan Guan Long juga bernasib sama dengan Mu Chen Xiao setelah keduanya dihajar habis-habisan oleh Zhao Wei Lu yang marah hanya karena sebuah batu kerikil yang mendarat di dahinya.
"Mungkin sebaiknya kita jangan membuatnya marah lagi." Bisik Mu Chen Xiao pada Guan Long yang telah berjalan di sebelahnya.
"Kenapa aku tidak menjadi udara saja jika dalam bentuk manusia aku sudah babak belur seperti ini." Gumam Guan Long saat ia memegangi pipi kanannya yang terasa seperti terjatuh dari tempatnya.
"A-Yue! Kau baik-baik saja?" Tanya Zhao Bingyan sambil melihat ke arahnya.
Mu Chen Xiao mengalihkan pandangannya sesaat sebelum ia menjawab, "... Bagaimana menurutmu saja. Apakah aku terlihat baik-baik saja?"
Mu Chen Xiao seketika menghentikan langkahnya begitu ia melihat seorang laki-laki yang dikenalnya sedang berdiri di hadapannya.
Rambut abu-abu dengan pakaian putih yang bersinar. Orang ini memiliki tatapan yang terlihat indah dan menawan. Dia ini adalah Hao Shu.
"Kenapa tikus tua ini berada di sini? Aku pikir hanya Ji'an Gege yang datang kemari!" Bentak Mu Chen Xiao yang terkejut sambil menunjuk ke arahnya setelah ia terkejut melihat Hao Shu yang berdiri di gerbang Sekte.
JEDUKK!!!
"BOCAH TENGIK!"
__ADS_1
Seketika Hao Shu langsung melempar kipas lipatnya dan lagi-lagi kipas tersebut mendarat di wajah Mu Chen Xiao hingga membuatnya terhempas cukup jauh dan mengejutkan murid-murid Sekte yang sedang berada di sana.
"Beginikah caramu menyambut kedatangan Gurumu sendiri?!" Teriak Hao Shu yang membuat seluruh murid tercengang mendengarnya.
Mereka semua terkejut karena Hao Shu adalah arwah tikus dan biasanya jika seseorang berguru pada arwah pegunungan, ia pasti akan mendapatkan kekuatan secara instan. Akan tetapi, mereka merasa kalau Mu Chen Xiao masih sama saja seperti yang dulu meskipun ia telah berguru pada Hao Shu.
”Aishh,... Orang itu tidak bisa gob— di tempat lain? Hampir saja kepalaku pecah!” batin Mu Chen Xiao saat ia mencoba untuk berdiri kembali sambil memegangi kepalanya yang tampak mengucurkan darah.
"Kau juga! Seperti inikah caramu meladeni muridmu sendiri yang sedang terluka?!" Balas bentak Mu Chen Xiao yang membuat Hao Shu terdiam dan berwajah suram ketika ia selesai mengatakannya.
Apakah aku salah bicara?
Ketika suasana tegang telah terjadi, tiba-tiba saja Guan Long berdiri di hadapannya sambil mengulurkan tangannya untuk Mu Chen Xiao seolah ia sedang mengajaknya menuju suatu tempat.
"Daripada berguru pada tikus tua yang galak, sebaiknya Xiao Xiao berguru padaku saja. Aku janji tidak akan melukaimu seperti dia yang selalu melukaimu." Ucap Guan Long dengan nada mengajak.
"Minta di geplak ya?" Ucap Mu Chen Xiao dengan dingin dan ekspresi sangar yang ditujukannya pada Guan Long.
”..... Eh?”
"A-Yue! Jangan tinggalkan aku!" Teriak Zhao Bingyan saat ia sedang berlari ke arah Mu Chen Xiao yang berdiri tidak jauh di belakangnya.
Lalu, langkahnya seketika terhenti ketika ia melihat seorang wanita berpakaian ungu dan memakai hiasan kupu-kupu di atas kepalanya. Wanita ini adalah Li Chu Yi yang langsung memeluk Zhao Bingyan dan mengangkatnya ke atas dengan lembut saat ia mengelus punggungnya.
"Tenang saja. A-Yue akan baik-baik saja." Ucap Li Chu Yi dengan halus dan membuat Zhao Bingyan terdiam dengan wajah terkejutnya yang terus menatap ke arah Li Chu Yi.
"Hmm? Jie siapa?"
"Panggil saja aku Yi'er. Aku akan sangat senang jika Yan'er ingin ikut denganku."
Zhao Bingyan terdiam dan hanya menganggukkan kepalanya begitu Li Chu Yi selesai berbicara dengannya. Dan tidak lama setelahnya, Li Chu Yi akhirnya membawa Zhao Bingyan pergi lalu, meninggalkan Mu Chen Xiao disana.
”Aku,... Diduakan?” batin Mu Chen Xiao saat melihat Zhao Bingyan yang lebih memilih Li Chu Yi dibandingkan dengan dirinya yang selalu disebut olehnya sebagai A-Yue.
__ADS_1
Namun, sebelum mereka benar-benar pergi. Li Chu Yi melirik ke arah Mu Chen Xiao dengan tatapan sinis seolah ia sedang mengatakan, tamatlah riwayatmu, Mu Chen Xiao!
”.... Benar-benar sesuatu yang sulit. Aku harap Zhao Bingyan segera kembali seperti semula.” batin Mu Chen Xiao saat ia merasakan adanya detik-detik peperangan yang akan terjadi di sekitarnya.